Glivec Generik Berbahaya ?

Posted: July 11, 2014 in Uncategorized
Tags: , , ,

Singkat cerita,,, pada akhirnya akupun menggunakan glivec meskipun sempat tertunda selama lebih dari 10 tahun, serta yang aku gunakan hanyalah versi generik yang aku datangkan dari India dengan segala cara dan upaya agar aku bisa terus bertahan hidup.

ooo1Dari beberapa literasi yang aku baca di Internet dan informasi yang aku dapatkan dari mereka yang mengikuti program NOA (Novartis Oncologi Access), obat glivec versi generik yang dibuat di India serta beberapa negara di Amerika selatan seperti Argentina dan Brazil tidak memenuhi standar yang baik dalam pembuatanya bahkan bisa dibilang sangat berbahaya.

Setelah aku telusuri ternyata isu isu tersebut sangat tidak benar dan tidak berdasar, bahkan badan pengawas obat dan makanan Amerika serikat (FDA) dengan sangat tegas mengatakan bahwa obat obatan tersebut tidak berbahaya bahkan bisa dibilang persis sama dengan versi patent nya, hanya saja India dan beberapa negara yang juga membuat versi generik tersebut harus menghormati hak paten dari PT. NOVARTIS yang memegang hak tunggal untuk membuat, mengedarkan dan menjualnya di seluruh dunia hingga tahun 2015.

Namun India tetap menolak untuk menghentikan produksi obat obatan tersebut bahkan terus memproduksinya dengan banyak merek dan kemasan yang berbeda beda serta harga yang bervariasi dengan dalih untuk melindungi dan mensejahterakan rakyatnya.

Hal itulah yang membuat aku berani menggunakan obat versi generik buatan India dan sampai saat ini persis sudah 5 bulan aku mengkonsumsinya tanpa ada efek bahaya yang aku takutkan kecuali efek samping yang biasa dirasakan bagi pengguna baru obat glivec pada umumnya seperti mual, muntah, gatal gatal dan bengkak pada tangan dan kaki bahkan wajah.

Sejujurnya sejak menggunakan obat ini aku sama sekali tidak konsultasi dengan dokter hematologi, bahkan aku tidak melakukan BCR-ABL atau yang biasa disebut sebagai uji kromosom, dimana jika hasilnya positip, maka aku cocok dengan obat glivec dan jika hasilnya negatip aku harus menggunakan obat jenis lainya seperti SPRYCELL atau bahkan harus (pasrah) tetap menggunakan hydrea yang sebenarnya sudah mulai tidak berpengaruh lagi terhadap tubuhku.

Bukanya aku merasa sudah jago dan lebih pintar dari dokter, tetapi karena memang aku sudah bisa mendapatkan obat dari India, maka tidak perlu lagi aku ke dokter untuk mengurus program NOA ataupun meminta secarik resep untuk syarat membeli obat atau syarat mengurus BPJS di negri ini.

Satu hal yang membuatku tetap merasa yakin dengan obat versi generik ini adalah; Ketika aku mulai mengkonsumsinya, ada 5 (lima) orang sahabatku yang juga mulai mengkonsumsi glivec pada waktu yang hampir bersamaan. Namun bedanya mereka semua menggunakan glivec patent yang didapat dari BPJS dan program NOA sedangkan aku hanya menggunakan glivec generik yang selama ini dipandang dengan sebelah mata.

bunda1Dan kenyataanya,,, dari lima orang sahabatku itu, sampai hari ini hanya ada satu orang saja yang hampir tidak ada masalah sama sekali menggunakan glivec patent tersebut, sementara yang empat orang yang lainnya mengalami hal hal yang tidak di inginkan. Dua orang dari mereka telah resis dan saat ini masih mencoba beradaptasi dengan TASIGNA yang sangat keras itu, yang seorang lagi masih menjalani observasi di rumah sakit karena terus terusan demam tinggi dengan trombosit darah yang terus anjlok dan yang seorang lagi telah meninggal dunia.

Akupun bertanya di dalam hati,,, lebih berbahaya mana glivec patent atau glivec generik ? Wallahu a’lam.

Wassalam.

PS. Gambar foto no 2 hanya ilustrasi saja.

Tulisan Terkait :

– FORUM LEUKEMIA.
– HYDREA 500MG.
– BERALIH KE GLIVEC.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. Alexander Triesasmito says:

    Tidak sesederhana itu bro! Membandingkan populasi hanya dari populasi yang terbatas.
    you should learn more about research methodology and statistic as well. QC yg lagi marak sekarang aja masih diperdebatkan.

  2. ocekojiro says:

    Ini bukan survey bro,,, tapi sebuah contoh kasus. Yg ingin sy sampaikan adalah janganlah pihak tertentu atau siapapun yg berkepentingan dg glivec selalu menakut nakuti bahwa glivec generik itu berbahaya. Sy masih ingat betul ketika glivec kosong di YKI hingga bbrp kali pd tahun 2009-2011 pasien yg tergabung dlm GIPAP atau NOA ditakut takuti agar tdk menggunakan obat generik karena berbahaya, bahkan jika ketahuan menggunakan akan dikeluarkan dari program santunan. Padahal sejatinya mrk tidak boleh stop minum obat meskipun cuma satu hari. Sudah bisa ditebak,,, bbrp bulan kemudian ada banyak pasien yg berguguran.
    Dan yang seperti ini jangan sampai terulang lagi, jika obat kosong,,, atau obat yang diberikan oleh YKI sudah kadaluarsa selama 2-3 bulan seperti yg terjadi pada awal tahun 2014 ini, ya pasien seharusnya bebas menggunakan obat generik tanpa harus takut lagi. Bukan malah diancam.
    Hari gini masih maen ancam ancaman,,, !

  3. saracens says:

    Prilaku culas negara2 Eropa yg dimotori yahudi memang begitu…… demi meraup keuntungan yang sebesar besarnya, mereka mengklaim hak patent diseluruh dunia padahal obat yang diproduksinya sebenarnya komposisi obat lama yang ditambah senyawa yg tidak ada manfaatnya kemudian di klaim seolah olah sebagai obat baru. Culas !
    Brengseknya…… Depkes RI nurut saja karena ada uang besar disana yang bisa masuk kantong dan dibagi bagi sesamanya meskipun sejatinya uang tersebut dari anak bangsa yang sedang menderita.
    Sampai sampai YKI yang sebenernya organisasi nirlaba justru ikut ikutan menakut nakuti pasiennya agar tidak beralih ke obat generik yamg murah, sampai sampai organisasi para penderita leukimia granulositik kronik pun dilibatkan untuk mengkampanyekan bahwa glivek generik itu berbahaya.
    Novartis sudah kalah total di India dan sebenarnya Indonesia pun bisa melawan jika ada kemauan pemerintah untuk membuatnya dan melindungi warga miskin. ini salah satu link yang bisa membuat kita belajar berani dan tidak mau diinjak injak bangsa penjajah
    :http://www.dw.de/novartis-kalah-dalam-sengketa-hak-paten-di-india/a-16714999

  4. hery says:

    Mas Oce, obat Clivec generik di Indonesia sdh ada yg jual belum…?

  5. ocekojiro says:

    @Hery
    Mudah mudahan pada tahun 2015 obat glivec generik bisa beredar di indonesia karena hak patent yg dimiliki oleh novartis sebagai pembuat glivec sudah habis.

  6. fransiska says:

    Salam kenal….
    Pak tolong infonya donk bagaimana caranya spy bs mendapatkan obat glivec generik dari india.sy ikut program NOA dgn BPJS askes.namun baru dpt sekali sj sudah kesulitan mendapatkannya lg.Mohon infonya Pak.krn sy tdk sanggup membeli glivec dari NOA. Kalau ada informasi bs tolong menghubungi sy di no 081279334**.Terimakasih

  7. sukma says:

    assallamuallaikum wrwb
    mas saya mulai kesulitan untuk mendapatkan glivec

    harga glivec generik yg dari india berkisar brp ya mas..
    d email sya mhon d balas

    soal ny semenjak bpjs agk sulit utk berobat ataupun konsultasi ke dr spesialis hematolog

  8. ocekojiro says:

    @sukma / fransiska
    minta no km yg pake whatsapp ya,,, jgn sms.
    ini no sy : 081283094416

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s