Rokok

Posted: June 7, 2013 in Uncategorized
Tags: , ,

Beberapa tahun belakangan ini aku sudah terbiasa beraktivitas layaknya orang sehat serta kerap mengikuti berbagai kegiatan disekitar tempat tinggalku, baik kegiatan kegiatan Rt/Rw serta berbagai pengajian seperti pengajian rutin malam jumat di mushollah maupun pengajian berupa syukuran atau kendurian yang umum diadakan oleh anggota masyarakat.

Namun ada kebiasaan buruk yang sangat tidak aku sukai dalam kegiatan kegiatan tersebut, yaitu banyaknya peserta pengajian yang merokok sebelum acara pengajian dimulai atau ketika doa telah selesai dipanjatkan serta ketika acara ramah tamah yang disertai suguhan berbagai aneka makanan dan minuman.

Tidak sampai disitu, ‘sohibulbait pun kerap menyediakan rokok dengan berbagai merek yang diletakkan didalam gelas beserta piring piring kecil sebagai asbaknya dan biasanya suguhan rokoklah yang terlebih dahulu disambar oleh para hadirin sebelum memulai percakapan dan perbincangan agar suasana menjadi cair dan santai ditengah ruangan yang dalam sekejap menjadi penuh dengan asap rokok yang membuat nafasku sesak serta kepala yang terasa sakit.

Bagi mereka yang sehat dan menyukai rokok memang hal tersebut bukanlah menjadi sebuah masalah, bahkan jika rokok tidak disediakan oleh si empunya hajat pun mereka terkadang sudah membawa rokok sendiri dari rumah. Namun bagiku ini adalah sebuah siksaan yang teramat berat meskipun terkadang aku sudah memilih tempat diluar ruangan atau didepan pintu dimana jika sudah tidak kuat dengan asap rokok yang membuat pusing kepala aku akan langsung ngeloyor pulang begitu saja, bahkan terkadang tanpa pamit dengan sohibulbait maupun anggota pengajian yang lain meskipun besek juga belum dibagikan, hehehe.

lb5Pada minggu malam yang lalu, aku menghadiri sebuah undangan pengajian di salah satu rumah tetanggaku yang mengkhitankan anak lelaki pertamanya dan karena tempat tinggalnya sempit, sang empunya hajat menggelar karpet dan tikar yang dipinjam dari mushollah untuk digelar didepan rumah kontrakannya yang tidak seberapa luas itu. Namun karena beberapa saat kemudian hujan turun dengan lebatnya kami terpaksa harus bercerai berai mengungsi dibeberapa rumah kontrakan karena tempat yang kami duduki adalah tempat mengalirnya air dari talang talang rumah petakan yang padat bahkan menjadi jalan air yang cukup deras sehingga banyak sandal kami yang hanyut terbawa air.

Aku cukup beruntung karena dapat berteduh diteras luar yang cukup tinggi serta ternaungi oleh asbes sehingga aman dari tetesan air hujan. Sedangkan para jamaah yang lain terpaksa berjejalan didalam beberapa rumah petakan yang berhadap hadapan itu dan dengan cepat dipenuhi oleh asap rokok karena dalam cuaca dingin rokok begitu nikmat untuk dihisap.

Di tengah hiruk pikuk hadirin yang mencari cari sandal yang terbawa air, aku mendapati masih ada satu buah gelas yang berisi puluhan batang rokok kretek yang disiapkan oleh tuan rumah dan sebelum beberapa orang yang berada di sampingku mengambil rokok rokok tersebut untuk menghisapnya, akupun buru-buru mengambil satu batang rokok dan kemudian pura-pura tidak sengaja mendorong gelas tersebut hingga jatuh terjungkal ke air cucuran atap yang membanjiri teras.

rokokSemua rokok yang jatuh ke air menjadi basah sehingga tidak ada seorangpun yang berteduh di teras luar bersamaku itu yang menghisap rokok bahkan tidak seorangpun juga yang berani meminta sebatang rokok yang aku pegang untuk di hisap karena beberapa kali aku dengan sengaja memasukkan rokok tersebut kedalam mulutku dan membasahinya dengan ludahku tanpa membakarnya.

Baru kali ini aku merasa menang dan sangat senang, terlebih lagi beberapa saat kemudian anak lelakiku datang menjemputku dengan membawakan payung yang langsung aku sambut gembira untuk segera pulang, karena rupanya malam itu hujan tidak juga reda hingga jam sembilan malam sehingga banyak anggota pengajian yang terpaksa menunggu hingga hujan berhenti tanpa merokok.

Dalam hati aku berdoa, mudah mudahan mereka yang saat itu menunggu di teras luar dalam hawa dingin itu akan semakin terbiasa tanpa ditemani oleh rokok, bahkan kalau perlu mereka semua bisa berhenti merokok karena sebenarnya tanpa rokok pun kita masih bisa hidup bahkan dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– FORUM LEUKEMIA.
– HYDREA 500MG.
– GLIVEC vs  HYDREA.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Comments
  1. kakaakin says:

    Oh iya.. rasanya dulu di kampung saya ada juga yang menyediakan rokok saat kendurian. Awan putih memenuhi ruangan deh😦

  2. Sahri Ai says:

    wkwkwk..hidup mas oce menang

  3. Sahri Ai says:

    mdh2an selalu mnjd pemenang

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s