Malaikat Kematian

Posted: April 19, 2014 in Uncategorized
Tags: ,

Sebuah komentar dalam salah satu tulisanku sempat membuat hatiku bergetar,,, bukan karena sanjungan atau hinaan, tetapi persisnya sebuah pengharapan yang begitu besar dari salah seorang orang tua yang sedang menemani putrinya menjalani pengobatan kemoterapi untuk menyembuhkan penyakit LEUKEMIA yang diidapnya.

Saking ingin tahunya sang orang tua tahadi terhadap apa itu leukemia, juga pengobatan apa yang paling masuk akal untuk melawanya, ia sampai sampai menyebutku sebagai seorang  “malaikat yang sangat diharapkan untuk bisa datang menemuinya serta menjenguk putrinya guna membesarkan hati buah cintanya itu serta menghapus kehausannya sendiri yang masih sangat awam dengan penyakit yang menyerang putrinya itu.

Awalnya aku hanya tertegun membaca komentar dari orang yang sebenarnya pernah aku kenal itu pada sekitar 30 an tahun lalu karena pada waktu sekolah dasar kami pernah sama sama tergabung dalam gerakan pramuka di Gugus Depan (GUDEP) Kh A Dahlan. 0507-0508. Ciputat.

Namun beberapa pertanyaan mulai muncul dari dalam hatiku sendiri yang mulai terpengaruh dengan sebutan malaikat.

Malaikat apa,,, ?

Jangan jangan malaikat kematian ?

Ya,,, mungkin aku lebih pantas disebut malaikat kematian atau malaikat maut karena sepanjang aku kerap menengok sahabat sahabat leukemiaku terutama mereka yang sedang menjalani perawatan dirumah sakit, bisa dibilang hampir tidak ada seorangpun yang bisa pulang dalam keadaan hidup.mk

Ingatanku menerawang tentang sahabat Aziz, sahabat Sofiah, sahabat Donal dan banyak lagi sahabat sahabat leukemiaku yang mana mereka begitu senangnya ketika aku datang menjenguknya di bangsal rumah sakit, dengan senyum berseri seri dan harapan yang terpancar luar biasa besarnya, juga harapan dari keluarganya yang begitu besar bersemangat ketika melihat kedatanganku yang sudah dianggap sebagai seorang pendekar leukemia yang sukses karena bisa bertahan lebih dari sepuluh tahun menjalani pengobatan yang notabene sangat tidak mudah, tidak murah dan penuh dengan deraian air mata terlebih dengan segala keterbatasan yang aku miliki.

Namun faktanya,,, sangat sedikit sekali dari mereka yang pernah aku kunjungi di berbagai bangsal rumah sakit itu bisa pulang kerumah dalam keadaan hidup. Lantas,,, untuk apa aku capek capek mengeluarkan energi untuk memberikan harapan (semu) kesembuhan pada mereka jika akhirnya sebuah kekecewaan yang mereka dapatkan ?

Untuk apa jika kedatanganku tidak sedikitpun mendatangkan manfaat kesembuhan bagi mereka ?

Akhirnya,,, aku mengambil sebuah keputusan bahwa aku tidak akan lagi lagi membezuk sahabat sahabat leukemiaku termasuk putra dari sahabatku itu dengan satu harapan bahwa dia akan bisa pulang kerumah dalam keadaan hidup dan tentunya terbebas dari penyakit leukemia yang diidapnya alias SEMBUH.

Ndilalahnya,,, beberapa minggu kemudian aku mendengar kabar dari ayahnya sendiri bahwa putrinya telah mendapat remisi pada kemoterapi yang ke dua dengan sel blast 0% serta semua hitungan darah yang dalam kisaran normal, bahkan sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah dan bisa ber aktifitas seperti sedia kala.

Dalam hati aku mengucap syukur yang tiada terkira karena aku tidak jadi membezuk sahabat kecilku itu, karena jika aku bezuk,,, mungkin nasibnya sama dengan puluhan sahabat sahabatku yang lain yang telah mendahuluiku.

Wassalam.

( Edisi Lagi Galau )

Tulisan Terkait :

– Buku Tamu.
– Forum Leukemia.
– Hydrea 500mg.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. Yudhy Rahayu says:

    jangan pesimis gitu dong,mas.dheo gak ditengok mas sama aja dipanggil yg kuasa,semua ud ada yg ngatur,mas.ttp semangat,ttp menjd inspiratif bagi orng2 yg membutuhkan.kita semua gak tau apa yg akan terjd didpn kita,yg penting ttp positive thinking

  2. Mamiq Fathir says:

    Laahaulawalaa quwata illa billah.
    Man propose…God dispose
    Janganlah mengklaim diri menjadi penyembuh atau pembunuh orang, karena itu hanya milik-Nya, tiada yang berhak selain-Nya.
    Kehilangan seseorang yang dicintai (seperti saya yang ditinggal anak karena Leukemia sebulan yang lalu, mohon Al-Fatihah untuknya) memang berat, namun itu semua hanya peringatan dan ujian dari-Nya, akankah kita lebih mencintai makhluk/ciptaan-Nya daripada mencintai-Nya.
    mari kita sama-sama berbenah…
    Wallahua’lam bissawab…

  3. musasanjaya says:

    Jadi deg-degan mas…..ini pilihan pahit yg aku harus hadapi. Anaku baru 11 bulan, bt no choice. Mhn doa dari teman2. Krn bulan ini mau dikemo.

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s