Dragon Ball

Posted: September 27, 2011 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Gambar diatas bukanlah Dragon Ball seperti yang anda kira dan ketahui dari film kartun maupun film layar lebar di televisi maupun bioskop. Lantas,,, apa gerangan benda bulat berwarna coklat mengkilat yang hingga saat ini masih kerap aku genggam erat erat jika hatiku sedang merasa gundah atau kondisi fisikku sedang ngedrop ?

Begini kisahnya…

Pada hari Jum’at tanggal 10 Juny 2011,  sekitar pukul 08.00 pagi Ibundaku meninggal dunia di RS UIN Jakarta, Innalillahi wa inna ilahi rojiuun,,,
Dalam keadaan binggung tak tahu harus berbuat apa,,,  aku pulang terlebih dahulu kerumah orang tuaku untuk mempersiapkan tempat  jenasah disemayamkan serta mengabarkan kepada aparat RT/RW tentang perihal pengurusan jenasah serta pemakamannya.
Dengan diantar dengan sebuah mobil ambulan yang supirnya adalah sahabat lamaku yaitu Yayan Spambl aku sampai di rumah orang tuaku yang masih sepi dan sunyi, bahkan untuk membuka pintu rumah dan pintu gerbangnya aku kesulitan karena kuncinya dibawa oleh salah seorang suster yang merawat ibundaku.

Dalam kesedihan dan kegalauan hati ini,,, aku mengangkat kedua tanganku seraya memohon kepada Allah agar prosesi pemakaman ibundaku bisa berjalan dengan baik dan lancar pada hari Jum’at yang merupakan hari baik ini.
Dalam pandangan mata batinku, setelah memanjatkan doa tersebut aku seolah olah melihat ada ribuan malaikat turun kebumi dengan berbaris baris untuk mengantarkan seorang manusia yang baik menuju peristirahatannya yang terakhir guna menghadap Sang PenciptaNya.

Pukul sembilan pagi,,, kediaman orang tuaku sudah dipenuhi ribuan manusia yang menanti kedatangan jenasah. Sebagian kecil aku mengenal wajah wajah mereka yang tak lain adalah para tetangga dan jamaah majlis taklim yang dipimpin oleh ibundaku, namun sebagian besar yang lain aku tidak mengenalnya sama sekali dalam hati aku berfikir apakah mereka itu para malaikat yang menyerupai manusia ?  Aku tidak yakin, karena banyak pula diantara mereka yang cuma mengobrol dan duduk duduk saja bahkan banyak pula yang merokok dan tertawa tawa, meskipun demikian sebagian besar mereka semua sibuk membereskan segala sesuatunya bahkan selesai memasang tenda serta menggali kubur padahal jenasah ibundaku belum sampai kerumah dan masih menjalani proses pemulangan dari Rumah Sakit. Subhanallah…

Aku sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, karena setiap mereka yang datang selalu menyalami bahkan ada yang juga memelukku sembari membesarkan hatiku. Aku hanya takjub dan haru bisa  menyaksikan sendiri keajaiban keajaiban kematian seorang manusia yang baik yang tak lain adalah ibundaku sendiri, dimana selama ini aku hanya mendapatkan cerita cerita itu dari mulut ke mulut ataupun dari televisi.

Tidak menunggu lama,,, Jenasah ibundaku selesai dimandikan dan dikafani serta diantar ke Masjid guna ikut mendengarkan kutbah jum’at meskipun beliau sudah tidak lagi bisa mendengarkan kutbah jumat di masjid utama yang terdapat ditengah Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta sebelum di sholatkan oleh sekitar seribuan jamaah solat jumat di masjid tersebut.

Sekali lagi,,, jenasah orang baik ini tidak perlu harus menunggu siapapun sebelum dikebumikan, meskipun pada pagi hari itu salah seorang adik perempuanku masih bertugas di Makassar serta dua orang adik lelakiku tinggal di Surabaya dan Bandung, dengan diantar oleh ‘malaikat yang berwujud Garuda indonesia* dan Merpati* itu,  mereka semua bisa mengikuti prosesi pemakaman manusia baik yang telah melahirkan mereka itu bahkan sempat pula melihat langsung wajah calon penghuni surga itu sebelum jasadnya dikembalikan ke bumi Allah ini.

Ibundaku memang seorang warga ‘Muhammadiyah yang cukup aktiv pada organisasi Muhammadiyah dan Aisyyah. Meskipun demikian banyak pula jamaah majlis taklimnya yang bukan dari kalangan Muhammadiyah, terutama mereka yang berdomisili di sekitar tempat tinggal orang tuaku, jadi ketika penguburan jenasahnya, aku berinisiatif untuk mengazaninya guna memberikan penghormatan terakhir kepada manusia yang telah melahirkanku itu.

Aku tidak terlalu perduli apakah kelak aku akan diprotes ataupun tidak karena mengumandangkan adzan dan qomat pada jenasah ibundaku di dalam liang lahatnya.

Yang ada dikepalaku saat itu adalah bagaimana caranya agar aku bisa mengulur waktu guna sedikit lebih lama berdua saja dalam keheningan liang lahat bersama ibundaku itu. Dan tanpa sadar sembari mengumandangkan adzan, aku meremas dan  memecahkan sebongkah tanah merah yang dijadikan bantal pengganjal kepala dan leher jenasah ibundaku itu dan menggenggam erat erat sebongkah kecil tanah merah dalam kepalan tanganku dan menyimpannya hingga seluruh prosesi pemakaman itu selesai.

bunda1Aku juga adalah orang terakhir yang meninggalkan pusara ibundaku dan masih berharap jika   dapat melihat dan menyaksikan malaikat mendatanginya setelah tujuh langkah kecilku meninggalkan onggokan tanah merah tersebut. Meskipun pada kenyataannya tak bisa melihat apa apa, aku tidak terlalu kecewa karena aku yakin bahwa manusia baik ini akan mendapat tempat terbaik dalam penantiannya itu dan ditangan kananku masih ada segenggam oleh oleh berupa  tanah merah  yang sejak tadi aku kepalkan dan remas remas dengan kuat hingga berbentuk padat seperti bola.

Sesampainya kembali dirumah orangtuaku, aku lebih banyak mengurung diri dikamar ibundaku daripada menemui kerabat dan handaitolan yang terus mengalir tak henti hentinya bahkan hingga beberapa hari. Dan di kamar ibundaku itu aku hanya beristirahat karena kondisi tubuhku sendiri juga ngedrop akibat terlalu lelah, dan dalam istirahatku itu aku gunakan juga untuk memperkeras gumpalan tanah merah yang aku bawa dari dalam liang lahat ibundaku itu dengan cara mengetuk ngetuknya dengan menggunakan sebuah sendok hingga keras dan berbunyi seperti logam yang diketuk ketuk, ting,,, ting,,, ting,,,.

Beberapa orang adik dan kerabatku memperhatikan tingkahku dan kerap bertanya tentang benda yang sedang aku ketuk ketuk dengan sebuah sendok itu, namun aku hanya menjawab dengan senyum dan berbisik dalam hati, ini,,, Dragon Ball.

Wassalam.

Artikel Terkait :

– Hari Hari Terahir
– Hancurnya Dragon Ball.
– Selamat Jalan Bunda

Comments
  1. ~Amela~ says:

    wah,, ternyata itu tanah merah? terlihat seperti bola…

    turut berduka atas meninggalnya sang ibunda ya mas…
    semoga diberi ketabahan dan keikhlasan..
    dan insyaAllah ibundanya mas sudah dipilihkan tempat yang baik di sana.,, amin😀

  2. giewahyudi says:

    Saya turut berduka cita dan mendoakan beliau tenang di samping-Nya..

  3. gurusatap says:

    Allahummaghfirlahaa warhamha wa’afihi wa’fuanha…
    semoga tokoh besar aisyiyah itu mendapatkan tempat yang lapang di sisi Allah swt. amin..

    itu bola naganya dijadikan akik saja Mas Oce. he.he..
    pesenkan emban dari perak/kuningan. mantabs kan🙂
    kok bisa berbunyi, ting..ting..ting..ya?

  4. Tanahnya kok bisa mengkilat ya, Mas?
    Omong2, saya turut berduka cita Mas.
    Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya.
    Dan terima kasih telah berkunjung ke blog saya.🙂

  5. ocekojiro says:

    Trimakasih banyak atas doanya…

    Krtika bola itu masih belum terlalu keras, ada sisa minyak pada tanganku setelah memakan brontak (tahu isi) yang terppapar pada bola itu, lalu,,, sebelah sisi menjadi mengkilat. Sekalian saja aku totoli pisang goreng ke bola itu dan itulah hasilnya,,, hehe.
    Oya,,, mungkin bunyinya ketika sudah keras hanya tik,,, tik,,, tik,,, namun pendengaranku yg sudah tidak obyektif lagi dalam menilai benda yg sangat aku kagumi itu terdengar sangat merdunya hingga aku menyimpulkan bunyinya ting,,, ting,,, ting,,,.

  6. kakaakin says:

    Hehe… jadi mainan baru ya…
    Asala jangan dianggap macam2 ya, batu itu…🙂

  7. mas aku coba menghubungi mu tapi knpa ga bisa ya?

  8. ocekojiro says:

    @Kakaakin
    Yups,,, ini cuma suvenir saja dan insyaallah tidak ada pikiran macam2.

    @Mutiara Citra

    Nomorku aktif kok,,, kl kamu punya no esia lebih bagus.

  9. riez says:

    Sebelumnya salam kenal ya kang oce…ow iya saya turut berduka ya kang….semoga beliau dapat tempat terbaik…

  10. haris says:

    Turut berduka ya Mas Oce,
    Semoga Allah menempatkan di sisi-Nya dengan segenap Rahmat dan Ridho-Nya….

    Sehat wal-afiat aja kan mas…?? salam dari anak saya Rifan….

  11. ocekojiro says:

    @riez
    Salam kenal juga dan trimakasih.

    @Haris
    Alhamdulillah,,, saya masih baik baik saja mas haris, meskipun cuma sehatnya orang sakit tetapi harus banyak2 saya syukuri dan nikmati.
    Oya kalau boleh,,, minta nomor hp nya dong mas,,, beberapa waktu lalu ada ibu yg bolak balok telepon sy yg sangat ingin berbicara dan ketemu dg anak sekitar 4 tahun yg bisa bertahan dan sembuh dari ALL atau AML, namun sekarang sudah terlambat karena anaknya tidak bertahan.
    Salam buat Rifan semoga selalu diberikan nikmat sehat, amin.

  12. Turut berduka cita, kak.
    semoga ibu mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. aamiin.🙂

  13. arman budiman says:

    saya turut berduka cita sob😦

  14. riadlotun solichah says:

    Aku kenal baik wanita mulia ini..
    (Hingga hrs berkali kali aku baca tulisan ini)
    Cantik parasnya,anggun pribadinya,luhur budinya,mulia hatinya,santun lakunya,
    rendah hati,penyayang,penyantun,penyabar, dan segala akhlak karimahnya,,
    Membuat wanita mulia ini menjadi makhluk Alloh yg sempurna,hampir tiada cela.

    Harusnya aku panggil beliau kaka,tp aku lbh suka panggil ‘mamah’ ..
    “Perasaan baru kemarin bertemu..”
    Terakhir bertemu,msh kulihat senyum, tatapan,dn kuat genggaman tangannya.
    walo tanpa sepatah katapun,kulihat beliau menangis ketika aku cium tangan dn pipinya,sambil kubisikan kata kangen dn maafku di telinganya.
    Tak kusangka secepat itu Alloh memenggilnya.

    *ya Alloh,ampuni sgl dosa”nya,tempatkan wanita mulia ini ditempat ter Indah disisiMu .. aamiin..
    Alloohummaghfirlahaa warhamhaa..

    Oce..
    mamah pasti bangga padamu
    Oce adl ” walad sholih yad’uu lahu.”

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s