Sepotong Asa

Posted: November 21, 2011 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Pada hari Sabtu 19 Nop 2011. Aku bersama beberapa orang sahabat terbaikku yang juga penderita leukemia berkumpul di sebuah rumah joglo dalam kompleks kediaman pribadi yang  sangat asri milik Bunda Yuni. Sebuah rumah jawa lengkap dengan  pendopo dihalaman tengah itu tampak begitu anggunnya karena bukan saja arsitekturnya yang sangat menawan indah, namun juga karena rumah joglo itu terbuat dari kayu jati berukir yang sudah sangat tua umurnya dan diboyong oleh pemiliknya dari sebuah kota dijawa tengah dan diletakkan di tengah lahan milik pribadi seluas lebih dari satu hektar di kawasan Lebak Bulus yang masih banyak ditumbuhi pepohonan besar hingga mengingatkanku pada keraton ngayogyakarta hadiningrat yang dahulu kerap aku kunjungi.

Selain bersilaturahmi guna mempererat persahabatan dan persaudaraan  para penderita leukemia, kami juga ingin berbagi informasi tentang kosongnya persediaan obat glivec di YKI (Yayaan Kanker Indonesia) pada satu setengah bulan belakangan ini hingga menyebabkan 11 sahabat leukemia kami yang mayoritas masih tergabung dalam program NOA telah meninggal dunia dalam satu bulan ini, serta beberapa orang lagi yang telah memasuki masa kritis dan diantaranya masih dirawat di rumah sakit, bahkan ada pula yang masih dalam perawatan di ruang ICU.

Selain itu, kami juga ingin mengetahui lebih dalam tentang kabar yang sangat cepat sekali beredar dikalangan penyintas leukemia khususnya CML, dimana tersiar kabar burung yang mengabarkan bahwa orang tua dari Bunda Yuni yang juga menderita leukemia telah sembuh total dengan hanya mengkonsumsi sebuah produk obat herbal dan sudah tidak lagi mengkonsumsi GLIVEC yang selama ini harus dibeli dengan harga sekitar 35 juta rupiah untuk konsumsi selama satu bulan, karena beliau tidak masuk dalam program NOA yang diperuntukkan hanya bagi pasien yang tidak mampu.

Ternyata kabar itu memang benar adanya, meskipun kami tidak bisa melihat langsung orang tua dari bunda Yuni tersebut karena saat ini beliau masih berdomisili di kota Palembang, dan kami hanya bisa melihat hasil laboratoriumnya saja serta mendapat keterangan dari dokter dan orang yang merawatnya yang saat itu juga hadir dalam pertemuan yang dipenuhi dengan canda dan tawa bahagia dengan hadirnya sahabat Yuliani Oktaria yang cantik dan sangat jenaka dalam menghibur kami semua.

Ada sedikit kecewa karena kami semua belum bisa mendapatkan produk obat herbal tersebut karena terkendala masih minimnya pasokan dari Kalimantan Timur dimana obat tersebut diracik dan dikemas, namun masih ada sepotong asa yang tumbuh dan berkembang dalam hati kami bahwa penyakit (CML) yang prosentasi kematiannya hampir seratus persen itu masih bisa disembuhkan.

Dan meskipun kami berharap banyak pada obat herbal yang penggunaannya tidak untuk seumur hidup seperti penggunaan obat glivec dan hydrea yang kami konsumsi selama ini. Kami juga sudah mempersiapkan mental kami untuk tidak berburuk sangka kepada Allah serta tidak mudah berputus asa jika ternyata obat herbal tersebut belum bisa menyembuhkan kami, karena pada dasarnya kesembuhan itu datangnya hanya dari Allah semata, adapun asbabnya bisa dari mana saja asalkan kita selalu tetap berusaha untuk menyempurnakan iktiar.

Dan akhirnya,,, semoga persahabatan dan persaudaraan kami para penyintas leukemia ini tetap terjalin semakin erat hingga waktu jualah yang akan memisahkan kita.

Wassalam.

ocekojiro

Artikel Terkait :

Obat Leukemia Menghilang
Hydrea 500 Mg
Forum Leukemia

Comments
  1. tatank says:

    semangat untukmu, untuk kita semua brow….

  2. ~Amela~ says:

    ah, semangat selalu bang!!

  3. dewi says:

    Kalo boleh tau obat herbal apa yg dimaksud? Keponakan saya umur 2th jg menderita leukemia setelah 2hari lalu di bmp & genap 23 hari kami tau ia menderita leukemia. Saya berada di Kaltim, mohon info obat yg dimaksud mas. Terimakasih sebelumnya.

  4. ocekojiro says:

    @Tatank
    Thanks sob,,,

    @Amela
    Makasih non,,,

    @Dewi
    Sampai saat ini sy belum berani mempublikasikan apalagi mempromosikan obat herbal tsb meskipun no sy kebanjiran telepon n sms yg ingin mengetahui dan mencoba obat itu.
    Saya hanya tidak ingin memberikan janji2 surga sebuah kesembuhan, sebelum saya sendiri yakin atau bisa membuktikannya, karena masih ada pertanyaan sy yg belum bisa dijawab oleh pihak produsen obat tersebut yaitu : – Apa bahan utama obat herbal tersebut ?
    Mereka hanya bisa menjawab “obat itu terbuat dari tumbuh tumbuhan (herbal).
    Kemudian ketika saya bertanya lagi bagaimana cara membagi rata obat tersebut dalam enam bagian sama rata ? (karena dalam satu sacet untuk pemakaian 3 hari). Jawaban yg saya dapat juga belum membuat sy puas, yaitu : Dikira kira saja, ini herbal mas,,, aman kok jika berlebih !
    Saya sangat tidak setuju dg jargon2 bahwa obat herbal itu aman jika berlebih pemakaiannya.
    Bayangkan,,, opium itu herbal, ganja juga herbal, tetapi jangan coba2 anda memakainya dg berlebih,,, atau yg gampang deh, buah nanas muda juga herbal tetapi coba2 anda mengkonsumsinya secara berlebih,,, orang hamil bisa keguguran bahkan jika buah ‘makotadewa yg diminum berlebih, bisa semaput atau malah KO, hehe…
    Oya, kalau kamu di Kaltim (tenggarong) saya mau minta informasi ttg produsen obat herbal itu yg beralamat disana, apakah alamat PT nya benar2 ada disana ataukah cuma alamat fiktif, karena sy tidak akan (pernah) menelan sesuatu apalagi obat yang kandungan isinya saya tidak tahu.
    Tlg sms ke nomor sy
    Trimakasih banyak.

  5. riez says:

    sepotong asa yang tentu menumbuhkan semangat…

  6. ysalma says:

    Asa tanda kehidupan masih akan terus ditapaki,
    tetap semangat, mudahan obatnya memang cucok juga buat yang lainnya.

  7. kakaakin says:

    Diriku juga di Kaltim nih, Samarinda berjarak sekitar 1 jam perjalanan ke Tenggarong🙂
    Semoga obat herbal ini dapat membantu penderita leukimia ya…

  8. ocekojiro says:

    @Riez
    Yups betul mbak…

    @Ysalma
    Mudah mudahan insyaallah…

    @Kakaakin
    Mohon maaf mbak akin,,, mbak Dewi sorenya langsung kontak saya dan beliau langsung berangkat ke Tenggarong meskipun jarak dari kotanya sekitar 3 jam perjalanan.

  9. gurusatap says:

    Laa yukallifullohu nafsan ila wus’ahaa..
    Bahwa Allah tidak akan menimpkan beban di luar batas kemampuan ummatNya. Betul kan Mas Oce??
    Panjenengan luar biasa…
    Sebagaimana Panjenengan, saya juga berkeyakinan bahwa Allah melarang ummatNya berputus asa. Terima kasih atas pelajaran ini Mas Oce..

    Salam buat temanteman semua.

  10. ocekojiro says:

    @Gurusatap
    Sayalah yg harus berterimakasih pada anda Mas Prof,,, Sy banyak belajar dari anda karena sy adalah the silent visitor dari beberapa blog anda bahkan FB anda. Salam juga buat seluruh keluarga, anak didik serta pekarangan dan sawah yg telah mengisi hidup mas prof hingga begitu indah,,, dan tentunya BERKAH.

  11. sulastri says:

    askum mas oce kl boleh kami tau obat herbal apa yang dikunsumsi okeh ayah ibu yuni tersebut tolong beritau kami, dan apa mas oce juga sudah pernah mengkonsumsinya saat ini? dan kalau sudah bagaimana hasilnya? B. sulastri ponorogo

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s