Si putih,,, induk ayam peliharaan kami yang sedang mengerami sepuluh butir telurnya itu, tadi malam raib dicuri orang.
Sebenarnya aku tidak terlalu kaget dengan kejadian ini, karena dalam beberapa minggu ini telah lebih dari delapan ekor ayam jantan dan betina yang sudah bertelur milik kami juga hilang dicuri orang, namun yang membuat hatiku tersayat adalah si putih ini adalah seekor induk ayam yang sangat kami sayangi dan saat itu sedang mengerami telur telurnya yang dalam satu dua hari lagi akan segera menetas.
Aku sangat binggung bagaimana cara menyelamatkan telur telur yang didalamnya sudah berisi anak ayam itu, hingga ahirnya aku meletakkan telur telur itu dalam sebuah baskom kecil lalu memberinya kehangatan dari sebuah lampu belajar milik puteriku. Aku tidak yakin cara ini dapat berhasil menyelamatkan anak anak ayam tersebut, karena sejak sekitar jam 24.00 malam tadi aku mendengar suara gaduh dari dua ekor angsa milik kami yang berkoak koak memberitahukan ada orang asing yang datang bahkan sempat mengambil si putih induk ayam kesayangan kami lalu membiarkan telur telurnya tergeletak tanpa kehangatan hingga pagi hari.
Untungnya, beberapa hari yang lalu aku sudah mengajarkan beberapa ekor ayam peliharaanku yang masih tersisa untuk tidur di pohon rambutan dan pohon mangga di samping rumahku dan membiarkan kandang kandang mereka kosong kecuali si putih malang yang sedang mengerami telurnya itu.
Saran dari para tetanggaku bahkan juga dari aparat RT dan RW adalah agar aku tidak usah memelihara ayam saja karena hanya akan menjadi langganan pencurian dan membuat sakit hati saja. Namun aku menolak gagasan itu, karena hingga hari ini aku masih terobsesi hidup di sebuah desa terpencil dengan suara jangkrik yang menemaniku tidur serta kokok ayam jantan yang membangunkanku setiap pagi. Dan menurutku masih cukup wajar karena kami sedikit beruntung memiliki halaman belakang dan samping yang cukup luas serta ditembok cukup tinggi hingga ayam dan beberapa peliharaanku tidak mengganggu rumah dan halaman tetangga, bahkan sepasang angsa milik kami juga bisa menjadi penjaga kawasan kecil kami jika ada orang asing yang datang tidak diundang pada malam hari meskipun tidak maksimal.
Dua hari kemudian beberapa telur itu mulai menetas dan yang bisa keluar dengan sempurna hanya tiga ekor saja sedangkan selebihnya hanya bisa memecahkan sedikit cangkang telurnya saja tanpa bisa keluar dari sana.

Menganggap si Joy seolah induknya.











pa’ oce…knp nama’y kwak kwik & kwok…spti nama ponakan paman Donald…hahaha
Selamat ya pa’ oce….
Haha.. khawatirnya ntar si Joy ngiler ngelihat 3 bersaudara itu
@Luluk
Iya,,, ini kan ponakannya si Joy,,, he he
@Kakaakin
Mudah2an si Joy tidak tergiur…
hebat baget bisa temenan….ga dimakannya ya????
Sebenernya sih gak temenan,,, cuma saya saja yg berharap mereka bisa bertemen baik, padahal si joy nya sangat tidak nyaman ketika anak2 ayam itu merubungi bahkan naik ke punggungnya, liat aja kuping si joy yg tertekuk kebelakang karena tertekan dan sangat tidak suka dikejar kejar anak anak ayam yang tidak punya induk itu,,, he he he
joy.. yg sabar ya joy .. heheheh
salam hangat kang,, lama tak berkunjung disuguhi teman baru si joy .. hehe