Sawan

Posted: October 10, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

Sepanjang aku hidup dengan leukemia yang sudah memasuki tahun yang kesembilan ini, ada sebuah sifat buruk yang sudah menjadi tradisi atau kebiasaan  yang selalu menyerang tubuhku dengan rasa sakit kepala yang sangat luar biasa bahkan kerap berlangsung hingga berhari hari meskipun aku sudah mencoba meredakanya dengan meminum obat penghilang rasa sakit.

bunda1Kebiasaan itu selalu terjadi ketika aku melayat orang yang meninggal dunia, baik orang yang aku kenal maupun orang yang tidak aku kenal sama sekali, sehingga bisa dibilang sangat jarang sekali aku datang melayat teman teman, famili maupun orang orang yang berada dalam lingkungan tempat tinggalku kecuali jika aku memiliki hubungan yang sangat dekat sekali dengan yang meninggal dunia ataupun keluarganya.

‘Sawan aku menyebutnya.

Awalnya, aku merasa kejadian yang menimpaku itu merupakan sebuah rasa ketakutanku yang teramat tinggi akan kematian sehingga rasa takut yang memenuhi alam bawah sadarku itu menerobos masuk kedalam alam sadarku dengan sebuah rasa sakit sebagai akibatnya. Dan awalnya,,, untuk menyembuhkannya aku kerap melawannya dan dengan sengaja melayat jika ada teman dan tetanggaku yang meninggal dunia meskipun aku tidak seberapa mengenalnya maupun jika rumahnya agak jauh dari rumahku. Aku bahkan beberapa kali sampai harus melihat jenasahnya serta ikut pula mengiringi ke tanah pemakaman untuk menguburkannya.

Dan selalu saja rasa sakit kepala yang teramat sangat segera menyerangku bahkan terkadang tidak sampai menunggu lama karena aku pernah dipapah dan dibopong oleh para tetanggaku ketika masih di area perkuburan. Untungnya,,, aku tidak di gotong bersama sama dengan menggunakan  keranda yang tadi di gunakan untuk membawa jenasah.

Setelah meyakini bahwa ada yang tidak beres dengan tubuhku jika aku melayat, maka aku pun menyerah dan mulai menghindari untuk melayat sampai sampai kerabat serta para tetanggaku sudah sangat hafal sekali dengan kebiasaanku itu sehingga kerap merahasiakan dan tidak memberitahukan jika ada warga yang tidak terlalu dekat dan tidak seberapa aku kenal meninggal dunia.

laySetelah lebih dari satu setengah tahun yang lalu aku mengalami sakit kepala hingga berhari hari ketika menguburkan ibundaku, hari ini tanggal 10 Oktober 2012 ibunda dari sahabat kentalku di organisasi kepecinta alaman yang bernama Nurdin Lessy meninggal dunia. Dan karena di Jakarta dia tidak memiliki kerabat dan sanak famili maka aku bertekat untuk mengambil resiko sakit kepala dengan ikut mengurus segala suatunya serta menyolatkan dan menguburkannya di daerah Depok.

Tanpa ampun rasa sakit pun menyerang kepalaku meskipun sebelumnya aku sudah mengantisipasinya dengan meminum ‘Tolak angin cair dan air putih yang banyak ketika hendak berangkat dan selama dalam perjalanan.  Dan meskipun saat ini aku sedang merasakan sakit yang teramat sangat pada kepalaku, namun aku sangat bersyukur karena rasa sakit itu datang ketika aku sudah hampir sampai dirumah dan aku masih sempat bertemu dengan orang yang aku kenal untuk membawakan kendaraan yang aku kemudikan hingga bisa segera sampai ke rumahku dengan selamat.

Ingin rasanya aku mengunjungi seorang ‘Psikolog  seperti yang disarankan oleh beberapa orang sahabatku, namun aku merasa malu karena ternyata dibalik ketegaranku dalam menjalani hidup dengan leukemia ternyata masih ada segudang rasa takut akan kematian yang tertanam jauh didalam hatiku. Dan semoga rasa takutku akan kematian itu selalu menjadi benteng agar aku tidak menyimpang dari apa yang dilarang oleh Allah SWT, serta terus menjagaku konsisten dalam menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Insyaallah…

Wassalam.

Tulisan Terkait:

– Gusti Ora Sare.
– Tips Melawan Takut.
– Menanti.

“Semua Tulisan Oce Kojiro”

Advertisements
Comments
  1. tiazuka13 says:

    Berjuang dan pantang menyerah… !! GANBATTE!!
    Berbagilah rasa sakitmu agar orang mengerti, lalu biarkan orang lain mengerti apa yang kamu rasakan. Jangan simpan rasa sakit itu sendiri, maka kamu tidak akan merasa begitu terbebani dengan rasa sakit itu. Berbagi rasa sakit bukan berarti cari perhtian atau belas kasihan, tapi untuk meringankan bebanmu. Meskipun orang gak akan ngerti rasa sakitmu, tapi sama seperti dokter, akan ada orang yang senantiasa menjadikan dirinya sebagai tempatmu berbagi rasa sakit. Ini saran dariku, juga beberapa pengalaman yang aku dapatkan…
    Tidak perlu merasa malu juga untuk mengakui rasa takutmu dibalik ketegaran melawan leukimiamu. Malu hanya akan membuatmu semakin merasa takut yang ada dibalik ketegaranmu itu. Makanya, temukan orang yang mau menjadi tempat berbagi susah…
    Semoga berkenan dengan saranku ^^
    Semoga Allah SWT memberikan berkah dan rahmat yang melimpah untukmu…

  2. sulastri says:

    Rasanya aku ingin berkomentar tapi aku gak tau harus ngomong apa. teruslah berjuang, perjuangganmu menumbuhkan semangat banyak orang. terimakasih atas semangat yang engkau suntikkan kepada keluargaku lewat tulisan-tulisanmu. semoga Allah selalu melindungi dan memberkati segala langkah mu amiin……………………………

  3. ocekojiro says:

    @Tiazzuka
    Terimakasih banyak atas doa doanya dan semoga anda beserta keluarga juga selalu dalam lindunganNya, amin.
    Terimakasih juga untuk saran sarannya untuk mencari orang yang mau diajak berbagi susah,,, tetapi ada gak yaa,,,, orang yang mau diajak susah? hehe

    @Sulastri
    Ibu guru,,, terkadang orang orang seperti kita ini tidak perlu harus ngomong atau bicara bahkan menulis komentar,,, karena sebenarnya kita sedang berbicara dan bercakap cakap, bercerita tentang segala hal dari A sampai Z meskipun hanya didalam hati dan hanya kita yang bisa mengerti.
    Salam buat mas Imam dan seluruh keluarga di rumah.

  4. rita says:

    salut atas perjuangan Mas Oce, sy pembaca setia web dr Mercola, apakah Mas Oce jg baca? Walau tdk smua nasihat dr Mercola sy ikuti krn susah, alhamdulillah sy dan keluarga jarang sakit dengan hanya mengikuti kurang lebih 60% nasihatnya, ini ikhtiar saya, smoga membantu

  5. yoga says:

    Allah selalu memberikan jalan bagi hambanya yg mau berusaha dan iktiar,,, janganlah kawatir dg kebesaran dan kemurahanya,,, perjuangan yg sungguh2 dan diiringi doa ainsya Alloh berbuah baik dikedepanya,,,, tetap semangat dan bersabar,,,, Amiin YRA

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s