RUANG

100_0068

Aku mempunyai sebuah tempat khusus di dalam hatiku, ya sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan juga sangat sederhana sekali, namun sering aku kunjungi bahkan aku betah berlama lama berada  di dalam ruangan itu. Hampir setiap hari aku berjalan dan masuk ke dalam ruangan itu, hingga halaman muka ruangan  yang ditumbuhi rumput liar itu membuat jejak jalan setapak berwarna merah menuju pintu depan ruangan itu.

Pintu di ujung jalan setapak itu adalah satu satunya jalan masuk kedalam ruangan yang hanya akulah satu satunya orang yang dapat memasuki ruangan tersebut. Tidak ada kaca, ventilasi ataupun jendela seperti sebuah ruangan pada umumnya. Bahkan tidak ada grendel dan lubang kunci pada pintu yang terbuat dari kayu jati tersebut.

Mungkin anda berpikir, bagai mana cara aku membuka pintu tersebut jika aku ingin memasuki ruangan faforitku itu, padahal tidak ada alat pembuka pintu bahkan pintu kayu itu terlihat sangat berat dan kokoh hingga tidak mungkin rasanya aku bisa menggeser pintu itu dengan tanganku yang kecil. Mudah saja, jawabku datar, bila aku ingin memasukinya aku cukup menghampirinya saja, dan secara otomatis pintu itu akan terbuka sendiri, namun jangan coba coba mengikuti aku memasuki ruangan tersebut, karena sang pintu yang bertugas sebagai penjaga ruangan tersebut bisa menjadi sangat kasar terhadap siapapun penyusup yang mencoba menerobosnya.
Karena tidak ada yang pernah bisa memasuki ruangan tersebut, maka aku akan sedikit menceritakan kondisi didalam ruangan tersebut dan juga isi dari ruangan yang tidak terlalu besar itu.

Ruangan itu tidak terlalu besar, berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran kira kira tiga kali empat meter persegi. Setelah memasuki satu satunya pintu, pandanganku langsung tertuju pada sebuah perapian model Eropa yang dibuat pada Zaman Pertengahan. Nyala api kecil terus aku pertahankan setiap hari hingga setiap aku memasuki ruangan itu aku harus selalu menambahkan sedikit kayu bakar pada perapian itu agar api tidak padam. Dan dimuka ceruk perapian terserak sedikit kayu bakar serta sebuah ganco yang terbuat dari besi yang sudah berkarat.

Kayu bakar itu adalah semangat yang aku kumpulkan dengan tanganku sendiri sebagian lagi pemberian orang orang terkasih, yang masih ingin melihat aku tetap menyalakan api semangat kehidupanku sendiri. Agak serba salah memang, jika aku besarkan nyala apinya, kayu akan lebih cepat habis, tetapi jika api aku kecilkan, resiko api akan mati sendiri juga tak kalah mengancam.

IMG_0049

Diatas perapian sebelah kanan ada tiga buah bingkai foto besar, tertata rapi menurun kesamping. Yang paling atas berisi sebuah foto seorang wanita yang sepertinya baru belajar memakai kerudung, terlihat seuntai rambut di sisi bawah jilbabnya yang berwarna hitam. Ya… itu adalah foto istriku, namanya Suharni. Terlihat sangat tegar dengan beban yang teramat berat pada kedua pundaknya. Wajahnya agak sedikit pucat karena terlalu lelah mengurus pekerjaan rumah dan toko seorang diri.

Tepat disamping foto istriku ada sebuah bingkai besar berukuran sama persis , sedikit agak kebawah dan berisi foto seorang gadis cilik berambut panjang yang sangat cantik. Sebuah senyum menghias bibirnya serta sebuah simbol hati dia pamerkan pada foto tersebut, dengan cara menyatukan kedua ibujarinya serta kedua telunjuknya tepat di dadanya. Mutiara Zahra namanya, dan dia masih duduk di kelas enam sekolah dasar islam, dan selalu mendapat rangking setiap tahunnya.  Oya aku tidak pernah tahu kenapa foto itu yang berada pada urutan kedua, padahal ia anak keduaku, aku tidak pernah tahu karena yang memasang semua foto pada ruangan itu bukan aku, tetapi hatiku. Dan akupun tidak bisa seenaknya merubah susunan foto yang ada pada ruangan itu karena bingkai bingkai itu tidak dipaku, melainkan hatiku sendiri yang menjilati tembok serta menjilati bagian belakang bingkai tersebut lalu menempelkannya ketika keduanya masih basah, hingga jika bingkai itu sudah mengering dan terpasang,  akan susah sekali untuk mencopotnya kembali.
Dan yang terahir adalah foto seorang remaja tanggung yang mengenakan sweater hitam bergambar Gun n Roses, beberapa buah jerawat sudah menghiasi wajah itu, bahkan rambutnya yang tebal ditata menuding langit seperti Mohican. Harun Al Rasyid namanya, putra pertamaku yang selalu bercita cita menjadi menjadi layang layang ketika kecil, Ya… semenjak Tk hingga Sekolah dasar kelas tiga ia selalu ingin menjadi layang layang jika ditanya oleh guru ataupun teman sepermainannya. Namun sekarang cita citanya berubah seiring perkembangan pergaulanya, ia ingin menjadi gitaris katanya.

Pada tembok sisi sebelah barat terdapat lebih banyak bingkai, ada dua buah berukuran besar di bagian atas dan selebihnya berada dibawahnya berjajar rapi kesamping, yang paling atas adalah sebuah foto seorang perempuan tua yang duduk diatas kursi roda, rambutnya sudah berwarna putih semua  dan matanya sudah mulai menyipit karena tidak kuat terpapar sinar matahari. Yang agak menarik perhatian pada foto ini adalah, ia masih mengenakan sebuah kalung yang sangat indah serta gelang yang memenuhi pergelangan tanganya seperti terlalu berat untuk dikenakan, dan sepasang  giwang besar dan gemerlap menghiasi kedua telinganya yang sudah tipis termakan usia.

Bingkai besar disebelahnya berisi sebuah foto seorang laki laki berwajah putih pucat, rambut putihnya disisir rapi kesamping dan sebuah alat bantu dengar terpasang pada telinga sebelah kanan. ia mengenakan sebuah toga berwarna biru tua lengkap dengan tongkat serta aksesoris kalung berwarna emas yang terselempang didadanya. Itu pakayan yang paling dibanggakanya, karena dia seorang profesor pada sebuah Universitas Islam Negri di Jakarta yang sangat tersohor. Dia memang sudah pensiun pada instansinya, tetapi dia masih menjadi rektor pada dua Universitas Islam Swasta di Jakarta. Hebat…

Dibawah kedua foto besar itu terjajar rapi beberapa bingkai foto yang lebih kecil ukuranya, lagi lagi urutanya tidak seperti yang aku kehendaki, yaitu menurut urutan dari kakak tertuaku hingga adik terahirku. Ya… Karena yang memasang bingkai bingkai itu bukan aku, tetapi hatiku yang menjilatinya lalu menempelkanya sesuai kehendaknya.
Ada yang aneh pada jajaran bingkai pada tembok barat ini,  ada sebuah bingkai yang tercabut dari tempatnya, seperti ada yang menariknya dengan paksa hingga tembok dibawah bekas bingkai itu terkelupas hingga terlihat batu bata merah didalamnya. Dan ada sepotong kayu bekas bingkai yang telah patah teronggok di sudut tembok barat itu, begitu juga serpihan pecahan kaca bekas pelindung bingkai masih terserak dibawah tembok bekas bingkai itu pernah terpasang. Aku pernah mencoba bertanya kepada hatiku tentang foto pada bingkai tersebut, dan mencoba beberapa kali untuk mendiskusikanya tetapi hatiku sudah tidak ingin membicarakannya lagi.

Menempati urutan pertama adalah foto adik perempuanku, seorang yang sangat rajin serta bercita cita tinggi seperti bapaknya, terbukti dia telah menyelesaikan S2 nya di negeri Kincir Angin serta menyelesaikan S3 nya di Australia dengan hasil yang sangat memuaskan.
Urutan kedua adalah foto kakak perempuan pertamaku, dengan perawakanya yang tinggi besar menunjang hobbynya yang suka naik gunung dan olah raga dayung. Disusul foto adik perempuanku yang paling manja dan paling disayang oleh kedua orang tuaku.

Pada urutan keempat terdapat tembok yang terkelupas sampai terlihat material tembok didalamnya, seperti yang telah aku jelaskan di atas. Aku sempat mencari disekeliling ruangan itu kalau kalau foto yang pernah terpasang disitu masih ada pada suatu tempat dalam ruangan itu, karena itu adalah foto adikku yang kini bermukim di Surabaya.  Namun aku tidak pernah  menemukanya sampai sekarang, dan ketika aku tanyakan kembali kepada hatiku, bahwa foto itu telah diambil oleh pemiliknya yang masuk menerobos kedalam ruangan ini dan mencongkel foto tersebut dengan paksa.
Ia memang  berasil membawa keluar foto tersebut, tetapi sebuah kenangan yang tak terlupakan akan selalu dia ingat ketika sang pintu penjaga ruangan faforitku ini memberinya sedikit pelajaran tentang kehidupan.

Pada urutan berikutnya adalah foto adik perempuanku yang terahir yang  kini bermukim di india karena ikut suaminya sebagai diplomat disana. kemudian berturut turut adalah foto kakak lelakiku yang hobbynya menanam bunga  dan selanjutnya adalah  foto adik lelakiku yang hobbynya wara wiri dengan motornya.

Pada tembok sisi timur, lebih banyak lagi bingkai foto yang terpasang. Hanya saja bingkai yang berada pada sisi ini lebih kecil ukurannya dan terpasang secara acak tak beraturan, ada yang tinggi, ada yang dipojok sekali bahkan ada yang rendah sehingga aku bisa dengan mudah menyentuhnya. salah satu bingkai yang paling rendah dan paling sering aku sentuh adalah sebuah bingkai dengan isi sebuah foto yang terlihat sudah lusuh dan telah lama dicetak, beberapa bagian foto itu sudah berubah warna kehijauan karena dimakan usia. Yang berada dalam foto itu adalah seorang sahabat yang juga masih ada hubungan kekerabatan denganku, Adib Zulfikar namanya.

Masih kental dalam ingatanku ketika dia mendapat musibah kecelakaan sepeda motor dan mengalami koma di Jogjakarta, aku datang membesuknya, dan didalam ruang ICU aku membisikkan serangkayan kata kata manis kepadanya. Ya… aku sebenarnya merayunya agar jika dia meninggal kelak, ia tidak mengadukanku kepada para malaikat tentang kenakalan kenakalanku yang sering aku lakukan bersamanya.

Masih segar juga dalam ingatanku ketika aku mengunjunginya di Banjar beberapa minggu sebelum kematiannya, waktu itu aku meminta dia untuk mengantar aku ziarah ke makam kedua orang tuanya. Dengan riangnya ia mengantarkanku serta menunjukkan makam ayah, ibu dan kakak  tertuanya yaitu Mas Gufron. Aku bertanya kepadanya ; Nanti tempat kamu dimana Dib ? Sambil tertawa lebar dia menunjuk jauh kearah pohon bambu, gua di sanaa…. Gua mah masih lamaa…, Ha ha ha….. ujarnya sambil tertawa terbahak bahak.
( Selamat jalan saudaraku,,, mohon maafku karena sampai hari ini aku belum sempat menziarahi makammu, hiks…)

Tepat disisi kanan foto sahabatku itu, terdapat sebuah foto seorang wanita yang sangat cantik, ia mengenakan sebuah kalung salib  berwarna putih, berjajar dengan sebuah stetoskop yang tergantung di lehernya dan satu buah ballpoint terselip di saku bajunya yang juga berwarna putih, namanya adalah Dr Rebecca Angka dari Yayasan Kanker Indonesia ( YKI ). Aku selalu bertanya tanya, terbuat dari apa hatinya…?

Pada tahun tahun pertama yang berat, bahkan sampai saat ini, aku banyak diberi nasehat kedokteran dari beliau, bagaimana menangani  diare, rambut yang rontok serta mengelola rasa sakit, setiap harinya lebih dari lima kali aku menelepon dan mengirim sms, dan dengan sabar beliau menyambut serta memberitahukan apa apa yang sebaiknya aku lakukan, bahkan pada tengah malam sekalipun.
Aku juga banyak merengek kepadanya karena kerap merasa sakit, tetapi karena obat obat analgesik dan penghilang rasa sakit dapat bisa menjadi kontra indikatif dengan obat sitostatika yang aku konsumsi, maka jika aku sudah tiga atau empat kali menelepon barulah ia membolehkan aku meminum panadol yang berwarna biru, padahal dengan meminum obat tersebut, hanya 15 menit saja rasa sakitnya hilang dan ketika rasa sakitnya datang kembali, seolah dua kali lipat rasanya….

Masih ada belasan bingkai foto lagi pada tembok sisi timur ini, namun tidak dapat aku ceritakan satu persatu, karena sudah saatnya aku keluar dari ruangan itu dan menjalani hidup yang indah ini.

Wassalam.

Oce Kojiro.

Terima kasih buat CISC Yogya yang telah memberi judul pada tulisanku ini, mohon bimbinganya juga karena sy baru belajar menulis.
_____________________________________________________________________________________________

Artikel Terkait :
– Obat Leukemia Menghilang
– Menanti
– HYDREA 500MG

Comments
  1. CISC Yogya says:

    Hiiii OCE….judulnya “ruang” ha-ha-ha…….hebat! Tulisannya bagus….. aku salah satu penggemarmu, kutunggu judul berikutnya ya…..
    Salam untuk keluarga yang kau cintai dan mencintaimu dengan hati…..

  2. CISC Yogya says:

    Hiiii Oce, aku tersanjung! “Ruang” itu begitu dalam menyentuh sisi kehidupan……
    Teruslah menulis…..terus berkarya…….aku pun selalu menyemangati diri sendiri untuk menulis, tentang apa pun. Aku pencinta “vimala”. Do’akan buku ke-2 ku terbit tahun ini ya. Tahun ini? Aku selalu bermimpi…….semoga, amin. Aku pun menunggu buku mu….yang kamu tulis bersama orang-orang tercinta.
    Aniroh

  3. ocekojiro says:

    wah wah…
    ternyata aku bertemu dg seorang ahlinya… aku doain semoga buku kedua kamu cepat terbit, kabari aku apa judulnya dan jg buku pertamamu, kelak aku akan begitu bangga jika bertanya kepada penjaga toko tentang buku yang aku cari itu adalah buah tulisan dari sahabatku.
    (sahabat) boleh kan aku memanggilmu begitu?
    oya maaf, vimala itu apa?

  4. CISC Yogya says:

    Hiii Oce, sahabatku yang kutemukan saat kanker dengan sopan tapi biadab menjelajah tubuhku ha-ha-ha….Vimala….itu nama orang yang sampai sekarang font-nya di pakai di seluruh dunia. Di sana ada karakter huruf yang sedemikian rupa “indah” dalam pandangan mataku. Coba browsing dari google “vimala”.
    Banyak orang yang mengataiku kurang kerjaan karena aku setiap hari menulis. Tapi aku berhasil mengubah karakter huruf “Aa” dan “Dd” serta “Gg” di 40 hari pertama………dan aku berhasil tidak mengasihani diriku lagi……..ha-ha-ha……..sekarang aku masih terus menulis Vimala.
    Dengan huruf A aku menjadi lebih pede dengan status pensiun dini dari sebuah kanktor yang aku rintis dengan tertatih-tatih dan menjalani profesi Ibu Rumah Tangga yang bertanggungjawab membesarkan anak dan mengurus suami dengan cinta. Huruf “D” aku mencoba menggunakan kekuatan pikiranku untuk memerintahkan diriku agar tidak sensitif dan mudah tersinggung. Huruf “G” adalah kemakmuran….meski setiap hari dunia mengabarkan tentang kematian di balut kafan merk kanker, aku tetap merasa makmur dengan segala karunia dan rizkiNya.
    Kalo pengen tahu bukuku dan tulisan-tulisanku ada di sini :

    http://rumahkanker.com/index.php?option=com_content&view=article&id=51:nobo dy-happy-with-cancer-be-brave-and-smart&catid=37:buku&Itemid=85

    http://rumahkanker.com/index.php?option=com_content&view=article&id=70:berdansa-dengan-kanker&catid=41:perjalanan-melawan-kanker&Itemid=100

    http://rumahkanker.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55:energi-positif-pejuang-kanker-stadium-4&catid=39:profil-pejuang&Itemid=99

    Masih banyak lainnya….aku sering nulis di blognya Mba Titah. Nanti kukirim lagi ya…ha-ha-ha….di majalah DianA punya Dharmais juga rutin setiap bulan kirim tulisan. Soal dimuat atau tidak alhamdulillah beberapa kali masuk nominasi layak dibaca ha-ha-ha NARSIS.
    Terus menulis ya Sahabatku…….

  5. ocekojiro says:

    wah…
    blognya keren abizz…
    juga ayomari blogspot.
    kl blognya bak titah yang mana?
    jadi seneng … ternyata yang lagi ngantri bukan saya sendiri…
    he he …

  6. Sahabat Yogya says:

    Hiii Oce……..
    Secara khusus kuganti namaku “Sahabat Yogya” ha-ha-ha deal ya kita jadi sahabat.
    Meluruskan persepsi yang sedikit keliru “RUMAH KANKER” adalah web sekaligus blognya Mba Titah Rahayu. Aku tidak punya blog, apalagi “web” ha-ha-ha gaptek buanget kan???? FB aja nggak ha-ha-ha…. Bergabung di CISC, karena aku mencintainya, di rumah kanker, karena aku sehati dengan Mba Titah, di sini…karena kita sahabat ha-ha-ha…..
    Saat ini, aku baru bercita-cita menulis buku setiap tahun. Setiap tahun…….iya!!! Semoga!!! Aku butuh “pledooi” untuk diriku sendiri. Lawyer banget gitchu lhooooooo……..Menulis pun dengan tangan dan ballpoint plus kerta HVS (penganut Vimala )ha-ha-ha……..semoga suatu saat tulisanku juga numpang mejeng di blogmu ya sahabatku…….salam untuk orang-orang di sekitarmu yang seringkali menahan nafas menyaksikan perjuanganmu………teruslah menulis Oce……..

  7. ocekojiro says:

    ok deal… sahabat !
    kl boleh tahu, dari mana kamu mendapatkan semangat dan keceriaan yang begitu besar itu?

    oya, salam dan maafku buat mbak titah yaa…, td malam sy menulis pesan kegelisahan dan kemarahan sy di blognya (rumah kanker) yg berisi ketakutan sy menghadapi hari selasa 6 okt 2009 besok.

  8. Sahabat Yogya says:

    Hiii Oce………
    Aku memetik semangat di pohon harapan yang aku tanam di kebun hatiku. Aku selalu merajut mimpi……..yang bagi banyak orang mungkin hal yang mustahil. Aku selalu berbagi optimisme dengan orang lain meski aku dalam kondisi down, karena itu dua mata panah yang sama tajamnya. Kunyanyikan lagu kebahagiaan yang berjudul al-fatihah sampai dengan an-nas bersama Sudais & Suraim. Aku menangis serta tertawa di atas sajadahku yang lusuh tapi begitu hangat saat telapak kakiku menyentuhnya.
    Dan…aku hanya ingin melihat 2 lelaki yang begitu mencintaiku menarik nafas lega melihat aku selalu berprasangka baik sama Tuhan…..meski dokter masih terus membisikkan “baru dan masih remisi”……..

    Oceeeeee……apa yang kamu takutkan besok? mengapa tidak kemarin saja kamu takut? ha-ha-ha-ha aku tidak bermaksud mengejek.
    Kalo kamu takut, itu karena kamu punya NYALI. Aku tidak bisa baca kegelisahanmu di rumah kanker (maaf Oce, cerita yang mana ya?) Aku pun kadang begitu……aku punya resep jitu (siji lawan pitu) ha-ha-ha. Mau? Ambil selembar kertas kosong, lipat tengahnya sama besar, tulis di sebelah kanan hal-hal yang baik/manfaat, dan di sebelah kiri yang jelek/kerugian. Kasih judul di antara keduanya itu “TAKUT DAN GELISAH” selamat mencoba. Kalo lebih banyak negatifnya, kusimpan jauh-jauh, tapi kalo banyak positifnya kubaca berkali-kali.

    Buku yang menyemangatiku “Melawan Kanker” Ane E.Farhm. “Miracle of Enzym” dan “Gerson Therapy” sebagai referensi.
    Ayok Oce….kikislah ketakutanmu, karena dengan rasa itu sel-sel yang sangat buruk itu serasa mendapatkan makanan empuk darimu. Lihatlah wajah anak-anak dan isterimu yang begitu penuh cinta dan berharap kamu tetap berada di dekat mereka. Please…..sahabatku.

  9. ocekojiro says:

    dear sahabat yogya….
    beberapa bulan ini kondisi puteriku mirip kondisiku sebelum terdeteksi cml. lesu, pucat,mimisan 2 kali seminggu terutama jika agak cape bermain dan sederet lagi ciri2 yg menghawatirkan termasuk sakit perut yg datang dan pergi. dan sy kerap menjemputnya dr sekolah karena di telepon gurunya.
    dr rebecca di yki dan dr ludin gultom.spd, agak memaksaku segera memeriksakanya walaupun aku enggan karena takut hal yg tdk sy inginkan terjadi. ahirnya serangkaian pemeriksaan darah sy lakukan dan baru selesai hari selasa besok (belum BMP).
    aku ingin menghentikan waktu… agar hari itu tidak pernah datang….
    atau,
    aku akan mulai menanam seratus pohon harapan di “ruang” dalam hatiku.

  10. Sahabat Yogya says:

    Hiii Oce……..
    Tanamlah sebanyak-banyaknya pohon harapan di hatimu, di taman yang lain juga….dalam pikiranmu. Insya Allah……ada jalan terbaik yang Tuhan berikan selalu.

    Kanker. Telah begitu jahanam merengut detik-detik yang indah. Kita tak pernah tahu, apalgi meminta.
    Kuselipkan dalam do’aku……semua akan baik-baik saja.
    Dan kumohonkan, semua yang terjadi akan berhenti sampai pada kita saja, TIDAK untuk orang-orang yang kita cintai.
    Aku punya cerita tentang Awan kecilku yang selama ini menjadi pain killerku. Saat aku menjalani kemo yang ke 4, benjolan sebesar kelereng kutemukan di lehernya sebelah kanan. Dokter Ang waktu itu begitu tenang menjelaskan bahwa itu kemungkinan masih normal. Kami melakukan rangkaian test, dan positif TBC. Obat “merah” selama hampir 9 bulan tapi hasilnya tidak begitu menyenangkan. Dokter anakku meminta tes lanjutan, yaitu FNAB/biopsy.
    Aku……..merasakan yang kau rasakan Oce….dan aku tak pernah sanggup melakukan FNAB untuk Awan, hingga saat ini, TAPI aku mengubah nutrisinya. SEMUA. Susu saya hentikan total. Sehari minimal dia harus minum jus 3 gelas. Semua jadi ANEH menurut banyak orang….tapi inilah pilihanku…..jalan hidup kami……Dengan segala daya dan upaya. Awan….akhirnya harus menjadi anak MINORITAS di sekolah dengan program dietnya. Tapi aku mendampinginya…..hingga saat ini dia baik-baik saja. Setiap pagi jari-jarinya masih memainkan tuts piano klasiknya. Ada jalan sahabat…..ada jalan, yakinlah, dengan menggantungkan hidup hanya padaNya. Tidak dan bukan pada yang lain. Mari kita sama-sama belajar untuk mengoreksi diri kita. Selagi masih ada kesempatan untuk memperbaikinya. Insya Allah, ini semua adalah pilihan Tuhan.

  11. ocekojiro says:

    dear sahabat yogya
    aku dah bs tidur tenang malam ini, hasil labnya tdk menunjukkan puteriku terkena leukemia, diperkirakan hasil lab umum 2 bulan lalu itu dipengaruhi oleh kond puteriku yg sedang ISFA, walaupun masih ada pemeriksaan hidung dan telinga tp itu sudah tdk mengkawatirkan aku lagi.
    trimakasih atas doanya, trimakasih tidak menunjukkanku tombol penghenti waktu hingga dunia ini masih bisa terus berputar….
    oya, buku melawan kanker ane e farhm jg aku baca, pandanganku ttg susu jg sama denganmu, hingga kerap aku dianggap nyeleneh,
    (bisik bisik)termasuk istriku he he….

  12. Sahabat Yogya says:

    Alhamdulillahirabbil alamin………..
    Wuuuusssshhhhhhhh legaaaa…..
    So….berdiri dengan ketakutan sungguh melelahkan……
    Soal susu….jangankan isterimu Oce….wajar dia ibu dari puterimu…..semua yang ada di sekitarku mencibir……aku sedih kadang! Tapi huruf “Dd” ku sangat support untuk tidak sensitif. Kesannya bukan nyeleneh lagi, tapi aneh dan keras kepala……ha-ha-ha. Bahkan ada yang bilang “anak kok di doktrin” ha-haa-ha komunis banget gethoooo!!!
    Biarlah para kafilah ngomong, anjingnya tetap nggonggong he-he-he. Aku tidak pernah serta merta ikut aliran tanpa susu dengan tanpa alasan dan Awan aku ajak membaca. Ketika dia sakit, aku koreksi semua yang telah dia makan termasuk jajanannya. Aku sampai saat ini menjalankan diet Anne E. Farhm termasuk Enema Kopi, alhamdulillah obat anti nyeri tak pernah kutelan lagi. Kalo mau, coba cicipin Sup Hippocrates-nya. He-he-he…enak lho!
    Pesanku untukmu…….jangan terlalu lama berdiri dengan ketakutan….ayok tarik nafas pelan dan lepaskan dengan pelan……..semoga Tuhan slalu melindungi kita, amin.

  13. ocekojiro says:

    dear sahabat yogya
    dari beberapa teman” yg menjalani diet ala farhm, bnyk yg bertahan walaupun orang yg melihatnya menganggap sudah rada terganggu otaknya…
    jg ngopi ala Anne dg enemanya yang hi hi..
    oya, kelak kita akan mendengar awan memainkan simfoni no 9 beethoven dalam D minor…
    dan juga surah ar rohman pada sepertiga malam…
    semoga.

  14. Sahabat Yogya says:

    Hiii Oce…
    Kamu juga pianis? Aku selalu terenyuh dengar setiap dentingan tuts piano. Aku sendiri tidak bisa memainkannya.
    Aku melihat mata Awan selalu berbinar saat melihat Grand Piano, di manapun tempatnya. Suatu ketika dia pernah konser di Dharmawangsa Square. Saking senangnya main pakai “grand” dia nggak sadar tangannya naik satu oktaf ha-ha-ha…..
    Turun dari panggung dia bisik-bisik, “kayaknya bunyinya beda ya bunda??? Dentingannya mantap!” (dia belum tahu /sadar kalo sedikit keliru), terus dia bilang “kapan aku punya itu ya bunda???(tangannya menunjuk ke panggung). Dia tahu kalo aku cuma senyam-senyum berarti belum/tidak biasa memenuhinya. Dalam hatiku……nanti kamu akan memilikinya…..pada saat yang tepat. Amin.
    Sekarang dia lagi belajar Duvernoy opus 176 dan mengaji sampai juz 14. Tapi malas sekali menghafal bacaan shalat yang masih banyak keliru ha-ha-ha
    Oceee….anak-anak yang ada hanya lucu dan lucu sekali. Itulah hiburan buatku….penyemangat. Saat aku flare up, kulihat mata Awan….dia masih berharap dan slalu berharap bundanya tepuk tangan setiap pagi……ketika jarinya berhenti memainkan pianonya……aku yakin kamu pun memiliki cerita special tentang anak-anakmu….
    Btw, udah pernah Enema? ha-ha-ha aku punya koleksi foto “naga bonar” yang berhasil keluar dari tubuhku……ha-ha-ha otakknya sudah miring!!! Aku sering menertawakan diriku sendiri. Dan sudah mati rasa meski orang bilang “Edan” ha-ha-ha…..memang IYA hua-ha-ha ayok Oce…kita tertawa….ha-ha-ha

  15. ocekojiro says:

    ha ha ha…
    (meluruskan) aku bukan pianis, jg bukan musikus krn main gitarnya cuma di A minor doang he he…
    aku cuma binggung aja, apa yg ada dlm batok kepala mas beethoven yaa…?
    oya, aku belum pernah enema, tetapi aku berkeyakinan bahwa enema adalah cara yg paling efektif dan efisien yg pernah ada untuk membuang sampah2 biang segala penyakit.
    kelak jika masalah (kecil) yg ada pd tubuhku selesai, so pasti aku akan melakukanya…

  16. Sahabat Yogya says:

    Hiii Oce……..sorry telat reply. Weekend kali ini kami bertiga punya acara khusus he-he-he main di Kebun Organik dan cari “Rumah Joglo” ha-ha-ha….asyik jalan-jalan di lereng Merapi yang dulu berkali-kali ku daki…..
    Wah, main gitar juga seru ya Oce….aku blasss gak bisa main musik. Awan suka mengejekku, “Pianonya Bunda merknya Lenovo” ha-ha-ha………
    Oh iya Oce, aku mau cerita sedikit tentang Enema Kopi. Masalahku sejak dulu adalah kontiplasi/ sembelit. Kurang lebih awal 2008, dokterku tanpa sebab menyuruhku kolonoskopi ha-ha-ha…..sereeem. Kalo kita yang udah bareng-bareng narik napas ama si kanker kan pikirannya jadi jelek ha-ha-ha….nggak mau dengar aja deh. Terus setelah ngeyel panjang, akhirnya ditoleransi untuk langsung hydrocolon. Muter-muter dapatlah di Fatmawati. 3x hydrocolon lumayan….trus rekomendasinya harus di ulang lagi. Nah lho………capcay deh…. Dalam hati sih “enak yang nyuruh…..gw dong deg-degan” akhirnya setelah browsing dsb. Nemulah Enema Kopi ha-ha-ha dan sampai sekarang aku alhamdulillah sangat sehat, semua obat medis sudah kulepas dan banyak minum jus buah dan sayur organik……..temanku yang Limfoma Non Hodgkin pun melakukan sama sepertiku dan dia sudah lepas “simarck” (kalo nggak salah nulis) alias obat pengencer darahnya. Trus….sekarang di rumahku ada 4 orang pelaku Enema kopi he-he-he…..

  17. Sahabat Yogya says:

    Halloooo……..Oce…apa kabarmu? Sehat? Anak-anak dan isteri juga sehat? Bahagia? Tertawa? Semoga Tuhan selalu menjaga kita semua…..amin. Aku mau kirim tulisanku buatmu…kemana ya emailnya? Atau plese kabari aku di ani@solusimedia.co.id atau aniroh.siti@gmail.com. Kutunggu kabar baiknya selalu ya……..

  18. ocekojiro says:

    haloo sahabat…
    maaf… seminggu ini kondisiku lemah, jd aku gak sempat ngecek e mail ataupun (mencoba) menulis sesuatu. bahkan menengok sahabat lamaku(siti nuryani) yg sedang d rawat karena kanker payudara pun aku ga bisa.
    oya. makasih banget mau kasih (pelajaran) tulisan buatku, beneran… aku dah buntu mau nulis apa lagi, (terutama) ketika kepala sudah mulai berkunang2 dan berdengung.
    bisa dikirim ke sini enggak? : oce.kojiro@yahoo.com
    atau sekalian ajarin cara kirim naskah yaa…
    aku masih oon nih…he he

  19. Sahabat Yogya says:

    Oce….
    Bahagianya melihat blog mu semakin keren….
    Ayok kawan, terus menulis dan berkarya……..jangan pernah berhenti. Aku yakin kamu bisa!!!!

  20. ocekojiro says:

    Hai Sahabat….
    Ahirnya kangenku terbayar sudah.
    Oya, aku sdh buat enema bag dan jg sdh siap kopinya, tinggal tunggu keberanian datang nih, he he…

  21. Sahabat Yogya says:

    Hiii Oce…
    Keberanian itu ada ketika ada rasa takut, begitupun sedih. Sedih datang ketika kita pernah melewati bahagia.
    Hari Sabtu kemarin aku…seperti biasa membuka pintu rumah untuk teman-teman yang ingin berbagi. (Kali ini rumah kakakku pun berlaku kebiasaan yang sama). Temanya sangat menarik “Hydrocolon” ha-ha-ha….(bisa juga kita buat judulnya “mules” ha-ha-ha). Kami (Aku dan keluarga temanku) sama-sama memiliki pengalaman dengan surat sakti dari dokter untuk melakukan hydrocolon. Bedanya? Aku sudah menggantikannya dengan emema kopi dan temanku belum ha-ha-ha……akhirnya kamar mandi pun digelar untuk buka praktek enema kopi sekaligus para suami menyiapkan jus buah segar! Wuuuusssshhhh…legaaaa! Dan kubuka blogmu, yang judulnya “my last…..” dan temanku memilih belajar lebih banyak lagi tentang apa yang ada di tubuhnya.

    Sahabatku Oce……………Terima kasih untuk kejujuranmu, keterbukaanmu dan PELAJARAN KEHIDUPAN yang kuambil dari PENGALAMAN HIDUPMU. Aku meyakini Tuhan akan menjagamu dan keluargamu selalu, amin.

  22. alin aun says:

    wah,.. bener-bener bikin semangat. Saya mohon izin untuk nge link, ya! ^^
    *lanjutin baca :)*

  23. Meliana says:

    Tetap semangat….Salam buat Mbak dan anak2nya ya….

  24. […] IBADAH HAJI (salah niat)obat leukemia menghilangRUANGSICK MANAGEMENTTERAPI ENERGI SENTUHAN-QUANTUMTERAPY ALTERNATIFmy secret teraphy […]

  25. santi widya says:

    Kalian sangat kuat. Aku ingin kuat seperti kalian 🙂 :). Salam dari pasien baru 🙂

  26. chiau says:

    dimana caya bs membeli kopi organik n alat enema

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s