Sepucuk surat cinta buat ibu Menteri kesehatan RI

Posted: February 10, 2010 in Uncategorized
Tags: , ,

martin

Dear Endang Rahayu Sedyaningsih.

Ketika Ibu Mentri membaca suratku ini, aku mungkin telah benar benar meninggalkan dunia ini dengan senyum manis yang tidak mungkin lagi aku buat buat, atau malah dengan raut wajah yang menyeringai memilukan karena menahan sakit dan pedih yang teramat sangat.
Sungguh… Apapun ekspresi kematianku pada saat itu aku tidak perduli, karena saat itu adalah hari kebebasan yang selama lima setengah tahun ini aku idam idamkan dan aku impikan kedatangannya setiap waktu, bahkan aku persiapkan sedemikian rupa agar aku tidak termasuk golongan orang orang yang ‘merugi.

Wahai Endang Rahayu Sedyaningsih…

Aku berjanji tidak lagi berteriak teriak dengan suara keras, agar dikau segera menindaklanjuti ketidak tersedianya obat obatan untuk para penderita leukemia beberapa bulan belakangan ini, sebaliknya aku akan merayumu dengan sebuah surat cinta yang aku buat dalam keadaan sekarat agar hatimu tergerak untuk memikirkan dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabmu sebagai orang nomor satu dinegeri ini yang bertanggung jawab dengan masalah pengadaan obat di Indonesia.

Duhai Endang Rahayu Sedyaningsih…

Bukalah mata indahmu lebar lebar.
Para penderita leukemia di Negeri ini bukan hanya satu orang saja, tetapi banyak sekali bahkan hingga ribuan jumlahnya. Dan kini mereka sedang meregang nyawa karena ketidak tersediannya obat jenis HYDREA, MYLERAN,  PURINETTOL. Bahkan obat utama untuk Leukemia (LGK) yang bernama GLIVEC ( GLEEVEC) harganya lebih mahal dari harga emas jika kita membeli di apotik dan rumah sakit di Indonesia.
Ini serius nduk…
Boleh kamu segera cek, harga GLIVEC mencapai 220.000 hingga 250.000 rupiah perbutirnya, itupun kalau obatnya ada, karena beberapa bulan belakangan ini obat obatan tersebut seperti menghilang ditelan bumi.
Dan ketahuilah duhai manisku…
Seorang penderita LGK (Leukemia Granulositik Kronik) membutuhkan 4 sampai 8 butir GLEEVEC ataupun HYDREA setiap hari, setiap hari nduuk…

Wahai Endang Rahayu Sedyaningsih…

Mohon maafku yang sebesar besarnya karena telah beberapa kali aku membawa obat jenis Hydrea dari India untuk kebutuhan pribadi dan beberapa sahabat penderita leukemia yang aku kenal.
Aku menyelundupkannya karena terpaksa, karena prosedur pengiriman yang benar dan semestinya sangatlah berbelit dan membutuhkan biaya yang sangat besar, dan yang terpenting sekali adalah persediaan obat kami sudah habis, bis…
Dan yang sangat perlu dikau ketahui adalah, bahwa harga obat leukemia disana hanya seperlimanya saja dari pada kita membelinya di Jakarta ataupun di kota kota besar di seluruh Indonesia. Weleh weleh…
Segini banyaknya orang pinter di jajaran kementrian kesehatan, kok tidak bisa menyesuaikan dan menekan harga obat seperti di negara negara lain, bahkan dinegara negara yang lebih miskin dari negeri kita.

Duhai Endang Rahayu Sedyaningsih…

Sempat terbersit dalam otakku untuk menjual obat Hydrea yang aku bawa dari India dengan harga yang lebih murah sedikit dengan harga pasaran yang berlaku di Jakarta.
Wow… Keuntungannya sangat fantastik, hingga mencapai 500% dari modal yang aku keluarkan.
Ini sebuah peluang bisnis yang laris manis semanis senyummu, dan sepertinya tidak sampai setahun aku pasti sudah bisa membeli mobil mewah untuk sekedar pamer kekayaan ataupun mengajakmu keluar jalan jalan menyusuri macetnya jalan protokol kota Jakarta.
Tetapi hal itu urung aku lakukan, karena aku tidak tega melihat ketidak berdayaan para penderita leukemia yang rata rata dari golongan ekonomi lemah dan miskin seperti saya.

Wahai Endang Rahayu Sedyaningsih…

Cinta dimataku hanyalah terdiri dari dua warna yang sangat sederhana yaitu hitam dan putih, hingga maafkanlah atas keterbatasanku jika aku tidak bisa merayumu dengan serangkaian kata kata mesra yang mendayu dayu, ataupun menggambarkan kecantikanmu laksana putri dari negeri dongeng nan cantik jelita.
Dan selagi masih sempat, aku akan mendoakanmu agar kamu dan keluargamu selalu mendapatkan lindungan dari Allah SWT dan terhindar dari penyakit leukemia, seperti yang aku alami.

Wassalam.

OCEKOJIRO

PS:

-Surat cinta ini sengaja aku buat untuk sekedar berpartisipasi dalam lomba Parade Cinta yang diselenggarakan oleh Idana dan Kak Julie dalam menyambut hari valentine.
-Ternyata nge-net di warnet kelas lesehan asik juga yaa… Saking dekatnya komputer yang diatur untuk memaksimalkan tempat, beberapa kali sikutku bersenggolan dengan mahasiswi yang asik nge-net disebelahku he he…

Tulisan Terkait :

– Hari Hari Terakhir Yang indah bersama Kanker Darah.
– Puisi Dari Sahabat.
– Cinta Anak dan Istri Penderita Leukemia.

Comments
  1. idana says:

    terima kasih partisipasinya mas…🙂

    semoga ibu menteri membaca suratnya yaa…dan bisa sedikit tersentuh hatinya untuk bisa lebih memperhatikan rakyatnya.
    tetap semangat ya mas🙂

  2. wehehhee kenalan gak sama mahasiswi yang sebelah mas??
    semoga bu menteri mbaca ya mas
    *sedih karena aku harusnya peduli sebagai seorang apothecary*

  3. Kakaakin says:

    @Julie… aku vote ini tuk jadi juaranya ya…
    Sekalian pinjam tanganmu tuk menghapus air mata di pipiku…😥😥

  4. Kakaakin says:

    Mas, surat ini di publish di situs lain juga ‘kan?
    Mudah2an ibu menkes bisa membaca surat ini…

  5. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    Semoga ada yang berweang dan mendengar aspirasi ini ya…

  6. Pak, saya doakan surat ini bukan sekedar ngikut acaranya Kak Yulie dan Mbak Idana saja….Aspirasi Bapak saya dukung 100%. Banyak nikmat yang mudah kita rasakan dalam serba kekurangan.Sukses untuk suratnya🙂

  7. Haris says:

    Balasan Bu Mentri:
    “Dek Oce, suratmu sudah aku terima di BB-ku, dan kubaca sambil duduk manis di jok mobil mewahku… Keluh kesahmu emmm… sementara aku tampung dulu ya… lagi ngurusin yg lain sih….”

    Hehehe… Sabar ya Bang Oce, Bu Mentri gak tahu akan baca apa enggak… tapi yg jelas surat ini justru nyampe ke yang menguasai Bu Mentri (Dialah Allah) yang akan membalas suratmu, dengan ungkapan cinta yang nyata…

    Jangan menyerah, ayo tulis surat lagi buat siapa saja…. tolong kisahkan tangis anakku waktu pra atau pasca BMP, atau OK intratecal…. atau tawarkan siapa yang pengen sekali2 ngrasain diborr tulang belakangnya… utk memastikan apakah tak ada sel kanker di sungsumnya….

    Huh… sabaaaar… istighfaar….

  8. Yella Ojrak says:

    Hoi!! Nyenggol sikut, ongkosnya 50.000. Bayar!!

  9. rurue says:

    mas oce… kok aku ngga dikirimi surat cita juga siiiii…😉 hehehehehe…

  10. nelsan says:

    untuk penderita leukimia semua di Indonesia….tetap tabah dan maju teruz….kalo bu menteri ga mendengar ya…itulah menteri kesehatan di Indonesia

  11. Pagi ini lagi-lagi air mataku menitik (bodo amat orang bilang “cengeng”)ada sms masuk yang berisi berita duka cita. Seorang penderita Leukimia berpulang. Lagi-lagi karena masalah yang sama “Hydrea”.
    Bu mentri………apa harus kena leukimia dulu biar peduli?
    Sedihnya lagi….tak terhitung yang mengalami hal semacam ini. Sampai kapan???????????????????????
    Apakah pilihan “Mati tanpa perlu tahu apa sakit yang diderita adalah lebih baik.” daripada “Sakit hati nggak mampu beli obat alias nggak ada alias adapun mahal banget?”

  12. rinyo diaz says:

    Rasanya aku ingin bertemu dengan Ibu dan Bapak dr. Mamahir, tapi berat sekali untuk melangkahkan kaki karena aku malu bu, pak, aku dulu dibawa dari maumere ke jakarta ini. sekarang saya masih di UNJ bu, pak. selamat ya bu dan bapak.

  13. rinyo diaz says:

    Rasanya aku ingin bertemu dengan Ibu dan Bapak dr. Mamahir, tapi berat sekali untuk melangkahkan kaki karena aku malu bu, pak, aku dulu dibawa dari maumere ke jakarta ini. sekarang saya masih di UNJ bu, pak. selamat ya bu dan bapak. Tolong sampaikan tulisanku ini ke Ibu Menteri Kesehatan dan Bapak Mamahit. Terima kasih.

  14. Mujiyanto says:

    sudah…sampai belum suratnya…kang..Oce…insya Allah tak sampaikan ke emailnya Bu Menkes….Salam….saya habis main kerumahnya mbak Aniroh..cerita banyak hal…

  15. Kang Oce…Bu Mentrinya belum sempet baca tapi dah kena CA Paru. Bedanya….Presiden SBY langsung support penuh untuk pengobatannya.
    Nah…kita-kita yang di kolong jembatan nih piye nasibnye? Tetep jadi penyelundup obat-obatan ha ha ha ha

  16. ocekojiro says:

    @Sahabat

    Yang bikin miris sebenarnya adalah bukan sakitnya bu mentri… Tetapi bukti tidak senadanya TINDAKAN DAN PERNYATAAN.
    Ibarat kampanye ‘cintailah produk produk Indonesia, eeh,,, para pejabatnya malah pake produk import. Begitu juga orang no 1 di jajaran depkes yg baru didiagnosa menderita CA saja, dan belum tentu kebenarannya secara pasti, sudah langsung mendapat izin berobat ke China bahkan akan disupport seluruh biayanya dan tentunya dengan UANG RAKYAT.

    Mbok yao,,, minimal dicoba dululah ahli2 kesehatan di jajaran depkes yg konon katanya sudah bisa menyandingkan pengobatan medis dan herbal, ditambah perdukunan dan kiyai (bisa bisa sy saja karena di televisi sangat marak iklannya). Dan jika tidak ada kemajuan yg berarti, baru terbang ke cina atau ke eropa juga boleeeh…
    Dan kita doakan saja semoga bu menkes cepat kembali sehat seperti sedia kala, amin. Meskipun sejujurnya… Tidak ada bedanya bu mentri sakit ataupun tidak sakit, karena selama ini kami tidak pernah menganggap bahwa kementrian kesehatan itu ada.

  17. Itulah bedanya menteri ama rakyat jelata macam kita-kita….
    Kita terima saja, syukuri saja….dan saksikan saja…wong kita ini cuma wayang he he he ada dalangnya yang tahu skenario pastinya he he he….keep smile he he he….

  18. […] satu tahun yang lalu ibu mentri kesehatan pernah aku berikan sepucuk surat cinta dan sedikit aku mendoakan agar beliau selalu sehat, namun banyak pembaca dan pesakitan seperti aku […]

  19. Lucy says:

    Ketika puisi ini d bwt, bu mentri msh sht wal afiat n tdk menghiraukn jertn org yg mendrt. Ahirny tuhan ikt megigtkn bu mentri dg cara nya sendri. Smg mjd pelajaran bwt kt smua.

  20. dirja says:

    Ternyata surat cinta ini yang lage ramai di bicarakan di kaskus?
    Bwt masbrow kojiro and sobat2 leukimia tolong kirimin surat bwt presiden juga anggota DPR yg kerjanya molor biar sekalian kena kangker otak !

  21. ocekojiro says:

    Selamat jalan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih,,,,, semoga dilapangkan kuburmu, diterima amal ibadahmu dan kelak ditempatkan di surga bersama orang orang yang sholeh,,,,, amin.
    Jakarta 2 Mei 2012
    ocekojiro

  22. lina says:

    Aamiin Ya Robbal Alaamiin,,,,,

  23. fuad says:

    ijin posting d fb ghan,, semoga aspirasimu sampai ke kantor mentri kesehatan..

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s