Langit Adalah Dokterku

Posted: July 11, 2013 in Uncategorized
Tags: , , ,

Sudah lebih dari empat tahun ini aku tidak lagi memiliki dokter untuk konsultasi tentang penyakit kanker darahku, seingatku visit yang terahir pada pertengahan 2009 karena dokter yang juga sahabatku yang bernama dr Ludin Gultom SpPd itu sudah tidak lagi praktek di Rs Fatmawati karena sudah pensiun.

Sebenarnya aku pernah beberapa kali mencoba ganti dokter bahkan salah satunya kembali ke dokter senior yang juga pernah menanganiku pada awal awal aku menderita leukemia. Namun karena menurutku dokter dokter tersebut tidak ‘asik dan tidak mau mengerti keadaanku bahkan selalu menyarankanku beralih menggunakan glivec dengan selalu menakut nakuti akan kematian yang mengintaiku jika aku terus menggunakan hydrea, padahal hampir setiap minggu ada saja pasien pengguna glivec yang tergabung dalam NOA yang meninggal dunia sehingga aku jadi malas kedokter dan akhirnya sampai hari ini hanya menjalani pengobatan dengan caraku sendiri.

langitBukan sebuah hal yang besar menurutku apalagi karena keterbatasanku untuk membeli obat dan membayar ongkos dokter serta biaya mengecek darah setiap bulannya memaksaku untuk bertindak seperti itu disamping tetap menolak menerima bantuan obat yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi mereka yang miskin. Sebenarnya sih bukannya menolak, lebih tepatnya bersikap realistis dan jujur karena pada pertengahan 2011 yang lalu aku pernah mencoba mengurus santunan obat glivec di YKI Sunter langsung dengan ibu dokter kepala bagian santunan, hasilnya adalah aku hanya bisa mendapatkan Paket-C atau diharuskan membayar 47 juta rupiah untuk setiap tahunnya dan hanya bisa dicicil sebanyak 2 kali. Atau jika mau yang gratis aku dipersilahkan membuat kartu Jamkesda /Jamkesmas dengan satu syarat utama yaitu dengan mengaku ngaku miskin.  Sok Kaya !

Hal itulah yang sebenarnya membuat aku banyak mendapat cibiran dan cemoohan dari banyak penyintas leukemia yang terhimpun dalam sebuah wadah resmi para penyintas leukemia (LGK) dimana mereka disupport oleh sebuah produsen obat raksasa yang bekerja sama dengan yayasan kanker Indonesia (YKI) serta banyak rumah sakit besar di seluruh Indonesia dengan program GIPAP dan NOA yang memberikan santunan obat gratis untuk seumur hidup mereka. Mantap.

Meskipun tidak mendapatkan dukungan dari perusahaan obat raksasa ataupun dari sebuah yayasan kanker nasional yang mendapatkan dananya dari uang pajak rakyat negeri ini, namun aku tetap bisa survive bertahan hidup bahkan dengan kualitas hidup yang semakin baik.

Dan diam diam,,, meskipun tidak terlalu banyak, akupun memiliki beberapa orang sahabat yang juga penyintas CML yang sama sama menggunakan hydrea bahkan sama sama tidak punya dokter hematologi bahkan bisa dibilang sama ‘gila nya karena beberapa sahabatku itu sudah ada yang jauh lebih pandai dariku dalam memeriksakan kadar leukosit dalam darahnya tanpa ke laboratorium. Ada yang sudah lebih dari enam bulan ini tidak ke lab, bahkan salah seorang sahabat di Ponorogo sudah sukses mengikuti jejakku, karena sudah lebih dari satu tahun ini sama sekali tidak ke dokter dan juga tidak memeriksakan darahnya kelaboratorium, karena dia sudah bisa mendeteksi kadar leukosit dalam darahnya hanya dengan sentuhan satu ujung jari telunjuk saja. Kalah dukun !

Karena sebenarnya yang kami butuhkan dari dokter hanyalah secarik resep untuk membeli obat, maka jika kami sudah bisa mendapatkan obat hydrea dari ‘langit, maka resep dokter  sudah tidak kami butuhkan lagi, apalagi nasehat nasehat dokter yang selalu menganjurkanku untuk beralih menggunakan glivec yang banyak sekali efek samping bagi pemakainya serta penggunaannya juga sama dengan hydrea yaitu untuk seumur hidup. Apa bedanya ?

Pernah suatu ketika aku menegur salah seorang sahabatku untuk sekali kali periksa darah ke lab untuk memastikan kadar leukosit dalam darahnya, namun sambil tertawa dia menjawab, “Tenang aja boss,,, Belanda masih jauh, hehehe

Sama seperti hidup, pengobatan yang aku jalani ini adalah pilihanku sendiri dan aku bertanggung jawab sepenuhnya atas pilihanku ini dengan segala konsekwensinya.

Wassalam.

PS.
Sepenggal tulisan ini aku persembahkan kepada segenap sahabat sahabatku, diantaranya adalah Mas Imam, Om Tony, Ibu Sulastri, Ibu Julie Marsudi dan lain lain.

Tulisan Terkait :

– FORUM LEUKEMIA.
– HYDREA 500MG.
– Gusti Ora Sare.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. yunn says:

    assalamualaykum…mas,pertama kena dulu badan mas sering demam tidak,abang sy akhir2 ini sering demam,hsl lab nya tromb rendah 27rb,leuk tinggi 33rb, hb 8 apakah itu gejala leukimia,dokter nyuruh bmp tp abang sy tdk berani,apakah bnr itu leukimia,makasih

  2. ocekojiro says:

    @Yunn
    Walaikum salam Wr Wb
    Betul,,, hampir semua penderita pada awalnya selalu mengalami demam yg tidak diketahui dari mana sebabnya termasuk saya.
    Dari hasil lab kamu,,, sudah jelas / terang benderang bahwa ada kelainan darah yang harus segera dilakukan BMP untuk segera diketahui apa penyebab pastinya, karena semakin cepat kita tahu masalahnya maka kesempatan untuk sembuh pun logikanya juga semakin tinggi.

  3. yunn says:

    sy tdk tega mas liat abang sy sering sakit kepala hebat,mual,muntah,sdh turun bb 7kg,awal sakit bln mei 2013,sampai skrg orang tua tdk mengizinkan utk bmp dan abang sy pun tdk berani,dr bln mei hasil darah abang sy kacau balau,kira 2 termasuk leukimia jenis apa ya mas,krn sampai skrg blm ada diagnosa yang pasti dr dokter,ada dokter yg bilang itp,leukim,ada jg yg bilang kemungkinan lupus,mhn sarannya mas,mksh

  4. ocekojiro says:

    Justru itu,,, secepatnya harus menjalani BMP.
    Jangankan saya yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan kesehatan sedikitpun, dokter dokter ahli bahkan professor pun tidak akan bisa mengetahui dengan pasti apa type penyakitnya sebelum menjalani BMP.
    Jika dikira kira saja dari rentang waktu serta hasil labnya memang sepertinya bisa, tetapi potensi kesalahannya sangat tinggi dan saya pikir tidak akan ada dokter yg berani mengira ngira karena nantinya tidak mau disalahkan jika terjadi apa apa.
    Satu hal yang anda dan keluarga harus fahami,,, bahwa siapapun bisa saja menderita penyakit penyakit degeneratip karena kita semua memiliki bakat untuk menderita penyakit penyakit seperti itu, jadi tidak usah kita lari dari kenyataan,,, hadapi saja dengan gentel karena jika kita lari pun kita tidak akan pernah benar benar bisa menjauh, buktikan saja.
    Ini bukan main mainan atau undian dari Tuhan tentang siapa yang tertangkap dialah yang sakit, tetapi ini adalah ujian dari Allah karena dibalik itu semua akan ada Anugrah dan Ampunan yang teramat besar yang tidak pernah diimpikan oleh seorang manusia manapun.
    (Mohon maaf jika saya agak sedikit terbawa ‘perasaan, karena saya teringat kasus saya sendiri yang sejak pertengahan 2003 saya menolak BMP hingga akhirnya pada juny 2004 saya melakukan juga dengan kondisi yang sudah benar benar jatuh.)

    Salam.

  5. yani says:

    Sing sabar ya masss,,,,,,,,,

    buat mbak yunn: bener mbak apa yang dikatakan mas oce,,,,,,,, jalankan saja pemeriksaan ampe tuntas jadi pengobatanya bisa tepat sasaran.

  6. yunn says:

    mksh mas oce atas saran yg sangat berarti ini,mksh jg utk mbk yani atas perhatiannya,kendalanya adalah ini adalah calon suami sy,disaat skrg dia sdg stres dan terpuruk dia malah menghilangkan kontak dg sy,alasan dia menghilang krn dia merasa dgn sakit ini dia tdk akan bisa mengurus sy nantinya,padahal sy siap menerima dia apa adanya,jd sy hanya bisa berdoa skrg,smga dia sabar dan tabah krn ini ujian yang harus dihadapi bukan diratapi,dan smg orang tua nya juga sadar bahwa sakit ini bukan sakit buatan dukun tapi ini ujian pemberian dr allah,mksh sekali lg mas😥
    karena sy yakin dia juga mampu menjadi sosok yang kuat seperti mas oce.trm ksh sekali lg

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s