Cerita Sahabat (2)

Posted: January 23, 2013 in Uncategorized
Tags: , ,

Sahabatku yang satu ini biasa aku panggil dengan ‘Mas Imam, namun  beliau mengaku tidak pandai bercerita,,, sehingga terpaksa akulah yang akan menceritakan sedikit kisah hidupnya yang menurutku sangat unik dan bisa mengispirasi orang lain terutama para penderita penyakit penyakit berat dan leukemia (CML) sepertiku karena kemampuannya bertahan dan mengubah keadaan dari yang kondisinya sangat buruk menjadi kondisi yang sangat sehat, serta dapat merubah dirinya menjadi ‘sosok manusia yang lebih baik serta lebih berkualitas dari sebelumnya dan tentunya bermanfaat terhadap dirinya sendiri serta keluarga dan orang lain di lingkungannya.

Berawal dari sekitar satu setengah tahun yang lalu ketika dunia serasa runtuh ketika dokter di surabaya memvonisnya dengan leukemia, dan kondisinya yang sangat buruk membuat beliau berkali kali dirawat dirumah sakit dan menjalani tranfusi darah dan trombosit sampai keuangan keluarga tidak lagi mampu mendukung pengobatan yang mulai menjalar kemana mana karena rupanya beberapa organ vital dalam tubuhnya seperti ginjal dan hati telah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan dengan ditandai ureum dan creatin yang jauh melampaui batas serta sgot dan sgpt yang juga melambung tinggi dengan ciri ciri fisik yang juga mengkhawatirkan dimana wajah serta kedua kakinya sudah membengkak karena penumpukan cairan yang diakibatkan menurunnya fungsi organ ginjalnya.
Bukan hanya dua organ itu saja yang mengalami kerusakan akibat pengobatan kemo yang tidak didukung oleh pola hidup sehat dan kesigapan kita dalam menjaga organ organ tubuh dari kerusakan, organ jantung pun membengkak sehingga menyebabkan batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh selama berbulan bulan ditambah pula semakin bertambah parah ketika seorang ‘pengobat alternatif yang kredibilitasnya meragukan menyuruhnya untuk kembali merokok, padahal beliau sudah bersusah payah untuk bisa menghentikan kebiasaan  merokok yang sudah dilakukannya semenjak muda. Karena keinginannya yang kuat untuk sembuh maka beliau menuruti nasehat sang herbalis tersebut sebelum akhirnya hasil USG dan rontgent dari rumah sakit memberitahukan bahwa batuknya itu bukan diakibatkan karena tubuhnya ‘nagih (sakau)  akan rokok, melainkan diakibatkan adanya pembengkakan pada organ jantung yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Hari terus berjalan, dan berbagai kerusakan pada organ organ penting di tubuhnya semakin membuat sahabatku ini semakin prustasi dan memupus semua harapannya untuk sembuh karena jangankan menyembuhkan leukemianya,,, mengembalikan fungsi hati dan ginjal pada tubuhnya saja sepertinya sangat mustahil terlebih lagi pencernaan dan jantung yang juga sudah membengkak sehingga sahabatku yang tidak mau menyerah ini memutuskan untuk berobat dengan cara yang dia yakini dimana obat yang digunakan terbilang sangat murah sekali, namun pengobatannya sangat tidak masuk akal bahkan akupun termasuk orang pertama yang sangat menentangnya.

Bagaimana aku tidak menentangnya, karena pengobatan yang dilakukannya adalah dengan meminum satu sendok makan MINYAK TANAH  sehari dua kali pada pagi dan sore hari.  Meskipun minyak tanah yang digunakan adalah minyak tanah yang masih murni (tidak mendapat zat tambahan berupa pewarna dan timbal) dan juga harus di panaskan terlebih dahulu sebelum siap dikonsumsi sebagai obat, tetap saja minyak tanah itu adalah bahan kimia yang sangat beracun bagi tubuh manusia menurutku.

Namun,,, karena keyakinannya yang begitu tinggi aku tidak bisa terang terangan menentang dan melarangnya, bahkan mulai memakluminya ketika pada beberapa minggu pertama beliau menjalani pengobatan ini, karena beliau sudah bisa merasakan adanya perubahan kearah yang lebih baik  seperti batuknya yang hilang serta bengkak pada wajah dan kakinya mulai mengempes dan beliau sudah mulai bisa ber aktifitas ringan meskipun hanya didalam rumah, padahal sebelumnya beliau hanya bisa tergeletak saja, bahkan ke kamar mandi pun merupakan sebuah perjuangan yang teramat berat baginya.

Dan akhirnya, setelah menjalani pengobatan menggunakan minyak tanah hampir enam bulan ini, beliau sudah bisa dibilang pulih sama sekali dari sakitnya, bahkan bukan hanya bisa bekerja kembali namun beliau pun kerap mengerjakan pekerjaan pekerjaan berat yang biasanya hanya dapat dilakukan oleh ‘tukang dan kuli panggul dimana beliau sanggup mengangkat pasir sebanyak dua – tiga truk serta batu bata untuk membangun sebuah kandang ayam dimana beliau  akan mencoba peruntungannya untuk beternak unggas. Beliau juga sudah terbiasa bangun pada jam 3 dinihari untuk membuat pisang goreng serta beberapa panganan untuk dijajakan di kantin sekolah tempat istrinya mengajar sebagai guru, dan itu dilakukannya setiap hari kecuali pada hari hari libur.

Dan meskipun leukemia yang di idapnya itu masih tetap ada dan bercokol dalam tubuhnya karena masih harus dibuktikan dengan pemeriksaan BMP, namun beberapa bulan belakangan ini hasil labolatorium darahnya selalu menunjukkan peningkatan yang sangat luar biasa dimana HB selalu berada pada hitungan ‘sepuluh koma padahal sebelumnya selalu bertahan pada angka 6 atau paling baik berada pada angka 8 itupun setelah menjalani tranfusi darah. Begitu juga trombosit yang sudah stabil dikisaran 250 ribu dan leukosit yang selalu berada dalam batas normal.

Dan yang paling penting menurut saya adalah bahwa beliau sudah bisa merubah jalan hidupnya kearah yang lebih baik dimana sahabatku itu sudah bisa berangkat kemasjid lebih awal dari pada orang lain selama lima waktu dalam sehari semalam, bahkan beliau juga sudah dipercaya untuk memimpin sholat berjamaah sebagai imam dan mengisi kutbah serta ceramah di masjid masjid sekitar tempat tinggalnya.
Aku yang mendengar kabar tentang sahabatku ini dari istrinya itu merasa sangat iri dengan kondisi sahabatku itu terutama iri akan perubahannya perilakunya kearah yang lebih baik, karena iri dengan hal hal yang seperti ini bukan hanya di perbolehkan dalam agama namun juga sangat dianjurkan yaitu untuk selalu berlomba lomba dalam kebaikan dan taqwa.

Demikian sedikit kekagumanku terhadap sahabatku yang satu ini yang selalu menolak untuk menyerah dan memiliki keyakinan yang begitu tinggi serta penerimaan diri dan kepasrahan yang juga sangat tinggi kepada Allah SWT disamping tidak lupa selalu memanjatkan doa doa disetiap kesempatan bahkan dikala orang lain sedang tertidur pulas.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran darinya.

Wassalam.

 PS.

Sebaiknya tidak meniru pengobatan dengan menggunakan minyak tanah ini, karena tidak semua orang cocok dalam menjalaninya meskipun ada kesamaan pada penyakitnya.

Tulisan Terkait:

- Cerita Sahabat (1)
- Gusti Ora Sare
- Menanti.

About these ads
Comments
  1. sulastri says:

    IMAM….
    sedikit tambahan: menurut kami obat yang paling mujarap untuk sakit apapun dan separah apapun adalah “HATI”. Jika hati kita ihlas dan bisa memerima apapun keadaan kita serta yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri kita sudah ditakdirkan dan dikehendaki oleh Yang Maha Kuasa maka kita akan mendapatkan ketenanggan dan kepasrahan yang mendalam.Rasa tenang dan perasaan yang nyama itulah yang mampu menyalurkan energi positif keseluruh tubuh kita menjadi lebih baiK. WALLOHUA’LAM……………………

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s