Transfusi Darah Ala Oce Kojiro

Posted: November 7, 2013 in Uncategorized

Transfusi darah adalah sebuah hal yang lumrah bagi seorang penyintas leukemia jenis apapun tak terkecuali untuk seseorang yang sudah lebih dari sepuluh tahun malang melintang di dunia kanker darah dengan segala permasalahanannya yang tidak sedikit. Oce Kojiro.20131105_060555

Bukan sebuah hal yang besar menurutku bahkan bukan pula sebuah aib karena untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap dalam keadaan prima itu cukup sulit terutama pada musim peralihan seperti sekarang ini, dimana hanya gara gara terkena diare dan influensa, hb darah mudah sekali anjlok dan satu satunya jalan yang paling masuk akal adalah dengan menjalani transfusi darah di rumah sakit terdekat.

20131104_164113

Di instalasi UGD

Dari beberapa kali transfusi darah yang pernah aku lakukan, yang terakhir inilah yang menurutku paling keren dan berkelas untuk seseorang yang secara fisik terbilang sudah sangat lemah.

Ya… Aku merasa sangat elegan karena pada tanggal 4 Nopember 2013 yang lalu aku berangkat ke RSUD Tangsel dengan menyetir sendiri ‘gerobak yang selama ini menjadi kakiku untuk melangkah, kemudian masuk kedalam UGD untuk diperiksa dan dirawat selama tiga hari karena kadar HB hanya berada di angka 7,3 dan kemudian setelah mendapatkan transfusi 3 kantong darah akupun pulang kerumah dengan kembali menyetir sendiri  ‘gerobak yang selama tiga hari terparkir di halaman RSUD seolah baru saja pulang dari sebuah piknik dengan kondisi yang sudah kembali segar layaknya seorang vampir yang baru meminum darah dari tiga orang korbanya.

Semoga dengan aku berbagi pengalaman seperti ini, kelak akan semakin banyak rumah sakit dan dokter dokter yang menyadari bahwa orang orang seperti kami tidak membutuhkan banyak advice dan segala macam prosedur standar perawatan di rumah sakit yang bertele tele karena yang sebenarnya kami butuhkan hanyalah beberapa kantung darah agar kami bisa kembali segar dan dapat beraktifitas lagi.

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– KALAH.
– FORUM LEUKEMIA.
– Gusti Ora Sare.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. sulastri says:

    semoga abang terus kuat dan terus berbagi pengalaman agar para penderita leokima pendatang baru tidak merasa sendiri dalam menghadapi nasip yang ia terima. walaupun saya tau semua itu perlu perjuangan yang sengat luar biasa dan sangat menyakitkan. semoga Alloh selalu meridhoi setiap jalan yang engkau tapai.

  2. sulastri says:

    perlu abang ketahui setiap kali rasa rindu dan kangen yang tertahan kepada suamiku tercinta aku pasti membuka blok abang ini dengan harapan dapat sedikit mengobati rasa rindu yang taktersanpaikan. salam dan acungan 2 jempol untuk mbak suharni yang dengan sabar dan ihlas menerima semuanya. tetep semangat ya…

  3. hery payoboda says:

    moga anda slalu diberikan kekuatan oleh yg kuasa mas,semejak kepergian putri saya kurang lebih 2 bulan yg lalu saya sudah jarang mampir ke blog ini. bukan saya melupakannya tapi saya tak ingin sedih klw sudah membaca posting2an sahabat yg terkena leukemia.semalam saya mimpi ketemu sama almarhum putri saya yg lg bermain -main sama teman2nya dgn cerianya sambil lompat2an.setelah saya terbangun entah kenapa saya lansung ter ingat dengan mas oce,padahal sekali pun saya belum pernah bertatap muka dengan beliau,habis sholat subuh saya lansung mampir ke blog ini,dan ternyata beliau masih ada (,hehehehe sori mas).syukur اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْـعَالَمِيْـن
    Saya ucapkan pada ALLAH SWT,semoga mas oce diberikan panjang umur dan sehat ,,aaaminn -aamiin ya robbillalamin

  4. Jajang Jarkoni says:

    Pak Oce, sudah 2tahun ini saya berdampingan dengan LGK yg ada didalam tubuh saya. Dalam kurun waktu itu pula sy rutin konsumsi Chytodrox yg sy dapatkan di rs Usada Insani dan rs Mayapada. Tetapi dr yg merawat saya menyarankan utk menemui dan kontrol dgn salah satu dr di Dharmais.
    Ketika sy konsultasi beliau langsung menyarankan saya untuk beralih ke Glivec melalui program NOA, mohon pencerahannya apakah lbh baik sy trs pake Chytodrox ato ikut program tsb mengingat obatnya yg sgt mahal….

  5. ocekojiro says:

    @Sulastri
    Terimakasih banyak atas dukungan dan doa doanya, semoga sepeninggal mas Imam anda dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT dengan limpahan barokah dan rahmat yang terus tercurah kepada anda dan keluarga.

    @Hery Payoboda
    Terimakasih banyak mas Heri atas doa nya,,, dan semoga putri anda bisa menjadi penolong kedua orang tuanya diakherat kelak, amin.

    @Jajang Jarkoni
    Menggunakan hydrea (citodrox/medac dll) ataupun glivec (sprycell/tasigna dll) adalah pilihan,,, sama halnya dengan menjalani pengobatan itu sendiri apakah seseorang memilih pengobatan medis ataupun alternatip.

    Memang,,, tidak setiap penyintas LGK akan cocok dengan penggunaan glivec dan konco konconya itu sehingga ada standar pemeriksaan BCR-ABL atau semaca uji kromosom dimana yang kromosomnya setara dengan Philadelpia+ (biasanya) cocok dengan penggunaan glivec, meskipun kadang masih ada juga yang tidak cocok bahkan tubuh benar2 menolak sehingga fatal akibatnya.

    Secara kasat mata, penggunaan hydrea ataupun glivec sepertinya sama saja karena keduanya adalah sama sama obat keras, sama sama obat sitostatika (kemo) dan penggunaannya juga sama sama untuk seumur hidup. NAMUN… (jika dilihat dari kacamata medis) menurut saya pengguna hydrea sudah tidakl memiliki harapan kesembuhan sama sekali atau penggunanya hanya sekedar bertahan saja, sedangkan pengguna glivec masih memiliki sedikit harapan kesembuhan, meskipun masih harus ada semacam kombinasi senyawa tertentu untuk membantu senyawa imatinib dimasa yang akan datang.
    Sekecil apapun yang namanya harapan,,, sepertinya patut kita usahakan bahkan kita perjuangkan.
    Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali kali kita mengurangi dosis glivec dari 400 mg atau bahkan menghentikannya selama beberapa hari atau minggu karena jika kita melakukan itu maka penyakit akan menyerang lebih ganas lagi sehingga kita harus menambah dosis obat mirip seperti kita menggunakan antibiotika.
    Jadi,,, jika kita memilih menggunakan glivec harus kita pastikan untuk memiliki stok obat yang cukup terutama pada pasien santunan YKI dengan program NOA nya itu karena hampir setiap tahun ada saja terjadi kekosongan obat selama satu hingga dua bulan sehingga banyak para penyintas LGK yang berguguran.
    Mudah2an untuk tahun tahun kedepan program NOA bisa semakin baik lagi dan kekosongan obat tidak terjadi lagi, dan yang terpenting adalah bahwa mereka yang berhak bisa mendapatkan obat dengan mudah tanpa dipersulit dengan segala macam aturan sedangkan mereka yang ‘merampas haknya orang miskin akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT.

  6. sulastri says:

    AAAMIIIN YAROBBAL’ALAMIN

  7. Jajang Jarkoni says:

    Pak Oce,
    Terimakasih ats pencerahannya, stlh rembk dengn keluarga akhirnya sy putuskan utk tetap memakai Chytodrox yang slama ini sy minum.
    Kemarin sy br sj kontrol di Dharmais dan intinya sy diharuskan minum Glivec yg menurut sy sangat sulit mendapatkannya dgn biaya yg besar dan protokol yang sulit.
    Utk biaya kontrol ditambah cek lab saja sudah berat jd sy istiqomah saja dengan apa yg sy jalani saat ini.

  8. ocekojiro says:

    Sama seperti saya yang telah menguatkan hati ini untuk tetap menggunakan hydrea (cytodrox/Medac dll), dengan banyak perhitungan ketika itu (th 2007 saya dianjurkan untuk beralih ke glivec) dimana setiap bulan setiap yg mengikuti program NOA (GIPAP ketika itu) diharuskan untuk kontrol hematologi onkologi setiap bulan tentunya dengan juga menyertakan hasil labolatorium terbaru serta diharuskan untuk perikasa sumsum tulang ( BMP ) setiap 6 bulan sekali. Dan biaya tentunya harus keluar dari kantong pribadi dan tidak diganti oleh program NOA karena program tersebut hanya memberikan obat saja, itupun (pada awalnya) hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu.

    Saya pernah mengejek dokter yang menyarankan untuk BMP setiap 6 bulan sekali ketika itu, bahwa tidak ada gunanya melakukan uji yg membutuhkan biaya besar dan rasa sakit tersebut,,, namun dokter RSCM yg saya kunjungi ketika itu bersikukuh dan mengatakan bahwa dengan penggunaan glivec suatu waktu penderita CML (LGK) bisa sembuh dan menghentikan segala penggunaan obat sitostatika dan untuk mengetahuinya hanya dengan BMP setiap enam bulan, namun hingga sekarang,,, tidak ada satu orangpun yang bisa sembuh dengan penggunaan glivec bahkan diseluruh dunia sekalipun.
    Dan akhirnya,,, pada tahun 2010 prosedur yg mengharuskan pemeriksaan BMP untuk setiap 6 bulan pada program NOA pun akhirnya ditiadakan. ( Gue bilang juga apaa,,, ! )

  9. NISA says:

    Transfusi darah juga hal wajib bagi anak2 thalasemia, gak nunggu musim, 2 minggu, sebulan, dua bulan, gak traNsfusi hb bisa drop 6 atau 5 atau bahkan kecolongan sampe 3. Abis transfusi masalah selesai?? Tidak. Zat besi menumpuk harus dikeluarkan, minum obat yang haRganya mahal, minum obat selesai? Belum tentu, besi masuk lebih sering jauuuh lebih banyak dari besi yang mampu keluar. Yaa namanya hidup, hidup itu ya masalah hehe,

    SEMOGA SAKIT BISA MENEBUS SYURGA, AAMIIN
    salam perjuangan🙂

  10. Fendi suanto says:

    Apa benar obt herbal terbaru ace maxs, dpat menyembuhkan leukimia(cml)??

  11. dewikamal says:

    1 tulisan yang terlewatkan……

  12. Haekal says:

    putriku meninggal karena leulemia aml m3 hanya 2 bln setelah didiagnosa oleh dokter. dengan leukosit nyaris 400rb.tp aku belum pernah mencoba anakku untuk memakan timun suri sebanyak-banyaknya selama 7 hari yang konon menurut sinse dari kalimantan skrag telah wafat dapat menurunkan leukosit yang tinggi

  13. ocekojiro says:

    @Haekal.
    Turut berduka ya mas Haekal,,, .
    Tentang timun suri yang bisa menurunkan leukosit itu menurut saya tidak benar, malah yang saya ketahui adalah bahwa timun timunan itu cenderung dapat menurunkan tensi darah. Seperti buah mentimun yang bisa menurunkan tensi bagi yang menderita hipertensi. Tetapi jika mereka yang tensinya sudah rendah malah tidak baik mengkonsumsi buah atau sayur sayuran tersebut karena tensi bisa semakin rendah bahkan jika dikonsumsi secara berlebihan bisa semaput nanti,,,

  14. hamba Allah says:

    permios mas ocekojiro saya hanya meluruskan saja ttg presepsin anda yg berpendapat bahwa prosedur permintaan darah yang anda lakukan sebelum mendapatkan darah itu bukannya untuk bertele tele atau menyulitkan anda namun itu memang sudah menjadi prosedur kami karena darah yang anda dapatkan tidak dengan mudah dapat keluar begitu saja namun harus ada form permintaan darah, dan melihat ke PMI apakah ada stok darah sesuai dg golongan darah yang anda butuhkan , karena ada beberapa oknum yg membutuhkan darah bukan untuk diberikan kepada pasien namun untuk memcuci benda pusaka dan lain sebagainya diluar kegiatan medis.
    darah yang ada perlukanpun juga harus kami cocokkan antra darah donor dg darah anda dengan harapan tidak terjadi reaksi yang tidak diinginkan karena tidak semua darah dg sesama golongannya itu cocok ada pula yg tidak cocok, dan APABILA darah yg kami berikan tanpa dilakukan pencocokan antara darah anda dg darah donor dapat berakibat fatal seperti gagal ginjal dg resiko CHD (cuci darah) SEUMUR HIDUP atau KEMATIAN. ini hanya sekedar info saja untuk mas ocekojiro hehe

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s