Si Item

Posted: November 7, 2013 in Uncategorized

Kucing kampung yang masih remaja itu bernama si Item, anak lelakiku yang memberinya nama karena selain kucing tersebut begitu lincah, seluruh bulu di tubuhnya juga berwarna hitam berkilat sehingga kucing tersebut terlihat begitu menyeramkan terlebih lagi ia memiliki bola mata berwarna coklat yang sangat tajam dengan sorot mata yang dapat menikam menembus dada siapapun yang menatapnya.

Namun, keceriaan dan keunikan si item rupanya tidak membuatku bergeming untuk tetap menyingkirkan (membuang) kucing tersebut dari rumahku karena ada sifat buruk dari kucing tersebut yang menurutku sudah tidak bisa di perbaiki lagi.20130611_095555-1

(Mungkin) Menurut si item atau ‘bangsa kucing pada umumnya, membuang air besar dikamar mandi adalah sebuah hal yang baik dan patut dicontoh bahkan mendapat apresiasi karena sedikitpun dia tidak pernah merasa bersalah sebaliknya ia kerap mengeong ngeong dengan bangganya seolah memberitahukan kami bahwa ia telah selesai membuang hajat dengan tertip. Yang jadi masalah adalah,,, kloset dirumah kami adalah kloset duduk yang tidak memungkinkan bagi seekor kucing untuk naik dan buang air diatas sana, jadilah dia buang air di lantai kamar mandi di sekitar kloset. Dasar item !

Demi menghindari mampetnya saluran pembuangan air kamar mandi maka dengan sangat terpaksa kami harus rela menganggkat dan membuang kotoran si item pada tempat yang semestinya. Sialnya,,, bukan hanya satu kali si item berkelakuan seperti ini, tetapi setiap hari meskipun sudah beberapa kali mendapat hadiah sabetan sapu lidi bahkan gagang sapu pun kerap mendarat ditubuhnya jika aku memergokinya sedang buang air.
Berbagai formula untuk merubah tabiat si item sudah kami lakukan dari mulai menghukum dengan mengurungnya dikandang besi, mengguyurnya dengan air dan menjewernya berkali kali sampai memberikannya wadah berisi pasir untuk buang air, namun kelakuan si item tidak juga bisa berubah meskipun ia sudah tidak kami perbolehkan masuk kedalam rumah.

Celakanya,,, meskipun ia praktis sudah selalu berada di luar rumah, namun ia tetap mencari cara untuk masuk kedalam rumah, dan tak lain hanya untuk buang air besar di kamar mandi. Cilaka 12.20130709_152017

Karena kedua anakku tidak ada yang bersedia untuk membersihkan kamar mandi dan membuang kotoran si item, maka mereka akhirnya menyetujui ketegasanku untuk membuang si item.
Setelah kedua anakku menyampaikan kata kata perpisahan kepada si item yang terus saja berguling guling dan mencakar mengajak bermain, akupun akhirnya membawa si item dalam sebuah kardus tertutup seperti permainan yang biasa dilakukannya, namun tanpa disadarinya aku meletakkan dan meninggalkannya didekat sebuah warung makan yang bersebelahan dengan gedung sekolah anak lelakiku. Aku sebenarnya cukup sedih dan seolah menghianatinya.
Namun keputusanku sudah bulat dan tujuanku meninggalkannya disana adalah agar si item bisa sedikit dewasa namun masih bisa mendapat makanan sisa dari warung makan tersebut serta anak lelakiku masih bisa memantau kesehatan si item, kalau perlu memberinya makan ketika istirahat sekolah.
Namun kenyataan berkata lain, hidup bagi seekor kucing yang sudah terbiasa hidup nyaman dan manja ternyata begitu keras di luar sana, terlebih lagi banyak pesaing dari kucing kucing liar dewasa yang sudah terbiasa mengintimidasi bahkan menyerang dan berkelahi demi sepotong tulang ikan di tempat sampah.

Setelah tiga hari aku membuang si item, kami tidak bisa melihatnya lagi meskipun kami kerap memperhatikan tempat sekitar aku meletakkan si item untuk terakhir kalinya dan sebuah kabar dari istri dan anak lelakiku membuat hatiku begitu merasa bersalah karena ketika sedang berboncengan sepeda motor mereka melihat si item yang terlihat kurus sedang mengorek ngorek tempat sampah di komplek bukit cirendeu. Ketika di panggil namanya,,, kucing terserebut langsung menengok namun karena anak lelakiku menghampiri dengan sepeda motornya yang tetap menyala dan suasana malam itu juga cukup gelap, maka si item tidak mengenali anak lekakiku itu bahkan ia menghambur melarikan diri masuk kedalam area komplek yang portalnya sudah ditutup.20130709_152026

Sejak kejadian itulah kami menjalankan proyek pencarian besar besaran terhadap si item yang meskipun hanya seekor kucing kampung namun diam diam telah menarik hati kami sehingga menumbuhkan rasa sayang yang begitu besar.
Dengan menggunakan sepeda motor kami berkeliling komplek serta area pemukiman sekitar tempat si item terahir terlihat, tempat tempat sampah serta warung makan menjadi prioritas kami karena di tempat itulah kemungkinan si item berada. Setelah tiga hari terus mencari dan tidak sekalipun kami melihat si item akhirnya kami pasrah dan berharap ada seseorang yang cukup berbaik hati dengan mengadopsi si item dari jalanan dan memberinya tempat yang hangat untuk bernaung serta makanan sehat setiap harinya.

Hari masih belum beranjak siang ketika anak lelakiku pulang kerumah ketika jam istirahat sekolah dengan baju yang kotor karena menggendong dan memeluk si item yang menurutnya ditemukan disekitar sekolahnya. Aku hampir saja pangling dengan kucing tersebut yang terlihat lebih kurus serta kotor tersebut.

Setelah memberinya makan akupun memandikannya dan mengeringkan tubuh hitamnya dengan pengering rambut dan membiarkannya tertidur pulas di atas bantal kursi depan televisi. Padahal tempat tersebut adalah tempat favoritku dirumah sederhanaku ini dan sebelumnya menjadi tempat terlarang baginya. Akupun berbisik ditelinganya : Wellcome home item,,,.

Sore harinya kami sudah bisa bercengkrama lagi selayaknya sebuah keluarga yang utuh meskipun kucing tersebut tidak bisa menceritakan pengalamannya beberapa hari berada diluar sana dan percakapanku dengan anak lelakiku membuatku bergidik ngeri karena rupanya anak lelakiku ini mempunyai niat yang lain selain rasa sayangnya yang tinggi terhadap si item, yaitu jika suatu saat aku kalah dalam peperangan panjangku melawan leukemia dan aku benar benar telah meninggal dunia, maka ia akan menyuruh si item untuk melompati jasadku yang telah terbujur kaku agar aku bisa hidup kembali. Hiii…. !

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– SI JOY.
– MAXXI.
– HOME SWEET HOME.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s