Bunga Kertas (1)

Posted: June 14, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

bunga1

Suara dari seberang telepon celulerku terdengar begitu cemas dan kerap terputus putus diselingi isak tangis sehingga aku harus berkali kali menanyakan apakah wanita diseberang sana masih ingin berbicara denganku atau tidak, karena sepertinya ada gangguan komunikasi yang cukup serius.

Ya, ya hallo,,, ini bicara dengan bapak saja ya mas,,,

Terdengar lagi suara perempuan yang sama dan tak berapa lama kemudian berganti dengan suara serak seorang lelaki yang meskipun terdengar lebih tenang tetapi hampir sama paniknya dengan suara perempuan sebelumnya.

Singkat cerita, rupanya kedua orang yang meneleponku tadi adalah sepasang suami istri yang mana anak perempuan semata wayang mereka dalam beberapa bulan belakangan ini kondisinya semakin memburuk karena rongrongan penyakit leukemia yang  diidapnya selama hampir satu tahun ini meskipun sudah mendapat perawatan maksimal dari seorang  dokter dan juga seorang Herbalis di kota Samarinda Kalimantan Timur. Dan yang membuat aku sangat terkejut adalah mereka menginginkan aku untuk ikut masuk dalam ‘team guna  mendukung kesembuhan anak gadis mereka yang beberapa bulan lagi akan menginjak usia 16 tahun itu.

Berkali kali aku tegaskan bahwa aku bukan seorang dokter ataupun orang yang memiliki pendidikan kesehatan maupun keperawatan, bahkan aku tegaskan bahwa aku hanyalah seorang ‘pesakitan  yang hidupnya selalu ada dalam bayang bayang kematian setiap harinya.

Mereka bergeming,,, mereka mengatakan bahwa justru yang menganjurkan mereka untuk mempertemukan aku dengan puterinya itu adalah dokter yang merawat puteri mereka  dimana selain ada kesamaan jenis penyakit yang kami idap yaitu CML, tujuan utamanya adalah untuk memompa semangat dan menularkan rasa optimisme yang tinggi kepada puterinya agar tetap bisa bertahan hidup, dengan menunjukkan bahwa meskipun sakit namun masih ada penderita leukemia yang bisa hidup normal dan mampu menjalankan segala aktivitas hariannya walaupun dengan segala keterbatasan.

Aku sedikit tersanjung dengan penjelasan dari orang disebrang telepon celulerku itu tetapi sekali lagi aku menjelaskan bahwa meskipun bisa beraktifitas normal, namun kondisi fisik dan mentalku ini tidak sekuat dan setangguh seperti yang selama ini aku ceritakan dalam tulisan tulisanku. Dan sepertinya aku bukanlah orang yang cocok untuk masuk dalam sebuah team bersama dokter mereka dalam mendukung dan mengembalikan kesembuhan gadis yang akrab dipanggi Ayung itu.

Kembali mereka bergeming dan tetap memohon agar aku bersedia mengunjungi puterinya bahkan sebagai tanda terimakasih mereka berjanji akan memberikan imbalan berupa uang tunai  sebesar Dua Ratus Juta rupiah kepadaku, bahkan bersedia pula memberikan segala fasilitas yang terbaik buatku ketika berada disana termasuk tiket pesawat untuk pulang pergi serta kamar hotel di kota Samarinda jika aku merasa keberatan untuk tinggal dirumah mereka yang berada jauh di luar kota, tepatnya dikawasan pantai timur  pulau kalimantan yang masih sepi serta rapat ditumbuhi oleh hutan bakau dan ribuan hektar tambak udang.

uangDua ratus juta ? Aku mulai membayangkan sekaya apa orang yang berbicara denganku diseberang sana dan apa usaha yang mereka miliki sehingga dengan mudahnya mereka berani menggelontorkan sejumlah uang yang sedemikian besarnya hanya untuk memperlihatkan kepada puteri mereka bahwa vonis leukemia bukan akhir dari segalanya.

Sifat ‘tamak yang masih ada dalam hatiku hampir saja menguasai diriku yang mulai terpikat pada materi pemberian orang lain, padahal sudah sangat jelas terlihat bahwa orang disebrang teleponku itu sedang mengalami musibah dan berada dalam kondisi panik yang luar biasa. Dan secepat yang aku bisa, aku segera dapat menguasai diriku kembali dan kemudian menyetujui untuk menengok puteri mereka tetapi  menolak segala pemberian mereka yang akan diberikan kepadaku, kecuali tiket pesawat dan kendaraan yang mengantar dan menjemputku dari bandara menuju pesisir timur pulau Kalimantan, karena rupa rupanya tempat yang menjadi tujuan kami itu berada sangat jauh diluar kota, sekitar 200 km dari kota Samarinda.

Karena kondisiku sendiri sedang kurang fit, dan merasa sangat beresiko sekali untuk mengadakan perjalanan jauh hingga berhari hari itu, maka aku meminta waktu beberapa minggu untuk memulihkan dahulu kondisi fisikku agar tidak malah merepotkan mereka jika aku ternyata mengalami drop disana. Dan merekapun menyetujuinya meskipun selalu berharap agar aku bisa secepatnya berangkat karena kondisi puterinya semakin melemah dengan organ limpa diperutnya yang semakin membesar bahkan sudah seperti wanita yang hamil enam bulan.

BERSAMBUNG…

Tulisan Terkait:
– BMP.
– Hydrea 500mg.
– FORUM LEUKEMIA.

Comments
  1. Gunawan says:

    Smoga perjalanan mas oce lancar ke kalimantan, tetap sehat pulang kembali ke rumah, dan smoga perbuatan baik mas oce memberikan manfaat yang banyak untuk mereka yg di kalimantan maupun keluarga mas. Terkadang Allah memberikan kesempatan untuk menaikkan derajat seseorang dalam jangka waktu yang sangat sangat singkat, tingkat derajat yang terkadang orang lain harus menempuhnya selama puluhan tahun. Dan kesempatan itu sangat jarang terjadi. Kabarin sambungannya ya mas. Salam dari istri saya.🙂

  2. guru satap says:

    Apik nian ceritanya Mas Oce yang luar biasa,
    saya tunggu kelanjutan ceritanya.🙂

    Keep Spirit.
    Salam

  3. lina says:

    saya juga menunggu cerita mas Oce selanjutnya. Semoga apa yang dilakukan mas Oce mendapatkan rahmad dan hidayahNya, Aamin Ya Robbal Alaamiin,,,,

  4. sulastri says:

    sudah 3 minggu aku gak sempat mengunjungi bang oce rupa-rupanya tertinggal jauh saya. eh ngomong2 mengapa judulnya bunga kertas ya? kok tidak bunga melati atau bunga mawar bgt hehehe…….

  5. Evi says:

    Semoga bang oce dilimpahkan kesehatan agar bisa berkunjung ke kalimantan menengok si ayung…dan Allah SWT memberi kesehatan juga buat ayung. amin

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s