Nenek Haji Mus

Posted: October 11, 2014 in Uncategorized
Tags: ,

nenek3

Neneku yang satu ini sebenarnya tidak ada sedikitpun pertalian darah denganku namun rasa sayangnya kepadaku melebihi rasa sayang nenek ini kepada anak anak serta cucu cucunya sendiri.

Sebenarnya perkenalanku dengan nenek Mus atau biasa aku panggil dengan mak haji Mus ini sudah berlangsung lama yaitu sekitar tahun 1996 ketika aku membangun sebuah rumah tinggal diatas sebidang tanah yang dibeli oleh orang tuaku dari suami mak haji Mus yang saat ini sudah meninggal dunia.

nenek1Dan karena faktor kedekatan emosi antara si nenek dengan tanah yang telah menjadi miliku inilah yang membuat sang nenek sering datang mengunjungiku baik sekedar main atau iseng iseng memetik beragam tanaman pagar seperti daun singkong, daun sirih, daun pepaya sampai petai cina ataupun beragam jenis pisang yang masih aku pertahankan untuk tidak di tebang.
Sejak itulah pertemanan aku beserta keluarga kecilku dengan nenek haji Mus ini terjalin dengan baik hingga hari ini.

Seperti sebuah ritual yang wajib di jalani, nenek dengan usia lebih dari 70 tahun ini selalu datang ke rumahku hampir setiap minggu sekali terutama jika ia sedang sehat. Dan sebuah hal yang tidak pernah berubah sejak tahun 1997 sampai hari ini adalah ia selalu membawakan makanan kesukaanku yaitu satu kantong plastik berisi tahu kuning yang masih hangat karena baru saja dibuat dan diangkat dari pabrik tahu rumahan yang berada tidak jauh dari rumah si nenek.

nenek2Jika dahulu dia selalu ‘ujug ujug nongol di depan pintu rumahku dengan berjalan kaki, kini si nenek harus diantar oleh salah seorang cucunya dengan menggunakan sepeda motor karena beliau tidak lagi kuat untuk berjalan jauh. Dan selalu saja para kerabatnya dan cucu cucunya sudah mengetahui dengan persis jika sang nenek sudah ribut minta di belikan satu plastik Tahu kuning, pastinya diapun akan lantas minta di antarkan ke rumahku.

Dan meskipun di rumahku ia hanya duduk duduk saja atau yang sering malah kerap mengeluh tentang kaki kaki tuanya yang sudah sulit melangkah atau sulit tidur malam karena berisik di karenakan di sebelah rumahnya di jadikan pangkalan mobil travel. Iapun senang karena aku selalu mencoba untuk mendengarkan semua yang di keluhkanya terkadang sembari memijat mijat tangan dan kakinya yang sudah keriput itu.

Hal inilah yang membuat banyak warga di lingkunganku sudah sangat mengetahui kebiasaan si nenek, bahkan kerap menyebutku sebagai salah seorang  cucu kesayangan dari sang nenek yang rupanya pernah berangkat naik haji pada sekitar tahun 70 an ketika ia masih muda.

Rasa sayang nenek Mus kepadaku kerap di tunjukannya secara berlebihan terutama ketika aku sedang sakit dimana jika aku sudah pulang dari perawatan di rumah sakit beliau pun biasanya datang hampir setiap hari kerumahku, terkadang apapun yang ada di rumahnya seperti makanan, atau buah buahan selalu di bawanya buatku meskipun hanya sebutir jeruk milik salah seorang cucunya yang terkadang sampai menangis sesegukan karena jeruk satu satunya boleh dapet dari oleh oleh ibunya kondangan itu di serobot sang nenek dan di berikan kepadaku.

Ia bahkan pernah memberikan cincin emas yang di kenakanya untuk aku jual ketika aku mengeluh tidak punya obat, padahal cincin itu adalah kenang kenangan ketika ia pergi menunaikan ibadah haji pada puluhan tahun silam dan tentunya akupun menolak pemberianya tersebut karena sebenarnya aku tidak benar benar membutuhkan uang atau bahkan obat yang terkadang dengan mudahnya aku dapatkan seperti jatuh dari langit begitu saja.

Selain kepada orang tuaku sendiri akupun selalu menyertakan doa untuk si nenek yang begitu baik kepadaku ini bahkan aku jadikan pengganti ibundaku yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Semoga nenekku yang satu ini selalu diberikan kesehatan di sisa umurnya itu dan kelak mendapatkan khusnul khotimah sehingga bisa bertemu lagi pada sebuah tempat yang lebih baik di akherat kelak. Amiin.

Wassalam.

Artikel Terkait :

– Obat Leukemia Menghilang
– BUKU TAMU.
– MENEPI.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Advertisements
Comments
  1. Murni says:

    Dear Pak,
    Sebenarnya Bpk bkn mendptkan sebutir jeruk darinya melainkan sebutir berlian hati seorang nenek.
    Betapa beruntungnya anda, seorang cucu kandung bs kalah. Wah….
    Serundukan Bpk msk di kalangan tua dan muda. Disenangi semua org.

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s