Hidup yang Sempit

Posted: November 18, 2010 in Uncategorized
Tags: , , , , ,

Sudah lebih dari satu bulan ini aku merasa ada yang aneh dalam diriku, yaitu setiap malam aku terbangun hingga dua atau tiga kali dan merasa sangat haus sekali, sehingga aku harus minum satu atau dua gelas air putih setiap kalinya. Setelah minum memang aku bisa kembali tidur, namun butuh beberapa menit untuk kembali terlelap hingga aku merasa agak lesu pada siang harinya, bahkan beberapa kali aku merasa sangat capek sekali dan sedikit limbung, serta serasa mau pingsan.

Aku menulis sms kejadian ini dan menyebarkannya kepada sekitar 10 orang sahabatku yang juga penyintas kanker dan praktisi kesehatan. Mayoritas jawaban mereka adalah sangat was was dengan gejala yang aku alami dan memintaku untuk segera memeriksakan ke dokter yang biasa menanganiku. Namun ada sebuah jawaban yang agak lain sendiri dan begitu membuaiku hingga jawaban itulah yang aku harapkan terjadi pada diriku, dan jawabannya adalah “Gak papa kok, itu adalah proses penyembuhan (healing proccess)”.

Aku mencoba untuk meyakinkan hatiku semaksimal mungkin agar mempercayai bahwa itu adalah benar benar sebuah proses penyembuhan, karena keyakinan seseorang mempunyai peran yang tinggi dalam sebuah kesembuhan dari penyakit yang sangat mematikan sekalipun. Keyakinanku diatas diperkuat dengan semakin mengecilnya pembengkakan pada perut sebelah kiriku hingga jika aku tekan dalam dalam pun, aku tidak merasakan adanya sedikitpun pembengkakan, hingga aku sudah tidak bisa lagi memperkirakan berapa jumlah leukositku pada saat itu, dan akupun menghentikan sementara penggunaan obat sitostatika yang lebih dari enam tahun itu aku konsumsi setiap harinya.
Jumat 12 nop 2010, aku bergegas menuju sebuah laboratorium klinik untuk memeriksakan darahku, dan perasaan takut akan jarum suntik kembali menyerangku dengan ditandai dengan jantung yang berdebar kencang serta keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhku, apalagi sudah satu tahun ini aku tidak pernah melakukan uji laboratorium lagi.

Sore harinya hasil lab sudah aku terima, dan untuk membukanya dibutuhkan lebih banyak keberanian lagi.
Berbagai rasa berkecamuk dalam hatiku, dan gendang telingaku seperti sedang mendengarkan suara tokek yang disahuti oleh suara dari hatiku sendiri dengan jawaban “sembuh … tidak … sembuh … tidak…” untuk setiap kali suara tokek itu bergema dalam telingaku.

Amplop yang ditutup tanpa perekat itu ahirnya memberitahukan kepadaku bahwa aku masih harus terus berjuang, dan tetap memperhatikan dengan seksama penyakit leukemia yang hidup bersama dalam tubuhku ini, agar bisa selalu berjalan dengan harmonis dan aku bisa menjalani hidup yang sempit ini dengan hati yang lapang.

Bahkan dengan tingginya LED dalam darahku telah menjawab pertanyaan yang satu bulan ini menjadi mysteri, yaitu kenapa aku sering terbangun pada malam hari dan merasa sangat haus sekali ?

Dan keesokan harinya, aku mengontak salah seorang sahabatku WENZ, untuk mencarikan buah mahoni yang terkenal pahit itu, untuk aku minum demi menanggulangi pengentalan dalam darahku tanpa menggunakan obat pengencer darah yang terbuat dari bahan kimia. Dan semoga apa yang aku jalani mendapat Ridho dari Dzat yang maha Kuat dan maha Perkasa. Amin.

Wassalam.

Artikel Terkait :

– My Last Chemotherapy
– Obat Leukemia Menghilang
– HYDREA 500MG

Advertisements
Comments
  1. Tidak ada yang sempit dan tidak ada yang lapang.
    Semua hanya cara pandang kita….he he he kata para ahli meditasi sih. Aku pun kemarin hampir saja (mustinya udah tranfusi darah gara-gara anemia) ha ha ha tapi saking bandelnya milih minum air kacang ijo, jus kurma (bikin sendiri) dan kawan-kawannya. Meski beberapa hari nggak bisa melek, tapi alhamdulillah….badai telah berlalu…do’aku semoga yang terjadi pada Kang Oce adalah healing proccess menuju kebaikan semata….amin.

  2. Saya baru saja membaca tentang jahe yang mempunyai efek anti koagulasi.
    Semoga bermanfaat.
    Salam

  3. Kakaakin says:

    Tetap semangat ya… 🙂
    Btw, rebusan benalu masih lanjut kan?

  4. ocekojiro says:

    @Sahabat
    Alhamdulillah dah baikan, gemana ngungsinya sudah balik ke sleman lagi gak ?
    Semoga rumah yg ditinggalkan tidak rusak yaa…

    @Hartono
    Trims info ttg jahenya, wedang jahe sambil menikmati hujan yg turun sepanjang sore memang mantabb.

    @Kaka
    Trims masih selalu melongok aKU yaa… maaf sy jarang online jadi gak pernah mampir, tapi insyaAllah jika online pasti mampir.
    Oya benalunya masih lanjut terus.

  5. Haris says:

    Semangat Kang Oce, sesemangat anakku kalau mau kontrol maupun kemo ke RS….. karena sekali ke RS berarti dapet mainan baru……

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s