B M P (Bone Marrow Puncture)

BMP adalah sebuah proses pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan cara mengambil sedikit sampel dari sumsum tulang belakang seorang pasien yang terindikasi menderita LEUKEMIA, untuk diperiksa apakah dalam sumsum tulang tersebut terdapat sel sel kanker atau tidak. Tak hanya sampai disitu, pemeriksaan sampel sumsum tulang juga memeriksa secara teliti baik jumlah maupun komponen komponen yang terdapat didalamnya hingga dapat diketahui dengan lebih akurat jika terdapat kelainan sedikit saja pada struktur penyusun sumsum tulang belakang yang cara pengambilannya cukup membuat takut itu.

Seseorang baru akan divonis menderita LEUKEMIA ataupun tidak,  setelah menjalani proses BMP. Dan dengan menjalani proses ini, secara otomatis akan dapat pula menentukan type dari leukemia yang diderita orang tersebut, dimana penentuan type itu sangatlah penting sekali, karena perawatan setiap type leukemia itu bisa berbeda beda bahkan satu sama lain bisa saling bertolak belakang. Begitu juga perlakuan dan penggunaan obat SITOSTATIKA (kemoterapy) yang diberikan pun berbeda beda satu sama lain.

Umumnya proses BMP dilakukan oleh seorang dokter ahli darah yang didampingi oleh seorang analis khusus sumsum tulang. Dan standar yang dipakai di seluruh dunia saat ini, sumsum  diambil dari tulang belakang, tulang panggul atau tulang paha.  Caranya yaitu dengan  mengebor pada ruas tertentu di tulang belakang  pasien dalam posisi duduk atau tiduran menyamping dan tubuh ditekuk agar membungkuk hingga mudah bagi dokter untuk memasukkan jarum dari bawah ruas tulang belakang yang berbuku buku itu. Jika pada pengambilan pada tulang panggul atau tulang paha, pasien cukup hanya berbaring telungkup saja.

Berbeda dengan standar yang berlaku di Indonesia, terutama pada rumah sakit – rumah sakit milik pemerintah dimana peralatan yang digunakan sudah sangat ketinggalan jaman namun masih terus dipertahankan untuk terus digunakan tanpa memikirkan akibat dan dampak buruk yang akan terjadi pada para pasien yang menjalaninya.

Pada bulan Juni 2004, saya menjalani proses BMP di sebuah rumah sakit pemerintah di bilangan jakarta selatan, sejak awal saya menguatkan diri untuk berani menjalani proses yang sangat penting ini guna melengkapi serangkayan pemeriksaan yang mengindikasikan bahwa saya terkena LEUKEMIA. Tepat pada hari H jam 10 pagi saya sudah masuk ruangan operasi dan tanpa membuang waktu beberapa perawat langsung membuka baju operasi yang aku kenakan pada bagian dada dan mengoleskan cairan pekat berwarna merah tepat pada tengah dadaku. Dalam hati aku mulai berfikir, lho,,, kan aku akan diambil sumsum tulang belakang, tetapi kenapa dadaku yang mau di anestesi ?

Tepat sebelum dokter menyuntikkan obat bius pada tengah dadaku, aku mencoba untuk menghalanginya dan meminta penjelasan dengan suara terbata bata karena aku  sangat gugup sekali serta takut.

Dengan sedikit kesal karena pekerjaannya terhambat, sang dokter pun menjelaskan bahwa massa yang ada dalam tulang pipih di tengah dada adalah sama persis dengan massa yang ada dalam tulang belakang, jadi proses BMP bisa juga dilakukan pada tulang dada, meskipun lebih terasa sedikit sakit kendati sudah disuntik dengan anestesi lokal.

Karena pada dasarnya aku sangat takut dengan jarum suntik, maka aku meminta dokter untuk mengambil sumsum dari tulang belakang ku saja, namun sang dokter kembali menjelaskan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan karena jarum atau alat bor yang digunakan sudah sangat pendek sekali. Dan masih dengan nada kesal sang dokterpun menerangkan bahwa pihak rumah sakit belum benar benar mau mengganti alat bor yang biasa digunakan untuk proses BMP jika masih bisa digunakan meskipun jarum itu sudah semakin pendek karena harus selalu diasah setelah beberapa kali  pemakaian dan konon alat yang hendak dipakai untuk mengebor tulang dadaku itu telah digunakan selama hampir sepuluh tahun, busyeeettt….!.

Akhirnya proses BMP pada diriku bisa berjalan dengan lancar dimana dengan mata terbuka lebar aku menatap proses itu berjalan tanpa  memejamkan mata.  Aku pasrah dan memberikan kepercayaan penuh kepada dokterku untuk melakukan yang terbaik, meskipun resiko atau dampak buruk pengambilan sampel sumsum tulang pada dada pasien, relatif lebih besar dan sangat tidak dianjurkan dewasa ini. Dan ketakutanku yang berlebih terhadap jarum suntik selama ini sedikit aku ejek dengan bergumam ;  ooh,,, cuma segitu doang yaa,,, ?

Wassalam.

PS.
Sepenggal tulisan ini aku persembahkan buat sahabat Yuliani Oktaria,  semoga BMP nya bisa berjalan  dengan lancar sehingga proses pengobatan dan penyembuhan bisa berjalan dengan baik. Amin.

Artikel Terkait :
– Hydrea 500 Mg
– Glivec vs Hydrea
– Obat Leukemia Menghilang

Comments
  1. yuliani says:

    Hi Mas Oce,

    Terima kasih banyak atas doannya ^_^

  2. lydia ulyd says:

    bbrp tmn saya manjalani tindakan BMP spt yg mas oce alami…saya sendiri 3x BMP pada tulang belakang (kiri panggul) alhamdulillah tidak terjadi efak yg negatif dan fatal.

  3. andrian r says:

    hmm … alhamdulillah saya tidak sampai melakukan BMP untuk memutuskan saya Leukimia. Dokter saya mengatakan cukup dilakukan pemeriksaan kromosomm BCR-ABL.

    Narasi yang cukup membuat saya merinding … Tetap semangat !

  4. assalamualiakum mas….
    oalah mas ternyata pengalamannya ga jauh beda ya,kemarin waktu mo bmp suami jg begitu.karena phobia dgn jarum suntik apalagi dgn bor segala makin membuatnya keringat dingin.tp berkat dukungan dan semangat dari temen2 akhirna saya mengantarnya keruangan bmp…dan…setelah jumpa dgn dokter,dia d coba dgn hipno teraphy katanya.saya berpikir suami saya bisa terhipnotis,supaya ga kesakitan.ternyata begitu selesai ……di kamar….akhirnya dia mewek juga mas…….(kasian sih),katanya : sakitnya ga begitu,tp batin akhirnya protes dgn sakit yg bertubi2.saya terus mendampingi dan menyemangatinya mas,sampai akhirnya d bolehkan pulang. dalam hati saya sempat mengumpat sih mas….BMP….BMP…..suamiku tak pernah mengeluh,menangis,….tp gara2 BMP….akhirnya ku saksikan airmata suamiku. tetap semangat !

  5. ocekojiro says:

    Apa yang saya tulis diatas hanyalah pengalaman saya pribadi dan sedikit pengetahuan yg saya dapat dari banyak tanya, karena pada dasarnya saya sangat takut dengan jarum suntik apalagi alat bor. Jadi,,, tidak ada maksud untuk menakut nakuti siapapun yg akan menjalani proses yang sangat penting dalam leukemia ini.

    Saya hanya satu kali menjalani proses ini karena saya pikir tidak ada urgensinya untuk dilakukan berkali2, dan jika ada orang yang telah tiga kali menjalani proses BMP bahkan ada yang lebih dari tiga kali, itu dikarenakan mereka masuk dalam program GIPAP/NOA dimana setiap enam bulan sekali mereka wajib menjalani proses itu, dan sebagai konsekwensinya mereka mendapatkan obat GRATIS dari novartis melalui YKI.

    Kondisi pasien juga berbeda2 meskipun type penyakitnya sama, jadi jika ada yang enjoy2 aja menjalani proses itu hingga berkali kali, tapi bagi saya dan sebagian kecil pasien lain seperti suami dari mbak Indri, itu seperti mimpi buruk yang tidak akan saya ulangi lagi, apalagi saya tidak termasuk pasien yang mendapat bantuan obat glivec gratis.

  6. ROY says:

    berapa biayanya kalo di rs darmais atau rscm mas?
    dan apakah saat ini dikedua rs tsb diatas alat alatnya juga sudah ketinggalan jaman?
    Trims.

  7. ocekojiro says:

    @Roy

    Wah,,, kalau biayanya saya gak tahu mas, tapi jika ingin hasil yg menurut sy paling baik adalah melakukan BMP di RSCM melalui rujukan dari hematologi. Alasannya adalah sampel sumsum tulang yang diambil dari pasien akan dibagi menjadi dua bagian sama banyak, satu bagian akan diuji di hematologi rscm sendiri sedang sebagian lain akan diuji di RS Dharmais. Dan otomatis hasilnya ada dua hingga bisa saling menguatkan satu sama lain.
    Itu jika hasilnya sama,,, tetapi bagaimana jika hasilnya berbeda ? Sampai saat ini belum pernah sy dengar ada hasil yang berbeda dari kedua RS terbaik untuk pengobatan kanker di indonesia itu, dan mudah2an tetap dipertahankan, semoga…

  8. Lien says:

    Mas Oce,
    Berdasarkan hasil tes BCR-ABL, tampak fusi gene bcr abl b2a2 pada amplicon product 310 bp menghasilkan ekspresi protein p210. (bln Juli 2011)
    Saat itu leukositnya 20.000
    Apakah itu sdh menunjukkan pasti CML ?
    Karena setelah hasil itu ayah sy sempat ditawari pemeriksaan BMP… tetapi setelah mendengar proses pelaksanaan BMP, ayah sy mundur krn takut tulangnya di bor, takut terjadi komplikasi.. mengingat usia nya 75 th.
    Saat ini masih mengkonsumsi hydroxyurea medac 500mg 1X sehari plus allupurinol untuk asam uratnya.
    Apakah BMP harus dilakukan untuk memastikan diagnosa?
    Atau cukup dgn tes bcr-abl sj sdh cukup ?

    @Adrian R : mohon comment
    krn sy lihat mas adrian juga tidak tes BMP

  9. ocekojiro says:

    @Lien
    Wah,,, saya tidak faham dg hasil morfologi test itu, namun setahu sy ada tiga bentuk fragmen bcr diantaranya adalah P210, jadi kemungkinan besar memang betul CML.
    Namun perlu juga diketahui bahwa BCR-ABL itu hanya uji kromosom philadelpia, dan tidak bisa menjelaskan type selain CML. sedangkan dokter melihat kondisi fisik anda secara langsung yg mungkin sudah menunjukkan tanda2 perubahan type CML ke AML atau naiknya fase dari akselerasi ke fase crisisblast (Mudah2an tidak). Dengan indikator fisik yg (mungkin) sudah sangat mengkhawatirkan dengan perut (limpa) yg membesar dan HB yg kerap anjlok padahal jumlah leukosit cuma 20.000 saja.

    Saran saya,,, Segera BMP untuk mengetahui type yg pasti sekarang ini agar pengobatan bisa lebih terukur dan tepat sasaran.
    Tetap smangat…

  10. Makasih mas oce

    Mbak Lien,
    Saya sendiri tidak tahu persis apa alasan dokter saya ‘tidak’ mewajibkan untuk melakukan BMP. Beliau hanya meminta saya untuk melakukan pemeriksaan BCR-ABL saja. Itu sudah cukup. Sedangkan beberapa teman saya, misalnya di Jakarta(atau bahkan mungkin semuanya ya ? wallahualam) ‘diwajibkan’ untuk melakukan BMP.

    Pernah saya diskusi dengan seorang pasien, ‘katanya’ pemeriksaan BMP itu adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan ‘jaman dahulu’. Saat ini, sudah cukup bisa dilakukan dengan pemeriksaan BCR-ABL. Wallahualam.

    Hanya memang sayangnya, kalau saya lihat hasil dari pemeriksaan BCR-ABL bulan januari 2011 saat pertama kali saya terdeteksi CML, hanya tertera ‘+’ saja atau ada temen saya yang sudah 1 tahun terapi glivec kemudian melakukan pemeriksaan BCR-ABL lagi hasilnya menjadi ‘-’

    Beberapa hari yang lalu (1-2 minggu yll), di milist asiancmlsupportgroup ada pasien CML yang mem-posting mengenai hasil pemeriksaan BCR-ABL nya di India. Beliau menyebutkan hasilnya ‘+’ dengan nilai nol koma sekian, dan pemeriksaan BCR-ABL 6 bulan berikutnya menjadi turun ‘+’ nol koma sekian (lebih kecil), dan pemeriksaan berikutnya menjadi naik ‘+’ nol koma sekian (lebih besar daripada yang kedua, tetapi lebih kecil daripada yang pertama). Wallahualam.

    Saat ini saya juga masih sedang belajar. Beberapa teman memang menyarankan untuk melakukan BMP seperti yang disarankan mas Oce juga. Hanya saya ‘belum’ berani. Karena selain masih ‘ngeri’ juga karena beberapa efek samping yang mbak sebutkan juga. Contoh, teman saya ada yang sudah melakukan BMP dg lokasi pengambilan sample di dada, sekarang ‘katanya’ kalau lagi nafas panjang karena kecapean misalnya, agak sakit. Wallahualam.

    Semoga membantu.

  11. Mbak Lien,

    Mungkin bisa gabung di milist asiancmlsupportgroup sehingga pertanyaan mbak mengenai pernyataan
    “fusi gene bcr abl b2a2 pada amplicon product 310 bp menghasilkan ekspresi protein p210″ dst bisa dijawab oleh moderator nya. yang saya tahu moderatornya adalah Caregiver yang juga seorang ‘ilmuan’ di bidang farmakologi/farmasi (wallahualam, CMIIW). Beliau seorang Ph.D

  12. Lien says:

    Akhirnya comment yg kutunggu dari Mas Adrian muncul juga….. habis dijawil Mas Oce ya?
    Makasih buat keduanya.

    Yang sy dengar pengambilan sample BMP yg sekarang, semua di tulang panggul.
    Tidak lagi di tulang dada.
    Setelah lihat video proses BMP di google, jadi tambah ngeri aja.

    Melalui tanya jawab dgn beberapa dokter, memang ada yg menyatakan cukup dgn BCR-ABL bisa diketahui CML.

  13. maysami says:

    Enam th yg lalu saya juga pernah menjalani pemeriksaan BMP tapi pada saat itu saya sama sekali tidak tau mengenai apa dan bagaimana pemeriksaan itu dilakukan jadinya saya sama sekali tidak merasakan ketakutan untuk melakukan tes itu.
    Pada saat akan melakukan tes dokter memberi pilihan pada saya untuk mengambil tes di bagian dada atau dr tulang belakang saya….spontan saja saya memilih untuk mengambil tes dari bagian tulang belakang saja karena jika tes itu diambil dari bagian dada,saya pasti akan melihat apa yg dilakukan dokter dan dalam bayangan saya itu pasti akan menakutkan sekali.
    Pada saat pengambilan tes itu saya tidak merasakan sakit perih akan tetapi saya merasakan ngilu pada saat pengambilan tes itu sampai saya mengeluarkan air mata.
    Saya bersyukur karena ternyata ngilu yg saya rasakan itu tidak berlangsung lama karena pengambilan sampelnya pun tidak lama :-)

    Tetap semangat demi kesembuhan ^-^

  14. Noer27 says:

    Numpang tanya berapa sih biaya untuk tes BMP ? tolong bantuannya trims

  15. ocekojiro says:

    @Marsami
    Terimakasih sudah berbagi.

    @Noer27 says
    Saat ini mungkin sekitar 3 juta – 4,5 juta rupiah, jika di rs swasta mungkin lebih mahal lagi.

  16. Agus Auriandi says:

    Assalamu alaikum Wr. Wb.
    Salam kenàl mas oce…
    Anak saya umur 4,9 bulan, berdasarkan hasil tes darah dijumpai sel muda limfoid (limfoblast?) +- 5 %. Jumlah meningkat dan dianalisa bisitopeni + leukositosis ALL. Dan dianjurkan buat tes BMP dan kemo di RS Dharmais. Sàya di pontianak kal- bar, kira2 brapa biayanya sekarang dan dokter menganjurkan saya menjadi anggota Yayasan Kanker Anak jadi bisa dapat bantuan biaya pengobatan. Apa mas oce ada saran lain? Trima kasih sebelumnya,…

  17. Agus Auriandi says:

    Ralat mas oce, umurnya 4,9 tahun…

  18. ocekojiro says:

    @Agus Auoriadi
    Walaikum salam Wr Wb.
    Kalau biaya,,, menurut saya memang butuh pengorbanan yang besar tetapi sangat tidak bijak jika kita membicarakannya sekarang karena (maaf) banyak orang tua yg mundur teratur setelah membayangkan betapa besarnya kisaran biaya untuk pengobatan anak kandungnya sendiri dan akhirnya memutuskan berobat ke alternatif saja yg buntut2nya cuma dikibulin dan diporotin sama orang2 yg tdk bertanggung jawab jika kita salah dalam memilih pengobatannya bahkan berakibat fatal bagi keselamatan si anak.
    Anjuran dokter anda sudah benar,,, ada beberapa yayasan yg akan membantu jika anda mau datang untuk mendaftarkannya seperti YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) karena putra anda masih anak anak atau bahkan di Darmais sendiri ada YOAI (Yayasan Onkologi Anak Indonesia) yg berkantor di lantai 4 Rs tersebut.
    Kuatkan hati untuk bisa menerima cobaan ini karena sebuah cobaan itu bukan hanya tertuju pada si sakit saja tetapi kepada kita semua orang orang terdekatnya.
    Trimakasih
    Salam.

  19. Agus A says:

    Makasih mas oce…
    Masalah biaya bukan saya mau hitung2 biaya buat pengobatan anak sendiri, sya harus realistis karena tinggal jauh di kalimantan jd saya pengen dapat gambaran brapa biaya buat proses di atas jd saya bisa mengusahakan dananya. Daripada saya berangkat ke jkt cuman modal nekat, kan bukan mlah menyelesàikan masalah. Trim atas tanggapannya…

  20. ocekojiro says:

    @Agus
    Mohon maaf,,, kemarin saya menanggapi pertanyaan anda mungkin dengan sedikit emosional. Sejujurnya saya hanya sedih dan hanya kebetulan saja anda yang saat ini anda yang bertanya sehingga kesedihan yang terakumulasi dalam hati saya tiba tiba keluar begitu saja tanpa terkontrol, karena buanyak sekali orang yg menelepon saya dan bertanya tentang biaya pengobatan lalu setelah saya beritahukan dengan perkiraan yang minimal saja ujung ujungnya dengan berbagai alasan mereka mundur teratur lalu hanya memberikan perawatan sekedarnya kepada mahluk mahluk yang masih lemah yang tak lain adalah titipan dari Allah…
    Saya memang tidak bermaksud menyamaratakan anda dengan orang lain,,, sebaliknya jauh dalam lubuk hati saya yang paling dalam,,, saya selalu berharap bahwa anda adalah salah satu dari orang orang pilihan yang dapat mengemban amanat besar ini.
    Sekali lagi saya mohon maaf jika menyinggung perasaan anda …

    Wassalam.
    ocekojiro

  21. Agus Dodot says:

    ass wr wb
    mas oncesaya mau tanya 2 minggu yang lalu adik saya di vonis leukimia aml.dengan kondisi hb dan trombosit turun dratis.waktu masuk rumag sakit sudah tranfusi darah 2 kantong.Hari ini tambah 2 kantong lagi.anjuran dokter harus kemo.Terus terang saya buta tentang kemo tolong mas once terang kan baik dan buruknya kemo.Atau mungkin ada obat lain mohon penjelasan.sampai hari ini adik saya masih di rumah sakit.
    terima kasih mas

  22. ocekojiro says:

    @Agus Dodot
    Begini,,, Kabar baiknya adalah bahwa kemoterapy pada AML dan ALL terutama pada anak anak, prosentase kesembuhannya melebihi dari 50% jika diobati dg cara di kemo, bahkan mayoritas mereka yg sembuh itu tidak kambuh lagi hingga mereka dewasa.
    Sedangkan kabar buruknya kemoterapy terlihat sangat tidak manusiawi dimana tubuh sang anak diguyur dg obat sitostatika sampai batas yang hampir hampir tidak dapat ditoleransi lagi oleh tubuh kecilnya, dan ketika kondisinya berangsur membaik kemudian diguyur lagi dan lagi hingga beberapa sesi dan diharapkan sel sel kanker telah musnah dari sumsum tulangnya.
    Sama seperti kebanyakan orang tua yang lain,,, saya juga sebenarnya sangat tidak setuju dengan pengobatan seperti ini, namun karena pengobatan ini adalah satu satunya cara pengobatan yang masuk akal dan memiliki prosentase kesembuhan yg tinggi, maka dengan sangat terpaksa saya menyetujui pengobatan yg saya sebut dengan ‘pengobatan bodoh’ ini.
    Semoga adik anda tetap kuat dan semangat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.

  23. Agus Dodot says:

    adik saya sudah berumur 38 th mas.apakah masih efektif untuk di kemo mengingat biayanya juga mahal.kalo ada pengobatan lain apa jenisnya.adik saya sekarang masih di rumah sakit.kami masih bingung apakah di kemo ato tidak mohon saran dan langkah untuk kebaikan adik kami .terima kasih.

  24. ocekojiro says:

    @Agus Dodot
    Ups,,, maaf, sy kira anda orang yg sama dengan Agus A diatas.
    Jika usianya sudah sudah 38 th, memang harus banyak yg dilihat,,, seperti kekuatan fisik dan mentalnya, semangatnya juga biayanya dan lain lain,,, karena prosentase kesembuhan pasien AML pada usia 40 sangat kecil sekali meskipun kita tidak boleh berhenti berharap.

  25. Agus Dodot says:

    terus apa yang kami lakukan mas.apakah harus kemo ato ada saran lain.kami sekeluarga masih bingung dan ragu .apakah selama ini leukimia aml harus kemo dan apakah bisa sembuh atau bagaimana?kalo ada pongobatan lain tolong kami di beri tahu tolong mas di kasih jalan yang terbaik.terima kasih.

  26. Lien says:

    Akhirnya ayah saya menjalani pemeiksaan ini di sebuah RS di Jkt, Ternyata tidak berhasil didapatkan sample sum sum tulang belakang, karena menurut dokter yang melakukan BMP, sum sum ayah saya sudah kering, memgingat usianya 76 tahun,
    Kalau tahu dari awal mestinya beliau tidak perlu menjalani BMP yang harganya tidak murah.

    Sekarang tiap bulan harus transfusi darah 3 kantong, karena HB nya turun.
    Makan juga tidak mau, katanya tidak ada selera. Kadang mual dan muntah.
    Badannya semakin kurus, turun 10kg sejak di vonis CML pada Juli 2011.
    Bagaimana caranya memasukkan nutrisi buat tubuh ayah saya, karena mengetahui beliau menderita CML, orangnya jadi sensitif dan cepat marah.

  27. ocekojiro says:

    @Agus D
    Itu pengobatan yg saya jalani juga beberapa orang sahabat saya, memang sengaja tdk sy publis karena meskipun beberapa sahabat sy progresnya membaik tetapi belum terbukti bisa menyembuhkan.
    Tetap iktiar dalam mengusahakan dan mencari kesembuhan.
    Salam.

    @Lien
    Saya pikir kita sepakat bahwa tidak akan sia sia sedikitpun apa yang kita jalankan sebagai upaya untuk mencari kesembuhan,,, meskipun hasilnya terlihat masih begitu mengecewakan.

  28. goldwillz says:

    apa bedanya BMP dengan BCR/ABL yah ? ayah saya juga diambil sample sumsum tulang untuk BCR/ABL, dan biaya nya hampir 2jt
    dan btuh waktu sampai 1bulan lebih untuk mengetahui hasilnya , setelah tau hasilnya , memang positif katanya , tapi tidak ada penjelasan seperti BMP yg jelas persentase dan jenis leukimianya yah

  29. Assalaamu’alaikuum wr wb.

    apakabar mas oce?
    lama saya nggak berkunjung ke blog nya mas oceh.
    sejak sekitar 2 tahun yang lalu ketika awal anak bungsu saya di vonis sebangai penyintas leukemia.
    alhamdulillah saat ini protokol sudah ahampir berakhir..
    insyaallah 1 bulan ke depan akan menjalanai BMP di akhir fase kemoterapy.
    lumayan deg-deg an juga nih… ada rasa khawatir kalau-kalau hasilnya tidak seperti harapan..
    tapi insyaallah kami sekeluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

    oh iyah, terimakasih saya banyak dapet ilmu dan pengetahuan tentang banyak hal terutama tentang leukemia dan kemoterapi dari blog mas oce ini.

    semoga kita semua selalau beada dalam lindungan dan barokah-Nya

    Aaamiin…

  30. ocekojiro says:

    @Akhiruddin Fahmi

    Alhamdulillah mas Fahmi,,, saya masih baik baik saja dan semoga mas Fahmi dan seluruh keluarga juga selalu dalam lindunganNya, amin. Terutama si bungsu yang akan mendapatkan ‘sertifikat kesembuhannya bulan depan setelah menempuh perjalanan panjangnya menjalanai serangkayan kemoterapi hingga maintenance dan MBP akhir.
    Kalau tidak keberatan tolong colek dan berikan sedikit tipsnya buat mas Wari Sutoyo yang sedang gundah karena putera 1,5 tahunnya akan menjalani kemoterapy waktu dekat ini. Beliau ada di halaman ‘buku tamu ( http://ocekojiro.wordpress.com/buku-tamu/ ) di blog ini. Trimakasih banyak.
    Salam.

  31. OK mas oce..
    senang mendengar kondisi mas oce dalam keadaan baik..
    dan saya ikut mendo’akan semoga selalu dalam keadaan baik..
    dan syafa’at Allah SWT senantiasa mengiringi dan insyallah memberikan kesembuhan..

    Insyallah segera saya coleh mas Wari Sutoyo di page sebelah mas.. :)

    Wassalaam

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s