Terapy (sedot) Lintah

Posted: January 17, 2012 in Uncategorized
Tags: , , ,

Pada tanggal 4 dan 15 Januari 2012 yang lalu aku mengantarkan dan menyaksikan ayahku untuk terapy sedot lintah didaerah cireundeu ciputat yang tidak terlalu jauh letaknya dari rumah kediaman ayahku. Kebetulan pula sang terapis adalah sahabat baikku yang kerap mengajakku untuk iktikaf di masjid masjid dan mushollah di seputar jakarta, bahkan sudah beberapa kali aku ikut bersamanya untuk menghadiri pertemuan kamis malam di masjid kebon jeruk Jakarta pusat.
Sebelum terapy dilakukan, aku banyak bertanya tentang terapy ini kepada sahabatku yang juga memelihara dan memanjangkan janggutnya itu, dan akhirnya tumbuh keyakinanku yang cukup kuat bahwa terapy ini sepertinya cocok dan cukup masuk akal untuk dijalankan kepada ayahku yang sering sekali sakit kepala karena memiliki penyakit tekanan darah tinggi, jantung, serta asam urat, meskipun usia ayahku sudah menginjak 76 tahun.

Meskipun tempatnya cukup nyaman dengan ruangan yg luas dan ber AC, aku jenuh juga menunggu lama, apalagi cuma menghadapi koran dan majalah majalah bekas tanpa bisa melakukan apa apa selain memandangi lintah lintah yang bergelantungan menggigiti pasiennya atau memandangi sebuah akuarium besar yang berisi ribuan lintah yang menunggu giliran makan darah manusia dengan sepuas puasnya, karena rupa rupanya si lintah yang disuruh menghisap darah itu dibiarkan menghisap darah para pasien yang datang kesana sepuasnya sampai binatang berlendir itu kenyang serta melepaskan gigitannya sendiri.

Tiga jam sudah berlalu, namun dari tujuh ekor mahluk penghisap darah itu baru satu saja yang melepaskan gigitannya dari tubuh ayahku, hingga akupun pulang duluan dan meninggalkan ayahku yang ditemani oleh sopir pribadinya yang mengurus makan dan minumnya ditempat terapy tersebut karena lintah lintah itu tidak juga melepaskan gigitannya meskipun sesekali sudah di colok colok dengan ujung bolpoin.

Malam harinya aku dikabarkan oleh ayahku bahwa sakit kepalanya sudah mulai berkurang, begitu juga kedua lututnya mulai bisa ditekuk dan beliau kembali bisa melakukan sholat seperti biasa karena sebelumnya beliau solat dalam keadaan duduk dikursi karena kakinya tidak bisa menekuk.
Hanya saja yang menjadi masalah adalah darah yang merembes keluar dari bekas luka gigitan lintah itu tiak kunjung berhenti keluar, meskipun tidak banyak tetapi sangat mengganggu dan berlangsung hingga keesokan harinya meskipun sudah ditambal tambal dengan selotip dan kapas.

Meskipun terapy ini berjalan baik untuk ayahku, aku tidak lantas ikut ikutan untuk mencoba terapy ini karena jangankan dilukai oleh lintah, tidak di apa apain saja hampir setiap hari darah merembes dari gusiku bahkan terkadang dari hidungku, meskipun tidak banyak namun pendarahannya kadang lama dan sangat membuat cemas, apalagi kalau digigit lintah, hii,,, bisa bisa darah dan HB ku ngedrop dan malah menimbulkan masalah baru.

Akhirnya kembali kepada keyakinan, kecerdasan dan pengetahuan kita bahwa tidak setiap terapi itu bisa dijalankan untuk setiap orang dimana kondisi tubuh seseorang bisa berbeda beda meskipun penyakitnya sama.

Wassalam.

Artikel Terkait :
– Terapi totok jalan darah
– Terapy alternatif
– Terapy air Putih

Advertisements
Comments
  1. Jamil says:

    Harusnya lukanya ditutupi dengan potongan kunyit lalu kapas,kasa,terakhir pakai tensoplas atau solatip.biasanya penggantian kasanya sampai 3kali sudah tidak keluar lagi darahnya kurang lebih 24jam.

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s