dr Mursida SpPd

Posted: September 23, 2014 in Uncategorized
Tags: , , ,

bb8Suaranya pelan dan lembut, ada sejuta keteduhan didalamnya persis seperti suara (almarhumah) ibundaku.

Beberapa kali aku sempat tercekat bahkan hampir menangis ketika dia mengucapkan sepotong kalimat yang berisi kata kata untuk menguatkanku.“Yang sabar ya mas,,,.” Mirip sekali dengan suara ibundaku yang sedang memompakan semangat kepadaku ketika aku sedang tergeletak sakit pada awal awal aku divonis menderita leukemia. Ingatanku sontak kembali menguat tentang ibundaku, bahkan serasa ada sebuah belaian lembut dikepalaku seakan ibundaku benar benar ada diruangan itu.

Tidak seperti beberapa orang dokter penyakit dalam lainya yang kerap aku temui di RSUD tangsel, dokter yang satu ini sangat perhatian bahkan masih menyempatkan bertukar pikiran denganku tentang fungsi ginjal serta batuan yang kerap terbentuk disana. Ia pun setuju dengan pendapatku bahwa penggunaan obat obatan sitostatika dalam jangka panjang yang menaikkan kadar asam urat tersebut dapat membentuk batuan dalam kandung kemih, ginjal ataupun kantong empedu.

kb5Dan ketika aku mengeluhkan kerap merasa pegal bahkan sakit pada pinggan kanan sebelah belakang, ia pun menawarkan pemeriksaan USG untuk memastikan apakah sudah terbentuk batuan di dalam ginjalku karena kadar asam urat dalam darahku kerap berada diluar ambang batas normal selama bertahun tahun. Hal itulah yang sebenarnya yang aku inginkan karena dengan USG abdomen, paling tidak aku dapat mengetahui dengan lebih spesifik tingkat kerusakan organ organ tubuhku yang berada di seputar perut seperti hati, limpa, ginjal bahkan sampai pankreas dan kantung empedu.

Dan meskipun dokter yang masih terlihat cantik meskipun sudah cukup berumur itu tidak faham dengan penanganan leukemia serta obat obatanya, namun wanita bertubuh kecil ini cukup perhatian bahkan sangat simpatik dengan menanyakan obat obatan yang aku konsumsi serta menyuruhku untuk menuliskan nama obat obatan sitostatika yang aku konsumsi di lembaran status (file) miliku dan berjanji untuk mencari tahu tentang efek samping obat obatan tersebut.

Dokter yang selalu mengenakan jilbab itu pun terkejut bukan main ketika aku menjelaskan bahwa aku membeli obat obatan yang kugunakan itu dari India, karena di Indonesia tidak beredar versi generiknya dan obat paten bermerek glivec harganya diluar batas yang wajar karena konsumsi obat tersebut yang harus digunakan setiap hari selama seumur hidup. Dan sejak tahun 2003 sampai akhir 2014 aku harus membeli sendiri obat obatanku sebelum mengikuti program bpjs.

mamahDemikian sekilas perkenalanku dengan dokter yang ramah ini yang sempat mengingatkanku betapa aku sebenarnya begitu rindu kepada ibundaku sehingga siang itu juga selepas dari rumah sakit aku sesegera mungkin mengunjungi pusara ibundaku yang gersang karena rumput yang pernah aku tanam diatasnya telah meranggas karena kemarau.

Dengan menggunakan jari jemariku, akupun menghitung sudah beberapa bulan ini aku tidak datang ke pusara ibundaku.😦

Wassalam

Tulisan Terkait :

– FORUM LEUKEMIA.
– PENGHANCUR BATU EMPEDU.
– BUKU TAMU.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. Dian Kusuma Whardani says:

    So sweet,,,,,,,,, !

    Jadi inget mama

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s