Selamat Jalan Sahabat (3)

Posted: July 11, 2013 in Uncategorized
Tags: , , ,

Pada tanggal 30 Juny 2013 yang lalu, datang sebuah kabar dari facebookku bahwa salah seorang sahabat leukemiaku yang berdomisili di sebuah kota provinsi di Riau telah kalah dalam peperangan panjangnya melawan leukemia dan akhirnya meninggal dunia.

Sejujurnya aku sama sekali tidak merasa terpukul dengan berpulangnya sahabatku yang satu ini karena dia adalah salah satu dari beberapa orang yang menganggapku sebagai musuh besar yang dianggap sangat berbahaya bagi dirinya dan kelompoknya terutama para penyintas CML yang masih saja terus mendapatkan santunan obat glivec gratis dari YKI melalui program GIPAP dan NOA meskipun banyak diantaranya tergolong dari keluarga yang mampu dan masih memiliki pekerjaan layak bahkan memiliki asuransi kesehatan.

Tanpa aku sadari aku merasa begitu ringan seperti tidak ada beban sama sekali atas meninggalnya sahabatku yang hanya aku kenal lewat dunia maya saja. Bagaimana tidak, karena sahabatku yang satu ini telah sukses membuatku mengganti nomor ponsel karena tak henti hentinya selalu menantang dan menghujatku serta menebar ancaman akan menculik bahkan ‘menghabisiku jika aku tidak bersedia menghapus beberapa tulisanku tentang langkanya obat hydrea dan seputar bantuan obat glivec yang menurutku masih salah sasaran dan hanya bisa dinikmati oleh segelintir pasien leukemia yang mampu sedangkan mereka yang miskin justru tidak bisa menikmatinya dan harus rela meregang nyawa atau sekedar bertahan hidup dengan menggunakan obat yang sudah dianggap kuno yaitu hydrea.

Sejak awal, aku sudah curiga dengan ngototnya sahabatku itu meminta nomor telepon dan emailku yang aktif dengan menggunakan kata kata yang kasar beserta ancaman melalui facebook, namun bukan kojiro namanya jika aku menjadi takut dan tidak berani memberikan nomor teleponku lalu lari terbirit birit karena takut akan gertakannya yang meskipun dia berada di daerah yang cukup jauh dari tempat tinggalku namun dalam waktu 48 jam dia sesumbar akan sanggup datang kerumahku untuk menculikku bahkan menghabisiku.
Mungkin dia lupa bahwa dia hanyalah seorang manusia lemah yang sedang diuji Allah dengan penyakit mematikan sekelas kanker agar selalu bersyukur atas segala nikmat dan karunia dari Tuhannya. Alih alih menjadi pribadi yang lebih baik, ehh,,, malah mau menjadi preman dan menebar ancaman.

Suatu ketika iseng iseng aku menyindirnya tentang ancamannya menculikku dan menghabisiku yang tidak kunjung dilakukannya, dengan masih sedikit berang dia mengatakan tidak ingin mengotori tangannya hanya untuk menghabisiku yang levelnya jauh lebih rendah dari pada dirinya, karena tanpa dihabisi pun aku akan segera ‘mampus karena sebagai penyintas CML aku hanya menggunakan obat obatan ‘kuno yaitu hydrea. Namun takdir berkata lain, dia yang menggunakan obat yang konon katanya terbaik itu malah lebih dahulu meregang nyawa dengan sangat mengenaskan dan aku yang selalu disumpahin untuk segera mati malah masih manis manis saja menjalani hidup. Allah Maha Adil.

Ketika mengetahui sahabatku itu meninggal dunia, sebenarnya aku sangat ingin memberikan sebuah ‘pukulan terahir untuk mengakhiri perselisihan yang selesai karena kematian itu. Namun aku bukanlah seorang pendendam, alih alih mengucapkan kata kata kasar yang sebenarnya juga sudah tidak bisa dia dengarkannya lagi, sebaliknya aku malah mengirimkan kata kata perpisahan dan sedikit doa doa di dinding facebooknya karena sebagai manusia biasa siapapun bisa saja berbuat kesalahan.

Selamat jalan sahabat,,, aku yakin ditempatmu saat ini kamu berubah pikiran tentang glivec, dan tidak lagi merendahkan kami para pengguna hydrea yang nyata nyata tidak merugikan siapapun bahkan tidak mengemis pada novartis dan YKI dimana ujung ujungnya juga menggunakan uang pajak dari rakyat negeri ini untuk menutupi harga glivec yang selangit itu.
Semoga amal ibadahmu diterima disisi tuhanmu dan semua kesalahanmu mendapatkan ampunan, amin.

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– Selamat Jalan Sahabat 
– Selamat Jalan Sahabat (2).
– Gusti Ora Sare.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. Hendry Irawan says:

    Assalamualaikum Kang Oce,

    Saya seorang penyintas Leukimia CML juga yang berdomolisi di Pekanbaru-Riau. Tahun ini adalah tahun kedua hidup bersama dengan leukimia. Banyak sudah yang saya dan keluarga lakukan selama 2 tahun ini untuk berusaha agar keadaan saya kembali normal dan Alhamdulillah semua itu tidak sia-sia. setidaknya sampai saat ini saya masih bertahan. Bagaimanapun kewajiban kita sebagai muslim jikala sakit adalah berusaha berobat, untuk kesembuhan adalah kekuasaan dan milik Allah SWT.

    Tulisan-tulisan akang banyak menginspirasi saya dalam menghadapi penyakit ini. Sama hal nya dengan Kang Oce, saya juga hanya mengkonsumsi Hydrea karena ketidakmampuan untuk membeli glivec yang “katanya” obat paten itu dibantu dengan berbagai obat-obat tradisional seperti godokan daun sirsak dan kulit manggis. Selain itu para sahabat-sahabat juga banyak membantu dengan memberikan berbagai macam obat-obat herbal dan lain sebagainya. Pokoknya segala macam obat dicoba walaupun menurut kedokteran Leukimia CML tidak dapat sembuh, tapi saya hanya menjalankan kewajiban untuk terus berikhtiar mencari obat dari sakit yang diberikan Allah SWT.

    Segini aja dulu salam perkenalan dari saya Kang, semoga kita sesama penyintas leukimia ini bisa makin tegar dan bijak menghadapi hidup yang sementara ini, semoga Allah SWT juga memberikan kekuatan kepada kita dan kita makin yakin Allah memberi kita sakit ini karena DIA sayang kita.

    Wassalam…..

    Hendry Ir’s

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s