Opak

Posted: April 20, 2014 in Uncategorized
Tags: , ,

Di sekitar komplek Bukit Cirendeu ada seorang kakek renta penjual opak yang menggelar daganganya ditepi jalan.

Dalam sehari,,, dia harus beberapa kali beringsut untuk berpindah tempat, agar sinar matahari tidak langsung membakar kulitnya yang sudah hitam itu. Kadang dibawah pohon kelapa, kadang persis diemperan sekolah SLB dan kadang dibawah pohon beringin yang cukup rindang disekitar toko swalayan Bukit Amanah.

20140409_111626

Setiap kali kami lewat dan meliat kakek tua itu berjualan, kamipun tergerak untuk membeli satu atau dua bungkus opak meskipun kami sekeluarga tidak ada yang suka dengan panganan ringan sebangsa kerupuk yang terbuat dari singkong itu, sehingga panganan itu hanya teronggok saja disudut meja dapur rumah kami.

Kami membeli opak hanya sebagai penghormatan kepada kakek tua itu karena di usia senjanya beliau masih memberikan sebuah contoh yang baik kepada kami dan kepada masyarakat di pondok cabe pada umumnya, dimana ia pantang menjadi pengemis meskipun kemiskinan terlihat akrab dengan dirinya hingga di usia nya yang sudah ‘senja dan tenaganya juga sudah hampir habis.

Sebuah semangat yang patut di puji dan di contoh terlebih lagi ketika waktu sholat dzuhur dan ashar telah masuk,,, si kakek tua itu ikut berjamaah di masjid Al A’raf untuk merapatkan barisanya serta berserah diri dalam khusyuknya sholat.

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– Buku Tamu.
– Forum Leukemia.
– Hydrea 500mg.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. musa says:

    Mas,,,salam kenal…..nohape kok gak aktif

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s