TRAUMA

Posted: September 10, 2013 in Uncategorized
Tags: , ,

Sesungguhnya ada hal yang tidak di ketahui oleh orang dan sahabat sahabatku pada saat ini tentang perubahan drastis yang terjadi pada jiwaku selepas ‘pukulan vonis leukemia di jatuhkan pada tubuhku ini. Trauma.

Hampir tidak ada yang tahu bahwa aku yang terlihat hidup serta masih bernafas ini bukanlah aku yang dahulu, kecuali istri dan kedua anakku dimana hanya merekalah yang bisa membedakan sifat dan perangiku saat ini dengan sifat dan perangaiku ketika aku masih kuat dan sehat. Jiwaku yang dahulu benar benar telah mati dan aku sendiri yang menguburkannya tanpa batu nisan di belakang rumahku sendiri sejak sepuluh tahun yang lalu.

Sebenarnya aku juga tidak ingin mengingat ingat lagi sifat dan perangaiku yang dahulu dimana pada ketika itu aku banyak memiliki teman dan sahabat serta pergaulan yang luas dari berbagai kalangan baik dari kalangan yang berpendidikan, pecinta alam dan lingkungan hidup sampai dunia preman serta mereka yang berkecimpung dalam bidang dakwah agama.  Kini akupun bertekat hanya akan membuka pergaulanku pada lingkup yang relatip kecil saja yaitu istri beserta kedua anakku yang terbukti tidak pernah sedikitpun memalingkan kasih sayang dan cintanya kepadaku serta beberapa orang kerabat dan sahabat yang benar benar bisa diandalkan dan tentunya memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalani kehidupan dunia ini.

Aku sadar bahwa yang sebenar benarnya sahabat bagiku adalah mereka yang membuatku menangis dan mengingatkan betapa ibadah dan hidupku masih banyak kekurangan dan perbaikan bukannya mereka yang tertawa ria mengajakku untuk bersenang senang menghabiskan sisa umurku untuk menikmati hidup yang cuma sebentar ini.

cermnAku bertekad tidak akan pernah perduli dengan gunjingan dan perkataan orang diluar sana, apalagi dari mereka yang masih suka hidup berhura hura melupakan kewajiban dari Tuhannya dan belum sepenuhnya menyadari bahwa akan ada kehidupan lain selain kehidupan di dunia yang cuma sementara ini.

Aku juga akan berusaha untuk tidak akan pernah menyesal dengan hidup dalam kesendirian ini bahkan jika nanti di hari pemakamanku kelak hanya akan dihadiri oleh segelintir kerabat serta sahabatku saja, karena pada dasarnya selepas pemakamanku aku sudah tidak membutuhkan bantuan dari orang lain lagi, kecuali ‘doa dari kedua anakku, terutama ketika aku menjalani Pengadilan Allah dimana seluruh anggota badankulah yang akan bersaksi atas apa yang telah aku perbuat didunia ini.

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– Buat Zahra Putriku.
– Buat Harun Anakku.
– Buat Harni Istriku.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. arvi_ase says:

    Kita hanya bisa berusaha agar dapat Ridho Allah.. Semangat Mass !!

  2. eksak says:

    Allah memilihkan cara terbaik untuk hamba-Nya … Ketika merasa dipanggil, ketika ingin bertaubat, bahkan ketika dalam trauma. Cara terbaik untuk ingat dan kembali ke jalan-Nya. Allah blesses u, Brother!

  3. nizma_ca55ie says:

    tetaplah semangat, lakukanlah hal-hal baik yang Anda sukai, kalau bisa buatlah kenang-kenangan yang indah bersama keluarga kecil Anda… Ganbatte!!! ^^9

  4. Saidi says:

    Sebaik baik bekal adalah TAQWA

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s