Ingin Punya Mobil…

Posted: February 13, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

Pukul 21.00. Ketika dalam perjalanan pulang setelah menghadiri resepsi pernikahan putera dari salah seorang sahabat leukemiaku, aku terjebak dalam hujan badai yang sangat lebat sekali, dan persis diseberang CITOS (Cilandak Town Square) Fatmawati demi keamanan aku harus menghentikan sepeda motorku. Bukan hanya kami berdua yang harus menepi dan berteduh di emperan sebuah rumah makan dengan lampu hias yang berkedap kedip itu, melainkan ada beberapa orang pengendara sepeda motor lain yang juga ikut berteduh disana meskipun banyak diantara mereka yang sudah menggunakan jas hujan.

Meskipun berteduh, seluruh pakayan dan jaket yang aku kenakan telah basah kuyup karena terpaan angin yang kuat serta beberapa kali mobil mobil yang lewat terlalu kepinggir mengguyur kami dengan air got yang sudah meluap dan menggenang di tepi jalan.
Sate ayam lengkap dengan lontongnya yang aku makan pada resepsi pernikahan tadi pun harus rela aku muntahkan karena tubuhku sudah menggigil kedinginan dan sambil melindungi ponselku dari guyuran air hujan, aku berkali kali melihat jam yang tertera dilayarnya dan dapat memastikan bahwa aku meringkuk kedinginan di emperan rumah makan ini sudah hampir satu jam lamanya.

Dari sela kaki adik iparku yang berdiri untuk melindungiku dari terpaan angin dan hujan, aku masih bisa melihat mobil mobil yang berlalu dengan kencangnya tanpa menghiraukan kami yang terciprat air kotor dari roda roda mobil mereka, dan untuk yang kesekian kalinya tidak ada seorang pun dari kami yang mengumpat atau memaki mobil mobil tersebut karena kebanyakan dari kami sudah sering mengalami hal tersebut serta sudah terlalu lelah dan sedih dan merasa tak ada gunanya lagi mengotori mulut dan hati kami dengan meneriakkan ungkapan ungkapan yang sama buruknya dengan prilaku mereka. Dan pada saat itulah timbul keinginan yang begitu kuat dari dalam hatiku bahwa aku harus memiliki sebuah mobil pribadi.

Sesampai dirumah aku disambut oleh istri dan kedua buah hatiku dengan handuk dan pakayan kering serta segelas teh hangat beraroma lemon dan saat itu pula aku mengungkapkan keinginanku untuk memiliki sebuah mobil yang langsung disetujui oleh seluruh anggota keluarga kecilku dengan penuh suka cita.
Istriku menginginkan sebuah mobil yang besar yang dapat membawa adik adik serta keponakanku jika plesiran atau mudik pada  hari raya. Sedangkan anak perempuanku menginginkan mobil yang kecil tetapi gesit dan cantik sehingga cukup pantas jika dibawa ke kampusnya jika kelak ia telah duduk dibangku kuliah. Lain lagi dengan anak lelakiku yang menginginkan sebuah mobil yang kuat dan gahar serta dapat digunakan untuk segala medan baik di jalan raya maupun untuk offroad.

Sebuah panggilan telepon dari showroom mobil bekas memastikan bahwa mobil pesananku akan segera tiba pada sore itu dan tak berapa lama kemudian sebuah mobil berwarna abu abu metalik terparkir dihalaman rumah kami yang sedikit sempit.

Semua gembira dan memuji kepiawaianku dalam mengakomodasikan keinginan seluruh keluarga yang berbeda beda itu karena pada akhirnya akulah yang harus menentukan pilihan, dimana aku harus memilih sebuah mobil yang tidak terlalu kecil, tidak terlalu besar serta cukup nyaman dibawa dalam jarak jauh dan dekat serta dalam berbagai kondisi jalan umum yang terdapat di Indonesia.

Dan pilihanku jatuh pada sebuah “Nissan Grand Livina tahun 2009” yang masih relatif mulus dan terawat dengan baik serta masih lengkap dengan AC, tape dan lampu baca bawaan pabrik.

Pagi itu aku bangun seperti biasanya, tetapi perhatianku tertuju pada sederet kunci yang tergantung pada tembok kamarku dimana aku merasa ada yang kurang pada deretan kunci kunci tersebut. Kunci sepeda motor dan kunci rumahku masih berjajar rapih pada tempatnya dan aku begitu terkejut ketika menyadari bahwa kunci mobil beserta remote centrallocknya  yang baru kubeli itu tidak berada pada tempatnya lagi dan buru buru aku membangunkan istriku untuk menanyakannya apakah dia memindahkan kunci mobil tersebut.

“Bapak mimpi ya….? Tanya istriku sambil tersenyum dan tetap memejamkan kedua matanya karena masih mengantuk.
Subhanallah,,,,,  aku cuma mimpi rupanya….  Buru buru aku kekamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke mushollah untuk menunaikan sholat subuh berjamaah.

Dan pagi itu,  seperti biasanya aku mengantarkan kedua anakku yang sudah duduk di bangku SMP dan SMA itu untuk bersekolah dengan sepeda motor kesayanganku, dan mereka berdua telah melupakan pembicaraan tadi malam tentang keinginanku membeli mobil. Dan akupun menyimpan cerita tentang mimpi indahku semalam kepada mereka berdua sampai saat yang tepat untuk menceritakannya kelak.

Wassalam.

Tulisan Yang Lalu :
– Selamat Jalan Sahabat 2
– Tips menurunkan Trombosit
– Tips menaikkan HB

Advertisements
Comments
  1. Ismail Yakub says:

    Mas oce, mudah mudahan mimpi menjadi kenyataan , amien

  2. al fatih says:

    beruntung kali kau bang…… masih bisa mimpi indah ha ha ha…..

  3. ~Amela~ says:

    kalau hujan deras dan ga bisa kemana, saya pun mendadak pingin beli mobil bang

  4. rudy says:

    Ocit ini gue rudy rempoa yang dulu naksir ade lu hahahaha….. emang gerobak merah lu kemana? dijual ? gile tu mobil perang banyak banget kenangannya tau………. maen kerumah cit gue ade afansa taun 2009 nganggur tuh, kalo lu mau pake aja

  5. ocekojiro says:

    @Ismail Yakb
    Amin.

    @Alfatih
    Baru dikasih mimpi aja udah bahagia banget ya,,, hehe

    @Amela
    Saya doain deeh,,, tapi besok besok sy diajak jalan jalan yaa, hehe

    @Rudy
    Itu kenangan jaman ‘jahiliyah rud,,,, gak ada bagus bagunya diinget inget lagi, kecuali waktu loe kecebur got sama si Siska poni, jangankan gerobak perang gue, tukang becak aja kagak mau naikin loe,,, ha ha ha.
    Afansa siape rud ? ntar gw diborgol sama babe loe lagi, hehe

  6. Rose says:

    Semangat kk oce.. XD berprasangka baiklah terhadap apa yg di prasangkakan Nya melalui mimpi kk.. Allah maha murah hati dan selalu memberikan lebih lg pada org2 yg banyak bersyukur atas nikmatNya, baik itu rezki kesehatan maupun cobaan penyakit, semua adalah nikmatNya.. Aku jg mendoakan semoga kk diberi rezki oleh yg Maha Penyayang berupa mobil, mungkin lebih baik lg dr apa yg kk prasangkakan.. Supaya kk jadi makin semangat menjalani hidup dan mempermudah kk mencari rezki dunia di jalan Nya utk keluarga kk.. Doakan aku jg lg semangat2 nya nih ngumpulin rezki utk berobat yg lebih baik lagi n mobil utk lebih mempermudah berkarya yg lebih baik lg.. Amiin..

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s