Hallo Rs Fatmawati 2

Posted: February 15, 2015 in Uncategorized

20150210_163104

Sudah lebih dari dua minggu aku terdampar di rumah sakit fatmawati dalam kamar perawatan kelas 3.

 

Dan sudah 32 kantong trombosit (tc) diguyurkan kedalam tubuhku agar tidak terus terjadi pendarahan yang dapat menurunkan kadar hb dalam darahku dimana jika darahku habis maka jiwaku pun melayang.

20150211_090225

Sebenarnya aku sudah teramat muak dengan tingkah dokter hematologiku yang bertugas di gedung IRNA SELATAN lantai 5 karena sangat menyepelekanku sebagai seorang pasiennya yang dirawat disana, dimana sampai lebih dari dua minggu aku dirawat dalam keadaan kritikal trombosit namun tidak sekalipun mendapat kunjungan dari dokter hematolog yang merawatku, sehingga tidak aneh jika setiap hari selalu saja ada pasien yang dirawat disana yang meninggal dunia bahkan pernah selama 3 hari berturut turut ada 3 orang pasien yang sekamar denganku pulang dengan tubuh sudah terbujur kaku.

Ya,,, aku sudah begitu teramat bersabar hati dan memberikan banyak toleransi dan tentunya kesabaran karena sejak pertama masuk di IGD sampai lebih dari dua minggu ini tidak pernah sekalipun dokter ahli hematologi yang menangani penyakitku datang visit menemuiku di ruang perawatan, padahal sejak dari IGD aku mengatakan bahwa aku sudah tegak diagnosa serta sudah menjalani pengobatan sejak tahun 2003 dengan dokter Martin Batubara namun tetap saja aku diserahkan pada seorang dokter hematologi muda dan di tempatkan di kelas 3 dengan alasan keterbatasan ruangan, padahal bpjs yang aku miliki adalah kelas 2.

Dan celakanya,,, dokter hematolog yang bertugas di ruanganku ini bukanlah dokter yang biasa menanganiku selama ini melainkan seorang dokter hematolog wanita yang belum terlalu lama bertugas di rumah sakit ini namun konon begitu cerdas karena usianya yang masih muda belia.

20150205_065531

Cerdas dan pandai saja masihlah belum cukup menurutku karena untuk menjadi seorang dokter yang baik butuh sebuah pengabdian, dan faktanya beliau tidak pernah sekalipun melongokku yang hampir mati kering karena kehabisan darah ini. Bahkan dokter yang bertanggung jawab pada perawatanku itu pun tidak pernah bisa mengusahakan obat sitostatika yang biasanya aku dapat dengan mudah dari rumah sakit ini, dimana sebelumnya aku sudah terdaftar sebagai pengguna dan penerima obat tasigna di rumah sakit ini dengan tembusan tercatat resmi sampai di YKI cabang DKI, serta PT Novartis sebagai produsen tasigna sehingga dalam dua minggu ini aku harus meminjam (berhutang) obat tasigna dari FORUM LEUKEMIA yaitu sebuah komunitas yang aku bentuk bersama sahabat sahabat leukemiaku dan para pendampingnya juga mereka yang perduli dengan leukemia.

Bisa anda bayangkan berapa besar hutangku jika harga obat yang aku pinjam itu harganya lebih dari 1,5 juta rupiah untuk penggunaan setiap harinya, dan seorang penggunanya harus terus menggunakan obat tersebut tanpa boleh berhenti menggunakanya walau cuma satu hari saja.

Sejujurnya aku sudah teramat letih dan ingin semuanya segera berahir namun aku tidak ingin kekal menjadi penghuni api neraka karena tidak berusaha maksimal dalam mempertahankan hidup yang diberkan Tuhan kepadaku apalagi jika sampai bunuh diri, sehingga aku tetap bertahan di sini menunggu janji dari beberapa orang dokter muda (dokter umum) yang ingin mempertemukanku dengan dokter Martha SPPD KHOM karena sejatinya mereka adalah asisten dan kepanjangan lidah dan tangan dari dokter yang pendidikanya terbilang sangat cepat tersebut.

Hari jum’at tgl 13 pebruari adalah hari terahir aku masih berharap bisa bertemu langsung dengan dokterku itu karena tiga hari sebelumnya dokterku itu menyampaikan pesan kepadaku melalui asistenya untuk menurunkan dosis tasignaku menjadi 400mg sehari dan di kombinasikan dengan cytodrox 1000 mg, serta sebuah janji bahwa pada hari jumat beliau akan datang menemuiku.
Ya,,, aku sangat ingin mendengar langsung penjelasan beliau tentang kondisi umum penyakitku saat ini, juga tentang dosis baru yang diberikanya itu berikut target serta dampaknya terhadap tubuhku karena menurutku kondisi penyakitku ini sudah sangat serius dan bukan untuk main main apalagi untuk coba coba seperti dengan mengkombinasikan tasigna dengan cytodrox yang merupakan sebuah hal yang baru buatku dan tentunya buat tubuhku Yang semakin lemah ini.

Sayangnya sampai matahari terbenam pada hari jumat yang  cukup cerah tersebut dokterku itu tidak juga kunjung datang menemuiku bahkan dokter ruang yang bertanggung jawab terhadapku yang sudah berkali kali mengucapkan janji janjinya kepadaku untuk mendatangkan dokter Martha kepadaku pun raib seperti ditelan bumi.

20150126_231259

Awan mendung masih terus bergelayut di langit Jakarta pada siang ini, mungkin hujan akan kembali mengguyur deras pada malam nanti seperti beberapa hari yang lalu dimana selama 3 hari berturut turut hujan mengguyur deras kota Jakarta hingga menyebabkan banjir di berbagai tempat di ibu kota ini, dimana akibatnya stok darah di PMI menjadi kosong dan akupun sulit untuk mendapatkan trombosit darah karena sedikitnya orang yang mendonorkan darahnya.

Ya,,, trombosit dalam darahku masih terus anjlog hingga pada hitungan yang sangat membahayakan jiwaku bahkan sejak tadi pagi darah mulai kembali mengalir deras dari sela sela gigi dan gusiku, sedangkan dokter hematologku masih juga belum (sempat) menemuiku minimal untuk menjelaskan kepadaku target yang akan dicapainya dengan memberikan dosis yang baru itu, atau paling tidak sedikit menenangkan hatiku yang semakin gundah karena sudah berada dibawah bayang bayang kematian.

Wassalam.

Artikel Terkait :

– Obat Leukemia Menghilang
– BUKU TAMU.
– MENEPI.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. dina says:

    Pindah! Selamatkan diri bang Oce … ga masuk akal 2 minggu ga dianggap serius sakitnya.. janji sbg seorang dokter jg ga dipenuhi itu di mata saya sdh tdk bisa ditoleransi.

  2. Tris Handayani says:

    coba minta di rujuk ke rumah sakit islam cempaka putih bang. Insyaallah dapat kamar sesuai dg hak nya. dan insyaallah dokter yg menangani juga lebih istiqomah. Semoga diberikan kesehatan dan keselamatan dunia akhirat. aminnn🙂

  3. bened says:

    Memang dokter2 zaman skarang lebih kebanyakan salah kaprah dengan sumpah dan janji kedokterannya d atas kitab suci yg sumpah itu d ucapkan dgn d saksikan langsung oleh Tuhan YME.mereka sdh melupakan kode etik kedokteran.mereka hanya berfikir karena mahal2 sekolah kedokteran,bagaimana supaya balik modal alias money orientated bukan dari sisi peri kemanusiaan,dan sisi sosialnya nol.sangat jarang dokter2 yg tulus dengan talentanya.malah merasa seperti atasan alias bos besar yg minta d hormati dan d hargai tanpa mau memberikan sebaliknya…kasihan ya nasib para dokter yg seperti itu…pertanggung jawaban mereka sama Sang Maha Penciptanya ituloh nanti d akhir hayat mereka…banyak sabar ya bang oce…kejahatan tdk perlu d balas dgn kejahatan.biar Tuhan yg berhak menghakimi mereka nanti…

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s