Modus baru penipuan yang berkedok Pengobatan (Leukemia)

Posted: June 18, 2010 in Uncategorized
Tags: , , , , , , ,

Satu minggu yg lalu, masuk sebuah sms dari seseorang penderita LGK yg menanyakan apakah aku bersedia untuk ditelepon atau tidak ? akupun langsung menjawab nanti sore saja ya, soalnya saya sedang sibuk, balasku cepat.
Sore harinya tidak ada telepon dari no yang memberi sms tadi bahkan hingga keesokan harinya.

Namun beberapa hari kemudian, tepatnya tgl 14 Juny 2010, nomer yg beberapa hari lalu mengirim sms tiba tiba memanggil. Dan dari seberang telepon selularku, aku menangkap suara kesedihan dan kemarahan yang sedang dicoba untuk diredam dan ditutupi dengan susah payah.
Sebut saja namanya Ahmad (bukan nama sebenarnya), dia sudah satu setengah tahun menderita Leukemia (CML/LGK) dan sekarang perutnya masih agak sedikit mengeras karena tidak rutin mengkonsumsi obat, dikarenakan mulai terganggunya fungsi ginjalnya yang ditandai dengan rasa ngilu dan pegal pada pinggang bagian belakang tubuhnya, juga sedikit sakit dan tidak lancarnya ketika buang air kecil.

Diapun menceritakan kisah hidupnya yang tragis bersama leukemia, dan berharap agar saya memberitahukannya kepada khalayak luas atau para penderita leukemia yang lain agar tidak tertipu seperti dirinya.

Ceritanya (kurang lebih) seperti ini :
Bermula dari satu setengah tahun yang lalu ketika dia demam tinggi hingga beberapa hari dan ahirnya divonis dokter menderita CML melalui serangkaian tes labolatorium dan biopsi sumsum tulang belakang (BMP). Dokterpun memberinya Hydrea sebagai obat utamanya untuk beberapa bulan, dan menurut dokter internisnya kelak akan diganti dg GLIVEC jika sudah di BMP di rscm dan Rs Dharmais.

Baru mendegar kata GLIVEC saja, dia sudah memutuskan untuk tidak berobat ke dokter, lagi apalagi ditambah sejumlah isu dari teman teman dan familinya, juga beberapa pengobatan alternativ yang dia datangi, bahwa obat kemoterapi sangat berbahaya bagi tubuh bahkan lebih berbahaya daripada tidak berobat sama sekali ( Bener gak sih ?)

Bermula dari keinginannya yang kuat untuk sembuh, juga dorongan dari orangtuanya yg cukup mapan dan mau membiayainya untuk berobat, diapun mulai mencari beberapa tempat pengobatan alternatif untuk menanyakan kesanggupan sang ustad/suhu/kiyai atau apapun namanya, untuk menyembuhkan penyakitnya. Hampir semua jawaban  yang dia dapat adalah sama yaitu : Insyaalah / kita hanya sebatas iktiar dan yang menyembuhkan adalah Allah, jadi kita serahkan saja kepada Allah, begitu kira kira jawaban yang dia dapat.
Tak disangka, ada seorang Tabib muda dipinggiran Jakarta yang dengan yakin dapat menyembuhkan dan  membuat normal / menurunkan leukosit yang sangat banyak itu dengan jamu(herbal) racikannya sendiri, dan berjanji jika dalam satu atau dua bulan tidak ada perubahan, maka Ahmad dan keluarganya yang sedang kalut itu tidak perlu membayar sepeserpun biaya pengobatan yang menggunakan kekuatan jari tangan sang ustad dengan memijit pada beberapa bagian tubuh dan kaki serta membebaskan semua  biaya ramuan herbal racikan  tabib muda itu.

Deal… Ahirnya, setiap dua minggu sekali si Ahmad mendatangi rumah kontrakan tabib muda tersebut yang juga dipakai sebagai tempat praktek pengobatan sang tabib yang hanya didatangi oleh beberapa orang pasien saja setiap harinya.
It’s Amazing… Pada minggu ketiga hasil cek darahnya menunjukkan penurunan lekosit yg cukup banyak, yaitu dari 213.000 menjadi 120.000, bahkan tepat satu setengah bulan semenjak terapi, leukosit Ahmad sudah NORMAL dan dengan jelas tertera angka 8.900 pada hasil laboratoriumnya.
Sudah sembuh Pak kata sang tabib puas, sambil menuntut haknya dan menerima pembayaran yang  luar biasa besarnya dari keluarga Ahmad yang mencapai angka 45 juta rupiah (Wow… Fantastis).

Sang tabib pun dengan semangatnya berkutbah tentang Ajal, Sakit dan segala cobaan dari Allah yang harus kita syukuri dan ujung ujungnya minta diiklankan dari mulut kemulut bahwa pengobatannya sudah bisa menyembuhkan penyakit sekelas LEUKEMIA.

Dua bulan berselang, Ahmad kembali demam dan ketika diperiksa darah ternyata leukositnya mencapai 347.000 lebih, artinya adalah penyakitnya belum sembuh. Dan ketika dibawa kembali kepada sang tabib muda yang tempohari menyembuhkannya itu, sang tabib  malah menuduhnya telah melanggar beberapa pantangan yg tidak boleh dimakan oleh si pasien selama terapi, yaitu : Tape, Telur (ayam), Nangka dan Nanas.
Ahmad pun mengakuinya meskipun dia ragu ragu apakah benar benar dia telah melanggar pantangan makan yang dilarang itu. Dan ahirnya sang tabib  bersedia menterapinya kembali dari awal dan kembali akan  membuatkan jamu herbal racikannya yang harus ditebus setiap dua minggu sekali seharga 850.000 rupiah untuk 45 butirnya.

Satu bulan telah berlalu dan ketika Ahmad kembali datang ke tempat terapi sang tabib untuk diterapi dan menebus obat, tiba tiba sang tabib sudah tidak tinggal disana lagi alias sudah pindah, dan tidak ada seorang tetanggapun yang mengetahui ke mana pindahnya sang tabib tersebut.

Ahmad dan keluarganya yang sudah mulai curiga sejak kekambuhan penyakitnya kemudian pasrah dan ahirnya menerima kenyataan bahwa mereka telah tertipu oleh orang yang mengaku tabib tersebut. Seandainya saja masih ada sisa obat herbal racikan tabib tersebut, mungkin akan jadi lain ceritanya karena Ahmad dan keluarganya akan membongkar obat tersebut dan melaporkannya ke polisi karena keluarga Ahmad sangat yakin bahwa obat herbal tersebut dicampur dengan obat Hydrea, atau memang obat Hydrea yang diganti kemasannya (selongsongnya) hingga bisa menurunkan leukosit Ahmad dengan cepat.
Keyakinan Ahmad memang sangat beralasan, karena pada awal dia menderita CML, dia sempat mengkonsumsi Hydrea, bahkan semenjak kejadian itu diapun masih mengkonsumsi hydrea sampai sekarang, hingga dia bisa merasakan kesamaannya ketika mengkonsumsi obat racikan tersebut.

Mudah mudahan ini hanya kesalahfahaman dari Ahmad dan keluarganya saja yang masih berharap penyakitnya bisa disembuhkan, dan mudah mudahan sang tabib  tersebut mendapatkan hidayah dari Allah jika memang benar benar berniat dan merencanakan untuk menipu.
Wallahu a’lam.

Wassalam.

PS.

- Alur cerita diatas tidak persis sama seperti kejadian sebenarnya, karena saya hanya mendapatkan cerita ini melalui telepon saja. Sedangkan nama tabib  muda tersebut sengaja tidak saya sebutkan berikut tempat prakteknya, karena belum ada bukti yang kuat bahwa sang tabib  muda itu menipu.

- Namun sengaja cerita ini saya sebarkan agar para penderita penyakit berat tidak langsung percaya mentah mentah tentang manjurnya sebuah pengobatan, apalagi terhadap orang yang belum kita kenal.
Salam.

Artikel Terkait :
- Terapy totok jalan darah
- Pendekar Pendekar MLM
- Terapy Alternativ

About these ads
Comments
  1. Ini bukan baru Kang Oce…sudah lama banget! Makanya kita musti banyak Taawudz. A’uzubillahiminasyaitonirrajiim. Dan sebagian mereka menggunakan hipnotis.
    Menyedihkan ya! Kita sudah sakit, masih dijadikan obyek yang empuk untuk diperas sekaligus di tipu. Mudah-mudahan Ahmad mengikhlaskan uang dan jerih payahnya menghampiri itu orang, dan Allah menggantikan dengan kesembuhan. Amin.

  2. sitinuryani says:

    “TLG DI BROADCAST PLS,jgn sampai kesempatan pasien tertahan ditangan anda: Operasi Jantung GRATIS bagi yg tdk mampu akan dilaksanakn bln Juli’10 di Jakarta.

    Jika mengenal pasien dgn penyakit jantung apapun yg mgkn dpt ditlg, mhn daftkan datanya & nomor yg bs dihubungi ke
    email: Iswardi_lingga@yahoo.com (021-71031414)

    Mgkn ini tdk penting buat anda tp mgkn ada kerabat anda yg memerlukannya ?”

  3. Kakaakin says:

    45jt?? Wow 8O
    Tapi kok waktu itu leukonya bisa turun ya??
    Semoga Ahmad dapat bersabar dengan penyakitnya ya…

  4. ocekojiro says:

    @Sahabatyogya
    Berarti sy yg kuper ya… he he

    @Sitinuryani
    Informasinya gak salah neeh…?
    Setahu sy operasi jantung gak sama dg operasi bibir sumbing atawa sunatan masal.
    Trus, pasca operasi yg konon membutukan biaya besar itu menjadi tanggungan siapa?
    (Soalnya no teleponnya mail box terus…)

    @Kakaakin
    Fungsi utama Hydrea adalah untuk menekan jumlah leukosit/Trombosit yang berlebih, dan sangat EFEKTIF meskipun tidak untuk menyembuhkan (Leukemia / CML).

  5. nagagembel says:

    Ckckck..kalo emang bener itu tabib palsu, brarti tak punya hati. Orang sakit kok malah disusahin yak.
    Smangat ya pak ahmad!

  6. fitr4y says:

    Aku punya ponakan, sekitar 5 th yg lalu menderita leukemia, berobat kamana-mana sampe habis harta ortunya, tetap gak sembuh, dan akhir’a meninggal, waktu di rumah sakit banyak yang datang menawarkan bantuan apalah namanya, untung ortunya dah paham mengenai penyakit anak’a, jadi gak sampe tertipu…
    Buat Ahmad, semoga tabah dan ikhlas dengan penyakitnya, dan diberikan jalan terbaik…
    Salam…

  7. rudi92 says:

    wah,, terima kasih jiro atas informasinya.. semoga ga ketipu ma obat begituan..

  8. Ahmad mgkn dah benar…berusaha maksimal dgn harapan rasa sakitnya hilang. Di tengah jalan, dia ketemu si tabib. Wa’llahu alam dimenipu atau tidak…Tapi mengapa si tabib mesti lari, nggak meninggalkan bekas ya ?

  9. Ana says:

    Gmn dg CLL yg udah 2x transplantasi sunsum tp g bpngaruh am sel knkrnya,malah udah menjalar ke syaraf leher belakang??
    Jika secara medis sudah tdk bs,ap yg harus dlakukan??

  10. ocekojiro says:

    Dear Ana
    Pengobatan bukan hanya medis, yang non medispun banyak yang bisa menyembuhkan, hanya saja butuh kejelian kita dan juga kesabaran.
    Saling mendoakan juga baik dan yang terpenting bagi sipenderita adalah bertobat lah dengan sebenar benar taubat, serta memohonlah langsung kepada Tuhan agar diberikan cukup kesabaran dan kesembuhan menurut agama dan kepercayaannya masing masing, tidak masalah (sedikit) sengsara didunia tetapi akan bahhagia SELAMANYA diakherat kelak, InsyaAllah.

Komentar Anda :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s