Gadis Relawan RSCM

Posted: December 19, 2013 in Uncategorized

rscm

Pada hari rabu tgl 18 desember 2013 yg lalu, untuk yg kesekian kalinya aku kembali mengunjungi rumah sakit tertua dan terbesar di indonesia ini, RSCM.

Kedatanganku kali ini bukan untuk berobat melainkan untuk mengunjungi salah seorang sahabat kecilku Naya yang sedang menjalani perawatan kemoterapi di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari kediamanku.

Setelah turun dari bus patas 76 AC, ingatanku akan tidak bersahabatnya rumah sakit rujukan untuk penyakit kanker dari seluruh pelosok daerah di Indonesia ini mulai kembali menyeruak dari dalam hatiku tatkala memori dari dalam kepalaku kembali menampilkan gambar gambar siluet masa laluku yang kelam dimana aku pernah ditolak dengan kejamnya dari rumah sakit ini, ketika itu memang kondisi tubuh dan penyakit leukemia yang aku idap sudah sangat buruk ditambah dengan diare berat yang menyertainya.

Ya,,, sudah bukan rahasia lagi, jika seorang penderita leukemia yang sudah parah ditambah infeksi lambung dan diare berat bisa dibilang hampir tidak ada harapan hidup sama sekali, sehingga tanpa ampun, dokter IGD ketika itu memilih menolak untuk merawatku meskipun sebelumnya mereka telah menjanjikan sebuah kamar perawatan untukku sehingga aku dengan susah payah diantar dengan mobil Ambulan kesana.

Ah,,, sudahlah, itu kan masa lalu ujarku dalam hati seraya melangkahkan kakiku menuju pintu gerbang utama yang dijaga oleh dua orang satpam berseragam biru tua.
Selamat pagi pak,,, Paviliun Tumbuh Kembang disebelah mana ya? Tanyaku sopan kepada salah seorang dari dua orang satpam itu. Tanpa ekspresi sedikitpun lelaki berbadan tinggi dan kurus itu menunjuk ke arah kiri. “Patung,,, belok kiri,,, !

Karena yang aku lihat di arah yang ditunjuk satpam itu hanyalah jejeran mobil mobil yang terparkir semrawut dan tidak tampak ada patung apapun, akupun bertanya lagi. “Patung apa ya pak ? Salah seorang satpam yang sedang merokok pun berkata ketus,,, “Tanya saja lagi disana mas,,,! Akupun berlalu dari hadapan kedua satpam itu dengan muak.

Setelah melewati jejeran loket yang sudah sepi karena sudah pukul 11 siang, aku melihat ada papan petunjuk area rumah sakit di selasar sebelah dalam. Setelah menghampiri papan petunjuk tersebut aku kembali geleng gelengkan kepalaku karena ternyata tulisan pada papan petunjuk yang dipasang pada ketinggian 3 meter itu masih terlalu kecil kecil untuk ukuran mataku yang sudah plus 1,5 dan seperti biasa akupun tidak membawa kacamata baca.

Akupun berbalik untuk kembali ke dalam ruang besar yang berisi jajaran loket loket pendaftaran yang sudah sedikit kosong, namun di salah satu pintu yang tadi aku lewati ternyata ada dua orang gadis cantik yang sedang bercakap cakap dan salah seorang diantaranya mengenakan rompi kuning bertuliskan RSCM. Akupun dengan sopan bertanya kepada salah seorang gadis itu dan tanpa aku duga sebelumnya dengan sangat ramah mereka menunjukkan arah tempat yang aku cari dengan cukup jelas dan simpatik. Ketika mereka melihat aku masih terlihat binggung karena begitu banyaknya pengunjung rumah sakit tersebut yang berlalu lalang, mereka berdua pun menawarkan diri untuk mengantarku ke tempat yang aku tuju.

Wah,,, siapa pula yang begitu bodoh untuk menolak diantar oleh dua orang gadis cantik dan ramah tersebut. Namun sebagai basa basi akupun bertanya kepada mereka, lho kalian berdua mau mengantar saya ke paviliun tumbuh kembang?
“Iya pak,,, itu memang tugas kami sebagai relawan di rumah sakit ini, jawab mereka kompak”. Dan kamipun berjalan beriringan sambil bercakap cakap. Tak disangka saking asiknya bercakap cakap kedua gadis itu menghentikan langkah kakinya karena rupanya kami sudah sampai di ujung selasar paviliun tumbuh kembang. Aku sedikit menyesal kenapa paviliun tumbuh kembang tempatnya tidak terlalu jauh sehingga kami bisa bercakap cakap lebih lama lagi.

l25 - CopyTak disangka kedua gadis itu pun bersedia menemaniku beberapa saat lagi sampai aku bisa bertemu dengan sahabatku yang akan aku tengok itu. Kami terus saja bercakap cakap dengan riang sambil menunggu aku menelepon sahabatku yang rupanya sedang berada di dalam kamar bersama anaknya dan setelah aku bertemu dengan sahabatku barulah kedua gadis manis yang rupanya sedang menjalani tugas dari kampusnya di Akademi Perawatan di rscm itu pun pamit untuk kembali menempati posnya di koridor utama rumah sakit tertua di indonesia tersebut.

Bravo RSCM, dengan kehadiran kedua relawan cantik dan ramah tersebut, minimal telah merubah persepsiku tentang RSCM yang selama ini terpatri kuat dalam otakku sebagai rumah sakit yang kejam menjadi sebuah rumah sakit yang sedikit lebih ramah dan bersahabat.

Wassalam.

Tulisan Terkait:

– Gusti Ora Sare.
– Tips Melawan Takut.
– Menanti.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. dewi kamal says:

    Alhamdulillah ketemunya yg cantik, ramah, baik walaupun di depannya sempat kesal ya. Mohon maaf kemaren gak bisa ikut

  2. Jajang Jarkoni says:

    Wah, sayang sy gak ktm mereka yah….(ngarep.com)
    Mskpn ktm pastinya gak bisa bekutik sih, karena ada bidadari disamping saya……..

  3. mas oce,,, saya kagum,mengenal anda,,anda lebih dr 2 orang gadis relawan rscm itu,,,mdh2an persahabatan kita akan terus mmberi manfaat untuk anak saya (naya),para survivor dan semuanya

    mksh mas oce

  4. riadlotun solichah says:

    Oce..oce..
    Msh aja bikin orang lain tertawa..hem..
    Ternyata msh seperti dulu..
    Tp msh untung ga dibawa pulang..
    ‘PiIisss..

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s