Hallo Rs Fatmawati 3

Posted: February 17, 2015 in Uncategorized

20150211_090355

Senin 16 pebruari 2015 pukul 16.30.

Seorang dokter penyakit dalam masuk kedalam kamar perawatanku dengan di dampingi dokter ruang yang biasa menanganiku dan tanpa basa basi lagi dia langsung bertanya tentang kondisiku dengan sangat marah serta menudingku sebagai pasien yang tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih.

Saking marahnya suara dokter tersebut sampai bergetar menahan marah dan wajah yang sudah sangat tidak bersahabat. Ada apa ini tanyaku dalam hati ? Pasti ada sebuah hal yang besar sehingga ia bisa sampai semarah ini.

Usut punya usut,,, ia marah karena aku curhat dengan sahabat sahabat dokterku di YKI tentang tidak pernah visitnya dokter hematolog selama lebih dari dua minggu aku dirawat dirumah sakit tersebut sehingga salah seorang pengurus YKI yaitu Prof Dr Abd Mutholib berinisiatip untuk menelepon (menegur) dokter Martha SPPD KHOM sebagai dokter yang bertanggung jawab atasku itu untuk segera menemuiku mengingat kondisiku sudah bisa dibilang sangat genting.

20150216_205927

Aku mencoba menjelaskan kepada dokter itu bahwa ketika baru masuk di ruang perawatan gedung IRNA SELATAN lantai V tersebut, aku sudah bertanya pada dokter ruang yang menanganiku tentang siapa dokter hematolog yang bertanggung jawab terhadapku juga bertanya apakah dokter hematolog tersebut bisa datang menemuiku mengingat ada beberapa pertanyaan penting yang akan aku tanyakan langsung tentang kondisi penyakitku. Lalu dokter ruang menjelaskan bahwa karena penyakitku sudah jelas leukemia dan sebelumnya juga sudah menjalani pengobatan di rumah sakit ini maka aku akan dikonsulkan kepada seorang hematolog dan hematolog yang bertanggung jawab pada gedung ini adalah dokter Martha. Dan dokter ruang yang ramah itupun berjanji akan menghadirkan dokter Martha sehingga wajar saja jika aku menanyakan kapan dokter hematolog itu visit ?

Dan alasanku sangat ingin bertemu dengan dokter hematologku itu karena sejak hari kedelapan aku dirawat disana, aku sudah diberikan dosis baru untuk pengobatanku yaitu tasigna yang di kombinasikan dengan cytodrox dimana dosis tersebut adalah sebuah hal yang baru buatku dan dengan patuh akupun menggunakan saran dari dokter Martha tersebut meskipun tidak sebutirpun dari kedua obat tersebut bisa aku dapatkan melainkan aku bawa sendiri dari rumah. Begitu penjelasan singkatku untuk membela diri.

Namun tanpa tedeng aling dokter tersebut langsung kembali menunjukkan ketidak sukaanya denganku bahkan beberapa kali menyebutku tidak tahu diri karena meminta pelayanan terbaik seolah aku berada di rumah sakit suasta dengan bayaran yang mahal padahal aku cuma menggunakan bpjs yang disebut tidak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari seorang hematolog karena maksimal hanya dokter penyakit dalam seperti dirinya sajalah yang bisa memberikan perawatan terlebih lagi di rumah sakit pendidikan seperti Fatmawati ini.

Semakin lama mengoceh semakin terlihat bahwa ada kesan kuat dokter dihadapanku itu memang sengaja memancing emosiku serta membela habis habisan dokter Martha yang selama 17 hari aku dirawat tidak sekalipun datang visit menemuiku dan terkesan dia pasang badan dengan mengatakan bahwa dokter Martha memang sejak awal tidak bertugas digedung itu melainkan dirinyalah yang bertanggung jawab terhadapku karena dia adalah dokter penyakit dalam. Selain itu dokter Martha juga tidak memiliki kewajiban sedikitpun untuk visit mengunjungiku kecuali jika aku sudah dalam keadaan kritis itupun harus dirinya yang melaporkan dan mengkonsulkan, karena menurutnya dia adalah asistenya langsung dari dokter Martha.

Dalam hati aku bertanya, jika dia mengaku asisten dari dokter Martha ataupun dokter penyakit dalam yang bertanggung jawab padaku, mengapa baru hari ini dia nongol, itupun hanya untuk memarahiku, bukanya bertindak sebagai dokter yang membantu menyembuhkan penyakitku ?

Selain itu, tidaklah mungkin dokter stevanus yang jujur dan masih begitu lugu itu berani berbohong tentang pemberian dosis kombinasi tasigna dan cytodrox jika tidak ada perintah dari dokter Martha Seperti yang berkali kali dia sampaikan kepadaku.

Dan banyak hal yang mengejutkan yang disampaikan dengan emosi dan suara tinggi oleh dokter tersebut yang lebih mirip sebuah kejahatan yang terencana dari rumah sakit ini diantaranya adalah bahwa sebagai pengguna bpjs kelas 3 aku disebut tidak berhak untuk mendapatkan pelayanan dari seorang dokter hematolog.

Terjawab sudah pertanyaan besar selama ini, mengapa begitu banyak pasien yang dirawat di rumah sakit fatmawati yang pulang sudah menjadi mayat ketibang mereka yang pulang dengan membawa kesembuhan.

Dengan menahan marah aku sempat menyanggah peryataan dokter muda dengan perawakan kurus tersebut bahwa selama aku menggunakan bpjs, aku selalu bisa ditangani oleh dokter Martin Batubara SPPD KHOM di poli. Bahkan jika sedang dirawat dikelas 2 dokter senior tersebut selalu datang visit kekamar perawatanku setiap hari sesempatnya baik pagi hari ataupun siang dan malam hari.

Dokter muda yang sudah bergelar SPPD dihadapanku itu terlihat sedikit grogi mendengar sanggahanku tadi dan tidak menyangka jika aku adalah pasienya dokter Martin namun seolah ingin menunjukkan siapa yang berkuasa disini ia malah lebih meninggikan suaranya sambil bertolak pinggan dan wajahnya yang memerah karena marah.

“Ini rumah sakit pendidikan pak, bapak tidak bisa memilih untuk ditangani oleh dokter semau bapak, jika bapak mau memilih milih dokter,,, ya silahkan bapak cari rumah sakit yang lain saja, jangan datang kesini, apalagi bapak cuma pakai bpjs” Begitu hardik dokter tersebut dengan berapi api.

Aku sebenarnya sudah terpancing untuk melakukan konfrontasi langsung karena dokter tersebut sudah menghina dan merendahkanku karena aku cuma menggunakan bpjs, namun aku mencoba tetap tenang karena posisiku sungguh tidak bagus saat itu, selain aku berada diatas kasur dan dia persis disampingku dalam keadaan bebas dan siaga penuh.

c2

Naluri liarku yang dengan susah payah selama bertahun tahun sudah aku jinakkan dan aku redam untuk menjadi orang baik ternyata dapat kembali muncul dalam hitungan menit, untungnya aku masih sadar diri bahwa posisiku saat ini kalah total, dan hanya akan merugikanku sajalah jika aku memaksakan diri untuk berkelahi, meskipun jika dalam keadaan normal dokter kerempeng berwajah penuh bopeng bekas jerawat itu dapat dengan mudah aku jatuhkan bahkan aku pecundangi.

Setelah kejadian itu istriku dipanggil ke kantor perawat yang masih dipenuhi oleh dokter dokter muda (koas) serta kepala ruang dan perawat yang wajahnya terlihat sebal karena mereka semua juga habis ‘disemprot oleh dokter yang memarahiku. Kepala ruang menyesalkan hal tersebut terjadi namun tetap menyalahkanku dimana seharusnya jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan dahulu dengannya sebelum melibatkan fihak lain yang tidak terkait langsung.

Dokter Stevanus yang tak lain adalah dokter ruang yang bertanggung jawab merawatku pun ada disana namun dokter yang ramah itu sudah muram wajahnya karena dialah yang paling menjadi bulan bulanan dokter yang memarahiku yang bernama dokter Giri SpPD.

Meskipun ada permintaan maaf dari kepala ruang atas kejadian itu, namun aku merasa harga diriku sudah di injak injak dimana aku mentah mentah di hina di tempat umum dimana seluruh pasien dan para penunggu serta pengunjung dapat melihat dan mendengar langsung apa yang aku alami sehingga aku sempat berencana menyiapkan beberapa persiapan kecil yang mungkin terlihat sedikit licik untuk memberikan pelajaran pada dokter tersebut, karena sudah tidak ada bedanya lagi aku mati karena kalah oleh leukemia atau mati karena kalah dalam perkelahian.

Aku awalnya ingin menyelesaikan ini dengan cara yang aku tahu. Minimal,,, orang orang brengsek macam dokter tersebut tidak bisa lagi berada dalam dunia kedokteran ataupun dalam bidang pelayanan kesehatan karena orang seperti itu sama sekali tidak memiliki mental untuk melayani bahkan bisa menjadi pembunuh pembunuh keji yang berseragam dokter.

20130804_085453

Satu hal yang masih menjadi rem guna meredam emosiku saat ini adalah tangisan istriku ketika aku memintanya untuk mengambil badik milikku dirumah atau pergi ke pasar terdekat untuk membeli sebilah pisau yang tajam, terlebih lagi kemarin atau ketika kejadian itu terjadi adalah tepat hari ulang tahun istriku yang ke 43 dan betapa sedih hatinya jika aku memberinya kado ulang tahun berupa perkelahian ataupun mungkin kematianku.

Astaghfirullah,,,

Wassalam.

Artikel Terkait :

– Obat Leukemia Menghilang
– BUKU TAMU.
– FORUM LEUKEMIA.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. Kiky says:

    Ya Allah.. Om oce apa tidak sebaiknya pindah rmh sakit saja?? Lalu apa solusinya dokter tsb datang cuma marah2 tanpa beri solusi ke pasien?? Astagfirullah.. Kok kayaknya nyawa dianggap enteng.. Tidak dihargai, cocok deh kalo disebut ‘ pembunuh kejinberseragam dokter’

  2. dina says:

    Pindah aja…saya aj bukan Leukemia setiap hari dikunjungi Profesor dan Asistennya yg sdh KHOM… beda waktu..malah kadang2 ada ikut bersama Prof, dokter ruang dan dokter2 muda jd dlm sehari ada 2 dokter senior yg perhatian ..krn kesembuhan bukan cuma dari obat. Tp dari hati yg bahagia dan merasa diperhatikan .. apalagi dari doker yg kita anggap bantuan dari Allah oleh ahlinya…

  3. Yoan says:

    Nasib pasien BPJS dipandang sebelah mobil….. Grrrrrrr dimanakah sumpah mereka untuk membantu yg lemah………. Sedih banget melihat nasib Mas Oce. Apakah tidak ada solusi untuk ganti rs?

  4. dina says:

    Mb Kiky..apa kabar🙂

  5. ratih pradipta says:

    yampunn… kenapa begitu ya😦
    padahal katanya BPJS itu untuk memudahkan tapi kenapa justru sebaliknya…
    Mas Oce apa tidak sebaiknya pindah rumah sakit saja krn disana pun tidak ada perubahan..

  6. ocekojiro says:

    Dear all.
    sejak kemarin mmg berniat utk pindah atau minimal pulang dulu, dan sejak pagi sdh diurus, namun sampai jam 12.30 ini blm selesai juga terutama permintaan saya tentang surat rujukan ke rskd.
    sejak pagi dokter stevanus yg merawat sy berjanji utk mengusahakan surat rujukan tsb namun dokter Stevanus yang tak lain adalah dokter ruang yang merawstku mengatakan bahwa untuk saat sekarang ini pemberian surat rujukan harus melalui poliklinik penyakit dalam dan dengan sangat menyesal dokter yang ramah serta cukup peduli itu memohon maaf karena tidak bisa membantu.
    Hmm,,, apa memang mungkin pasien bpjs begitu dipersulitnya sehingga meskipun jelas jelas tidak bisa ditangani dg baik namun dipersulit juga utk mendapatkan pelayanan terbaik d rs khusus kanker ?
    wallohu a’lam.

    Trimakasih atas atensi dan doanya,,, semoga kita semua selalu dlm lindunganNya, aamiin.

  7. dina says:

    Aamiin3x YRA…. smoga cepat dapat surat rujukannya ke RSKD… kalau susah ke RSUD dulu aja terus minta rujukan ke RSKD…. daripada di sana makan ati kayak kita ngemis bgt…. padahal siapa yg mau sakit cobaaaa…

  8. Murni says:

    Sungguh bkn sikap seorg yg manusiawi apalg disebut seorg dokter, thd pasien sekarat tanpa dikunjungi? Perbuatan yg membuat semua org menggeleng2 kepala.
    Semoga Bpk segera bertemu dg dokter yg benar2 berniat membantu Bpk baik dl penanganan penyakit maupun rujukan ke RSKD.

  9. rurue says:

    Mas oce semoga Allah yg membalas semua “kebaikan” tersbut utk mas oce,, semoga semua ada hikmahnya ya mas.. Tetap semangat utk sembuh mas Allah melihat perjuangan mas oce… Salam utk istri tercinta., sabar dan tawakal…

  10. winda dyah says:

    Mas oce…. aku baca sampai mrinding karena emosi. Astaugfirllah…. begitu ya nasib pasien BPJS… dipandang sebelah mata.. program yang di gembar gembor kan menjadi andalan pemerintah indonesia, ternyata segitu brobroknya ! Dokter yang sok itu pantes dapat pelajaran… ! Jangan ada korban2 selanjutnya karena kesombongan nya ! pihak RS harusnya juga bertindak…
    Mas oce, semangat ya ! Ayo mas… harus bertahan… byk yang membutuhkan mas oce… semangat2… allah akan membalas dgn berlipat2 pahala

  11. kurnia says:

    astaghfirullah… oknum dokternya sadis bgt. saya slama opname 17 hari juga ga pernah di kunjungi dokter yg rawat spesialis hematologi,,,alhamdulillahnya dokter ruangan lumayan baik walau saya juga sering komplen ke dokter tsb. hmmm…mas oce dan istri semoga bisa sabar menghadapi ini dan diberi kemudahan mendapat surat rujukan serta kesembuhan. tetap sabar y mas… Allah bersama orang yg sabar.

  12. Menanggapi keluhan pasien yang disampaikan melalui media http://www.ocekojiro.wordpress.com yang diberitakan pada tanggal 17 Februari 2015 “Hallo RS Fatmawati 3” kami pihak manajemen RSUP Fatmawati mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pasien an MR karena sikap dokter yang kurang sopan. Atas masukan pasien tersebut, kami pihak manajemen telah menindaklanjuti sesuai prosedur kepegawaian yang berlaku terkait mutu dan etika profesi. Terima kasih

  13. winda dyah says:

    Alhamdulillah dapat respon positif. Semoga kedepan, kejadian ini tidak akan terulang di rs. Fatmawati, maupun rs2 lain

  14. Sentot says:

    Semoga kejadian ini juga menjadi introspeksi bagi RS yang lain… kepada Ocekojiro tetap semangat saya juga survivor Leukimia Allah Maha Segalanya

  15. Bening says:

    Terkadang memang….menghadapi respon lingkungan terhadap sakit yang diderita itu justru lebih menyakitkan dari pada menghadapi ”penyakit” itu sendiri.
    Semoga Allah segara memberi jalan buat mas Oce untuk mendapatkan dokter yang tulus

  16. dewikamal says:

    Sedih, marah, kecewa campur aduk, wahai RS-RS yang merasa sudah mau bergabung dan menerima BPJS seharusnya tidak menerima seperti dokter (?) yang mungkin belajar etikanya hanya dibawah pohon, (jangan samain ya mas sama tukang cukur bawah pohon). Mudah2an hanya 1 dokter di dunia ini seperti dokter itu. Tetap semangat ya mas. Saran aku ganti deh dokter di RSKD itu. tuker sama yang lain. keep always smaile, aku lagi bangun kekuatan untuk bisa menapaki halaman, lantai dan setiap orang yang ada di rskd, mo ngeliat suhuu ahhhh…

  17. Selamat siang Pak Oce, kami sedang menindaklanjuti tentang keluhan yang telah disampaikan oleh bapak ke RSUP Fatmawati dan untuk proses selanjutnya mohon kiranya Bapak memberikan nomor telpon yang dapat dihubungi langsung, ditunggu segera balasannya,Terimakasih atas bantuannya.

  18. Wim Abufarah says:

    Kita laporin polisi aja chid itu sudah masuk tindak pidana Penghinaan..

  19. tyo says:

    setuju dgn om wim..dokter itu adalah jiwa penolong sebagai perantara tuhan bukan orang seperti itu sama sekali tidak memiliki mental untuk melayani bahkan bisa menjadi pembunuh keji yang berseragam dokter.

  20. kekuatan media (sosial) memang dahsyat ya. beberapa waktu lalu kejadian yang hampir serupa pernah terjadi di RS Hermina Depok (dengan kasus penyakit berbeda). Si Pasien langsung menuliskannya lewat akun FB nya.. ndak berapa lama kemudian pengalamannya yang tidak mengenakkan itu lalu menyebar lewat twitter, kaskus dan lain sebagainya. Kabar terakhir kasus itu sudah selesai, dokter nya sudah dipanggil demikian juga dengan si pasiennya.

    oya BPJS itu bukannya bayar tiap bulan??? sama saja kan kayak asuransi, nggak ada bedanya. jadi bukan berarti gratis donks

  21. basuki K says:

    Astaghfirulloh al adziem semoga dokter dokter yang macam ini dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat. Semoga disegerakan azabnya dengan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Semoga menjelang ajalnya nanti dia bermimpi ditemui dan dihardik dengan semua pasien yang direndahkannya. Kepada RS Fatmawati : Apa tidak bisa memilih dokter yang lebih manusiawi? atau memang dokter dokter seperti ini sengaja dipelihara???

  22. hari says:

    Sudah saatnya Kementrian Kesehatan bertindak tegas kepada dokter2 bermoral bejat yang taunya hanya mengobati duitnya pasien daripada penyakitnya pasien.

    Mas Oce, prihatin dengan layanan rs fatmawati kepada mas. Semoga mas Oce bisa segera pindah ke rs lain dan cepat sembuh. Amien.

  23. Itu dokternya Lulusan mana yah ??

  24. Rosyidah Kh. N. says:

    Sekarang pakabar, mas? Saya juga mngalami pngalaman krg mnyenangkn sbg pasien bpjs d salah1 rs negeri d bdg krn bpjs ini. Alhamdulillah kputusan saya pulang paksa adalah yg trbaik (rs mpersulit qta plg); skrg kondisi saya smakin mbaik Alhamdulillah #pasien hidrocephalus, pnderita meningitis TB, pasca operasi vp shunt

  25. johanheru says:

    lain kali rekam bang pake HP, semoga lekas sehat

  26. Yudha karsono says:

    Ludahin aja mukanya dokter kayak gini sih….

  27. Dian says:

    Kok saya mau nangis ya bacanya….astagfirullah.. moga lekas sehat mas, dan dokter ybs dpt ganjaran yg setimpal. Jika kita tdk bsa membalas, yg maha membalas akan melakukan nya.

  28. Al Istiqomah Suparwi says:

    Assalamu’alaikum Pak oce,alhamdulillah sy adl pegawai RS jg,bagian farmasi,RSCM. Mnrt sy tindakan dokter tsb adl etika personal,bkn institusi,jd yg hrs ditindak adl personalnya,krn selama sy bekerja dan menangani sebagian besar pasien bpjs,kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik tanpa pandang sistem pembayaran. Sepertinya change your attitude at work blm ada di diri org tsb, wallahu’alam… Smg Allah memberikan penyelesaian yg terbaik,aamiin…

  29. gondes says:

    Sebarin aja ke semua medsos.biar tau rasa.emosi banget ama orang orang yg kayaknya sehat tapi “SAKIT JIWA”
    Apalagi orang orang dgn pekerjaan dibawah sumpah mengabdi…..huh..tai kucing!!!!!

  30. Vera says:

    Hrs nya bkn hanya management rsup fatmawati tp si dokter Giri juga minta Maaf tuh…keterlaluan bgt jd dokter ga ada rasa empati…sebar luas kan saja spy dokter ini dihukum secara sosial oleh masyarakat aja. Dokter ga ada hati nurani, ngomong ga pake otak!

  31. shinta ika says:

    Om oce bgmn kabar skrg?semoga ad perubahan yg lebih baik yaa..sy baca curhatan om oce ampe merinding. Dokter sprti itu ga akan smpai dmn2. Tuhan itu ada. Kl boleh sy saran,cb pindah ke rspad om.dsana dokter hematog nya care skali dgn pasien2 cancer,malah ada bbrp pasien dibantu finansial oleh dokter nya. Sy dgr lgsg dr keluarga pasien waktu ank sy opname di sana. Keluar aja dr rumkit ga jelas itu. Kl emg rumkit yg jelas,dy pasti bs ngatur dokternya,ga melakukan pembiaran sprti itu!

  32. Sandra says:

    mudah mudahan tu dokter arogan dipecat, “cross my fingers”

  33. syafei says:

    do’akan aja dokter tersebut diberi kesehatan, siapa tau penyakit bapak dipindahkan oleh yg maha kuasa kepada dokter tersebut ..sebagai peringatan buat semua doktyer yg ada di INDONESIA

  34. Aries says:

    BPJS tidak Gratis..!!!
    bagai mana nasip yang Gratis..Apa Pada dokter disana sudah lupa dengan janji nya sebagai dokter..MIKIR..!!

  35. rio says:

    DOKTERNYA BAKAR AJ ….!!! KELAKUANNYA GA JAUH BEDA SAMA BEGAL

  36. viu says:

    Jadi tau mana rs yg dokternya andalan n mana yg dokternya ga banget. Apakah rs setenar itu ga punya hrd yg bisa memberi pelatihan attitude pada dokter n crew supaya ramah sopan n menghargai nyawa pasien.. saya kira bukan masalah dokternya kuliah dmn tp masalah ada pada personalnya, yg harus ditest adalah kondisi kejiwaan n kepribadiannya, dokter juga pasti punya kode etik yg harus ditaati kan? Dokter juga manusia, mungkin byk dokter yg susah uang, jadi pada akhirnya memilih untuk melayani pasien dengan melihat kasta dan melupakan kode etik profesi dokter. Sy punya askes tp jarang digunakan, lebih sering ke rs swasta yg berbayar wow, bukan krn meragukan kualitas dokter askes tp krn mengejar waktu emergency krn kl di rs askes sy kurang sabar menunggu antrian. Tp di rs swasta juga kl pelayanan kurang menyenangkan saya terus terang langsung complain, sama aja dengan di rs askes, kl kurang menyenangkan sy langsung complain, krn menurut sy tugas dokter ya melayani pasien bukannya malah menikmati pemandangan rs penuh pasien. Jadi buat para dokter, sebenarnya yg dikejar pasien itu adalah kesembuhan n dokter yg bisa dipercaya, bukan semata2 mengejar rs yg bisa menerima bpjs atau askes, jangan anggap pasien bpjs n askes adalah pasien tidak mampu ya n jangan pernah menghina pasien.

  37. Alpacino says:

    dibolehkan membalas dendam orang yang mendzalimi, sesuai dengan apa yang mereka lakukan kepada kita, namun apabila “memaafkan” jauh lebih “mulia”.

  38. Alpacino says:

    Ya Allah Sang Maha Pemberi Kesehatan, walau kami memiliki askes/bpjs, berkahi kami dengan sehat lahir bathin, sehingga kami tidak perlu menggunakan kartu askes/bpjs selamanya.

  39. bastian savez says:

    Sebagai seorang dokter saya malu melihat case ini saya harap dewan profesi kedokteran bersama IDI menindak dan memberikan pelajaran kepada oknum terkait dan kementrian kesehatan hendaknya melakukan sidak kepegawaian dokter karena case ini terjadi di RS milik pemerintah karena ini sudah menjadikan cermin buruk untuk dunia kedokteran indonesia, Untuk bapak oce saya sarankan bapak untuk memproses hukum agar pihak yg terkait bisa di proses terima kasih

  40. Ya begitulah cuma di negara sarang koruptor orang begini bisa jadi dokter. Solusi tampangnya di posting supaya tidak ada korban baru Pak Oce:-(

  41. ocekojiro says:

    Dear all,,, terimakasih banyak atas perhatian dan doanya.

    Sebenernya tanggal 4 maret lalu sy sudah memenuhi undangan dari managemen dan direksi rs yang meminta saya utk memberi keterangan resmi mengenai tulisan ini di ruang rapat direksi. Saya berdua dengan istri telah menemui fihak rs yang seluruhnya berjumlah 9 orang + 1 orang notulen yang diantaranya ada 3 orang direktur kemudian beberapa orang dari managemen serta dari ruang perawatan tempat sy dirawat.
    Selain memberikan keterangan yg sebenar2 nya tentang kejadian yang sy alami, sy juga menceritakan bahwa kejadian tidak mendapat kunjungan oleh dokter hematolog ini merupakan kali yang kedua. karena pd bulan sebelumnya (januari) selama seminggu sy dirawat sy juga tidak dikunjungi oleh dokter hematolog yg merawat sy. Karena kondisi penyakit saya yang terus merosot maka wajar saja jika sy ingin bertemu dg dokter hematolog yg merawat sy tetapi dokter ruang tetap tidak bisa menghadirkan dokter yg merawat sy karena dokter yg bertugas diruang tersebut bukanlah dokter yg biasa merawatku.
    Sy pun tidak mempermasalahkan siapa dokter yg merawat sy yang penting kegundahan hati sy serta penyakit yg semakin kronis pd tubuh sy dpt ditangani dg baik. Namun permintaan sy untuk bertemu dokter dianggap terlalu berlebihan karena sy cuma menggunakan bpjs bahkan ketika sy memohon untuk bisa konsultasi di poli penyakit dalam, dokter ruang tidak mengizinkan sebaliknya malah menyarankan agar sy keluar dari ruang perawatan (pulang) dan baru sy bebas untuk memilih dokter.
    Akhirnya karena obat sitostatika (kemo) yg aku miliki sudah habis maka aku pulang paksa dari ruang perawatan (pulang atas permintaan sendiri) dan pada keesokan harinya aku konsultasi dengan hematolog yg selama ini merawatku di poli penyakit dalam.

    Secara umum,,, pertemuan dg managemen rs di ruang rapat direksi berjalan dg baik dan sangat cair. Sy tidak merasa tertekan bahkan banyak pertanyaan diajukan dg santai serta sedikit gurauan dimana fihak managemen berjanji akan menindaklanjuti laporan sy dg sebaik baiknya untuk pemberian sangsi administrasi pd mereka yg dianggap melanggar serta sebagai masukan yg baik demi meningkatkan pelayanan rs seperti yg kita inginkan bersama.

    Oya (satu lagi) mohon maaf buat fihak managemen karena celetukan sy yg lapar membuat managemen sempat dimarahi oleh seorang direksi. Sy mmg selalu apa adanya,,, dan ketika datang bersama istri ke rs sebenernya sejak jam 5 subuh untuk antri nomor dan antri di poli penyakit dalam, sehingga sarapan hanya asal saja. Sampai jam 12 siang pada saat mulai pertemuan pun blm sempat makan siang krn tdk bawa bekal dan pertemuan cukup lama sehingga sy nyeletuk lapar,,, lain kali kl ngundang sy yg lewat jam makan ya disediain nasi bungkus yaa,,, nasi warteg jg boleh kok,,, hehehe

  42. A sunardi says:

    Selamat Pagi Om Oce. saya turut prihatin atas kejadian tersebut, harusnya seorang dokter itu bijaksana ke pada pasiennya. Semoga Om OCe selalu di berikan Kesembuhan dan kesabaran juga buat Keluarga yang merawat.
    Bila ingin Mencoba dengan Terapi lain yaitu Semoga ini menjadi KEAJAIBAN buat Om Untuk sembuh. Dengan konsumsi MILAG***. Info selanjutnya bisa di 08994421***. salam Sehat.

  43. Ali Hanafiah Pasaribu says:

    Itu Dokter “X” apa perlu kita pantau gak Om…dia dah dzolimi saudara gw nehhh…

  44. temukonco says:

    Reblogged this on Temu Konco and commented:

    Lagi, tentang pengalaman pasien yang menggunakan BPJS di sebuah rumah sakit di Jakarta

  45. hebat mas! masih bisa menahan amarah walau dalam kondisi dihina. ada foro dokter kerempengnya gak? biar bisa dipampang disemua RS!

  46. batagor says:

    Mohon maaf pak, tapi dengan sangat menyesal saya katakan bapak sama arogannya dengan dokter tersebut. kalau saya lihat dalam keadaan ini bapak salah paham dengan dokter tersebut dan kasihan sekali dokter tersebut menjadi korban bapak. Sistem Bp** sangat tidak memihak kepada dokter penanggungjawab, managemen bisa baik terhadap bapak, mohon maaf karena diberikan tunjangan oleh bp** sedangkan dokter penanggungjawab dipaksa untuk kerja rodi di beberapa rs dan tanggungjawab sangat besar. Banyak pasien merasa diri mereka raja dan bisa seeenaknya saja tanpa mengikuti aturan dan dimanja oleh orang2 yang mendapatkan keuntungan dari sistem bp**. Dokter tersebut tanggungjawabnya sangat besar, dan kesalahannya pada cara komunikasinya tetapi sebetulnya apa yang disampaikan dokter tersebut kepada bapak adalah “benar” itu justru fakta dan kenyataannya.

  47. batagor says:

    orang orang lebih menyukai orang yang ramah tetapi banyak “busuk” di dalam, dibandingkan orang yang “jujur”

  48. @batagor

    Lu bisa baca kaga?

  49. Reny Payus says:

    Reblogged this on Reny Payus and commented:

    LAGI! Salah satu dari beberapa pengalaman pengguna BPJS. Anyway, semoga masnya lekas sembuh ya? Semoga kita selalu dalam kesehatan. Amiin…🙂

  50. es campur says:

    Batagor itu enak nya pakai bumbu kacang dan kecap manis, tambah beberapa sendok sambal yang pedas menggigit…tapi klo Batagor yang diatas ini sudah busuk dan bau apek..jadi baiknya dibuang saja ke tempat sampah

  51. arasihAhmad says:

    MasyaAlloh..ketahuilah Sudaraku…Engkau akan memperoleh buah yang sangat manis di surga karena kesabaranmu yang luar biasa ini…
    Alloh mengirimkan ujian tidak hanya dengan godaan setan, tapi kadang dalam bentuk manusia berbaju putih yang mengklaim bahwa kesehatan dan kematian manusia ada ditangannya..
    Sabar ya Akh…Innalloha ma’ana..:-)

  52. lilly says:

    Kejadian yg hampir mitip cg yg menimpa ibuku 5 bulan lalu dan aku sendiri saksi dimana deorang fokter tega tdtiak kencsng bshksn membentak pasien bpjs. Beda penyakitnya aja, semoga dokter2 demikian diberi umur panjang agsr ada kesempatan bertobat. ,

  53. Just me says:

    @batagor

    Alasan apa yg bisa membenarkan seorang dokter memarahi pasien yg sedang sakit tdk berdaya?!!
    Apa dengan mengatakan bahwa dokter tsb di paksa kerja rodi&tdk mendapatkan apa-apa dari BP*** & RS sehingga dokter tsb boleh bertindak seperti itu?!
    Kalau mmg dokter tsb merasa di paksa kerja rodi dgn tanggung jawab yg sangat besar,knp dokter tsb masih mau kerja di RS itu? Knp dokter tsb tidak mengajukan keberatan dgn pihak RS/IDI?
    Dan anda berkata seorang pasien slalu semaunya dan merasa dirinya raja dan di manjakan oleh org” yg mendapatkan keuntungan dari sistim BP***
    Saya katakan kpd anda sudah menjadi hak seorang untuk diperlakukan dengan baik! Apa lagi orang itu sedang sakit! Kewajiban kita hidup sebagai manusia memperlakukan seseorang dengan manusiawi apa lagi dokter & pihak rumah sakit untuk memperlakukan pasien dengan baik di kelas 3 maupun kelas VVIP!
    Bila Anda mengatakan orang lebih suka dengan yg luarnya ramah tp dalamnya busuk. Ramah & semena-mena adalah hal yg berbeda, begitu juga dengan ke jujuran, yg dilakukan dokter tsb adalah semena-mena bukan untuk mengatakan ke jujuran terhadap pasien tsb tp lebih memarahi/kesal krn ada teguran terhadap dirinya, alangkah baiknya bila dokter tsb menyampaikan atau menjawab keluhan pasien tersebut dengan lebih manusiawi. Bukan karena mengatakan kejujuran lantas dokter/seseorang boleh semena-mena. Alangkah baiknya bila semua kebaikan dilakukan dengan hati yg ikhlas.
    Terima kasih kepada dokter” dan perawat yang masih menghargai pasienya bukan karna uang tapi karna hati nurani mereka yang baik, semoga mereka diberikan rezeki dan kesehatan.
    Dan bagi dokter yg memandang rendah pasien yg kurang mampu semoga TUHAN memaafkan mereka dan membuka hati mereka supaya mereka sadar hidup tidak selamanya dan uang tidak bisa menyelamatkan mereka.

  54. Hiemam says:

    @Batagor :
    Saya kurang Sependapat dengan anda. Menurut Saya Sudah sepatutnya Pak Oce mendapatkan fasilitas Dokter Specialist yang bertanggung jawab terhadap pasien (tanpa membedakan Anggota BPJS atau tidak). Tentang apakah Dokter trsbut kerja rodi atau bukan itu adalah urusan Dokter dengan Rumah sakit serta Pihak BPJS sendiri. dikarenakan dalam klausul anggota BPJS diberikan hak yang sama dengan pasien lain. Nah jika memang masalahnya kewajiban pengguna BPJS terkait Uang/Dana (perbulan) terlalu kecil… (untuk mensupport yang anda utarakan tersebut). Harusnya Ketiga SUBYEK (Dokter, RS, Pihak BPJS) harus terbuka sehingga tidak kejadian Hal – Hal seperti ini dan semua Bersifat Profesional. Mungkin anda belum pernah merasakan apa yang dialami oleh Pak OCE.. AKan tetap secara manusiawi wajar jika Pak oce melakukan langkah yg seperti sekarang mengingat kondisi kesehatannya semakin menurun. Jadi hanya ingin tahu + konsultasi dengan Pihak Dokter apa salahnya…
    Semoga Anda makin Bijak dalam berkomentar dan Berempati…
    Salam🙂

  55. Kusno-087870980199 says:

    Leukimia pasti ada obatnya.. mau tahu,… hub sy-

  56. afida fauzia says:

    Assalamualaikum
    Saya mengalami pendidikan sebagai dokter muda di rs fatmawati selama dua tahun. Saya tahu benar bahwa dokter oknum yang disebutkan diatas adalah hanya satusatunya yang beretika tidak baik terhadap pasiennya..
    Selama belajar dua tahun di rs fatmawati, saya selalu diajarkan untuk bersikap baik kepada sesama dokter, tenaga medis, dan pasien.
    Selama dua tahun juga, saya menyaksikan betapa banyak dokter2 spesialis di rs fatmawati yang baik sekali kepada pasien, bahkan banyak yang mnggratiskan jasa dokter, jasa operasi, dan ada pula yang memberikan materi kepada pasien…sungguh guru-guru saya ini berhati mulia…
    Saya tidak melihat perlakuan yang berbeda dalam melayani pasien bpjs dan pasien non bpjs, pasien kelas 1,2 atau 3.
    Bahkan banyak dokter spesialis penyakit dalam yang spesial meluangkan waktunya untuk menjelaskan penyakit dan terapi kepada pasien.
    Mohon tulisan ini tidak digeneralisir ke satu rumah sakit, akan ttapi hanya satu oknum tersebut itu saja.
    Kepada bapak oce saya doakan semoga mndpatkan pengobatan yng maksimal dan diberikan ketegaran dan kesembuhan…aamiin

  57. Daniel Yuliyanto says:

    saya ingin memberikan informasi kepada pak oce dan kepada orang-orang tidak suka dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter yang bersangkutan. Saya sangat paham apabila pelayanan yang diberikan oleh pihak rs atau dokter tidak sesuai dengan kehendak kita. Kita sebagai orang yang mengalami kejadiaan tersebut pasti merasakan sakit hati atau sedih karena merasa diabaikan hanya karena kita dibiayai oleh BPJS. saya sebagai suami dari seorang istri yang kebetulan seorang dokter yang sedang menempuh pendidikan program spesialis ingin juga menginformasikan bagaimana posisi seorang dokter residen (dokter yang sedang menempuh program spesialis) dan seorang dokter konsulen (pembimbing dokter residen) di RS pendidikan seperti rscm, fatmawati, gatot soebroto dll. Dokter-dokter yang bekerja di rs tersebut merupakan dokter-dokter yang hebat dalam arti ilmu serta kondisi fisiknya. Sebagai dokter residen yang sedang menepuh program spesialis, mereka mengalami tantangan yang besar dari segi finansial, jasmani dan rohani. untuk menempuh program pendidikan spesialis mereka harus mengocek kantong yang tidak sedikit jumlahnya, selama menempuh program pendidikan juga harus mengikuti semua aturan seperti saat kita kuliah dimana senioritas berlaku. Setiap dokter yang jaga malam mereka harus bekerja selama 36 jam dimana jam kerja tersebut diluar kapasitas manusia normal. Oleh karena apabila anda mendapati pelayanan seperti yang anda alami, tidak heran apabila kejadian tersebut bisa terjadi pada orang selain anda. Dimana tingkat stress yang begitu tinggi yang tidak dapat anda bayangkan apabila belum mengalaminya. Bisa anda bayangkan berapa jumlah penduduk di jakarta dan berapa jumlah rumah sakit yang menerima bpjs, sudah pasti tidak berimbang, baik dari jumlah dokter, fasilitas dan pelayanan yang diberikan. jadi sekiranya anda harus juga memposisikan diri anda apabila anda sebagai dokter. kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi apabila pemerintah siap dengan program bpjs. bila perlu bpjs diterapkan juga ke rs swasta yang terkenal, tapi kenyataan dilapangan masih banyak rs swasta yang terkenal tersebut tidak menerima bpjs yang sebenarnya merupakan kewajiban setiap rs menerima pasien bpjs sesuai peraturan pemerintah.

  58. ming says:

    bangsat sekali dokter giri sppd, tp mmg sebenernya BPJS itu suka menipu byk sekali korban bpjs meninggal baru akan di rawat. sabar yah om tuhan maha adil..

  59. ali says:

    kasihan almarhumah Ibu Fatmawati,namanya jadi jelek. Mending ganti nama aja tuh RS

  60. arifah wulansari says:

    Anak sy pernah di rawat di RS Pantirapih krn sepsis dan pakai BPJS. Tiap hari anak saya dikunjungi dokter spesialis anak. Tidak ada diskriminasi meski sy pakai BPJS pdhl itu di RS swasta. Justru pelayanan sangat bagus dan ramah. Sepertinya dokter ini hanya oknum saja ya pak. Ikut bersimpati semoga lekas sembuh.

  61. Riyanti says:

    Wah wah. Ke rscm aja pak. Ayah saya dulu dirawat di rscm. Pake bpjs juga, tapi pelayanannya sangat memuaskan. Banyak dokter yg sering visit….

  62. ron says:

    Saya juga banyak pengalaman tidak menyenangkan dari rumah sakit fatmawati. juga ada beberapa satpamnya gayanya mirip preman. ayah saya meregang nyawa di ruang icu..petugas yg memberikan pertolongan terakhir sempat2nya bercanda dengan kawanya cekikikan…sakit jiwa saya rasa..sudah biasa melihat kematian tapi tidak mernghargai keluarga yang di tinggalkan

  63. dina says:

    Om bukan salah satu pasien yg dimarah2in oleh dokter. Dulu almarhum mama saya jga dimarah2in ma dokter koas. Pd hal pd saat itu saya iseng mau pake bpjs yg kelas 1 karna percuma tiap bln saya bayar tpi ga dipakai. Dokter koas itu bilang ma mama saya gini: karna ibu pake bpjs jdi saya malas melayani. Walaupun ibu dikelas 1 tetap aja saya malas larna gratis.(dgn nada tinggi dan sombong).

  64. arikus says:

    Turut prihatin dengan kejadian tersebut..

  65. dila says:

    Sepertinya pemerintah harus mengkaji ulang tentang bpjs, banyak masyarakat yg kurang puas terhadap pelayanan di rumah sakit dengan bpjs
    Contohnya adik saya harus dicesar memakai bpjs mandiri kelas 1, tetapi mereka mengatakan kalau kelas 1 penuh dan harus di titip di kelas 2, tapi sampai mau pulang tidak juga pindah, apa hanya permainan rumah sakit??
    Padahal RS tersebut menagihkan ke bpjs dgn kamar kelas 1!!!

  66. batagor says:

    kayaknya disini mbak Dina Salah paham, setahu saya dokter koass tidak digaji/dibayar oleh rumah sakit, jadi dokter koass tidak peduli anda pakai bpjs atau pakai jamkesmas atau pakai apa saja, malah setahu saya koass itu ditempatkan di bangsal kelas 3 jadi semua pasiennya malah pasien jamkesmas/bpjs, makanya jangan asal fitnah orang
    saya sudah cek bahwa dokter tersebut adalah lulusan penyakit dalam dari Universitas Indonesia (UI) yang mana selama 10 tahun kuliah jika etika dokter seperti yang dituliskan di atas saya yakin tidak diluluskan oleh pengujinya, karena selama menjadi residen (calon dokter spesialis) terkadang biaya pasien dan kamar pasien pun yang membayar adalah residen (calon dokter spesialis), padahal di rumah atau jika ada anggota keluarga yang sakit belum tentu residen (calon dokter spesialis) dapat membayar kamar perawatan untuk orangtua kandungnya sendiri.
    Saya tidak membela dokter itu, saya katakan sangat salah jika dokter membentak pasien tetapi pasien seperti apa yang biasa dibentak oleh dokter, biasanya pasien yang dibentak adalah pasien yang arogan, jadi keduanya adalah orang yang arogan. Mungkin benar dokter arogan, tetapi pasien juga arogan, mau diperlakukan istimewa seperti raja

    Maksudnya saya tidak bilang dokter itu benar, dokter itu jelas salah membentak pasien, tapi pasien juga kadang kadang arogan, lihat saja komentar disini dan di media. Pasien yang arogan hanya berani terhadap babu rumah sakit (dokter, perawat, petugas administrasi, satpam rs kalian bentak dan laporkan kesana kemari) tapi jika berhadap dengan orang yang bisa merubah kebijakan (anggota dewan, direktur BP**, direktur pajak dan yang lain) yang ramah, kalian tidak berani, padahal mereka yang menyebabkan semuanya itu dan bisa merubah kebijakan yang ada menjadi lebih baik. Masalah bentak atau tidak dibentak, keluarga saya pernah dirawat di VIP tidak ada satupun dokter maupun perawat yang senyum. Pelayanan kesehatan di Indonesia buruk salah siapa? apakah salah dokter? baru baru ini ada seorang calon dokter spesialis orangtuanya sedang kritis di icu, di sisi lain tetap harus menangani pasien dengan ramah di bangsal. dokter tersebut sudah melakukan yang terbaik, tetapi ada satu pasien yang tidak puas dengan pelayanan dokter tersebut dan melaporkan ke managemen rs, terkadang pasien arogan dan mau diperlakukan seperti raja tanpa tahu permasalahannya dan media selalu memberitakan yang buruk. Saya tidak bela dokter itu, dokter itu salah arogan membentak pasien, tapi pasien juga tidak ada bedanya arogan. Kesimpulannya sama saja.

  67. irene says:

    Saya prihatin dan bs merasakan apa yg anda alami, krn sy pernah mengalami pengalaman yg krg menyenangkan jg disalah satu RS pemerintah di jkt. Krn sy kesal dan jengkel akhirnya atas usulan dr atasan sy dikantor, sy membuat surat pengaduan ke presiden Jokowi dan Puji Tuhan ditanggapi dlm wktu krg dr 3 bln. Saya berharap anda juga mau melakukan hal yg sama, spy dokter tsb segera bertobat dan menyadari tindakannya yg tdk pantas. Dan spy pasien bpjs kls 3 tdk dianggap rendah ttp diperlakukan sama dgn yg lain. Krn sdh bkn rahasia lg pelayanan kesehatan di indonesia mmg sangat buruk sekali dan perlu dibenahi agar, nyawa manusia dihargai secara layak dan tdk pandang bulu. Trm ksh, smga usaha kita membuat pengaduan ke bpk presiden dpt membawa perubahan bg karya pelayanan kesehatan di negara tercinta Indonesia ini. God bless

  68. batagor says:

    Intinya coba kita intropeksi diri masing masing :

    Berapa banyak dalam sehari kita mengeluh dan berapa banyak kita bersyukur atas hidup ini?
    2 Apa hal hal baik yang setiap hari telah kita lakukan buat orang sekitar?
    Pernahkah kita berpikir positif setiap hari terhadap orang lain?
    Dimanakah saat ini kita bekerja? Apakah tempat kita bekerja adalah yayasan sosial yang tidak mencari keuntungan? apakah kita tidak mendapatkan keuntungan dari tempat kita bekerja?
    5 Dari semua penghasilan yang kita dapat, berapakah yang sudah kita sumbang untuk pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat di Indonesia?
    Apakah selama kita bekerja, misalnya sebagai marketing kita sudah ramah kepada bawahan kita dan klien yang tidak punya uang dan tidak jadi membeli produk kita, padahal sudah kita jelaskan panjang lebar,selama berjam jam tetapi klien tidak jadi membeli apakah kita bisa tetap ramah kepada mereka?
    Pernahkah anda sanggup meninggalkan keluarga selama 10 tahun dan mengeluarkan duit yang cukup besar untuk membantu orang lain, tetapi tidak digaji selama 10 tahun?

    karena saya yakin jika orang yang berpikir positif seperti poin no. 1-6, orang tersebut pasti tidak akan bermasalah dengan dokter dan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia malahan pasti akan bersyukur dan tenaga medis/paramedis pasti akan melayani orang yang berpikir positif dengan lebih baik dan hubungan yang terjalin pasti sangat baik, dan orang yang berpikir positif di Indonesia sudah sangat jarang termasuk saya sangat sulit untuk berpikir positif, oleh karena akuilah bahwa kita sama arogannya dengan dokter tersebut. Marilah kita sama sama berpikir positif!

  69. pari says:

    pak oce bagaimana kabarnya? melihat cerita yang bapak sampaikan saya turut prihatin. mungkin saya hanya berpendapat bagaimanapun juga pak oce memakai bp** harus tetap menerima pelayanan sebaik baiknya. karena itu semua bapak oce memiliki hak dan tanggung jawab sebagai pasien, termasuk hak bapak oce untuk menerima informasi terkait kondisi bapak saat ini. saya sangat mengerti bahwa bapak oce ingin mengetahui kondisi bapak oce. dan sudah seharusnya dokter yang bertanggunbgjawab terhadap kondisi bapak harus memberitahu kondisi bapak saat ini dan tidak diwakili, berkaitan dengan dokter tersebut, semoga diberi tindakan tegas. karena sudah sewajarnya menjadi tugas dokter dengan atau tanpa memandang pasien banyak atau bagaimanapun. karena itu merupakan suatu tanggung jawab dokter tersbut dipercaya untuk memberikan pelayanan pada pasien, sepenuh2nya waktu, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan perkataan itu kepada pasien khususnya bapak oce. saya jg seorang perawat dan mengetahui dengan betul keadaan pak oce. untuk pak oce tetap semangat ya pak oce

  70. batagor says:

    kenapa pelayanan kesehatan di Indonesia buruk? karena pemerintah dan rakyat sendiri tidak pernah peduli dengan kesehatan mereka sendiri dan kemudian menjadikan tenaga medis dan paramedis sebagai kambing hitam dan babu.

  71. miss nurse says:

    Saya jg petugas kesehatan yg sering menangani pasien memakai BPJS. Hampir smw diagnosa d tanggung BPJS, mungkin hnya sebagaian personal yg beratitude spt dokter tsb. Tp tdk smw dokter spt itu, nyatany msh ada dokter spt dr. Martin batubara, Sp.Pd yg baik hati. Smg pengalaman pak ace tdk terjadi lg kpd pasien2 lain…smg lekas sembuh ya pak..

  72. batagor says:

    setahu saya jika orang arogan ditanggapi dengan ramah dan lemah lembut, maka orang tersebut tidak akan menjadi arogan. Jika anda pernah bermasalah dengan dokter/perawat yang arogan, saya yakin anda adalah orang yang sama arogan dan egoisnya dengan dokter/perawat tersebut. Hanya saja pemerintah seringkali mengambil hati rakyat dan mengkambinghitamkan profesi tertentu, padahal kenapa profesi tertentu menjadi seperti itu karena kesalahan pemerintah yang lepas tangan terhadap kesehatan dan menekan orang orang yang tidak bersalah.

  73. batagor says:

    Mbak Pari, apakah anda menyaksikan langsung kejadian tersebut?

  74. pari says:

    saya memang tidak menyaksikan kejadia tsb, tetapi sebagai nakes hendaknya dapat mengerti bahwa pasien itu unik dan memiliki kebutuhan yang holistik

  75. agus says:

    Pecat aja tuh dokter

  76. batagor says:

    ya saya setuju dengan mbak pari bahwa nakes itu unik dan memiliki kebutuhan holistik, tapi saya sangat jarang lihat orang yang ramah, baik, santun dimarahi oleh tenaga medis, yang lebih sering saya lihat orang yang arogan (lihat saja hampir bawa bawa parang), dan setahu saya memang dalam satu rumah sakit sudah ditentukan bahwa pasien tidak boleh pilih2 dokter. Saya tidak membela dokter giri, kalau dari cerita pasien dokter tersebut sangat arogan, tapi pasien juga arogan, kita sendiri yang berkomentar disini juga arogan. Lihat saja komentar di atas saya.

  77. batagor says:

    “Ya,,, aku sangat ingin mendengar langsung penjelasan beliau tentang kondisi umum penyakitku saat ini, juga tentang dosis baru yang diberikanya itu berikut target serta dampaknya terhadap tubuhku karena menurutku kondisi penyakitku ini sudah sangat serius dan bukan untuk main main apalagi untuk coba coba ” Mungkin permulaan disini, pasien mengatakan pada dokter bahwa penyakitnya “bukan untuk main main dan coba-coba” mungkin ini yang menyebabkan amarah dokter, mohon maaf jika saya salah.

  78. sabar ya mas. saya juga spt itu kok.😦

  79. Harus terus di share ini “.. Semoga pemerintah bisa tegas pecat semua dokter yg ga berperikemanusiaan itu

  80. rinoandriya says:

    Ass wr wb..
    Kebetulan sy seorang dokter yg bekerja di RS Unair Surabaya..
    Membaca berita ini, sy tergelitik utk berkomentar..
    Sy g akan berkomentar banyak.. Krn secara garis besar perihal ini seharusnya menjadi salah satu pemikiran utama pemerintah (dibandingkan membahas panggung sandiwara yg saat ini ada di media)
    Dokter, mmg merupakan suatu profesi luhur..yg terkait dg banyak hal.. Mulai dari etika kedokteran, hukum kedokteran, tanggung jawab moral kepada pasien, dan lain sebagainya..
    Membaca permasalahan pak Oce, mmg sangat disayangkan sekali apa yg dilakukan oknum dokter itu.. Iya, sy bilang oknum karena hal itu tdk dpt digeneralisasikan terhadap semua dokter dan terhadap semua pasien yg menggunakan BPJS..
    Sebenarnya, BPJS adalah program yg baik..bagi rakyat Indonesia.. Saat ini, BPJS memiliki dua sisi..dan banyak hanya satu sisi yg dibahas di media..di sisi lainnya, jika masyarakat Indonesia juga mengetahui ttg apa penghargaan pemerintah terhadap para dokter sbg ujung tombak program ini dan dengan tanggung jawab yg sangat besar, bahkan ada yg terkait dengan nyawa, mgkn akan lbh banyak masyarakat yg bersimpati bahkan merasa iba kepada para dokter.. Pada istri dokter.. Pada anak anak dokter..🙂
    Kadang sy berpikir, bukankah para dokter tersebut juga bagian dari rakyat Indonesia?
    Di negara hukum sprt Indonesia ini, mmg hanya pemerintah yg bisa menyelesaikan berbagai polemik yg ada terkait dg BPJS atau JKN ini..
    Bagaimanapun..mgkn di lapangan, ada oknum dokter sprt permasalahan pak Oce,
    Tapi lbh banyak lagi dokter yg ttp memegang teguh etika profesinya..
    Semoga dokter terkait dpt lbh berempati lagi terhadap pasiennya..
    Semoga Allah selalu memberikan berkah, rahmat dan kesehatan kepada pak Oce sekeluarga..
    Salam kenal dan salam hormat pak Oce..

  81. Rienda Apt says:

    Dokternya perlu kuliah etika lagi pak….

  82. batagor says:

    yang perlu kuliah etika adalah kita semua bukan hanya dokter, saya tahu banyak direktur dan pejabat bahkan rakyat tidak mampu juga banyak yang arogan, tapi yang saya bingung kenapa mereka tidak pernah masuk media, yaah jadi dokter itu arogan, saya arogan, anda semua juga arogan. Mari kita belajar etika bersama sama !

  83. wina sugiarti says:

    saya setuju bahwa kita semua harus belajar etika, media bisa melambungkan profesi seseorang tapi bisa juga menjatuhkan profesi orang lain, semua profesi mempunyai keburukan masing masing2, saya heran kenapa hanya profesi tertentu yang dibully di media

  84. theresia says:

    menurut saya yang namanya profesi seharusnya sebaik mungkin dilakukan, yg namanya dokter ga tau aturan adalah mesin2 pembunuh pasien. kebetulan saya punya pengalaman yg sama, sepupu saya terkena lupus hampir satu bulan di rawat di carolus, gara2 dokter muda sotoy yg nyeletuk lupusny udah nyerang ginjal nya dalam semalam sodara saya drop dan meninggal. dokter harus tau beretika, menempatkan diri menghadapi pasien yang butuh dorongan dan perhatian, buat pak oce tetap semangat !!!!!!!
    salam apoteker

  85. Sekian dan terimakasih, damai itu indah. Semoga bapak once yg sakit disehatkan, dokter yg kesal di damaikan hatinya, orang2 yg hatinya terluka disembuhkan. Tak ada yg luput dr salah menurut pepatah seseorang…buatlah kesalahan, belajarlah dari kesalahan, jadi hebatlah dari pelajaran

  86. theresia says:

    @ batagor
    menurut saya anda terlalu membela dokter giri, jangan2 anda dokter giri sendiri ? semua orang pasti punya masalah seperti yg anda jabarkan masalah dr sudut pandang dokter grii, tapi apakah anda tidak memikirkan masalah dari pak oce ? kesehatan itu nomor 1, kanker itu benar2 butuh semangat untuk sembuh, bukan arogan namanya kalau dia minta visit dokter, kenapa tanggapan dokter giri marah2 ? jelas disini dokter giri yang salah ! kalau kuliah 10 tahun etika lulus, kuliah sebenarnya itu menghadapi pasien bukan dibangku kuliah, harap anda renungkan itu, kalu tidak bisa beretika lebih baik tidak jadi dokter !

  87. dina says:

    Bang Oce ..yg sabar ya sama yg lagi sutris marah2 di sini …. bang Oce sangat tidak arogan setahu saya ..dan adalah hak pasien utk mendapatkan pelayanan terbaik karena itu NYAWA … dan kalau tdk sanggup jadi dokter jangan jadi dokter ..sepertinya dokter yg ramah sabar bijaksana sekalipun merasakan lelahnya dgn yg mengeluh jadi rodi…

    Jadi Dokter adalah pilihan
    Jadi Pasien itu BUKAN pilhan

    Tidak sanggup bekerja 36 jam silakan ganti profesi jgn jd dokter yg bekerja utk NYAWA setiap manusia bahkan hewan sekalipun berhak untuk mencari yg terbaik utk mempertahankan hidupnya.

    Saya biasa ditangani Profesor yg penuh pengabdian sungguh2 tdk pernah meremehkan pasien BPJS beliau yg pasti lebih lelah daripada yg di sini sibuk mengeluh kecapean jd dokter 🙂

  88. ade sz says:

    Astaghfirullohaladzim sy meradang sklgs gemetar membacanya..ironis skl ditengah ketidakberdayaan pasien msh jg ada seorg profesionalist spt dokter ahli berlaku spt itu btp arogannya…pasien tdk hny butuh obat tp jg bth prilaku manusiawi utk membangkitkan smngt buat kesembuhanya..dimana letak sumpah dokter yg disandangnya utk menolong sesama sbg pengejawantahan profesi yg disandangnya,trnyt gelar sj blom ckp utk bs memanggilnya sbg seorg yg bs disebut sbg penolong sesama..trnyt msh butuh saru sebutan lg yakni etika..smga dokter tsb diberi ptunjuk Alloh dn smga bp Oce sgr sembuh dn dikuatkan dlm mnghdp sgl hal slm sakit srta sabar menyikapinya..sgr sj minta rujukan spy bs ke lain RS yg lbh baik pelayanannya…doa kami smga smua baik2 sj dn smua diampuni sgl keslahan n kekhilafan yg tlh dilakukan…aamiin….

  89. dr. PC Bambang S says:

    Turut menyampaikan penyesalan atas kejadian kurang menyenangkan yang dialami oleh pak Oce. Semoga keadaan bapak segera membaik dan bapak diberikan kekuatan oleh Tuhan dalam menjalani keadaan ini.
    Sikap dokter tsb kurang sepantasnya dan tidak mencerminkan sebagian besar dokter di Indonesia. Barangkali dokter tsb sedang mengalami kelelahan lahir batin yang luar biasa.

    Perkenankan saya mnyampaikan kenyataan yang dialami oleh profesi dokter dan petugas kesehatan lainnya pada era pelayanan kesehatan oleh bpjs kesehatan ini.

    Salam Damai dan Salam Sejahtera bagi kita semua.
    Salam Indonesia Raya.

    Sekedar untuk wawasan bagi masyarakat umum dan pembaca yang budiman, bahwa secara umum klinik rawat jalan maupun rawat inap yang menjadi mitra bpjs, akan mengalami kerugian dan tidak akan bisa memberikan layanan yang baik/bermutu/memuaskan pasien. Mengapa demikian, ini penjelasannya ?

    Untuk pasien rawat inap /opname di klinik dengan rawat inap, BPJS hanya membayar 120 ribu perhari per pasien, all in.
    Pada hari pertama untuk periksa laboratorium standar Darah Rutin dan Urine rutin (dengan alat Haematology analyzer dan Urine Analyzer) sudah butuh biaya Rp. 70.000 + Rp. 50.000. Belum lagi bila diperlukan tambahan pemeriksaan lab. Malaria atau Tifus ( @ sekitar Rp. 60.000-70.000) atau Gula darah, asam urat, cholesterol. ( @ antara 15.000-40.000)dll.

    Pada hari pertama pasien perlu dipasang infus. Kebutuhan alat kesehatan untuk pasang infus berupa : alkohol swab, handschoen sterile, plester/micropore, IV Catheter, infus set, dan cairan infus. Silahkan masyarakat menanyakan berapa harganya di Apotek. Setidaknya dengan alat kesehatan kualitas biasa/standar perlu biaya minimal Rp.90.000.
    Biaya cairan infus perhari minimal Rp. 30.000
    Pada hari pertama juga perlu kamar, hitunglah kamar paling2 sederhana. Walaupun paling sederhana, tetapi kamar tersebut tetap perlu biaya untuk membuatnya, perlu bahan2 cairan pembersih dan antiseptik (beda dgn losmen yg tdk perlu antiseptik), perlu lampu dan air, perlu linen / sprei dan selimut. Hitunglah sangat minim Rp. 75.000.
    Pasien perlu makan sampai 3 x seharinya, hitunglah makan paling sederhana hanya dengan nasi, sayur, dan tempe + minum air putih @ Rp. 8.000 / porsi = Rp. 24.000.

    Pasien juga perlu obat2an, baik obat yang diminum, dioleskan, ataupun obat suntikan, hitunglah paling murah Rp. 40.000/ hari.

    Pasien ini juga perlu dilayani oleh perawat2 dan dokter, karena keluarga pasien tidak bisa melakukannya sendiri.
    Para perawat dan dokter ini perlu diberi honor bukan ? Hitunglah dokter diberi honor senilai 1 kali parkir di mall Rp. 5.000 dan perawat 3 orang @ Rp. 3.000 = Rp. 9.000.
    Apakah bagi para pembaca yang budiman, jasa dokter dan perawat tsb masih terlalu mahal ?? Ataukah malah keterlaluan / tidak manusiawi ? ( Sekian itulah jasa yang diterima oleh dokter dan perawat saat ini)

    Selama dalam perawatan, untuk evaluasi upaya pengobatan, pasien perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium ulang, hitunglah 1x pemeriksaan darah rutin Rp. 70.000.

    Nah bila pasien dirawat selama 5 hari misalnya, maka Klinik akan menerima pembayaran dari BPJS sejumlah Rp. 600.000.
    Masyarakat / Para pembaca yang budiman bisa menghitung, apakah uang Rp. 600.000 tsb bisa mencukupi seluruh pembiyaan/pengeluaran klinik atas semua alat2 kesehatan, bahan, honor tenaga kerja, biaya makan, biaya ruangan, biaya obat, biaya administrasi, dan biaya pajak ?
    Berapa kerugian klinik untuk merawat satu pasien selama 5 hari ?

    Kalau hitungan bpjs untuk rawat jalan, menggunakan sistem kapitasi. Perorang dihargai Rp. 8.000 rupiah perbulan oleh bpjs. Kalau ada layanan dokter giginya, dihargai Rp.10.000 perpasien perbulan.
    Jadi seumpamanya sebuah klinik hanya dapat bagian 5.000 peserta bpjs, maka bpjs akan membayar sejumlah 5.000* Rp.10.000 = Rp. 50 juta perbulan.
    Bila dalam sebulan ada 10 persen saja peserta yang sakit, berarti dalam sebulan melayani 500 pasien.
    Misal untuk melayani 1 pasien dibutuhkan obat murah meriah senilai 40 ribu, berarti sdh keluar 500* Rp.40.000 = Rp. 20 juta.
    Dari 500 ada 20 persen yg perlu periksa laborat, berarti ada 100 orang. Biaya periksa lab darah rutin dgn automatic haematology analyzer adalah 70 ribu. Jadi untuk biaya lab adalah 100* Rp. 70 ribu = Rp. 7 juta.
    Kalau dari 500 ada 5 persen yg perlu rontgen, berarti ada 25 orang x 80 ribu = Rp. 2 juta.
    Jadi untuk kebutuhn pasien saja sudah habis hampir Rp. 30 juta.
    Pengeluaran Rp. 30 juta itu belum untuk biaya administrasi, biaya gedung, listrik dan air, gaji karyawan, honor dokter, dan pajak.

    Akan lebih baik bila BPJS ini membuat Klinik sendiri dan RS sendiri, mendidik dokter dan perawat sendiri, supaya bisa membuat hitung2an yang lebih riil / masuk akal.
    Klinik swasta ini perlu hidup, karena sekian banyak karyawan dengan tanggungan anggota keluarganya membutuhkan penghidupan. Bukan untuk bisa jadi kaya. Hanya sekedar untuk tetap bisa bertahan hidup.

    Semoga masyarakat dan pembaca yang budiman bisa lebih mengerti dan bijaksana dalam menghadapi permasalahan layanan kesehatan era BPJS ini.

    Carut marut layanan kesehatan sekarang ini bukan karena para dokter dan paramedis yang bertingkah, tetapi karena mereka sudah kelelahan lahir dan batin untuk melayani para pasien dengan honor yang menyesakkan dada dan beban kerja yang luar biasa.

    Salam hormat saya,
    dr. PC. Bambang S.
    Pengurus IDI Cabang OKU Timur,
    Pengelola klinik swasta,
    Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kesehatan Kab. OKU Timur.

  90. dr. PC Bambang S says:

    Kepada Yth. 
    Bapak Presiden Joko Widodo
    Di tempat.

    Bapak Presiden Joko Widodo yang saya cintai, perkenankan saya menyampaikan keluhan kami para dokter, tenaga kesehatan, dan pengelola klinik kesehatan swasta /RS swasta kecil, sehubungan dengan pelaksanaan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang dilaksanakan oleh BPJS kesehatan.

    Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila yang saya sampaikan ini ada yang kurang berkenan di hati Bapak Presiden.
    Semuanya ini demi perbaikan bersama menuju masyarakat Indonesia yang pintar, sehat dan sejahtera.
    Terimakasih.

    Dampak pelaksanaan BPJS Kesehatan.

    Dalam rangka memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia, sejak 1 Januari 2014 pemerintah menggulirkan BPJS Kesehatan yang terkesan dipaksakan dan terburu-buru diterapkan secara nasional. Semua program jaminan / layanan kesehatan sebelumnya yang sudah ada dan berjalan dengan baik seperti Askes, Jamkesmas- Jamkesda, dilebur menjadi satu ke dalam BPJS Kesehatan.

    Dalam pelaksanaan layanan kesehatan rawat inap kepada peserta BPJS kesehatan, pelaksana layanan kesehatan / provider memberikan layanan kesehatan tanpa boleh menarik biaya dari pasien. Setelah layanan kesehatan selesai dan pasien dipulangkan dari Klinik Rawat Inap / Rumah Sakit, maka Klinik/RS tersebut mengajukan klaim atas biaya perawatan pasien tsb kepada pihak BPJS Kesehatan.

    Yang menjadi masalah adalah besaran pengganti biaya rawat inap ditentukan sepihak oleh pemerintah / BPJS Kesehatan, melalui pola tarif INA CBG’s yang nilainya jauh lebih kecil dari biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh Klinik Kesehatan Swasta / RS Swasta pada umumnya.
    Bahkan kepada Klinik Rawat Inap Swasta, untuk kasus / penyakit yang sama, besaran pengganti biaya rawat inap dibayarkan lebih rendah dari nilai yang dibayarkan kepada RS tipe D. Untuk biaya rawat inap perhari diberikan penggantian sekitar 100 ribu rupiah atau 1/3 dari biaya klaim RS tipe D.
    Akibat selanjutnya dari tarif INA CBG’s yang belum ideal adalah kualitas pelayanan kesehatan menjadi kurang optimal karena terbatasnya dana. Demikian juga penggunaan obat-obat paten di klinik kesehatan dan Rumah Sakit semakin menurun. Dampak selanjutnya akan dialami oleh perusahaan farmasi dan semua karyawan yang terlibat di dalamnya. Bahkan sebagian Perusahaan Farmasi lama-kelamaan mendekati berada di ujung tanduk kebangkrutan, dan ratusan ribu karyawan farmasi dihantui kegetiran mengalami PHK.

    Pola tarif INA CBG’s ditujukan untuk pengendalian biaya dan kendali mutu layanan kesehatan. Hal ini bisa dipahami dan sangat baik. Namun dalam menghitung besarnya biaya perawatan, tentunya ada perbedaan pada beberapa komponen biaya antara Klinik/RS Swasta dan Klinik/RS milik Pemerintah. 

    Demi pelayanan kesehatan nasional yg baik, demi keadilan bagi Klinik Swasta dan RS Swasta, apabila besaran klaim / tarif INA CBG’s bagi Fasilitas Layanan Kesehatan Swasta disamakan dengan Fasilitas Layanan Kesehatan milik Pemerintah, kami mohon kepada Fasilitas Layanan Kesehatan Swasta juga diberikan perlakuan yang sama dengan Fasilitas Layanan Kesehatan milik Pemerintah, yaitu diberikan : 
    Subsidi Anggaran Kesehatan dari pemerintah, mendapatkan subsidi dana untuk investasi gedung, peralatan kedokteran, dan gaji pegawai.

    Dengan keadilan seperti ini, saya yakin tanpa perlu diminta, pihak swasta akan dengan senang hati melayani peserta BPJS. 
    Semoga Pemerintah memperhatikan dan tersentuh dengan kesulitan yang dialami banyak pihak swasta (Fasilitas Layanan Kesehatan Swasta dan perusahaan2 Farmasi) yang sekarang ini berada diambang keterpurukan dan nyaris kolaps, akibat penurunan pemasukan / omzet.

    Masih banyak Klinik Swasta dan RS Swasta yang mengedepankan fungsi sosial, bukan sekedar mencari keuntungan belaka. Tetapi kami masih banyak yg menanggung hutang/kredit untuk biaya investasi gedung dan peralatan kedokteran yang mahal2. Juga kami mesti berusaha menghidupi semua karyawan yang menanggungkan hidupnya pada Klinik/RS Swasta, sekedar untuk bisa bertahan hidup dan bisa memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak2nya, bukan untuk bisa menjadi kaya.

    Bapak Presiden yang kami muliakan, masih banyak karyawan kesehatan Swasta yang penghasilannya perbulan dibawah UMR. Banyak perawat yg penghasilannya dibawah Rp. 1.000.000 perbulan. Masih banyak dokter yang harus bekerja sebagai dokter jaga 24 jam dengan penghasilan sekitar Rp. 200.000-250.000 perhari, dengan resiko setiap saat bisa tertular penyakit. Bahkan masih banyak yg penghasilannya dibawah itu.
    Bahkan ada sejawat dokter dan paramedis yang terpaksa mogok kerja menuntut haknya, karena sudah 8 bulan atau lebih melayani pasien peserta BPJS tetapi haknya belum dibayarkan. 
    Bukannya dibela dan dilindungi oleh Kepala Dinas Kesehatan, tetapi sejawat tersebut malahan diberi sangsi. Apakah dokter dan paramedis sudah dianggap seperti robot yang dianggap tidak membutuhkan makan, kesejahteraan dan penghargaan lagi ??

    Kepada siapa lagi kami para Petugas Kesehatan, Klinik Kesehatan Swasta dan RS Swasta yang Pas-pasan, dan Perusahaan2 Farmasi boleh mengadukan penderitaan dan kesulitan kami ? Siapa lagi yang masih mau berempati kepada kami para Petugas Kesehatan dan bisa membantu kami, kalau bukan Pemerintah melalui Bapak Presiden yang bijaksana.

    Saya mengajak kepada seluruh Dokter Indonesia, mari kita layani semua pasien dengan sebaik-baiknya, tanpa melihat/membedakan miskin atau kaya. 
    Saya mengajak kepada pengelola Fasilitas Kesehatan Swasta dan Rumah Sakit, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Daerah, mari kita perhatikan kebutuhan hidup layak dan kesejahteraan para Petugas Kesehatan. 
    Kami mohon kepada bapak Presiden untuk menjaga agar perusahaan2 farmasi tetap bisa hidup dan memiliki dana yang cukup untuk penelitian2, dalam upaya menemukan obat2 baru dan metode pengobatan yang baru.

    Demikian isi hati dan keluhan kami, Bapak Presiden.
    Apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
    Terimakasih.

    Ditulis oleh : 
    dr. PC. Bambang Suyatmoko.
    Praktisi Kesehatan/ Pengelola klinik,
    Pengurus IDI dan Badan Pertimbangan Kesehatan Kabupaten OKU Timur

  91. enggal says:

    Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi mas Oce. gak ada salahnya yg di tulis mas oce, jadikanlah teguran bagi para dokter agar senantiasa menyadari pilihannya menjadi seorang dokter yg memang sudah seharusnya bertugas membantu pasien untuk sehat, alangkah baiknya dan bijak selelah apapun itu sudah menjadi pilihan kalian menjadi dokter, sungguh mulia tugas seorang dokter apalagi jika dilakukan dgn sebaik baiknya menjaga, mengobati dan memberikan konsultasi yg terbaik sehingga pasien merasa nyaman dan mrk pun lekas pulih. Semoga pemerintah semakin peka untuk memperbaiki sistem dan kebijakan yg telah dibuat..

  92. Aro says:

    Rakyat dan dokterlah yg akhirnya menjadi korban bpjs. Semoga kasus pak Oce ini dpt menjadi pelajaran bagi para pengambil keputusan.

  93. Immanuel says:

    Semoga lekas sembuh buat bapak.
    Saya yang sebagai mahasiswa kedokteran tidak memungkiri bahwa dokter juga adalah seorang manusia. Tidak ada kan manusia yang sempurna dan terlalu ideal. Begitu juga dengan dokter. Mungkin ketidak sempurnaan dokter ini adalah dalam cara berkomunikasi dan etika yang kurang baik.
    Perlu banyak orang tahu bahwa perbandingan antara dokter dan pasien di Indonesia bisa 1 banding 1000 orang, itu hanya dokter umum loh, belum lagi yang sepsialis yang tentunya perbandingannya semakin banyak, kemudian apa lagi sudah konsulen (Sp.PD, KHOM) perbandingannya bisa semakin jauuuh lebih besar lagi. Kebayang ga pak ada banyak juga yang membutuhkan konsultasi selain bapak, yang juga mereka merasa dirinya penting meski BPJS.
    Kemudian pak, saya pun jadi mempertanyakan sih pak seberapa penting dan urgent bapak harus konsultasi dengan dokter Konsulen (Sp.PD, KHOM)? Ya mungkin beliau memang sibuk atau ada banyak hal (mencoba berpikir +) kenapa bapak ga konsultasi, tanyakan apa yang bapak ga tau, biar bapak jelas, kepada Dr. spesialis PD atau kepada dr. Umum yang jaga? Untuk dapet gelar dr umum mereka belajar 7 tahun loh pak, apa lagi spesialis penyakit dalam 12 tahun (di tambah 5 tahun, belum termasuk ptt atau kerja sbg dr. Umum)
    Kiranya juga bisa menjadi bahan pemikiran bagi yang lain ya. Coba posisikan diri anda sebagai dokternya bagaimana? Atau coba berkaca dulu pada diri sendiri apakah selama ini anda sudah memperlakukan orang sekitar anda dengan baik? Dengan etika yang baik?

    Terima kasih, Tuhan memberkati kita semua🙂

  94. yuli says:

    semoga di beri kesembuhan

  95. Tera says:

    Semoga cepat sembuh ya pak, dan semoga oknum dokter mendapat hidayah. Tapi kenapa foto pisau sampai di upload ya? Jangan atuh pak… Kasihan keluarga bapak, serahkan semuanya pada Alloh. Semoga dibukakan mata hati kepada para pemimpin agar bisa mendapatkan win2 solution untuk semuanya (dokter dan pasien) karena di Jepang jg berlaku spt BPJS tapi dokter maupun pasiennya happy, nah dengan banyaknya ketidakpuasan terhadap BPJS yg menurut saya bagus ini ( pernah sy pake utk operasi patah tulang yg harganya puluhan juta bisa gratis), tinggal perbaikan dari pemerintah, mungkin kalau saya lihat dari diatas ada yg nulis kalau dokter dihargai tidak manusiawi, ya mudah2an ada koreksi dari pemerintah utk memberikan harga yg manusiawi, sehingga dokter biaa tersenyum ketika bertemu pasien (dokter bukan malaikat) dan pasien juga puas mendapat senyuman manis dokter. Tapi saya paling tidak suka dengan kekerasan, apalagi sampai dihalalkan, krn tidak akan pernah ada penghalalan untuk kekerasan kecuali syaitan, nauzubillaminzaliq. Anda pandai menulis pak Oce, kembangkan terus bakat anda, tapi jangan pernah ada dalam tulisan kita untuk menjatuhkan seseorang kecuali anda tidak berniat, karena saya percaya apa yg kita perbuat akan kembali ke kita. Saya seseorang yg sangat positif shg sy menggugah semua orang utk mulai berkhusnudzon, krn itu akan menenangkan dan membuat panjang umur (nasihat nenek saya yg berumur 87 tahun dan masih segar bugar).

  96. dina says:

    Btw kayanya jgn ribut di sini deh….. Tidak ada yg menyalahkan profesi dokter intinya di blog ini tapi ke individu si dokter.

    Saya yg juga ada sakit kronis yg perlu sering ke RS baca itung2an di sini jadi bikin down. Ga ada gunanya itung2an di sini biaya dan nulis surat ke bapak Presiden di di sini.
    Apakah kalian ga ada empati?
    Bagaimana seandainya kena Leukemia? Bagaimana perasaannya kalau diperlakukan seperti ini? Bang Oce itu sakit Leukemia bukan sakit Batuk Pilek. Tolong jaga perasaan orang sakit.

  97. boedie says:

    Visit adalah hak pasien. Jadi wajar jika pasien meminta. Kalau dokter tidak menjalankan haknya jelas berarti siapa yang salah? BPJS bukan gratisan. Tiap bulan bayar. Bahkan Jamkesmas atau KJS itu juga sebenarnya bayar tapi pemerintah yang bayar. Hanya karena pasien menggunakan BPJS tidak berarti dia boleh diperlakukan seenaknya. Mendiskriminasikan pasien bisa dipidana.
    Kebanyakan dokter mengeluh bayaran kurang. Itu bukan salah pasien. Itu salah BPJS sendiri yang kasih tarif terlalu murah. Pelampiasannya jangan ke pasien. Salah sasaran tuh. Kalau berani protes dong langsung ke BPJS. Jangan cuma bisa curhat di sosmed.

  98. IDRUS YAHYA ASSAGAF says:

    … ………….DOKTER………O……..DOKTER……..ADA DOKTER YANG SANGAT DIBUTUHKAN PASIEN,ADA DOKTER YANG SANGAT DIBENCI OLEH PASIEN KARENA KATA KATA MEREKA YANG SANGAT MENYAKITKAN HATI PASIEN.MEREKA LUPA KALAU TIDAK AD A PASIEN BERARTI DOKTER PADA NGANGGUR………ALIAS HILANG PEKERJAAN DOKTER.

  99. Irsyad says:

    Gw baca dibawah pd tgl 24 Feb 15, pihak RSUP Fatmawati memberikan respon bla.. bla.. Yg gw sayangkan pihak RSUP Fatmawati menuliskan inisial pasien sedangkan dokter tidak pake inisial bahkan tulisan dokter yg bersangkutan pun tidak ada. Trus detail sanksi thdp dokter tsb gak dijelaskan, kalo ada teguran tertulis mana no suratnya??? Pokoknya nama tuh dokter harus kita catat.. Biar dapat sanksi sosial Dari masy. Jgn ada yg mau pake Jasa dokter tsb, persulit pengurusan KTP, SIM, passport,dll.

  100. bakwan says:

    Ya semoga

  101. Budhiardjo says:

    ijin copy tulisan utama dan beberapa komentarnya untuk di-share di facebook saya

  102. ladys says:

    Untuk bapak oce saya sangat prihatin dan ikut merasakan apa yang bapak derita, mendapat cobaan di usia yg masih produktif dan sebagai kepala keluarga. Semoga bapak ikhlas dan sabar menjalani suratan yang di tuliskan sang pencipta dan istri sekaligus mngkin ibu bagi anak2nya tetap kuat dan sabar menjalani dan menemani bapak yang sedang sakit..kita mungkin semua tahu apa itu leukemia.
    Mengomentari BP** saya termasuk sdkit yg kena dampaknya, selalu di tegur petugas hanya gara2 buku pink dan buku pink..sebnrnya sampai kapan anggaran buku pink ini..
    Pastinya besar sekali..
    Arah kesehatan indonesia sdh bagus manajemen asuransinya jg bagus tapi klu boleh yang bs mmikirkan semua pihak baik si pasien, petugas dan manajem pihak yg melayani..
    Pasien dengan kebutuhan khusus itu harus di pikirkan dari namanya kebutuhan khusus jangan di samakan supaya tdk terjadi tumpang tindih pelayanan..

    Pak oce dan keluarga tetap semangat yaah

  103. iwanrahmanbali says:

    Spt itulah rs fatmawati …judes dan alakadarnya

  104. ocekojiro says:

    Terimakasih banyak atas atensinya,,, saya memang manusia biasa yang bisa juga salah namun bukannya ingi terus membela diri namun sy tegaskan jika dr Giri sebelumnya tidak pernah visit pada saya juga pada pasien2 diruangan tersebut yg tidak ada selembarpun tirai/penghalang sehingga sy pastikan bahwa saat itulah sy melihat dia utk yg pertamakalinya juga yg terahir. Jadi tidak benar jika ada pernyataan bahwa selama lbh dari dua minggu sy sudah ditangani oleh dr tersebut dan dan saya sudah berlaku arogan.

    Kemarin tgl 10 maret sy jg sdh mendapat sms dari salah seorang direksi yg juga hadir pada pertemuan sy dg managemen rs yang isinya menjelaskan bahwa dr giri sudah mendapat sangsi dari managemen dan saat ini sedang menjalani pembinaan. Dan fihak rs pun tidak semena2 dlm memberikan sangsi karena semua bukti dan orang yg terlibat dimintakan keteranganya termasuk perawat dan saksi dari pasien diruangan ketika itu.
    Bagi sy itu sudah cukup krn sejak awal sy memang tidak menuntut banyak kecuali hal yg sy alami itu tidak terjadi lagi pd saya atau orang lain dikemudian hari.

    Saya pikir kejadian ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua termasuk bagi saya sendiri jika sy juga di anggap arogan, sebenernya mudah buat saya untuk memblokir komentar yg menyudutkan saya karena ini blog saya. Bahkan dg menandai spam pada sebuah akun yg tidak saya ingini untuk berkomentar,,, maka sebanyak apapun dia berkomentar maka komentarnya tdk akan pernah muncul. atau mungkin jika sy jail sy bisa edit komentarnya agar menjadi sedikit lebih sopan atau bahkan sebaliknya dan tidak menyudutkan sy namun itu semua tidak sy lakukan karena saya pikir kasus ini pelajaran buat kita semua termasuk diri saya sendiri dan siapapun punya hak untuk berkomentar termasuk seorang pengecut yg berkomentar pedas namun hanya menggunakan nama palsu dan akun abal abal yang tidak bisa sy kirimi email guna memberikan sedikit penjelasan.

    Oke deh,,, Terimakasih buat managemen rs fatmawati yg telah menindaklanjuti dg serius pengaduan saya juga terimakasih buat semua yang terlibat memberikan masukan serta komentar agar pelayanan BPJS menjadi semakin baik seperti yang kita ingikan bersama.

    Wassalam.

  105. arieni says:

    semua kerjaan harus dijalani dengan iklas….jd dokter pun klo ikhlas, biar jam kerjanya tinggi pasti ga ngeluh. semoga kondisi bang oce membaik. dan semoga ” Dokter Giri” dan oknum2 dokter yg kelakuannya mirip dokter Giri lekas sadar. hargai pasien…..

  106. rajoandi says:

    Batagor manusia aneh, dokter yang kirim surat ke Jokowi lebih aneh lagi, pakai hitung-hitungan biaya segala, seharusnyu lu kuliah di Ekonomi, bukan Kedokteran. Ingat sumpah dokter Indonesia yang mengacu ke sumpah Hippocrates.

  107. batagor says:

    Yth. Bapak Oce,

    kalau tidak ada kejadian dokter giri apakah anda akan menulis mengenai profesi dokter dan perawat yang baik disini? kalau saya baca semua komentar pasien rakyat indonesia rata rata negatif, tapi giliran dibantu tidak pernah berkomentar positif di media. Saya cuma meminta agar pasien adil, saya tidak bilang dokter giri benar, tapi saya juga tidak bilang anda benar, anda berdua salah.

  108. ocekojiro says:

    @Batagor.

    Di blog ini sy sdh beberapa kali menulis tentang dokter bahkan diantaranya sy tulis thn 2009 dan 2010 dan semua yg sy tulis selalu baik serta apa adanya.

    Boleh anda cek disini :

    dr Ludin Gultom SpPD K HOM. https://ocekojiro.wordpress.com/2010/05/27/dr-ludin-gultom-sppd-2/

    dr Supriyadi. https://ocekojiro.wordpress.com/2010/05/21/dokter-supriyadi/

    dr Murshida SpPD. https://ocekojiro.wordpress.com/2014/09/23/dr-mursida-sppd/

  109. Pukovisa says:

    Yth bapak yang menulis artikel ini, saya turut berduka & menyesalkan atas kejadian yang bapak alami. Saya dokter, memang bukan spesialis penyakit dalam & hematolog, namun sebagai sejawat, saya meminta maaf atas apa yang bapak alami. Sebagai sekedar saran, maaf jika tak berkenan Pak, ada baiknya bapak bisa menempuh jalur yang lebih tepat dari penanganan konflik hubungan dokter pasien. Bapak bisa kirimkan surat kronologis ini dg nama terang dokter yg dimaksud ke komite medik RS Fatmawati. Jg bs adukan dg berkirim surat resmi hal yg sama ke MKEK (Majelis Kehormatan Etika Kedokteran) IDI dapat dikirimkan dg alamat surat PB IDI di jl sam ratulangi (lengkapnya bisa digoogling). Menjadi tugas & wewenang lembaga2 tersebut untuk menegakkan profesionalisme di RS & profesi kedokteran Indonesia. Hal ini lebih efektif ketimbang menulis di blog, yg takkan ada solusi kecuali menjadi perbincangan saja. Terimakasih atas masukan & saran, mohon doakan profesi kedokteran di Indonesia makin baik. Semoga lekas sembuh juga untuk bapak. Terimakasih

  110. Eddy Martin says:

    GILAAAAAA IDI HARUS MEMBENAHI MENTAL ANGGOTANYA YG SEPERTI PREMAN PASAR INI…!!!

  111. ahmad fathi says:

    Menurut saya tidak sebaiknya tulisan ini ada ditengah usaha medis memperbaiki pelayanan dengan support pihak lain yang minimal.
    dalam tulisan diatas, posisi dokter itu dirumah sakit menjadi posisi anda di tulisan anda. Dan posisi anda dirumah sakit ditempati dokter itu dalam tulisan anda. di rumah sakit anda sebagai objek, di tulisan diatas dokter menjadi objek (dalam versi penulis).
    dari keadaan ini saya harap kedua pihak menyelesaikan secara baik-baik, karena dengan (hanya) melihat dari tulisan diatas, kesimpulannya adalah belum ada inisiatif baik untuk perbaikan, mohon kritik yang sopan dan membangun untuk perbaikan pelayanan medis kita di Indonesia. (no offense)

  112. Pche says:

    Sangat menyesal mendengar RS di Indonesia melakukan hal seperti ini. Kasihan orang-orang yang memang membutuhkan pengobatan diperlakukan seperti itu. Kayak ngga ada niat untuk membantu. T.T
    Sekedar info aja, kemarin ini teman saya ada yang berkonsultasi di sebuah perwakilan RS kanker Guangzhou di Jakarta. Mungkin di sana bisa dapat jalan keluar yang lebih baik, katanya konsultasinya gratis. Nanti bisa langsung ketemu sama dokter onkologi nya katanya. mungkin bisa dicoba, siapa tau membantu, soalnya teman saya berobat di sana. Contact personnya 0812-8616-52**

  113. sabar om. get well soon. nanti pasti akan ada balasannya untuk orang seperti itu

  114. semoga dengan adanya peristiwa ini akan membuat lembaga BPJS akan makin agresif menindaklanjuti keluhan ini dan akan semakain baik lagi pelayanan kesehatan yang menjadi ikon pemerintahan saat ini, saya juga sebenarnya banyak berdiskusi dengan bu Atmi Reseva, semoga orang2 yang peduli seperti beliau makin banyak mengawal sistem yang sudah berjalan ini dengan membenahi hal2 yang masih kurang ….. prinsipnya kita setuju jangan sampai ada orang2 yang terlibat dalam RS seperti dokter ini, bukan malah sembuh bisa2 akan semakin parah sakitnya, di RSUD Cengkareng dari 4 dokter yang beriinteraksi selama 2 bulan ini di bagian syraf dan ortopedi sangat femiliar dan membangkitkan semangat untuk cepat sembuh serta tersugesti dengan keramahan dan cara penangannnya yang sangat baik, bahkan saya lihat mau sholat zahuhurpun mereka kadang2 harus mencari waktu yag tepat demi pasien yang ditanganinya …. semoga pelayan kesehatan melalui BPJS ini makin baik …. saya sudah bisa menikmati sistemnya saat ini …..

  115. Rais says:

    kalo dibaca alur ceritanya… sepertinya manajemen RS harus benar2 mengecek & mericek spy para tenaga medis yg bekerja bisa lebih sopan, meski saya tahu kalo jasa tenaga medis dari bpjs itu gak sebesar jasa kuli bangunan. Saya tahu karena istri saya dokter jg.
    Semoga pemerintah mau membenahi sistem bpjs. Jadi sama2 senang. pasien sbg rakyat senang, tenaga medis (dokter, bidan & perawat) jg pd senang. Jangan kita semua secara langsung mengadu dombakan sesama rakyat krn ketidaktahuan akan kesemerautan asuransi bpjs tersebut.

  116. Lian K says:

    pak Oce salam kenal…..semoga Pak Oce selalu diberikan kemudahan dan kesehatan segera pulih. Aamiin.

    Yang menggelitik hati saya adalah, sebenarnya apakah motivasi untuk menjadi seorang dokter ?
    apakah pekerjaan ini terlalu bergengsi atau karena materi. saya harap tidak demikian.
    Banyak sekali dokter yg berhati mulia, yg tidak pernah menarik biaya dari pasiennya ataupun jasa2 yang lainnya. karena kasus disini Pak Oce adalah seorang pasien jelas saja berhubungan dengan dokter, dan keluhannya pun pasti dengan dokter (profesi).

    Sebenarnya bukankah profesi apapun itu sudah ada tanggung jawab, resiko dan tentu saja etikanya. Jika suatu profesi dituntut dengan jam kerja yang tinggi, tapi gaji yang kecil, sering dimarahi klien atau atasan, mendapat kritikan dan teguran itu hal yang wajar yg sseharusnya bisa dijadikan pelajaran. tidak perlu tersinggung dan marah sebagai pelaku sebuah profesi. cukup tahan emosi dan jadilah lebih baik.

    Saya juga bekerja sebagai pelayan publik, klien yang saya temui bermacam-macam, dan profesi saya menuntut untuk memberikan pelayanan yang ramah dan mempermudah, meskipun terkadang ada klien yang nyolot, arogan, dan sangat tidak menyenangkan.

    Jadi ayolah……….jangan mengukur profesi seseorang dari mahalnya sekolahnya, biaya prosesnya, lelahnya menjalani profesi, toh itu sudah menjadi pilihan, kalau memang tidak suka/tdk sanggup ya tinggalkan saja………

  117. aden.bodonk@yahoo.com says:

    Itulah kualitas dokter di indonesia…walaupun sy yakin ada jg dokter yang baik. hati… tp kebanyakan sm pasien yg dianggap miskin kurang bersahabat… dalam merawat tdk dilandasi ketulusan dan keihklasan…. berorientasi pada materi / provit…… Mohon kinerja dokter di evaluasi…. mana peran dan fungsi IDI….

  118. Dian AW says:

    kayak gitu bisa dilaporkan ke IDI atau sekalian ke pengadilan gak kalo misalkan gak ada tindakan langsung dari IDI? RS Pendidikan?jadi dokter2 muda itu mau dididik jadi tidak bertanggungjawab atau gimana kalo contohnya saja kayak begitu?

  119. Om abie says:

    Saya salah seorang dokter umum di Riau. Sebagai seorang dokter umum saya memohon maaf atas sikap guru2 saya yg kurang berkenan terhadap pasien. Saya mungkin belum pernah kenal dengan dr. G ataupun dr. M yg bapak tuliskan. Tetapi sebagai dokter yg pernah menjalani stase koas di RS pendidikan tentu saya sangat mengerti stressor yg dihadapi dokter-dokter spesialis di RS pusat rujukan nasional.

    Pasien perlu dimengerti, begitu juga dokter. Kejadian yg bapak alami adalah makanan sehari-hari para dokter koas dan residen di RS pendidikan. Makian, umpatan, dilempar file status pasien, bahkan dipermalukan di depan pasien sering kami alami. Apa reaksi kami? Tentu kami sedih, menangis, malu, marah kepada dokter konsulen tsb. Tetapi satu hal, kami TIDAK PERNAH DENDAM karena kami MENGERTI kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia pada umumnya. Rasio dokter:pasien di RS pemerintah sangat lebar, beban kerja yg dialami spesialis terlalu besar, satu saja pasien yg (maaf) bertingkah akan sangat menguras energi dan menyebabkan emosi.

    Dokter adalah manusia biasa yg mungkin tidak selalu bisa tersenyum dlm keadaan lelah menghadapi ratusan pasien. RS Fatmawati adalah RS rujukan nasional dimana sebanyak apapun pasien mau tak mau harus ditangani walaupun harus dirawat dilorong-lorong RS krn ruangan relatif sedikit dan tentu saja tenaga kurang. Berbeda dgn RS swasta dmn pasien dibatasi dan beban kerja dokter telah disesuaikan.

    Saya yakin bapak pasti divisite dokter spesialis penyakit dalam setiap hari walaupun bukan oleh SpPD KHOM seperti yg bapak harapkan. Dokter SpPD biasa mungkin cukup melaporkan kepada dokter SpPD KHOM via telp apabila diperlukan. Begitulah siasat yg dilakukan utk mengatasi terbatasnya SDM. Yg perlu bapak ketahui, di provinsi lain pasien leukemia cukup ditangani oleh SpPD biasa karena konsultan hemato onkologi di Indonesia masih terbilang kurang. Bahkan kadang pasien leukemia visitenya diwakilkan dokter umum ruangan jika SpPD berhalangan krn kesibukannya, dokter umum mungkin hanya memberitahukan kondisi pasien via telp.

    Sikap dokter yg bapak terima mungkin adalah salah satu bentuk stres yg dialami dokter di RS pemerintah apalagi pada era BPJS. Dan tidak semua dokter bersikap seperti yg bapak alami dalam menghadapi stressor. Selama rasio dokter:pasien terlalu lebar dan sarana prasarana kesehatan tidak ditingkatkan, maaf mungkin pelayanan terbaik belum dapat diberikan.

    Saya tidak bermaksud membela dokter RS Fatmawati. Tapi hanya menyampaikan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia pada umumnya, semoga bapak dan para pembaca mengerti.

    Anggaran utk kesehatan masih jauh dibawah 5% APBN, belum sesuai amanah UU. Mungkin kesehatan bukanlah lahan yg basah utk digarap, walaupun isu kesehatan sangat seksi sbg bahan kampanye. Dokter mungkin bukan penulis yg baik pun bukan politikus yg handal. Oleh karena itu marilah kita bersama memperbaiki pelayanan kesehatan di Indonesia, karena semua berpangkal dari kebijakan politik para pemimpin kita.

    Akhir kata saya berdoa semoga bapak lekas diberi kesembuhan. Smoga bapak masih tetap semangat berkarya dan menulis.

    Salam
    @kangmassab

  120. boedie says:

    Saya paling tidak suka kalau ada dokter yang mengeluhkan betapa beratnya beban kerja mereka dan atau betapa tidak seimbangnya upah yang mereka dapatkan. Saya pikir itu lucu sekali karena dulu sewaktu akan mengambil jurusan kedokteran apakah mereka tidak paham akan dunia kerja yang mereka hadapai nanti? Aneh kalau mereka sama sekali tidak memiliki gambaran riil tentang itu sebelumnya. Entahlah kalau dulu mereka cuma bisa melihat mobil mewah, rumah indah, atau jas keren orang-orang yang sudah menjadi dokter. Kalau sekarang kenyataannya misalkan upah tidak mencukupi jangan jadikan pasien menjadi sasaran pelampiasan. Itu hanya akan membuat citra dokter yang saat ini sudah buruk (mata duitan, tidak profesional, suka seenaknya, dll) akan semakin nadir. Saya tidak menggeneralisir semua dokter begitu. Masih banyak kok dokter yang baik tapi kebanyakan memang begitu.
    Anda para dokter punya wadah IDI. Jadikan itu sarana perjuangan anda. Tunjukkan tajinya. IDI jangan cuma bisa jadi macan ompong. Dulu ada kasus IDI v mantri kesehatan (perawat) yang kemudian kasusnya dimenangkan mantri. Ada juga kasus IDGI v para tukang gigi dulu yang kemudian dimenangkan tukang gigi. Silahkan digoogling aja kasus-kasusnya. Kalau anda masih tidak puas pindah aja ke tempat kerja lain atau ke LN. Mungkin di sana anda bisa mewujudkan impian anda. Kalau masih tidak puas juga silahkan lepas profesi dokter anda dan menjadi pengusaha atau pejabat. Dijamin anda akan jauh lebih cepat kaya.

  121. batagor says:

    “Anda para dokter punya wadah IDI. Jadikan itu sarana perjuangan anda. Tunjukkan tajinya. IDI jangan cuma bisa jadi macan ompong. Dulu ada kasus IDI v mantri kesehatan (perawat) yang kemudian kasusnya dimenangkan mantri. Ada juga kasus IDGI v para tukang gigi dulu yang kemudian dimenangkan tukang gigi” ——) anda korban media yang salah memberikan informasi, kasusnya bukan mantri vs IDI tapi mantri vs salah seorang masyarakat, karena masyarakat tersebut memenjarakan mantri itu.

  122. erly says:

    Diatas ada dokter yang berkomentar bodoh supaya kejadian ini tidak usah di tulis di blog tapi di adukan ke komite medik RS Fatmawati, karena percuma katanya, hanya akan menjadi bahan perbincangan. Saya justru berpikir sebaliknya kalau kejadian ini tidak diceritakan justru dokter dokter yang semacam itu yang keenakan, bahkan mungkin bisa juga tidak akan ada solusinya, masalah ini tenggelam bersama masalah masalah lain yang tidak terpublikasi. Masih bagus juga nama dokternya ga disebutin, kalo disebutin bisa di bully rame rame se- Indoneia tuh. Mungkin sebentar lagi media media besar akan memberitakan masalah ini dan mencari tahu siapa dokter yang tidak berperasaaan itu.

    Semoga dengan tulisan2 di blog ini bisa mengubah sesuatu menjadi baik

  123. batagor says:

    Yth. Bapak Oce,

    Setelah saya membaca semua cerita bapak, sebetulnya tidak ada niat bapak untuk menyudutkan profesi tertentu, sebaiknya bapak segera melakukan klarifikasi karena banyak oknum-oknum masyarakat/organisasi masyarakat yang salah sasaran pada dokter muda, padahal ini masalah pribadi bapak dengan dr. G, bukan rakyat vs dokter muda, sebagai teman baik banyak dokter, bapak pasti mengetahui bahwa pendidikan dokter sangat berat dan banyak yang bisa bersahabat dengan bapak, hanya dr. G saja yang bermasalah dengan bapak, tetapi tanggapan oknum masyarakat di bawah ini :

    GILAAAAAA IDI HARUS MEMBENAHI MENTAL ANGGOTANYA YG SEPERTI PREMAN PASAR INI…!!!”
    “Sudah saatnya Kementrian Kesehatan bertindak tegas kepada dokter2 bermoral bejat yang taunya hanya mengobati duitnya pasien daripada penyakitnya pasien.
    yg namanya dokter ga tau aturan adalah mesin2 pembunuh pasien”
    “Dokter itu adalah jiwa penolong sebagai perantara tuhan bukan orang seperti itu sama sekali tidak memiliki mental untuk melayani bahkan bisa menjadi pembunuh keji yang berseragam dokter.”

    bahwa dokter dikatakan pembunuh, bermoral bejat dan preman pasar, ini adalah fitnah dan pembunuhan karakter yang sudah dilakukan oleh masyarakat yang kurang bertanggungjawab, ya betul beberapa dokter arogan, tetapi sebagian besar masyarakat juga arogan, lihat saja dari komentar komentarnya. Perlu bapak ketahui, bahwa saat ini gaji dokter yang baru lulus sebesar 2,5 juta saja masih ditahan oleh pemerintah sehingga 2 bulan ini mereka tidak gajian sama sekali padahal tidak ada bantuan biaya hidup seperti perumahan dan makanan sehingga semuanya nombok dan dokter tersebut ditempatkan di daerah yang biaya hidup tinggi seperti papua dan ntb. Mohon jangan salah sasaran pak, jika ada masalah dengan oknum dokter tertentu, jangan membuat persepsi kepada masyarakat yang salah mengenai dokter yang lain, sehingga menyebabkan oknum pejabat yang sebenarnya bisa memperlakukan dokter yang tidak bersalah sebagai babu dan kambing hitam.

  124. kue donat says:

    test

  125. inna says:

    BpJS itu gk gretonk lhoo..
    Laporin aja mas dokter ybs ke IDI dengan surat terbuka or tulis ke kolom di koran terkemuka d ibukota biar semua org baca gmn bobroknya sebagian besar dokter kita yg niatnya cuma cari duit.
    memang gk semua dokter spt itu, tp memang ada dokter yg lupa akan sumpah dokternya
    After all..syafakallahu..laa ba’tsa thohuruun..semoga sakitmu jadi peluruh dosa2mu..
    Sebagai org yg beriman kita tetap berdoa sm Allah yaa.
    After all..Syafakallahu..Laa b

  126. novhy says:

    Yg sabar yaa..semoga lekas sembuh..
    Bkn mksd mau membela dokter.
    Bnyk cerita yg sm dr berbagai rs manapun sm kejadiannya seperti.
    Tetapi dokter hanyalah dokter.
    Yg mengikuti prosedural rs.
    dya mungkin ga tega jg..tp mau bgmn lg..
    Dya digaji oleh rs.
    Untuk menyandang status dokter pun tdk murah.
    Salahknlah rs.

    Smga kita selalu diberikan kesehatan.
    Amiin

  127. bgd says:

    memang ga semua dokter gitu,dokter belain rekan seprofesinya jg ga masalah baik itu rekannya yg berani maupun yang pecundang. tp dokter yg tak bertanggung jawab atas sumpahnya hrs dihindari biar ga ada pasien korban berikutnya..biar kita semua tau orgnya yg mana mgkn boleh dishare nama lengkapnya pak oce, atau mgkn temen2 profesinya punya foto dokter yg bersangkutan boleh dong dishare fotonya ,kalo boleh sih hehehe..semoga cepat sembuh..

  128. Agent Oso says:

    Pada dasarnya BPJS itu program yang sangat baik. buktinya dengan adanya bpjs rumah sakit jadi penuh….KENAPA…!!!
    karena masyarakat miskin yang tadinya takut berobat karena takut tidak mampu bayar atas pengobatan penyakitnya, maka sekarang pemerintah sudah memfasilitasi dengan bpjs…..TAPI….
    ada sisi kekurangannya…APA…!!!
    bagi karyawan/pekerja yang biasanya bisa memilih rumah sakit dan dokter mana yang pelayanannya baik menjadi tidak bisa lagi dan diharuskan ke klinik bpjs sesuai faskes yang dituju saja. dan karyawan tidak bisa rembes/Claim ke PT untuk penggantian biaya berobat…
    KENAPA saya bilang KeKurangannya…!!!
    karena setiap klinik tidak selalu memberikan pelayanan yang sama dan baik.
    “ada klinik yang memberikan pelayanan yang baik dan ada juga yang tidak baik”
    untuk klinik yang memberikan pelayanan baik alasannya itu kewajiban.

    n untuk klinik yg tidak memberikan pelayanan dengan baik alasannya karena BPJS terlalu murah.

    saya pikir bagus pasien mengomentari atas keluhan yang dialami karena akan semakin banyak yang tau akan kekurangan yang perlu dipenuhi. “semakin banyak yang tau jadi semakin baik”.

    —> jadi itu akan menimbulkan diskusi dan mengasilkan solusi pada akhirnya.

    dan dokter atau pihak rumah sakit juga sebaiknya mempertimbangkan apa yang menjadi keluhan pasien karena memang itu adalah tugasnya.

    untuk pihak rumah sakit yang “katanya” bpjs dibayarnya kecil, itu sebaiknya bukan diutarakan ke pasien sebagai sasaran tembak. tapi utarakan ke pemerintah. “jangan salah sasaran”.

    n jika ada yg katanya “OKNUM” lebih baik pihak RS langsung menindak oknum tersebut agar nama RS tidak terlanjur jelek n ditinggalkan lalu menjadi sepi n berakibat kerugian dalam hal bisnis.

    dan untuk pihak pemerintah sebaiknya ada blog situs pengaduan pasien yang resmi agar keluhan bisa cepat ditangani dan tidak kadaluarsa.

    salam
    saya yang pernah sakit juga.🙂

  129. Diana says:

    Turut prihatin dgn kejadian mas Oce… semoga mas oce segera diangkat sakitnya dan dpt kembali beraktivitas penuh. Sy lihat mas oce ini punya potensi yg besar… tetap semangat ya mas.

    Salut dan terima kasih ke mas oce yg tdk memblokir komentar mas @Batagor dan dr. Bambang yg terlihat tdk searus dgn komentar2 yg ada disini. Dalam banyak point sy setuju dgn pendapat beliau berdua. Ini forum umum, bagus jika kita mendapatkan argument dr sisi yg beda sehingga kita bisa menilai suatu masalah scr holistik

    Sesuatu hal yg terjadi, mungkin tdk sesederhana yg kita lihat… ada banyak hal yg melatarbelakangi. Dokter G mungkin korban dr amburadulnya sistem pemerintah dibidang kesehatan. Ingat lho dokter juga seperti kita, yg ingin mendapatkan hasil yg wajar dr effort yg kita keluarkan

    Demikian juga mas oce juga bukan orang yg arogan… sy bisa merasakan betul psikologi orang yg diberikan ujian Allah sakit yg sangat berat ini. Mas oce butuh support dan merasa diperhatikan

    Semoga berkenan. Diana

  130. batagor says:

    Banyak media berkomentar negatif terhadap dokter, memang semua profesi pasti ada sisi buruknya, saya kasih rahasianya ketika bertemu dengan dokter jangan keluarkan komentar komentar ini :

    ” jadi dokter mahal ya dok? dulu sekolah kedokteran dimana? sogokannya berapa?”
    ” dokter gimana, saya ga dapet dapet kamar, mungkin karena dulu sekolah kedokterannya mahal, jadi karena saya pasien bpjs jadi ga dikasih kamar”
    ” saya sudah minum obat ini tapi ga sembuh sembuh, dokter dulu kuliah dimana? mungkin sekolahnya nyogok kali, makanya obatnya yang dikasih jelek dan mahal”

    Pencabutan beasiswa di bidang kedokteran dan pajak alat2 kesehatan mahal salah siapa? berapa orang dokter duduk di pemerintahan?? Mohon jangan cari kambing hitam atas bobroknya sistem pendidikan dan kesehatan negeri ini. Masih mending ada yang mau jadi dokter dan ikut menanggung beban biaya kesehatan sekitar 10 tahun kuliah dan itu bukan sogokan, karena jujur -saja teman-teman saya yang masuk fakultas kedokteran rata rata dulu 10 besar di kelas dam termasuk orang2 pintar. Dokter tidak boleh arogan saya setuju, tapi pasien juga jangan arogan. Hanya berani terhadap tenaga medis yang lemah, ketika dipertemukan dengan pejabat/petinggi pada mingkem semua. Mohon maaf jika profesi anda berhubungan dengan keuangan di negeri ini seperti anda kerja di ba**, pak, anggota dew, anda juga tidak lebih baik karena andalah yang aslinya penghisap duit rakyat dan mencari kambing hitam kesehatan.

  131. batagor says:

    test

  132. imamputramunandar@yahoo.co.id says:

    coba dirundingin baik baik dengan pihak yg bersangkutan, alangkah baiknya semua curahan ini di adukan dengan pihak yang terkait ,sepert dokternya ,manajemen rumah sakitnya atau semacamnya ,,ingatlah kita semua manusia ,,

  133. batagor says:

    Yth. Mbak Diana dan Mas Oce,

    Terimakasih karena bisa melihat dari 2 sisi. Semoga kalian sekeluarga selalu berbahagia dan sehat selalu. Maksud saya jika “ada beberapa oknum2” yang murni mau membela mas Oce sebaiknya datangi dokter Giri secara langsung dan ungkapkan apa yang kalian rasakan, karena komentar kalian justru tidak mengenai dokter Giri, beliau bukan dokter muda dan sudah lulus dari spesialis penyakit dalam universitas Indonesia (jurusan yang sangat sulit dimasuki oleh seorang dokter, kemungkinan justru yang kena adalah kambing hitam dan orang2 yang tidak bersalah yang jadi korban. Pejabat yang korupsi di pusat dan daerah jadi mempunyai alasan untuk menahan tunjangan kerja dan lain lain dan telat membayar gaji atau semakin memberatkan pendidikan dokter yang saat ini sudah semerawut karena pemerintah banyak menghapus tunjangan dan subsidi untuk rumah sakit dan fakultas kedokteran dan yang menikmati justru bukan rakyat, namun yang menikmati malah orang pjak, kuang** dan pejbt. Saya sangat menghormati masyarakat yang bisa melihat dari 2 sisi.

  134. talas says:

    Semoga yang sakit cepat sembuh
    Semoga masyarakat banyak yang sehat
    Semoga tenaga medis dan paramedis dokter dan perawat tidak dijadikan korban sistem

  135. dina says:

    Sungguh miris prihatin ada dokter yg marah2 dan berucap understimate ke pasien. Numpahin stress jgn sama orang sakit. Sangat tdk gentlemen.
    Tidak ada yg menyalahkan dokter yg baik.
    Jadi mau bagaimana yg hitung2an tadi? Mau rakyat kembali berobat ke dukun aja?
    Tidak ada yg mau jadi pasien bahkan milyuner sekalipun (kecuali pasien operasi plastik)
    Pasien tdk pernah menyuruh seseorang masuk jurusan kedokteran, bukannya itu pilihannya sendiri utk jd seorang dokter?
    Menurut saya profesi dokter, perawat dan guru itu mesti bekerja dg ikhlas.
    Tidak pantas pasien disuruh ikut merasakan gimana capeknya seorang dokter
    Secapek2nya dokter tetep sehat kan? Alhamdulillah karunia yg mesti disyukuri salah satunya adalah nikmat sehat.
    Semoga BPJS terus berlanjut. Yakin rakyat mau ke dokter. Kalau BPJS ga ada mungkin rakyat kembali berobat sendiri atau pergi ke dukun lagi.
    Semoga semua kembali rukun ya Aamiin.. .ga lucu ribut2 di blog orang sakit Leukemia….tidak ada niat comment2 dari masyarakat menyalahkan dokter dipukul rata.
    Sekian

    Salam,
    Dari yg masih bolak balik RS🙂

  136. Intan putri says:

    Kanker itu bukan penyakit main main. Wajar kalau pasien ingin bertanya dan betemu dengan dokter yang merawatnya. Kita tau dokter bebannya berat. Dan dokter Giri juga manusia. Karena manusia tak bisakah sedikit lembut dengan pasien yang menderita sakit parah? Jika dokter giri diposisi sebaliknya, menjadi pasien leukimia. Bisakah anda bersabar? Dokter giri semoga anda menyesal dan minta maaf.

  137. April says:

    Silahkan dipelajari pak sebagai alternatif pengobatan.
    raabidin.com/2014/12/08/keampuhan-ecct-dalam-mengatasi-kanker/

  138. ayu says:

    Itu dokter pasti lagi kejar setoran, buat bayar kredit mobil2 mewah sama rumah. Coba kalo pasiennya bule2 seperti di Bali, di kunjungi 3 kali sehari dah.. 😀

  139. batagor says:

    Ya betul dokter memang tidak boleh arogan saya sangat setuju,

    Pendidikan kedokteran selama 10 tahun-15 tahun sudah biasa dinasehati seperti itu atau kalau yang disini disebut dimarahi, apalagi kalau dokter Giri lulusan Penyakit Dalam FKUI, beban pendidikan sangat berat, sebetulnya apa yang dokter Giri sampaikan/nasehatkan pasti mirip dengan yang beliau terima saat kuliah. Sistem pendidikan memang keras dan berat dan berbeda dengan di luar negeri pemerintah tidak mau menanggung biaya pendidikan, kalau sekedar dimaki itu sudah biasa oleh perawat, bidan, keluarga pasien, anggota dewan dan lain lain, sudah biasa selama pendidikan mendapatkan hinaan dan caci maki dari tenaga paramedis maupun masyrakat yang arogan, makanya jika sudah berhasil melewati 10-15 tahun kuliah dan menyandang predikat dokter spesialis penyakit dalam saya yakin secara etika dan mental sudah sangat kuat. Jika tidak, tidak akan mampu menyelesaikan kuliahnya.
    Sudah biasa dokter sakit dan selama 10-15 tahun tidak ada asuransi kesehatan yang menanggung, kalau dokter minta sesuatu dibilang manja, selama pendidikan 10-15 tahun jika ada anggota keluarga yang sakit misalnya ayah dan ibu kandung atau anak kandung sakit belum tentu dapat melihat atau menemani dan biayanya kesehatan yang sangat menukik tajam dokter pun sangat paham karena jika keluarga sakit tentu harus membayar, tak jarang keluarga atau dokter itu sendiri jika sakit pun mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan. kita simpulkan ini KESALAHAN SISTEM bukan hanya sistem kedokteran tetapi kesalahan seluruh sistem di negeri ini

    Berani mengubah sistem negeri ini? atau hanya berani menyerang sesama korban dari keambrukan sistem di negeri ini? Saya salut dengan masyarakat yang menuntut pelayanan kesehatan yang lebih baik, tetapi jika hanya berani dengan tenaga medis yang tidak punya daya untuk merubah keadaan, sistem tidak akan berubah, malahan tambah buruk.

  140. Dimas says:

    Dear bro mas oce, semoga kesembuhan menjadi ganjaran atas kebaikan dan kesabaran masbro oce selama ini. Turut menyesal atas kejadian yang dialami beberapa waktu lalu, semoga tidak terulang kembali. Sebagai seorang anak yang sering menemani ayahanda di rumah sakit, saya mengerti perasaan mas oce saat itu. Semoga Allah senantiasa melapangkan hati dan rizqi kawan-kawan tenaga medis.

    Dear bro batagor, saya juga sangat menghormati anda yang bisa melihat dari 2 sisi.😉

  141. BJPS Oh BJPS.. Pengelaman saya pertama kali memeriksakan kesehatan istri di MardiUtama Kudus, dengan Menggunakan BJPS
    Saya Heran Kenapa pemeriksaan BPJS degan Non BJPS di Bedakan
    BJPS dipandang sebelah Mata.

    Sikap Acuh terlihat saat mendaftar di Pendaftaran.
    Kemudian Berlanjut saat pemeriksaan
    Yg saya tau biasanya kalo periksa ke dokter, Masuk 1 pasien dan di periksan dokter itu sendiri, tadpi ketika saya berobat kali ini, 3 Orang Sekaligus masuk, Setelah masuk ternyata yg memeriksa asisten dokternya.
    ditimbang, di tensi, dan sudah.
    DOKTERnya??? Dokternya hanya memegang Bolpin, menulis resep.
    OOoo Bengini Ya Pelayanan Mardi Utama , dengan BPJS

    tidak hanya saya banyak teman-teman juga di Kudus, mengeluh berkaitan dengan BJPS.

  142. Yang sabar ya Mas.. Semoga Allah SWT memberikan Kesembuhan Amin amin amin

  143. deechan says:

    astagfirullah, baca artikel ini kepingin marah dan nangis.

    kl memang beliau sebagai ‘org berpendidikan’ tdk berniat untuk membantu menolong, yasudaa jgn jd dokter!? untuk apa marah2 dan menyakiti org lain apalagi sdg mendapatkan cobaan penyakit

    insyaa allah ‘org berpendidikan’ tersebut akan mendapatkan balasan yg lbh hebat. bukan dr anda, tp dr tangan Tuhan lsg.
    bersabar dn bertawakal selalu saudarakuu

    @batagor: kata2 anda sangat menyakiti ‘babu RS (dokter, perawat, dll) saya seorang perawat, dan anda seharusnya berbicara dgn kata2 yg baik. kami adalah sebuah profesi. jgn jadikan kami semua jelek hny krn cara pandang anda thdp satu org buruk, menjadikan semua.a buruk pula

  144. Sebastianus Maryono says:

    Yth. Mas Oce

    Saya sebagai dokter, turut prihatin atas perlakuan seorang dokter, pada saat anda sedang dirawat di RS. Tindakan anda terhadap hal ini, dengan menuliskan di blog dan melaporkan pada Manajemen RS, saya setuju sekali. Pihak RS juga sdh merespons dalam waktu seminggu, yang kemudiaan menindaklanjutinya dengan memberikan sanksi pada dokter tsb.

    Tulisan Mas Oce, agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, hal ini yang menyentuh saya. Meskipun kejadian ini, adalah ” ulah oknum dokter “, sehingga tidak bisa digeneralisir. Namun saya melihat kejadian ini menjadi suatu keprihatinan buat negara kita. Karena dengan semakin majunya pelayanan Kedokteran di tanah air yang kita cintai ini (seperti: banyaknya RS dg alat kedokteran yang canggih, dan jumlah dokter spesialis, penemuan-penemuan baru pengobatan, dll) rasanya tidak seiring dengan meningkatkatnya kepuasan/persepsi yang baik pasien pada pelayanan. Entah itu, pelayanan dokternya, perawatnya, sarana prasarananya (tidak ada kamar inap, ICU penuh), sistem pembiayaannya (BPJS, dll). Hal ini, biarlah pengambil kebijakan yang bisa merenungkan. Ada apa yang salah dari kita.

    Dokter sebagai profesi yang luhur, sejak lama (jaman Hippocrates) mempunyai kaidah dasar moral bagi seorang dokter, yaitu:
    1. Beneficence (bermanfaat): harus berbuat yang terbaik untuk pasien (do good for patients)
    2. Non-malificence (tidak berakibat buruk): tidak boleh bertindak membahayakan pasien (first do ho harms)
    3. Autonomy (bebas menentukan pilihan): pasien mempunyai hak untuk memutuskan mengenai perlakuan terhadap dirinya sesuai dengan sistem kepercayaan, nilai dan budaya yang dianutnya.
    4. Justice (adil): dokter harus memperlakukan secara adil terhadap semua pasiennya

    Mudah-mudahan pelayanan kesehatan di negara kita semakin maju, dengan kompetensi dokter yang bukan saja hard skillnya tapi juga soft skillnya. Dengan demikian Indonesia sehat, masyarakat seluruhnya sehat secara holistik dapat terwujud.

    Saya turut mendoakan,semoga penyakit anda bisa disembuhkan (tiada yang mustahil bagi Tuhan, bukan ?). Salam pada Isteri dan anak-anak anda.

  145. Kalau mau jadi dokter jangan jadi pedagang buat Dr. Giri

  146. pri says:

    Rumah sakit adalah hospital…….hotel juga disebut hopitality…semua memberikan pelayanan,tapi sayangnya RS yg disebut sbg hospital..pelayanannya banyak yg kurang sopan,kurang ramah….kalo cerita RS fatmawati,saya mengalami ketika almarhumah istri saya kritis,pihak RS baru nyuruh mencari ICU,alasannya Ruang ICU di RS Fatmawati penuh,seharusnya RS bisa membantu mencari ruang ICU di RS lain,bukan menyuruh keluarga mencari ruang ICU,krn tdk semua keluarga pasien tahu Ruang ICU..harusnya ada kerja sama antar RS,apabila RS yg dituju penuh membantu mencarikan RS lain yg masih ada tempat.akhirnya istri saya tdk kuat,dan wafat ketika mau diganti selang infusnya…….tapi itu sdh terjadi,dan semua kehendak Tuhan yg Maha Esa…jadi aku tdk bisa apa2….cuman menyayangkan,pelayanan RS yg minim……harga ruang RS VIP hampir sama dengan dengan kamar hotel….padahal pasien butuh penangan yg cepat…..andaikan pelayanan RS seperti hotel itu sangat bagus….seperti kita mau check in di hotel ternyata penuh,maka biasanya pihak hotel akan menawarkan hotel lain yg yg masih kosong..itu salah satu bukti pelayanan yg bagus. Karena harga ruang RS VIP sama aja harga kamar Hotel….berikanlah pelayanan yang bagus…,…

  147. hafiz says:

    Teringat 8 tahun yang lalu kawan menderita penyakit LUPUS ,,, Faiza maridtu fahuwa yasfin ,,, setiap penyakit pasti ada obatnya ,,, semoga leukimia yang diderita akan pergi jauh dan tidak kembali ,,, dan semoga kita selalu diberikan kekuatan atas semua musibah yang menimpa kita ,,, amien ,,, tetep semangat bang

  148. Masabodo says:

    Selamat sore,menarik sekali kalau ada debat masalah dr-pasien…
    Dokter sdh disumpah,sudah selayaknya dokter harus berkorban smuanya demi pasien
    Dokter jgn ngeluh beban kerja Vs gaji,kalo tidak suka silahkan pindah jalur
    Pendidikan lama,biaya besar,anak istri terabaikan,siapa suruh jd dokter,spesialis,subspesialis
    Anggaran kesehatan kecil,pemerintah gak peduli
    Pasien adalah raja,sedang sakit,pasti mengharapkan pelayanan prima dokter
    Bpjs gak gratis,peserta sudah bayar,masalah klaim kecil urusan sama pemerintah/bpjs
    ….semoga fakta smua diatas disadari smua masyarakat indonesia,dan saya berdoa,supaya masyarakat tidak ada yg berkeinginan jd dokter,susah melulu kayanya dokter tuh,tinggal tunggu waktu berjalan dimana dr subspesialis,spesialis sudah tua dan meninggal,sisa sebagian dr umum aja yg ada,trus dr umum mati deh,sisa masyarakat aja yg ada….nah gitu baru tuh pemerintah naikkan anggaran kesehatan,masing2 org ambil tuh duit buat berobat

  149. talasbogor says:

    bagaimana pendapat anda mengenai pasien penipu? pura pura sakit, pakai jatah jamkesmas orang miskin, kok media ga pernah meliput pasien penipu ya?

  150. cecep says:

    Om Oce, Saya doakan moga cepet sembuh ,tetep sabar yah.

  151. ROOFI says:

    Seharusnya BPJS malu, kalau memang tidak mampu sebaiknya kepala BPJS memgundurkan diri. Kasihan banyak nyawa kelas 3 melayang karena ketidakprofesionalan manajemen BPJS.

  152. Fitri Yani says:

    @ batagor
    setiap hak memang punya hak untuk berpendapat . tapi apakah anda itu gak capek dan gak ada kerjaan lainnya selain menjawab setiap komentar yg dilontarkan oleh komentator2 diatas?😀

  153. batagor says:

    Yth. Mbak Fitri Yani, sejujurnya cape juga mbak Fitri Yani, tapi demi mengungkapkan semua faktanya karena fakta banyak melenceng di masyarakat. Orang jujur mengungkapkan sering dimusuhi, dan semua kenyataan terasa menyakitkan tidak apa apa. Anda berpikir bahwa uang kuliah kedokteran untuk nyogok padahal salah satu wakil mantan pejabat yang katanya “memberantas korupsi” malah ikut mengambil uang mahasiswa fk, bukannya untuk membangun rs, dan memperbaiki fasilitas kesehatan malah ditilep oleh sarjana hukum itu dan kliennya, untung pejabat itu ahkirnya tertangkap dan saat ini dibui, tapi anehnya masyarakat meminta pejabat itu untuk dibebaskan, itulah masyarakat buta dengan kenyataannya orang yang nilep duit rakyat dan duit mahasiswa kedokteran malah dibela,

  154. donat says:

    nyimak

  155. ika says:

    Dokter juga manusiaa

  156. seperti biasa,orang2 yg berpendidikan TINGGI ,kadang tak memakai otak untuk bertindak,kadang naluri binatangnya lebih keluar daripada naluri manusia nya… dan masih berlaku di negeri ini… ORANG MISKIN DILARANG SAKIT…. *semoga cepet sembuh ya buat yg sakit..

  157. danet says:

    BPjs tidak gratis. rata2 pengeluaran perusahaan utk pos kesehatan terpaksa meningkat 2x lipat karena bpjs. karena karyawan lebih memilih program kesehatan yg disediakan perusahaan dibandingkan menggunakan bpjs. padahal perusahaan tetap dipaksa utk mengiur bpjs walaupun tidak digunakan karyawan. jadi saya rasa sudah sepatutnya minimal empati didapatkan oleh pasien bpjs.

  158. habisin aja orang kyak gtu gk bermnfaat banget

  159. donat says:

    Mau tanya sama mas2 dan mbak2 wartawan : Pak Bonar yang baik, saya mau tanya mas oche banyak cerita tentang dokter dari yang pelayanan baik (hampir semua dokter diceritakan yang baik mulai dari dr. M, dr. S, bunda dokter dan lain2) dan yang buruk (hanya 1 yaitu dr. G), kenapa yang pak Bonar tertarik hanya yang buruk (1 orang saja), Apakah wartawan tertarik untuk menyebarkan berita yang buruk dan negatif, soalnya saya belajar ilmu psikologi, disana dikatakan kalau masyarakat mendengar terus mengenai hal negatif, maka pemikiran masyarakat menjadi negatif, memberitakan yang buruk wajar saja untuk intropeksi, tapi yang baik tentu wajib diceritakan, misalnya ” Selama ini pasien selalu mendapatkan perawatan yang baik dan bahkan berteman baik dengan banyak dokter, namun baru kali ini pasien mendapatkan perawatan yang kurang baik dari seorang oknum dokter bernama X”. Kalau seperti itu bukankah lebih adil mas Bonar? Jadi masyarakat tidak disusupi oleh hal yang berbau negatif terus. Apakah jika media memberitakan hal yang positif korannya tidak laku. Saya rasa positif dan negatif harus berimbang dalam pemberitaan. Semoga mas Oce selalu dilindungi dan diberikan kemudahan.

  160. BATAGOR SOK SOKAAN says:

    @ BATAGOR === SOK PINTAR LU…

  161. Rizki says:

    @Batagor:
    “… Hanya berani terhadap tenaga medis yang lemah, ketika dipertemukan dengan pejabat/petinggi pada mingkem semua. Mohon maaf jika profesi anda berhubungan dengan keuangan di negeri ini seperti anda kerja di ba**, pak, anggota dew, anda juga tidak lebih baik karena andalah yang aslinya penghisap duit rakyat dan mencari kambing hitam kesehatan.”

    Saya bekerja di ba** dan kata-kata anda sangat menyakiti saya. Di industri yang highly regulated, kami juga memiliki etika.

  162. citra says:

    semua pasti ada hikmahnya pak oce….sabar ikhlas menjalaninya… dan manusia itu tidak luput dari salah dan dosa,,, bisa.khilaf dlm bertindak… jadi ga usah terlalu menyudutkan atau terlalu menyalahkan…pasien butuh dokter dan dokter butuh pasien…kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan itu berarti tdk ada bedanya….sama nilainya… untuk yg komen…ga usah kasar2 ah komennya…berikan saja support yg positif buat pak oce…
    semoga pak oce cepat sembuh, diangkat semua penyakit didlm tubuhnya dan sehat kembali seperti sediakala aamiin ya Allah…

  163. echaimutenan says:

    Semangat mas…aku juga ada pake bpjs….alhamdulillah dokterku bae2 cuma untuk dicover maksimal g bisa.. Jadi ttp harus sedia uang sendiri :”( hikz
    Sabar ya mas…semoga cepet sehat

  164. pengusaha farmasi says:

    Seruuu ya baca blog mas oci
    Btw Batagor nafsu bngt yaa disini, jng jng doi si dokter yg lg di bahas ya…. hhahaa

    Saya seorang pekerja di farmasi, kita sll ada yg namanya dana siluman, untuk apaa dana itu, yaa untuk di transfer ke rekening pribadinya dokter tsb, krna jika tdk d berika. Dana siluman tersebut, maka obt kita tdk terjual, atau tdk akan di tuliskan di resep, alhasil kita bs pailit, so… smoga para dikter yg ingin balik modal hbs2an untuk kuliah, tdk menghalalkan segala cara yaaa…. krna yg kita tau, dokter itu adalah pekerjaan yg mulia.

  165. aan says:

    dokter berbuat untuk mnolong pasien, mnyelamatkan nyawa itu kan kewajiban?
    dokter jg dpt hak kan dr kwajiban yg dijalankan?

    jd agak risih ada yg ngmng dokter mnangani pasien dgn baik g ditulis dimedia, klo itu emang kwajiban,

  166. Salam Kawan,
    Aku hanya bisa mendukungmu lewat tulisanku ini
    Dan, dalam hati aku hanya bisa meminta Alloh memberimu jalan terbaik.
    Tapi, aku sangat yakin kau adalah laki-laki perkasa yang punya harga diri.
    Lakukan perlawanan, karena kau sedang teraniaya.
    Seminimalnya, ayo bersama kita do’akan ‘para biadab berseragam dokter’ itu akan mendapat pembalasan pedih dari Alloh yang Maha Perkasa.

  167. christian says:

    Astaga bapaak… Pindah RS saja pak. Setahu saya, RSCM adalah RS yang ditunjuk pemerintah utk khusus menangani kanker dan leukimia seperti halnya RS jantung Harapan Kita. Ada teman kantor yang anaknya kena leukimia dan rawat jalan di RSCM sampai sembuh.

  168. PutraGubeng says:

    seru aja baca komentar dari si Batagor…ayo tulis lagi gor, cuma elu yg mampu…
    Buat Bang Oce…Alloh lebih taau siapa yang akan dilapangkan rizki dan kesehatannya…

  169. Dewi says:

    Untuk Pak Oce…
    Semoga bapak diberikan kesehatan…
    Memang tidak sepatutnya seorang dokter berlaku demikian… saya mendukung bapak telah mempublikasikan masalah yang bapak alami, sebagai kontrol sosial agar tidak terulang kembali pada orang lain sekaligus sebagai pembelajaran bagi ‘yang terhormat’ para dokter agar lebih bisa menghargai, tidak arogan dan lebih berempati kepada pasiennya.

    Untuk Para dokter:
    Melalui tangan bpk/ibulah terutama Allah menolong umatNya yang sedang menderita sakit. Adalah tugas yang sangat mulia profesi sebagai dokter, namun akan lebh mulia jika tugas dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, tulus, iklas dan dilandasi rasa cinta kasih. Semoga tugas bapak ibu menjadi ladang amalan yang tak terhingga. Amin.

  170. dr.riska says:

    Asslmkm.

    Ya Allah Tuhanku

    Kepada mas oce dan kita semua yang sakit, semoga di peringan sakitnya,dikuatkan mental dan fisiknya,diberi kesabaran menjalaninya,dan dilebur dosa dosanya

    Kepada saya,dr.g,dan dokter diseluruh indonesia,semoga selalu sehat,ikhlas,sabar,dipermudah urusanya, dilancarkan rezeknya agar bisa menjalani profesi yang luhur dan mulia dg baik dan bersahaja. Serta yang utama bertambah rekan sejawatnya dan rumah sakitnya agar pasien tdk perlu mengalami sperti mas oce dan keluhan 2 yang lain

    Kepada pemerintah dan pemimpin2 qt,semoga sehat dan dibuka akal dan pintu hatinya agar bisa memimpin dg bijaksana dan memiliki kebijakan terbaik untuk rakyatnya

    Kepada rakyat indonesia semua,semoga sehat fisik dan mentalnya,kuat kepribadinya,bijak berpikirnya agar tiada dendam dan saling menghargai serta damai dan maju negrinya

    Semoga yang membaca ini sependapat dengan saya dan alangkah indahnya jika kita semua mengamini bersama
    sama

    Salam dari dokter yang masih terus belajar menjadi dokter yang baik

  171. Gunawan says:

    Dokter sdh di gajih pemerintah kok,masa hitung2an lg pengen minta lebih…bilang lembur lah,jasa lah…klau pengen untung mending gk usah jadi dokter jadi pengusaha sana !!!! Sdh tau kerjaan dokter ngurus org sakit,bukan ngurus cari keuntungan !!!siapa suruh jadi dokter klau jiwanya cari untung dan ingin ngembalikan modal yg sdh dikeluarin banyak…dokter2 yg jiwanya pengen ngembaliin modal dan cari untung ky gt mending buang ke laut aja…!!!!!

  172. ichadihardjo says:

    Halo pak.

    adik saya juga salah satu pasien hematologi. dulu kami pun merasakan hal yang sama dengan bapak, namun di rumah sakit lain. tetapi, 3 tahun belakangan ini kami pindah ke RSCM karena BPJS tidak diterima di rumah sakit yg sebelumnya kami datangi.

    3 tahun di RSCM, kekhawatiran akan tidak tersedianya obat maupun tekanan yg didapat dari dokter alhamdulillah jarang bahkan hampir tidak pernah kami temui. RSCM memiliki poliklinik hematologi yg baik dan pelayanannya juga baik. asupan obat pun selalu dipersiapkan dan diusahakan oleh dokter-dokter hematologi, memang harus tetap bersabar, namun dokter-dokter di RSCM memiliki etiket baik untuk meminta nomor hp pasien, mengabari jika obat sudah tersedia, bahkan menelepon hanya untuk menanyakan kabar adik saya saja.

    tidak hanya itu, baru-baru ini saya melihat beberapa pasien hematologi yang terlihat sehat, membantu RSCM dengan bekerja sebagai resepsionis/bagian informasi di gedung unit penyakit dalam dan tumbuh kembang anak yg baru. RSCM begitu peduli dengan pasiennya agar tidak kehilangan harapan.

    kiranya cerita saya diatas bisa menjadi pertimbangan untuk bapak, mengingat hematologi adalah salah satu hal yg serius, karena setetes darah dan satu detik saja berlalu bisa jadi sangat berarti.

    semoga lekas sembuh pak.

  173. Item says:

    Tetap semangat dan sabar ya Sob….mudah2an ini adalah Jalan yang diberikan Allah Azza Wa Jalla untuk meningkatkan derajat …Tetap jadi matahari yang ga pernah lelah bersinar,seperti “Oce” yg gw kenal…

  174. Tetep semangat ya, mas.

  175. Ria says:

    Buat mas Oce semoga dirigankan penyakitnya, juga semoga ada solusi terbaik untuk masalah mas Oce dan selalu dalam lindungan Allah Swt.

    Ada bagusnya juga saudara @Batagor dan beberapa yg lain ngasih pendapat di sini, jadi kita bisa melihat dr 2 sisi. Membiasakan untuk berimbang, tidak hanya melihat dr 1 sisi seperti yg banyak terjadi selama ini.

    Intinya apapun posisi kita, kita hanya manusia. Dan manus2ia gak ada yg sempurna..

    Btw @Batagor, sepertinya saya tahu siapa pejabat yg ditangkap itu. Dulu memang pernah dpt info yg kurang baik ttg pejabat ini. Tapi Wallahu a’lam😉

  176. someone says:

    Liar biasa, memalukan sekali dokternya. Ini bukan masalah dokter spesialis atau profesor sekalipun, tapi kembali ke orientasi setiap individu. Untuk apa ia melayani? Untuk apa ia jadi dokter? Kalo cuma untuk dapat uang banyak, saya kira bisnisman lebih menjanjikan.
    Bagi saya, profesi dokter itu mulia. Ini pekerjaan panggilan dari hati yangvterdalam, untuk membantu, menyehatkan pasien tidak hanya dari segi penyakit fisik atau biologis namun juga dari siai psikis. Bahkan kebanyakan pasien datang dengan keluhan fisik itu, didasari keluhan psikis yang memicu. Itulah kenapa sangat pentingnya keterampilan komunikasi dokter, agar pasien bisa percaya sepenuhnya, untuk bisa dicurhati (selain konsultasi masalah sakit fisik).

    Saya sebagai calon dokter, ingin sekali bisa menjadi dokter yang profeaional, memanusiakan pasien secara utuh dan dan sepenuhnya… salam.

  177. hamba allah says:

    Karena di Indonesia bukan rumah sakit nama sebenarnya tapi, hotel sakit, sabar saudaraku tuhan tau mana yang baik mana yang buruk.roda pasti berputar sumpah jabatan mereka sudah ucapkan tinggal menunggu keadilan tuhan.

  178. nisa says:

    MasyaALLAH semoga cepat sembuh buat Bapak yg sakit, dan semoga ALLAH SWT secepatnya menghukum dokter yg memarahi Bapak,

  179. bunda says:

    ah kok aku jadi lebih gemes ke mas @batagor ini yah ………
    buat Pak Oce… moga segera di beri kesembuhan y pak, tulisan2 diatas moga tidak membuat bpk down dan berpengaruh ke kesehatan bapak🙂
    semoga kita selalu dalam limpahan rahmatnya, amiin …

  180. nasrudin says:

    Dimana permerintah saat ini …dan masih aja ada dokter yang mencari kekayaan diatas penderitaan pasien…harunya dibumi hanguskan dokter !mmacam ini,,,

  181. princess says:

    ibu ku sedang menjalani pengobatan jantung di rs.fatmawati dan pelayanannya di ulur ulur karna menggunakan bpjs. mohon ditangani karna sebenarnya aku trauma dengan rs.fatmawati sudah 2 orang dari keluargaku meninggal di rawat di rs. fatmawati

  182. ocekojiro says:

    Dear all.

    Terimakasih banyak atas perhatianya baik utk yg hanya sekedar membaca tulisan diatas sampai mereka yg bersedia meluangkan waktu untuk menuliskan komentar,,, karena (faktanya) kunjungan inilah yg membuat tulisan sy sempat menjadi trending topic dlm beberapa hari sampai lebih dari 80 ribu pengunjung yang masuk untuk setiap harinya dan memaksa beberapa fihak untuk intropeksi bahkan berbenah diri dg memperbaiki kekurangan.
    Rs Fatmawati yg mau tidak mau ikut terseret dlm kasus yg sebenernya personal antara oknum dokter yg emosional dg sy pribadi pun mengakui bahwa banyak hal yang mesti di perbaiki terutama dalam segi pelayanan masyarakat.

    Sejak sy bertemu dg managemen rs dimana juga dihadiri oleh 3 orang direksi,,, sy sdh menyatakan tidak menuntut banyak, yaitu hanya tidak ingin kejadian seperti yg sy alami terjadi lagi pd diri sy atau siapapun juga di kemudian hari. Adapun dengan oknum dokter yg terkait langsung sy sudah memaafkan. Sy memang emosional,,, tetapi saya tidak pendendam.
    Dan itikad baik dari managemen untuk pemberian sangsi (sesuai prosedur rs) serta berjanji untuk memperbaiki kekurangan dalam pelayanan merupakan langkah positip yg kita inginkan bersama.

    SELESAI SUDAH !

    Manusiawi jika seorang manusia berbuat salah,,, bahkan bisa menjadi anugrah jika mau memperbaiki kesalahan persis seperti nabi Adam yang bersalah dan harus terbuang dari surga. Karna nabi Adam mau bertobat dan memperbaiki diri, Allah justru mengangkatnya sebagai khalifah di muka bumi,,, berbeda dengan iblis yang juga terusir dari surga namun tetap sombong hingga akhirnya harus kekal dalam panasnya api neraka.

    Sy pikir dengan berahirnya kasus sy ini dengan baik dan damai serta dengan itikad baik dari rs Fatmawati untuk memperbaiki pelayananya maka kita akhiri saja diskusi pada kolom komentar ini karena sudah banyak yang terlalu melebar dan keluar dari topik tulisan saya bahkan banyak yang hanya berani berkoar dg menggunakan nama palsu dan akun bodong.
    Awalnya sy memang tidak ingin memblokir setiap komentar karena setiap orang berhak untuk memberikan pendapatnya termasuk seorang pengecut sekalipun namun kemarin sudah terlalu banyak komentar yg bernada provokatip maka saya sempat memblokir sekitar 50 komentar baik dari yang mendukung maupun menghujat saya karena sudah saya anggap berlebihan.

    Dan saya putuskan bahwa komentar saya ini adalah komentar terahir pd tread ini dan segera saya akan menutup kolom komentar dibawah ini hingga tdk ada lagi komentar yg bisa masuk.

    Dan bagi yang belum berkesempatan menulis komentar dan tetap ingin menulis komentarnya,,, silahkan kunjungi beberapa tulisan saya yang lain yang juga saya tulis tentang dokter yang saya kenal serta kinerjanya dalam melayani pasienya. Tidak ada rekayasa dan semua saya tuliskan apa adanya bahkan beberapa diantaranya sudah sy tulis sejak thn 2009-2010.

    Silahkan lihat disini :

    Demikian dan jika ada yg tidak berkenan sy mohon maaf.

    Wassalam.

    Oce Kojiro.