Galah Pengering

Posted: February 6, 2014 in Uncategorized
Tags: , ,

Ketika menurunkan sebuah tas koper dari atas lemari pakayan, aku mendapati sebuah katana milikku yang entah sudah berapa lama aku tidak menyentuhnya. Sebuah maha karya dari negeri sakura yang legendaris itu sempat aku berikan sebuah nama pada hampir 20 tahun yang lalu ketika salah seorang sahabatku memberikan senjata tersebut kepadaku sebagai kenang kenangan.

Aku yang begitu terobsesi dengan sosok legendaris ‘Sasaki Kojiro’ pun menamakan katana itu sama persis dengan katana milik samurai pujaanku itu. “GALAH PENGERING” .

s6

Galah Pengeringku bukan senjata mainan atau sekedar senjata souvenir biasa karena sahabatku yang memberikan pedang itu mendapatkanya dari ayahnya yang seorang mantan duta besar di negeri sakura, dimana setiap perwakilan dari negara asing akan diberikan tanda mata oleh pemerintah kekaisaran jepang yaitu sebuah katana spesial yang sangat berkualitas baik, sehingga dari puluhan koleksi senjata senjata tajam dari berbagai daerah milikku pun hanya katana itulah satu satunya senjata koleksiku yang masih aku pertahankan hingga hari ini beserta sebilah ‘keris dari Solo yang sebenarnya juga telah aku berikan pada anak perempuanku. Sementara koleksi senjataku yang lain sudah habis kuberikan semua pada teman temanku atau sudah aku buang karena rusak atau berkarat.

Aku meraih galah pengeringku yang terasa lebih berat dari biasanya, hmm,,, mungkin karena aku sudah bertambah tua sehingga benda kesayanganku yang sebenarnya sudah aku berikan kepada anak lelakiku satu satunya itu terasa semakin berat saja.
Dan persis seperti perkiraanku, bilah pedang tersebut masih putih berkilau seperti puluhan tahun lalu dan seperti tidak ada perubahan yang berarti kecuali beratnya yang semakin bertambah ketika aku mencabut bilah pedang tersebut dari sarungnya.

Aku mengikatkan sebuah kerudung istriku di pinggangku seperti sebuah ‘obi dan aku juga seolah mengenakan sebuah ‘kimono lengkap layaknya seorang pendekar samurai dengan sebilah katana tersemat dipinggangnya.
Dan sebuah gerakan mencabut bilah pedang serta menebas dalam satu gerakan cepat aku coba praktekkan kembali, namun hampir saja bilah pedang dengan berat sekitar satu setengah kilogram tersebut terlepas dari genggaman tangan kananku.

Ups,,, aku memang sudah tua dan tidak lagi sekuat dan seterampil dua puluh tahun yang lalu. Jangankan dapat memotong gulungan tatami atau bilah bambu hijau utuh seperti dahulu kala, membuat satu gerakan menebas yang paling sederhana saja aku sudah hampir tidak mampu lagi, padahal dengan katana tersebut aku pernah bercita cita dapat memotong tubuh bahkan leher seorang perampok yang datang masuk kerumahku dengan sekali tebas hingga kepalanya jatuh terpisah dari badanya, tentunya dengan jurus “Gan Ryu” yaitu jurus andalan dari sosok idolaku Sasaki Kojiro.

Wassalam.

s2
s3
s4
s7
_____________________________________________________________________________________________________

Tulisan Terkait :

– Buku Tamu.
– Forum Leukemia.
– Hydrea 500mg.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. Miyamoto Musashi says:

    Koniciwa
    Oce san, apakah galah pengering hendak dijual?
    Jika memang mau dijual tolong hubungi saya.
    Arigato

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s