Si Joy

Posted: January 6, 2010 in Uncategorized
Tags: , ,

Si Joy kami memanggilnya, ia seekor kucing kecil yang baru berusia sekitar dua bulan dan sangat periang. Kolong kursi panjang adalah daerah kekuasaan mutlaknya, sambil mengendap endap dia menyergap kaki siapapun yang mendekati teritorinya hingga aku kerap jengkel dengan ulah jailnya.

Kehadirannya ditengah tengah kami begitu mempesona hingga tidak pernah aku mendengar ada perselisihan diantara kedua anak anaku yang biasanya selalu bertengkar layaknya kucing dan anjing memperebutkan dominasi mainan atau komputer dirumahku ini.
Malah justru aku dan istriku yang banyak mengeluh karena si Joy kerap buang air disudut sudut ruangan tempat tinggal kami, bahkan handuk besar yang baru beberapa minggu aku beli sudah dipotong menjadi dua bagian oleh anak lelakiku, satu bagian untuk alas tidurnya si Joy dan satu bagian lagi untuk handuknya si Joy yang digunakan setelah memandikannya. Tempat sabunpun berubah fungsi menjadi tempat makan spesial si biang onar kecil yang berwarna kuning itu.

Aku juga harus bolak balik mengunjungi PET SHOP guna membeli dan memilih makanan yang cocok buat si Joy yang sebenarnya lebih suka diberi makan ikan yang dicampur nasi daripada makanan kemasan buatan pabrik, karena si Joy ini adalah seekor kucing kampung biasa yang dapat dikasih dari salah seorang tetanggaku.

Si perusuh kecil itu mulai mendominasi setiap ruang dan setiap benda dirumahku yang tak seberapa besar itu, mulai dari kasur hingga bantal, bahkan kursi panjang dimuka televisi pun dia kuasai, karena mendapat perlindungan dan dukungan dari kedua anakku yang sangat menyayanginya, hingga dengan sangat terpaksa aku harus selalu memandikannya jika dia main diluar rumah atau jika kotor badannya.

Aku dan istriku tidak pernah merasa benar benar menyayangi si Joy hingga pada kemarin malam istriku dengan gagahnya menahan laju sebuah Honda Civic berwarna hitam yang sedang parkir mundur dengan kedua tangannya.
Sambil berteriak histeris dia meloncat kedepan mobil tersebut dan menyuruh pengemudinya untuk segera menghentikan laju mobilnya, karena si Joy ada dikolong mobil tersebut.

Mendengar ada sedikit kegaduhan, aku segera keluar rumah dan mendapati istri dan kedua anakku menangis, mereka sedang merubungi si Joy yang sedang mencoba berjalan dengan cara merayap sedang kedua kaki belakangnya terkulai dan diseret kedepan.
Dia berusaha masuk kebawah bangku panjang yang berada diteras depan sementara kotorannya sendiri memenuhi tubuh bagian belakang serta lantai. Aku segera meraihnya dan memandikannya walaupun harus berkali kali kena gigitannya yang sangat tidak main main seperti biasanya.

Sang penabrak adalah seorang perwira polisi yang juga ikut membantu mengeringkan tubuh si Joy, yang ketika itu meronta ronta tidak mau seorangpun memegangnya, bahkan susu hangat yang dibuatkan oleh puteriku pun tidak sedikitpun diminumnya.
Dengan sangat simpatik sang penabrak menawarkan diri untuk mengantar si Joy ke dokter hewan dan berjanji akan menanggung biayanya, namun tawaran itu aku tolak karena ketika itu aku berkeyakinan bahwa si Joy tidak akan kuat bertahan lama.
Akupun tidak menyalahkan penabraknya karena memang sudah beberapa kali si Joy hampir tertabrak mobil atau sepeda motor karena dengan lugunya, dia selalu menghampiri jika ada kendaraan yang lewat dimuka rumahku yang memang cukup ramai dilewati kendaraan bermotor.

Setelah si joy agak tenang dalam gumpalan handuk dan dekapan puteriku, aku mempersilahkan sang penabrak untuk melanjutkan perjalanannya yang sedikit tertunda dan sepanjang malam kami terus memperhatikan si perusuh kecil itu terlelap dalam kotak tidurnya.

Tak pernah aku menyangka bahwa seekor perusuh kecil dapat membuat kami menagis, bahkan dalam hati aku berdoa untuk kesembuhan si Joy dan sebuah janji bahwa bagaimanapun keadaan fisiknya nanti, aku akan terus memelihara dan menyayangi si Joy jika dia berhasil melewati masa masa kritis itu dan bisa tetap bertahan hidup.

Cepat sembuh ya Joy…

Wassalam.

Artikel Terkait :

– MAXXI
– Balada si Joy
– Sahabat baru si Joy

Advertisements
Comments
  1. Yella Ojrak says:

    Kucing nyawanya sembilan, tenang aja Ce. Hehehe…

    Btw, mumpung di sini, happy birthday ya Ce! Semoga di usia ini kamu makin matang, makin tegar, makin sehat, makin bijaksana, keluarga makin bahagia, makin tentram, dan makin sayang satu sama lain.

  2. ramudeng says:

    cepet sembuh ya Joy πŸ˜₯ *ndak kebayang rasa sakitnya*

  3. ramudeng says:

    waaahh…. ada yang ketinggalan Joy. Nih… *nyerahin kranjang isi buah2 an*
    Sekali lagi cepet sembuh ya :mrgreen:

  4. Haris says:

    Huuu…
    jadi inget si Jambul burung Jalakku, yang sudah 2 bulan ini terpaksa aku titipkan pada tetanggaku. Takut tak terurus makan, minum, mandi dan membersihkan kotorannya. karena selama 2 bulan ini kami harus sering camping di rumah sakit…
    pagi tadi aku lewat depan tetanggaku, dan si Jambul berteriak-teriak “Paak, paaak, aduuh paaakkk….” Sory mbul.. belum saatnya kita reunian, Karena Senin besok kami mesti pergi lagi…. Salam buat si Joy & seluruh keluarga….

  5. Pak, saya juga punya kucing. Saya sayang sekali sama kucing. Sejak memelihara kucing, saya mudah sekali merasa iba melihat kucing2 yang ada di jalanan. Rasanya ingin saya bawa semua ke rumah.

    Dulu, saya punya kucing yang namanya Oneng, di suka minta dikeluarkan dari rumah sekitar jam 1/2 dini hari. Karenanya, saya bisa sholat tahajud. Sekarang sudah ga ada lagi 😦

    Dulu juga saya punya kucing yang ga sengaja terinjak oleh papa saya. Dia koma selama seminggu. Buang kotorannya pun di tempat dia tidur padahal sebelumnya dia selalu buang kotoran di comberan. Usianya kalau ga salah ga nyampe 3 bulan. Warnanya hitam. Dia ga bisa makan, hanya ditetesi air susu dan air zamzam, plus diurut….Kuasa Allah, dia sembuh meski jalan pincang dan matanya buta sebelah. Allahlah yang kesedihan saya waktu itu.

    Semoga Joy bisa bermain lagi…. πŸ˜€

  6. ocekojiro says:

    @Yella: Trims atas ucapan dan doanya dan mudah2an si Joy masih punya delapan nyawa lagi ya, he he…

    @Ramudeng: Wah… sekeranjang markisa dari medan, durennya manaa ?

    @Haris: Si jambul kayaknya bukan mau reunian mas… tetapi mau kasih tahu bahwa dia dapet temen baru, si jalak suren yg kece…he he

    @Melli: Wah, namanya Oneng, tetapi kelakuannya pinter banget tuh Bunda.
    Meoong…

  7. Kakaakin says:

    Kucing kadang punya daya tahan tubuh yang luar biasa. Seperti kucing saya dulu yang pernah tertabrak hingga ususnya menjuntai keluar perut, syukurnya dia bisa bertahan hingga besar dan usus itupun perlahan-lahan memendek, mirip tali pusat bayi. Lucu juga ngeliat dia waktu itu berlari2 dengan gandulan usus πŸ™‚

  8. ongky says:

    happy birthday ya kawan dan cepat sembuh

  9. Sahabat Yogya says:

    Hiiii Oce, Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan bahagia selalu serta semakin sehat, amin…..ya Rabb.

  10. Kakaakin says:

    What??? kucing kampung diberi makanan keren kayak begitu… lebay deh… πŸ™‚ Paling gak doyan…
    Dikasih sisa2 lauk juga doyan kok dianya :mrgreen:
    Kalo dia bisa makan apa aja, bisa cepet gemuk. Pasti tambah bikin gemes deh πŸ™‚

    Dulu kucing saya ususnya menjuntai habis ditabrak juga, tapi alhamdulillah bisa bertahan πŸ™‚

  11. antokoe says:

    get well Joy….

  12. tarqy says:

    selamat ulang tahun, lekas sehat

  13. saya kurang menyenangi binatang, tapi… membaca postingan ini tetap bikin saya terharu.
    Semoga Joy lekas sembuh.

  14. nama kucingnya bagus.. udah sehatkah sekarang?
    salam dari pernikahan adat Indonesia.

  15. Mbak, meski kucing kampung…jangan hanya dikasih durinya doang donk, kan kesian…. 😦

  16. kekem says:

    Tulisannya bagus loh….untung waktu kesana aku ngk di gangguin ama joy, kita khan CS yah joy, smoga cepet sembuh yah joy, sekarang km tambh ceriah yah….syukur alhamdulillah…obat disiapin tuh, dah dtg blum? Jaga kondisi yah, semoga km trus berjaya dan keluarga damai slalu….amin

  17. ocekojiro says:

    Trimakasih banyak atas ucapan dan doanya.
    Oya, si Joy sudah semakin baik, luka dikaki dan perutnya pun sudah sembuh walaupun masih agak sedikit pincang dan agak murung, hingga selalu bersembunyi di kolong kursi.
    Dan ketika sahabat Kekem berkunjung dengan sekantong plastik buah buahan, saya jadi lupa untuk mengenalkan si Joy yang tak lagi rusuh itu, he he…

  18. Alhamdulillah Joy sudah semakin baik. Pak, dijaga ya Joy-nya jangan biarkan dia sendiri di kolong kursi, ajaklah dia bermain sesekali. Biarkan dia merasakan kasih sayang tuannya sehingga dia pun akan mendoakan kita meski doanya tidak bisa kita dengar….

  19. Tiara says:

    Halo! aku juga punya kucing namanya Cemot. Bulan Agustus 2009 dia jatoh dari lt.2 terus matanya kena seng di bawah. Darah keluar dari mata, hidung dan mulutnya. Waktu itu matanya nonjol keluar, bengkak, dan sudah divonis buta sama dokter. Dia jadi kurus bgt krn gak mau makan 2minggu, sampai diinfus dan dikasih makanan khusus penambah nafsu makan. Alhamdulillah, setelah dirawat Cemot sembuh dan nggak buta πŸ™‚ cepat sembuh ya Joy kecil sayang πŸ˜€

  20. fitr4y says:

    Menyedihkan sekali, aku trauma miara kucing semenjak 2 ekor anak kucingku mati, karna ditinggal mati duluan ama maknya, aku gak tau gimana ngerawat bayi kucing, dikasih susu malah mencret,,, sejak itu aku gak mau miara kucing lagi,,, semoga cepat sembuh joy… n salam kenal…

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s