Acim Spargon

Posted: October 10, 2014 in Uncategorized

asinan4

Persahabatanku dengan mang Acim yang biasa aku panggil dengan sebutan Acim Spargon ini sebenarnya telah berjalan cukup lama yaitu dari sekitar tahun 1995.

Ketika itu aku masih menjalankan sebuah usaha ritel berupa sebuah toko kelontong yang terbilang cukup besar dan tentunya ramai pembeli baik dari masyarakat sekitar juga dari para mahasiswa dan pegawai karena toko milikku persis berada di depan fakultas hukum universitas muhammadiyah jakarta (UMJ).

Berawal dari seringnya tukang asinan ini aku panggil atau terkadang mangkal di depan tokoku yang ramai oleh para mahasiswa untuk jajan atau sekedar bercengkrama duduk duduk di dua buah bangku panjang yang memang aku sediakan. Lelaki berdarah sunda yang sangat senang aku panggil Spargon ini mulai menjadi akrab denganku, padahal,,, aku memanggilnya dengan sebutan spargon itu awalnya hanya hendak menggoda dan mengejek dirinya terutama pada gaya rambutnya yang panjang di bagian belakang sedang pada bagian depan dan samping sangat pendek dan mirip drngan potongan atau gaya “Punk Rock” yang memang pernah ngetren pada tahun 80 an.
Spargon itu adalah singkatan dari Separo Gondrong.

Selain pemberian nama yang separo mengejek aku juga kerap menggodanya dengan candaan candaan konyol, karena aku pernah menyembunyikan spatula jepitnya atau semacam sebuah penjepit untuk menggambil sayuran yang meskipun remeh tetapi cukup vital keberadaanya sehingga ketika dia menyadari spatulanya hilang ketika hendak melayani pembeli diapun lari dengan tergopoh gopoh menuju tempatku padahal jaraknya sudah cukup jauh.

asinan1Akupun pernah memeriksa dengan teliti seluruh pakaian sahabatku itu juga gerobak asinannya dengan seksama sampai harus mengeluarkan berbagai barang dagangan di dalamnya untuk mencari  Beceng (pistol). Ya,,, suatu ketika aku pernah mencurigai sahabatku itu adalah seorang intel yang menyamar menjadi seorang penjual asinan, karena pada masa itu gejolak politik masih harus diredam oleh kekuatan pemerintah yang dominan terlebih lagi tempat usahaku berada persis di depan kampus yang hampir setiap hari ada demonstrasi mahasiswa yang berangkat dari sana. Selain itu aku sendiri adalah salah seorang (mantan) aktivis pada organisasi kepecinta alaman yang memiliki jejak rekam buruk terutama karena sering bersinggungan dengan narkoba. Selain itu juga salah seorang pendiri  MAPALA  STACIA UMJ. yang pernah mendapat kenang kenangan sebuah luka di jidat karena di hajar popor senjata petugas ketika demo tahun 1998.

Pemuda lugu dan lucu yang dahulu masih berstatus bujangan itu juga kerap aku jahili dan kerjain bahkan aku menjadikanya bahan olok olok untuk hiburan setelah menghisap ‘cimenk (ganja) bersama teman temanku yang juga sering ‘nongkrong di tokoku karena aku kerap membubuhkan obat obatan yang masuk dalam obat psikotropika yang dahulu sering aku gunakan seperti Mogadon, Rohipnol atau bahkan Artane sehingga setiap habis mampir dan ngopi di tempatku ia menjadi malas untuk keliling, bahkan saking telernya ia pernah menginap di tokoku bersama gerobaknya.

Lama tidak bertemu bukan berarti aku melupakan sahabatku yang sampai hari ini masih saja berjualan asinan keliling kampung, karena hanya hal itulah yang dia bisa dan tentunya ia sukai karena menurut cerita sahabatku itu ia pernah beberapa kali banting stir ganti profesi menjadi penjual bakso malang atau menjadi kuli proyek namun kembali lagi menjalani usaha yang menurut ukuranya sudah cukup untuk menghidupinya beserta istri dan dua orang anaknya.

Meskipun jalur (rute) yang dilaluinya beberapa tahun belakangan ini tidak pernah sampai ke daerah kawasan pondok cabe, ia juga pernah menyempatkan diri berkeliling di seputar tempat tinggalku dan sempat juga mampir dirumah sederhanaku yang dalam pendangan matanya adalah sebuah istana yang megah dan seperti setiap kali dia mampir di kampus, akupun membuatkan suguhan kesukaanya yaitu kopi susu namun kali ini tidak lagi aku bubuhkan obat obatan terlarang karena aku sudah ‘insyaf.

Pada pertemuan terahir sekitar 2 tahun yang lalu ia sudah tidak lagi menggunakan gerobak (khas) asinan yang didorong, melainkan sebuah gerobak yang dipadukan dengan roda becak sehingga ia tidak perlu lagi mendorong gerobaknya melainkan mengayuhnya seperti mengayuh sebuah sepeda onthel atau lebih tepatnya mirip becak.

Dan cita cita tertingginya ia hanya ingin memiliki sebuah rumah sederhana di kampungnya serta mengganti atau mengkombinasikan gerobaknya itu dengan sebuah sepeda motor bekas sehingga ia tidak perlu lagi menggoesnya dan hanya memutar gas seperti layaknya menggendarai sebuah sepeda motor. Sebuah angan angan yang biasa biasa saja karena memang tidak terlalu muluk muluk mengingat tingkat pendidikanya yang rendah yang hanya bersekolah pada sekolah dasar hanya sampai kelas 3 saja.

Dan seperti biasa akupun mengagumi kesederhanaan sahabatku itu dalam berfikir dan bertindak karena begitu iklas menjalani kehidupan ini meskipun gerak dan langkah orang orang di sekitarnya sudah sedemikian cepat dan semrawutnya terutama jalan jalan kampung yang sudah di penuhi dengan hingar bingar lalu lalang kendaraan bermotor yang setiap saat siap membunuh dan melindasnya.

Selamat mencari karunia Tuhan wahai sahabatku,,, aku doakan semoga cita cita tertinggimu yang hanya ingin memiliki sebuah rumah sederhana di kampung serta sebuah gerobak yang bisa di dorong dengan sebuah mesin sepeda motor bekas itu segera terwujud. Namun aku juga berharap, keluguan serta kesederhanaanmu tetap menjadi seperti yang aku kenal selama ini. Selain itu aku juga memohon maaf yang setulus tulusnya karena dahulu aku sering mengolok olok serta menjahilimu ketika aku masih hidup di zaman jahiliyah. Dan semoga persahabatan kita tetap terjaga dengan baik hingga ajal memisahkan kita, Amin.

Wassalam.

Artikel Terkait :

– BATON SWORD.
– GALAH PENGERING.
– PISAU GARPU.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s