Balada si Joy

Posted: January 9, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

Si Joy kami memanggilnya,,, dia bukan hanya sekedar hewan peliharaan kami, melainkan sudah menjadi sahabat bahkan bagian dari keluarga kecil kami. Untuk ukuran seekor kucing kampung jantan, sosoknya cukup besar, kokoh dan kuat hingga sangat disegani oleh ‘bangsa kucing didaerah kami.
Sudah bisa ditebak,,, hobbynya adalah berkelahi, apalagi kalau bukan memperebutkan kucing kucing betina yang ada disekitar kampung kami atau sekedar unjuk gigi guna menunjukkan daerah kekuasaannya yang sudah semakin luas.
Karena sering berbuat onar, si Joy kerap pulang dengan sejumlah luka. Kebanyakan adalah luka cakaran atau gigitan teman sebangsanya akibat perkelahian yang kadang kadang berjalan tidak seimbang karena si Joy kerap dikeroyok oleh dua ekor kucing jantan dalam sebuah perkelahian yang terkadang sudah tidak lagi memperdulikan tempat dan waktu. Pernah pula dia pulang dengan terpincang pincang yang kemungkinan diakibatkan dari pukulan gagang sapu dari orang yang merasa terganggu, atau karena sulit dilerai ketika berkelahi, bahkan pernah pula ia pulang dengan kulit bokong mengelupas karena disiram air panas.
Kami sebenarnya sudah mencoba memberikan yang terbaik buat si Joy, termasuk mencarikannya jodoh dari bangsanya sendiri dengan mengadopsi kucing betina dari ras kucing persia berbulu panjang yang kami beri nama MAXXI. Namun perjodohan itu gagal karena si Joy tidak menyukai Maxxi bahkan cenderung agresif karena merasa rumahnya dikuasai oleh seekor kucing lain, dan akhirnya maxxi kami kembalikan lagi kepada si empunya.


Si Joy dengan hasil buruannya.

Beberapa waktu yang lalu si Joy tidak pulang selama tiga hari, dan ketika pulang ia tidak merengek meminta makan seperti biasanya, melainkan hanya tidur tiduran sambil merintih di bangku belakang dalam keadaan kotor dan penuh luka di sekujur tubuhnya. Kami pun memandikannya dan meyakini bahwa ia memiliki luka dalam yang cukup serius karena ia mengerang marah jika kami menyentuh bagian dada dan rusuknya. Ia pun kerap terbatuk batuk dan mengerang seperti merintih jika memakan makanan kesukaannya yang kami berikan, hingga kami mengurungnya didalam kandang untuk beberapa hari.
Seminggu telah berlalu, dan kondisi kesehatan si Joy semakin membaik namun keceriaannya belum kunjung pulih karena batuknya belum hilang. dan untuk membuatnya lebih betah tinggal dirumah, kami kembali mengadopsi kucing untuk teman bermainnya yaitu sepasang anak kucing persia yang baru berumur satu bulan lebih yang bulu panjangnya belum tumbuh sempurna.

Sengaja kami pilih anakan kucing yang masih kecil agar si Joy tidak merasa tersaingi dan menganggapnya sebuah ancaman. Dan benar adanya, mereka pun akur meskipun terkadang si Joy kerap menghardik mereka berdua itu jika merasa terganggu ataupun untuk sekedar menjaga wibawanya dan itupun sudah membuat kedua anak kucing itu lari terbirit birit.


kami memberi nama kedua anak kucing itu KEVIN dan KELLY dan berharap mereka bisa akur dan saling menyayangi satu sama lain.

Wassalam.

Artikel Terkait :
Si Joy
MAXXI
Home Sweet Home

Advertisements
Comments
  1. mp3yuwan says:

    Kucing juga butuh teman,

    manusia juga butuh teman! 🙂

    nice
    http://pingenmp3.wordpress.com

  2. kettyhusnia says:

    ih lucu kucingnya mas…dan kisahnya pun mengharukan..rupanya mas begitu peduli dan memperhatikannya ya..:)

  3. ~Amela~ says:

    kucing di rumahku, si boni pun suka berantem.. seringkali pulang dengan berdarah2

  4. sunarno2010 says:

    kucingnya lucu-lucu

  5. RhyzQ says:

    kucing juga punya wilayah kekuasaan ternyata. hihi…

  6. Abed Saragih says:

    Wahh,,suka pelihara kucing ya…. 🙂

    http://www.disave.blogspot.com

  7. rezha says:

    siang semua…..saya suami dari penderita leukimia juga….nama istri saya mia kusmiati….yang sudah menderita selama 2 tahun yang disertai juga dengan pembengkakan limpa serta kurangnya pendengaran…..saya cuma mau menanyakan kepada bung oce, bagaimana dengan yang pernah di bicarakan untuk berkumpul, memberikan semangat dan saling bertukar cara-cara pengobatan yang sudah di jalani….untuk tempat mungkin siapa aja yang bersedia dan biaya mungkin bisa kita tanggung bersama dengan cara menyumbang di tempat….

  8. ocekojiro says:

    @Reza

    Sebenarnya organisasi resmi penderita CML/LGK itu sudahada dan difasilitasi oleh YKI serta sering mengadakan pertemuan rutin setiap bulannya. Jadi jika anda ingin bergabung pada organisasi itu silahkan saja.
    Sy tidak bergabung dengan mereka karena saya bukan pasien yg mendapat obat gratis GLIVEC, yg mana sy selalu mengkritisi pemberian obat terhadap mereka yg mampu, sedangkan yang miskin malah dipersulit bahkan dibiarkan sekarat atau pontang panting mencari hydrea yang sudah sulit didapat.
    Dan sy tidak ingin mengumpulkan para penderita CML seolah2 sy hendak membuat organisasi tandingan, karena dimata organisasi tersebut saya disebut sebagai biang onar yg bisa menyebabkan mereka tidak lagi bisa menikmati obat yang seharusnya diperuntukkan bagi para pasien miskin itu.
    Mata dan telinga sy banyak,,, bahkan sy tahu ada beberapa orang yg begitu membenci saya hingga pernah juga berkomentar pedas disini, namun ketika kondisinya mulai parah dan sekarat,,, ia merengek2 memohon petunjuk dari saya untuk memulihkan kondisinya, dan itu bukan satu orang saja, tetapi banyak dan mayoritas pasien dari daerah.

    Komunikasi sy dan beberapa sahabat pegguna hydrea masih berjalan, meskipun jarang bertemu kam jg berbagi pengobata alternatif meskipun tdk kami buka blak2an agar tidak menumbuhkan harapan yg berlebihan, namun jika ada diantara kami yg sembuh nanti akan kami bagikan.

  9. andai saja ku punya teman seperti Joy mas

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s