Mitos Seputar Makanan

Posted: June 6, 2013 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Ketika memasuki tahun tahun awal setelah aku di vonis menderita leukemia, banyak nasehat dari teman teman dan sahabatku yang sehat maupun yang juga menderita penyakit penyakit degeneratif untuk sedapat mungkin menghindari makanan makanan yang (konon) dapat memicu tumbuhnya kanker atau menjadikan kanker yang kita derita semakin membesar dan ganas hingga kematian adalah harga mahal yang harus dibayar.

Sebenarnya nasehat nasehat tersebut cukup masuk akal, apalagi hubungan terhadap apa yang kita konsumsi itu dapat berdampak langsung dengan sistem kekebalan dan imunitas tubuh kita selain untuk asupan kebutuhan energi yang membuat kita bisa terus hidup.
Namun banyaknya jenis makanan yang dituding sebagai pemicu kanker itulah yang membuat aku menjadi binggung sendiri, padahal aku dituntut untuk mempertahankan berat tubuh ideal serta banyak membutuhkan vitamin dan mineral potensial untuk membangun dan memproduksi darah secara alami tanpa tergantung terus dengan tranfusi darah, serta membutuhkan asupan protein dan karbohidrat yang cukup untuk kebutuhan energi harian serta menjaga imunitas tubuh yang tinggi untuk bisa terus bertahan hidup.

s1

Jika semua jenis daging merah dan unggas dilarang karena protein hewani dituding sebagai sumber makanan utama pemicu kanker. Susu serta produk turunannya juga dilarang karena lemaknya menjadi makanan terlezat yang disukai kanker. Seafood, ikan laut, udang, serta sejenis kerang kerangan juga dilarang karena dapat memicu reaksi alergik dan merangsang tumbuhnya sel kanker dan sebagainya, lalu aku harus makan apa,,, TAHU sama TEMPE setiap hari ?

Bagaimana bisa sehat boss,,, yang ada malah tidak napsu makan !

Bahkan beberapa jenis sayuran pun ditengarai sebagai makanan yang buruk untuk penderita kanker seperti tauge, sawi putih, kangkung sampai lobak yang dituding sebagai pencetus kanker dan dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah. Juga semua jenis cabe – cabean yang dituding dapat menurunkan imunitas tubuh serta dapat memicu perkembangan kanker sampai taraf yang tidak terkendali hingga kematian adalah satu satunya jawaban jika kita terus terusan mengkonsumsinya. Semua itu cuma mitos !

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya makan tanpa ‘sambal goreng atau sambal terasi sebagai teman lauk pauknya, apalagi sayurnya pun tanpa tambahan cabe merah sebagai penguat rasa yang bisa membuat  makan menjadi sebuah ritual yang menyenangkan disamping fungsi utamanya yaitu untuk hidup. “Makan untuk Hidup”

s3

Sejujurnya,,, selama hampir sepuluh tahun hidup dengan leukemia, aku tidak menjadikan pantangan makanan jenis apapun termasuk daging serta susu dan produk turunannya, juga sayur sayuran dimana sayur nangka yang dituding sebagai pencetus gas dalam lambung itu adalah buah dan sayuran faforitku terutama jika dibuat GUDEG ala yogya meskipun sampai hari ini istriku belum bisa membuat gudeg yang ‘spektakuler. Bahkan durian montong yang kerap dituduh dan difitnah sebagai buah terlarang bagi penyintas kanker selalu menjadi buah yang sangat aku sukai dan aku konsumsi bersama keluarga kecilku meskipun cuma dua atau tiga bulan sekali.

“Wahai manusia! makanlah dari apa yang terdapat di bumi ini segala yang halal dan toyyib” (Al-baqarah, 168).

Ada dua aspek dari nash tersebut diatas bahwa kita boleh memakan apapun yang halal dan thoyyib. Halal  kira kira berarti boleh, dan thoyyib artinya baik. Atau dengan kata lain semua makanan yang boleh dimakan serta masih dalam kondisi yang baik, juga makanan tersebut tidak tercampur atau sengaja dicampur dengan bahan bahan tambahan (kimia) dengan maksud untuk memperbanyak, mengawetkan atau mempercantik tampilannya.

Selama tidak berlebihan,,, seorang penyintas leukemia boleh boleh saja memakan segala jenis makanan yang umum atau biasa dikonsumsi oleh kebanyakan manusia dan leluhur kita, termasuk makanan yang dimasak dengan cara dibakar dan diasap/panggang, karena ayam panggang dan ikan bakar adalah salah satu makanan kesukaanku yang dapat menggugah selera makanku.

s4

Namun yang menurutku paling penting serta harus dibenar benar dijalani dengan konsekwen adalah : Masaklah makanan makanan itu sendiri dirumah dan jangan sekali kali membeli makanan jadi di pinggir jalan, terlebih lagi jika kita tidak benar benar mengetahui kualitas bahan makanan itu serta cara pengolahan dan kebersihannya. Juga jika kita tidak  benar benar yakin seberapa banyak penambahan bahan bahan kimia dan penyedap (MSG) yang dibubuhkan, kecuali kita dalam keadaan (sangat) terpaksa jika berada di jalan atau jauh dari rumah. Ini kuncinya !

Demikian tulisan ini aku buat dengan sebenar benarnya untuk sekedar menampik mitos seputar makanan yang dilarang bagi penyintas leukemia (CML) dengan merujuk dari apa yang aku jalani selama hidup dengan penyakit ini.

Wassalam.

Tulisan Terkait :

– FORUM LEUKEMIA.
– HYDREA 500MG.
– GLIVEC vs  HYDREA.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Advertisements
Comments
  1. Akmila says:

    Iya benar mas Oce, larangan2 makanan yg kadang gak berdasar itu malah bikin penderita makin down n takut makan, padahal kan kita malah butuh nutrisi untuk menyambung hidup. Meskipun memang musti diatur keseimbangan nutrisinya, jangan smpai berlebihan atau kekurangan. untungnya dokter kami dengan bijaknya bilang : boleh makan apa saja kok, asal gak ada kandungan pengawet, pewarna dan MSGnya. Hal itu beda banget kedengarannya dibanding klo diawali dg kata “tidak boleh makan ini .. itu”

  2. grace pakpahan says:

    Sangat setuju sekali pak……..!!
    Yang penting tidak berlebihan,,,, karena jika berlebihan, jangankan jengkol yg sekarang harganya selangit air putih saja bisa menjadi racun.

  3. Thanks mas oce, sangat menginspirasi.

  4. raesil says:

    Saya jg dlu kek gtu,hampir 4 tahun menderita,mimisan,sakit semua sy rasakan,yg lbh parah lg berat bdan menurun,smua mkanan bnyak pantangan nya,ya skrang hanya jalani hidup mensuport hidup u bertahan.dan menjaga pola makan yg dipantangin.

  5. Can Can Nobi says:

    mas / mbak tolong sharing pengalaman kalian…

    aku punya pacar kena leukimia, tapi sempat sembuh setahun. beberapa hari ini mulai gejalanya lagi “pusing, pingsan, mimisan, mual, muntah”
    saya sangat bingung, saya tau saya harus mensuport dia… biar nafsu makan nya membaik.
    kami berencana menikah akhir tahun 2015

    tolong ceritakan pengalaman kalian melawan penyakit ini,
    – apakah bisa sembuh total (tidak kambuh lagi)
    – apa yang menyebabkan pacar saya kambuh
    – obat apa yang anda konsumsi/penangan medis apa (kepada anda yang telah sembuh)
    – sudah berapa lama anda mengalami penyakit ini ?
    – hal apa yang sering menginspirasi anda mengembalikan mood utk makan dan semangat hidup?

    supaya saya tau apa yang harus saya lakukan untuk memotivasi pacar saya

  6. novita lingkanwene says:

    Halo mas oce…nama saya ibu novita.saya mau bertanya seputar leukimia kronik.tgl 25 juli 2017 tepatnya 2 mnggu yg lalu suami saya divonis leukimia kronik dengan kondisi limpa yg sangat besar/bengkak.leukosit 243.000 lalu trun 222.000,hb 10,trombo 319.000.berat badan 81 kg.tdny beratnya 95 kg dgn tinggi 170 cm.sedang konsul k hematologi di RS persahabatan.apa yg msti saya lakukan sekrng dan bagaimana mengatur pola makannny?jenis makanan apa yg msti dimakan?apakah suamia saya bisa hidup sehat kembali? Apaakah ada kesempatann utk hidup lebih lama?walaupunnsaya tau bahwa kehidupan hanya Tuhan Yang Maha Kiasa yang menentukan selama qta masih beerusaha dan berdoa..terima kasih sebelumnya.

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s