Dahsyatnya Nyeri Tulang

Posted: February 4, 2015 in Uncategorized

IMG-20150126-WA0003

Setelah tidak mendapatkan solusi untuk menaikkan kadar trombosit dalam darahku melalui tranfusi TC karena dokter hematologku menolak melakukanya, akupun mencoba cara yang paling masuk akal untuk menyelamatkan hidupku yaitu dengan mengurangi dosis tasignaku sampai pada level terendah yaitu 200mg sehari.

Dan terbukti cara tersebut cukup membantu mempertahankan kadar trombosit dalam darahku sehingga pendarahan pendarahan yang terjadi baik melalui gusi dan hidungku mulai mereda begitu juga pendarahan yang terjadi dalam saluran cerna ditubuhku dimana BAB ku mulai tidak lagi berwarna hitam.

20150204_100835

Namun persis seperti yang aku perkirakan sebelumnya bahwa menurunkan dosis akan mendatangkan masalah baru yang tak kalah peliknya yaitu meningkatnya sel blast (leukemia) dalam darah dan terutama dalam sumsum tulangku yang akibatnya adalah rasa sakit yang teramat sangat aku rasakan. Ya,,, level sakit yang aku dapatkan kali ini sungguh luar biasa bahkan nyaris sama dengan pembengkakan limpa grade 7.

Jika rasa sakitnya dituliskan dalam bilangan angka 0-10, maka nyeri tulang yang aku rasakan kali ini berada pada angka 8, atau satu level sebelum aku benar benar pingsan dan tidak sadarkan diri. Akupun sudah tidak malu malu lagi untuk merintih bahkan mengerang dan membiarkan suster di IGD memasukkan obat dari bagian belakangku untuk sekedar meringankan rasa nyeri yang membuatku seperti lumpuh tak bisa berdiri apalagi berjalan.

20150204_123105

Untungnya,,, dokter yang menanganiku sejak dari IGD hingga ruang perawatan bukanlah dokter hematologku yang biasanya melainkan dokter hematolog muda yang dengan mudahnya memberikan trombosit padaku dalam jumlah yang masuk akal sehingga aku bisa kembali menaikkan dosis obatku sampai dosis yang tertinggi sehingga aku berharap dalam beberapa hari sel blast dalam sumsum tulangku bisa ditekan maksimal dan tentunya rasa sakitnya akan berangsur angsur mereda.

Namun keberuntungan belum berpihak kepadaku karena ternyata apa yang aku harapkan belum sepenuhnya bejalan seperti yang aku inginkan dimana rasa nyeri masih saja menderaku terlebih lagi aku sudah menghentikan pemberian painkiller dosis tinggi yang dimasukkan dari belakang tubuhku karena ada rasa pegal dari punggung bawahku serta hitungan ureum dan creatin darah yang sudah mengkhawatirkan.

Aku harus memilih pilihan yang sedikit pahit jika aku ingin terus bertahan karena sejak tahun 2003 atau pertama aku diperkirakan mengidap leukemia aku sudah mengkonsumsi obat sitostatika dari mulai hydrea kemudian glivec yang keras serta saat ini tasigna yang super keras.

Tanpa tambahan obat obatan semacam analgesic atau sejenis painkiller saja organ ginjalku sudah berada dalam bahaya apalagi dalam beberapa bulan ini ketika kadar trombosit dalam darahku selalu minim aku juga harus selalu menggunakan obat transamin 500mg serta vitamin K sebanyak 3×1.

Ya,,, ada harga yang harus aku keluarkan jika ingin tetap bertahan hidup yaitu berani menahan dan menikmati rasa sakit pada tulangku demi mempertahankan organ ginjal dan organ hati agar tetap bisa menjalankan fungsinya karena jika salah satu dari kedua organ tersebut rusak maka selesailah sudah cerita tentang seorang (pendekar) oce kojiro Yang mencoba melawan (ganasnya) leukemia dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.

Wassalam.

Artikel Terkait :

– Obat Leukemia Menghilang
– BUKU TAMU.
– MENEPI.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. sulastri says:

    tetep semangat bang oce…semoga selalu diberikan kekeuatan AAmiiinyarobbal’alamin

  2. Yogi says:

    doa kami selalu meniringi bang Oce .. perbanyak dzikir abang ..

  3. yus says:

    Sengat, Bang Oce. Di keluargaku ada 3 penyandang kanker termasuk aku. Sekarang adikku juga baru aja kemo ke lima (kanker payu dara).
    Aku

  4. yus says:

    Sengat, Bang Oce. Di keluargaku ada 3 penyandang kanker termasuk aku. Sekarang adikku juga baru aja kemo ke lima (kanker payu dara).
    Selain usaha, doa jangan pernah putus. Semoga sabar. Aamiin

  5. shanum mir'atul qolb says:

    Assalamu’alaikum.wr.wb
    salam semangat mas Oce
    kau sapa diri ku di saat kandas asaku
    yang ku ingat waktun itu tuturmu yang kau selingi tawa entah tawa yang bahagia atau tawa dengan sejuta kebimbangan ,ucapmu padaku kala itu
    “hebatnya diri kita di uji di level sufi ”
    kelakar besarkan semangat ku yg mulai menyusut
    yuk …kita buktikan walau sakit kita pun mampu pertahannkan keyakinan bahwa inilah cara indah Alloh SWT beri kita perhatian lebih
    semangat mu semangat ku semangat kita semuanya .
    semoga Rahmat Alloh SWT selalu berlimpah untuk kita semuanya
    senyum ku kirim … tak pake cuka tapi suka ku karena mliki mu sahabat sejati seperjuangan ku🙂

  6. dewikamal says:

    Andai kekasihku seperti pendekar Oce Kojiro yang mempunyai semangat dan memiliki nyawa dengan jumalh ribuan bahkan juataan, mungkin masih ada yang selalu menghiburku ketika membaca tulisan sang pendekar yang kadang menyedihkan, terkadang menyesakan dada bahkan yang bisa membuatku berurai air mata. Kini kekasihku telah tiada……Semangatlah PENDEKAR dirimu adalah NYAWA bagi kami Penyintas Leukemia

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s