Pisau ‘Garpu

Posted: August 5, 2013 in Uncategorized
Tags: ,

Sejak pagi hari tadi aku mengantarkan istri berbelanja keperluan lebaran di pasar Ciputat yang sudah terlihat sangat ramai. Setelah lelah ikut berkeliling pasar dan membawakan beberapa kantong plastik aneka belanjaan akupun ahirnya harus menunggu didalam mobil karena sepertinya selagi uang yang dibawa oleh istriku didalam dompetnya belum habis, maka ada saja barang keperluan yang harus dibelinya meskipun harganya sudah melojak seiring melonjaknya permintaan pada tiga hari sebelum hari raya ini. Sambil mendengarkan lagu lagu GnR yang tidak pernah bosan aku nikmati, aku melihat seorang pedagang aneka jenis pisau dan golok yang menggelar dagangannya didekatku dan perhatianku tertuju pada salah satu jenis pisau yang dijual oleh pedagang itu. Pisau Garpu.

20130804_085526

Ingatanku menerawang pada sekitar dua puluh lima tahun yang lalu ketika masih remaja, dimana aku memiliki hobby mengkoleksi beragam jenis senjata tajam dari berbagai daerah di Nusantara. Puluhan bilah senjata tajam aneka jenis pernah aku koleksi, dari senjata yang biasa digunakan sehari hari sampai senjata yang memiliki nilai seni tinggi serta beraroma magis dan salah satu dari senjata tajam yang aku koleksi ketika itu adalah GARPU, yaitu sejenis pisau yang biasa digunakan sehari hari oleh para pedagang buah dan sayuran di Sumatera Selatan.

Sebenarnya, bentuk dan karakteristik pisau garpu ini sederhana saja dan mirip dengan pisau dapur pada umumnya namun yang membedakannya adalah bilah pisau ini cenderung lebih tebal karena terbuat dari baja per mobil JEEP (sisa PDII) yang banyak bertebaran di pulau Sumatera dan gagang pisau ini tidak akan pernah copot seperti pisau dapur pada umumnya karena bagian bilah pisaunya menyatu sampai ke ujung gagangnya yang mana pada bagian gagang disematkan dua buah kayu berbentuk setengah lingkaran pada dua sisinya sehingga membentuk sebuah gagang pisau yang solid dan mantap untuk digenggam. 20130804_085453

Sarung pembungkusnya pun terbilang sangat sederhana namun unik, hanya terbuat dari kulit yang agak kaku dan dapat menyelubungi seluruh mata pisau sampai setengah dari gagangnya sehingga pisau tersebut hanya terlihat ujung gagangnya saja dan tidak tampak menyeramkan seperti sebuah senjata yang mematikan, padahal di era 80an senjata ini memiliki reputasi buruk sebagai senjata pembunuh nomor wahid di wilayah Palembang dan sekitarnya sama seperti halnya dengan clurit untuk wilayah Madura dan Jawa Timur.

Iseng iseng, akupun bertanya kepada penjual pisau tersebut berapa harga sebilah pisau legendaris yang dijualnya itu, dan dengan mantap sang penjual menyebutkan harga yang tidak bisa ditawar lagi yaitu 20.000 rupiah. Masih sama persis dengan dengan harga pisau sejenis yang pernah menjadi koleksiku dahulu ketika aku membelinya di Pasar Bawah Bandar Lampung, pada sekitar tahun 1988 ketika aku (pernah) kuliah di sana.

Akupun mulai memilih milih karena ternyata kualitas bahan pembuatnya sangat jauh berbeda dengan pisau sejenis yang dibuat pada puluhan tahun lalu, bahkan kehalusan dan nilai seni dalam pengerjaannya pun bisa dibilang sangat rendah sekali karena banyak pisau yang terlihat asal jadi dalam pengerjaannya, bahkan beberapa buah terlihat tidak simetris pada kedua sisinya dan tidak memiliki keseimbangan yang sempurna jika suatu waktu senjata ‘genggam itu harus digunakan sebagai senjata untuk melempar dari jarak jauh.

Dan akhirnya, dengan selembar uang 20 000 rupiah akupun mendapatkan sebilah pisau garpu (abal abal) yang akan aku simpan di dalam dasboard mobilku demi melindungi diri dari para penjahat yang sudah menguasai hampir seluruh jalanan di Ibu kota ini, agar tidak lagi terulang seperti beberapa waktu lalu ketika datang dua orang yang mencoba merampok mobilku dengan menodongkan senjata api (mainan) yang sempat membuat nyaliku ciut namun tetap tidak menghilangkan akal sehatku untuk tetap melawan dan berindak cerdas, sehingga perampokan pada pukul 23.00 malam itu bisa aku gagalkan meskipun para penjahatnya masih berkeliaran diluar sana.

Ada sebuah dilema, disatu sisi aku hanya berusaha melindungi diri dari para penjahat yang mungkin sudah membawa senjata yang ampuh untuk melumpuhkan bahkan untuk membunuh seperti golok, celurit atau senjata api. Dan aku yang hanya membekali diri dengan sebilah pisau ‘ecek ecek ini harus dibayang bayangi dengan Undang Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan dan membawa senjata tajam tanpa izin dengan ancaman kurungan maksimal selama 10 Tahun penjara.

Wassalam.

PS.
Sepenggal tulisan ini aku persembahkan kepada sahabatku Winky yang saat ini sedang sibuk membuat kue lebaran yang dia jamin tidak bakalan ‘bantet, tetapi gosong doang dikit hehe,,,

Tulisan Terkait :

– BUKU TAMU.
– FORUM LEUKEMIA.
– HYDREA 500MG.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. vie evie says:

    Slmt mlm mas oce….sy sng tiap bc email dr mas oce ttg pengalaman seru mas oce….uda 3thn sy mendampingi suami yg jg penyitas leukimia…walopun kmi tggl jauh dipapua tp puji Tuhan kmi bs mendapat hydrea walopun gak sesuai dosis yg dianjurkan dokter…tp mas sy punya mslah yg cukup rumit …keadaan suami kdg baik kdg ngedrop…kalo lg ngedrop sy dan 4 anak kmi yg mengurusnya krn kmilah klg yg dimilikinya dipapua….tp klu keadaannya membaik….hanya kkemaksiatan yg dia lakuin…..perlakuan kasar sprt binatanglah yg kmi trm….sy prnh punya pikiran bhw kanker membuatnya smakin gila….bukan membuatnya bertobat….kdg putus asa rsnya menghadapi kelakuan suami sy….klu boleh mohon pencerahannya mas…trmksh

  2. ocekojiro says:

    @Vie Evie
    Subhanallah,,, sungguh saya tidak tahu harus berkata apa dan jika saat ini ibu bisa melihat saya ibu pasti akan lihat betapa kedua mata saya berkaca kaca membaca komentar ibu yg meskipun cuma sedikit itu.
    Selama ini saya hanya hanya mendengar dan melihat di sinetron sinetron saja hal yang demikian, tetapi ibu benar benar mengalaminya bahkan masih terus menjalankan apa yang m,enjadi kewajiban ibu, saya tidak akan menyuruh ibu bersabar karena hakikatnya saya tidak pernah mengalami hal yg seperti ibu dan anak2 alami dan saya pun tidak suka jika disuruh dan dinasehati untuk bersabar seolah olah saya tidak memiliki sedikitpun kesabaran, jadi,,, jalankan saja apa yang menjadi kewajiban ibu sebagai seorang istri yang baik karena hidup di dunia itu hanya sementara dan pasti akan ada kebahagiaan yang akan datang pada ibu beserta anak anak karena Tuhan tidak pernah tidur, serta ada kebahagiaan abadi yang menanti ibu pada waktunya kelak.
    Salam buat keluarga.

  3. yani says:

    mas oce memang okeee,,,,, cuma beli piso dapur gitu aja bisa jadi tulisan keren. didapur saya banyak tuh mas
    buat ibu vie evie pinjem pisonya mas oce aja buat nakut nakutin biar sedikit sopan sama wanita, sebel bener dengeernya

  4. rizky says:

    Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh…

    Semoga mas oce selalu diberikan kesehatan oleh allah swt.

    Saya ingin menanyakan gejala yg mungkin tergolong aneh atw tidak..
    Beberapa minggu ini calon istri saya yg juga pengidap leu selalu mengeluarkan mimisan..

    Mungkin sudah biasa kalau mimisan…
    Tapi yg terjadi pada calon istri saya ialah darah yang keluar tidak seperti darah biasa…

    Tetapi seperti gumpalan darah…

    Apakah gejala yang sama pernah terjadi pada mas oce dan sahabat sekalian?

    Apakah gumpalan itu adalah bagian dari leukosit yg upnormal?

    Dokternya bilang kalau yg keluar gumapalan itu bagus…

    Apalah benar yg dikatakan dokter itu? Atw hanya sebagai penghibur

    Trima kasih balasannya…

  5. ocekojiro says:

    @Yani
    He hehe,,, istri saya juga protes tuh mbak, wong piso dapur kayak gitu aja dibesar besarin malah mau dibawa bawa seperti gak yakin dengan lindungan gustiAlloh, itu malah sudah dipake motong motong daging buat semur n rendang,,, oalaah garpuku apes.

    @Rizky
    Walaikumsalam Wr Wb.

    Betul,,, mimisan itu adalah hal yang lumrah terjadi bagi penyintas leukemia jenis apapun termasuk saya, namun baru kali ini saya mendengar ada komentar dari dokter bahwa mimisan dg darah yang menggumpal itu bagus. (Mimisan kok bagus ? )
    Tetapi,,, setelah saya pikir pikir mungkin dokter anda ada benarnya juga, mimisan itu terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang berada didalam rongga hidung, bisa yang berada dibagian luar maupun dalam namun ketika masih didalam rongga hidung darah itu menggumpal atau cepat sekali menggumpal, maka dipastikan kadar trombosit dalam darah penyintas leukemia tadi masih cukup tinggi bahkan mungkin masih dalam hitungan normal karena semakin cepat darah itu menggumpal ketika terkena oksigen maka semakin tinggi pula kadar trombosit dalam darah.

    Minimal,,, jika darah lebih cepat menggumpal mimisannya dipastikan tidak akan lama dan otomatis turunnya kadar HB dalam darah secara drastis bisa terhindari. Dan jika kadar trombosit tinggi, otomatis penyintasnya bisa beraktifitas normal layaknya oang sehat.
    Kira kira begiru mas Rizkt,,, kita berprasangka baik saja oke.

  6. rizky says:

    Sebelumnya saya hanya ingin berbagi dengan mas oce dan sahabat survive lue disini

    Sebenarnya calon istri saya sedang mengidap leukemia stadium 3.
    Dan dokter spesialis kankernya menyarankan agar mengkonsumsi habbatussauda(minyak jintan hitam) dan rebusan daun sirsak
    Diminum setiap 3 jam satu kali. Dengan takaran 7 butir habbats, 15 lembar daun sirsak
    Dan air perasan lemon diminum setiap siang dan sore hari serta menjauhi makanan yg berprotein, gula, garam dan penyedap. Sekarang calon istri saya tidak lagi minum obat-obatan kimia dari dokter. hanya mengkonsumsi buah-buahan dan sayur sayuran saja.

    Dokter spesialisnya pernah melakukan ujilab dengan daun sirsak dan minyak habbatusauda.
    Stelah melakukan uji lab dokter menyatakan Memang betul kalau daun sirsak dan habbats mematikan dan menghambat sel kanker dengan cepat.

    Efek yang ditimbulkan dari menkonsumsi rebusan daun sirsak dan habbats pada calon istri saya adalah nyeri dan panas dibagian tulang punggung yang sangat menyakitkan 2 x lipat rasa sakit kemo. (Pengakuan istri saya)

    Semenjak mengkonsumsi itu calon istri saya sering mengeluarkan mimisan yg berupa gumpalan sperti agar-agar.
    Dan dokter menyatakan kalau gumpalan darah yg keluar itu bagus.

    Pernah calon istri saya tidak sengaja memakan kentang dibenyek yang di bumbui oleh gula, gara dan penyedap makanan. Alhasil tidak ada lagi gumpalan yang keluar. Yg keluar hanya mimisan dengan darah biasa dan kondisinya turun drastis.

    Skarang calon istri saya hanya mengkonsumsi itu saja tanpa obat-obatan kimia apapun. Dan tanpa transfusi darah.
    Berbeda dengan dulu yang setiap bulan harus transfusi darah.

    Smoga bermanfaat.

  7. David says:

    Dear Bpk Rizky,
    Terima kasih atas sharingnya.
    Boleh saya minta alamat email Bapak? Saya mau berkonsultasi mengenai pemakaian minyak jintan hitam dan rebusan daun sirsak. Seperti, dimana belinya dan cara pembuatannya? Dan cara minumnya bagaimana? Papa saya berumur 69 thn dan penderita AML.

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s